
Zain menyambar kunci mobilnya dan segera pergi ke bandara. telponnya bersama Leo masih tersambung.
"Natali ada di bandara mana?" tanya Zain.
"Nyonya ada di bandara X tuan" jawab Leo.
"pukul berapa pesawat yang ditumpangi Natali lepas landas?"
"pukul 08.35 tuan"
Zain melihat jam di ponselnya yang menunjukkan pukul 08.25.
"Ahk.." Zain menggeram dalam mobil.
"Dengar. Bagaimana pun caranya, hentikan pesawat itu" titah Zain.
"Baik tuan" patuh Leo.
Sambungan telpon terputus. Zain menginjak pedal gas dan melajut dengan kecepatan penuh menuju bandara. Zain merasa tidak tenang. Bukan karna Natali akan pergi ke Indonesia. Yang Zain takutkan adalah Natali akan kembali pada Vano. Dia tidak mau Natali meninggalkannya dan berpaling pada Vano.
Kita beralih pada Natali.
Natali duduk di kursi bagian tengah. Dia kecewa karna Zain tidak berusaha menghentikannya. Natali mengikuti arahan pramugari yang bertugas. Pandangannya teralihkan pada orang yang duduk di depan sebelah pramugari. Dia melihat orang itu menyembunyikan p1stol di belakang jaketnya.
"P1stol!" pekik Natali.
Seketika semua orang menatap Natali dengan bingung.
"Nona, apa yang kau katakan?" tanya pramugari.
"Dia. Pria itu membawa p1stol" jawab Natali menunjukk pria yang membawa p1stol.
"Nona, tidak mungkin ada orang yang membawa p1stol. Kami sudah mengecek setiap orang sebelum naik ke pesawat. Jadi tidak mungkin kami lalai sehinga membuat penumpang naik dengan membawa p1stol" jelas pramugari itu.
"Aku memang melihat dia membawa p1stol. Jika tidak percaya, kau bisa periksa dia. Aku tidak berbohong" ucap Natali dengan yakin.
"Baiklah. Aku akan memeriksa pria itu"
Pramugari berjalan menuju pria itu.
"Maaf tuan, boleh saya memeriksa anda? Ada penumpang yang mengatakan kalo anda membawa p1stol. Untuk mengusir kecurigaan, izinkan saya memeriksa anda kembali" ujar pramugari itu.
Pria itu menatap Natali dengan tajam.
"Maksudmu benda ini?" pria itu mengeluarkan p1stol dari belakang jaketnya.
Pria itu mengacungkan pistolnya.
Dor..
Dia menembak langit-langit pesawat.
"Akh.." semua orang berteriak ketakutan.
Semua orang menunduk karna takut tertembak. Sekitar 10 orang berdiri, dari kursi penumpang.
"kenapa kau menembakannya sekarang?" protes orang 1.
"Mau bagaimana lagi? Kita sudah ketahuan. Jika aku tetap diam pun, kita akan ketahun. Pramugari itu akan memeriksaku. Aku tidak punya pilihan lain" balas pria itu.
"Ck,, kau ini. Kita belum lepas landas. Bagaimana jika ada yang ke sini?" ucap orang 2
"Tidak akan ada orang yang ke sini"
Rupanya orang-orang yang berdiri adalah komplotan pria itu.
"Karna sudah begini, dengar! Tidak ada yang boleh turun dari pesawat ini" intruksi orang 1.
"Jadi pesawat ini dibajak?" ujar pramugari.
"Ya. Pesawat ini kami bajak"
Suasana menjadi ricuh. Kepanikan terjadi di mana-mana.
"Ah,, bagaimana ini?"
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Aku masih ingin hidup.."
"Beri kami 100.000 dollar, lalu kami akan melepaskan semua orang di pesawat ini" pinta pembajak itu.
Seorang pria berbaju hitam mendekati Natali sambil berjongkok.
"Nyonya Natali.." panggil pria itu sambil berbisik.
Natali terkejut dan segera melihat ke arah pria itu.
"Siapa kau?" tanya Natali.
"Namaku Sam. Aku anak buah tuan Zain" jawab pria itu. "Ayo kita pergi dari sini" ajak Sam.
"Apa Zain yang mengirimmu ke sini?"
"Tidak nyonya"
"Lalu kenapa kau di sini, jika bukan atas perintah Zain?"
"Tuan Leo memerintahkanku mengikutimu. Jadi aku naik pesawat ini"
"Huh,, dia bahkan tidak memperdulikanku. Anak buahnya lah yang lebih memperdulikanku" gumam Natali kesal.
"Nyonya, ayo kita pergi dari sini" ajak Sam kembali.
"Tidak. Bagaimana kita bisa pergi?"
"Aku akan melindungimu. Kau bisa dengan selamat"
"Bagaimana dengan semua orang ini? Aku tidak bisa membiarkan semua orang dalam bahaya"
"Nyonya mengertilah,, ayo kita pergi"
"Tidak!" tolak Natali dengan keras.
"HEI! Kenapa kau berteriak?" tanya pembajak 1.
"Tidak kenapa-napa" jawab Natali.
"Wanita itu! Gara-gara wanita itu, kita ketahuan" geram pembajak yang membawa p1stol.
Semua pembajak menatap Natali.
"Gara-gara wanita itu, pesawat yang kita naiki dibajak" ujar salah seorang penumpang.
"Benar. Ini semua gara-gara wanita itu"
"Dia harus bertanggung jawab"
Natali berdiri.
"Hei! Kenapa kalian malah menyalahkanku?" tanya Natali tak terima.
"Memang kau lah penyebab ini terjadi"
"Enak saja. Dari awal mereka memang akan membajak pesawat ini. Meski pun tidak ketahuan, mereka tetap akan membajak pesawat ini saat kita berada di atas. Kita masih beruntung karna kita belun lepas landas"
"Beruntung dari mana, hah! Kami hanya mendapat sial saja"
"DIAM KALIAN SEMUA!" bentak pembajak itu.
Semua orang terdiam.
"Sini kau" pembajak 2 menarik tangan Natali.
"Akh.." pekik Natali.
Sam yang melihat Natali ditarik, dia segera memberi sinyal pada anggotanya yang lain. Dia juga memberi sinyal bahaya pada Leo.
"Kau akan menjadi sandra utama kami"
Mendengar itu, Natali membelalakan matanya sempurna.
Setelah mengirim sinyal, Sam segera berdiri.
"Hei, lepaskan tanganmu dari nyonyaku" ucap Sam.
Maaf baru bisa up🙏🏼