VANYA'S LOVE CHOICE

VANYA'S LOVE CHOICE
Viral



Setelah meminta maaf di kamera, Arsen melanjutkan vlognya. Dia mengubah topik pembicaraan.


"Gue salut sama lo. Kenapa lo gak jadi artis aja?"


"Ogah, gue gak mau"


"Yah,, sayang banget. Oh iya, gue punya lagu buat lo"


"Lagu apa?"


"ada deh. Lo dengerin ya"


"Iya gue dengerin nih"


*Nyanyikan dalam bahasa Inggris


"A B C D E F G H I LOVE U WILL U MARRY ME" Arsen menyanyikan lagu untuk Vanya.


Semua orang dalam tim Arsen bertepuk tangan dan bersorak atas lagu Arsen.


Vanya tersenyum dan tersipu saat mendengar nyanyian Arsen. Vanya tidak menyangka Arsen bisa bercanda seperti itu.


"Hahah.." Vanya tertawa kecil.


Arsen pun ikut tertawa bersama Vanya.


"Van, lo tau gak, persamaan lo sama nilai 100?"


Arsen mulai menggombali Vanya.


"Apa? Gue gak tau"


"Sama-sama susah didapetin"


"Eaaa.."


"Hahah.." Vanya kembali tertawa mendengar gombalan Arsen.


Arsen melepas cincin yang dikenakannya.


"Van, lo tau gak persamaan ikat rambut sama cincin ini?"


"Apa? Gak ada persamaannya"


"Ih,, ada"


"Apa coba?"


"Sama-sama mengikat" Arsen memasangkan cincinnya dijari manis Vanya.


"Eaaa,,, icikiwiri.."


"Hahah.." lagi-lagi Vanya tertawa karna Arsen.


Dan vlog pun dilanjutkan sampai selesai.


Beberapa hari kemudian.


Akibat dari vlog Arsen, Vanya menuai banyak pujian dari netizen. Banyak yang memuji sikap Vanya yang sangat bijak. Netizen juga ikut baper saat Arsen menyanyikan lagu untuk Vanya dan juga menggombali Vanya. Banyak dari mereka yang menjodohkan Vanya dan Arsen. Berita itu viral disosial media. Banyak yang mendukung hubungan Vanya dan Arsen.


Beruta dekatnya Vanya dan Arsen, sampai juga ke telinga Vano. Vano meradang mengetahui itu. Dia merasa marah akan hal itu. Dia merasa Vanya sudah berhianat padanya. Dia sudah berani selingkuh didepan umum.


Vanya sendiri tidak tahu menahu soal viralnya dia dan juga Arsen. Vanya memang tidak terlalu aktif di sosial media. Kesibukannya membuat dia tidak ada waktu untuk mengetahui apa saja yang sedang viral, apalagi hubungannya.


Karna berita itu, Vanya menjadi sering dikejar-kejar wartawan. Bukan hal yang aneh bagi Vanya melihat para wartawan mengejar-ngejar artis. Karna dia sering menemani atau melihat Arsen dikejar-kejar wartawan. Tapi yang dia herankan, meski Vanya sedang tidak bersama Arsen, tapi dia sering dikejar wartawan. Padahal biasanya tidak.


Seperti hari ini. Vanya baru saja sampai di depan studio di mana Arsen akan syuting. Saat hendak masuk, tiba-tiba banyak wartawan yang menghentikannya.


"Kak,, minta waktunya dong kak"


"Kak, bisa kasih keterangan gak?"


Para wartawan menghadang Vanya.


"Eh,, kenapa nih?" batin Vanya.


"Kak Vanya.."


"Kak..."


"Maaf ya kak,, mas,, saya buru-buru. Udah telat soalnya" ucap Vanya.


Vanya pun berusaha keluar dari kerumunan wartawan dengan dibantu oleh security.


"Hah,, akhirnya gue selamet.." ujar Vanya lega.


Vanya masuk ke ruangan Arsen berada.


"Eh,, kenapa sih, banyak wartawan di depan?" tanya Vanya.


"Eh,, lo baru aja masuk udah langsung ngegas aja" celetuk Gave.


"Lo gak tau Van?" tanya Gave.


"Gak tau apa?" Vanya balik bertanya.


"Ih,, kudet lo. Saat ini lo sama Arsen lagi digosipin se-Indonesia"


"Lah,, emang kenapa?"


"Gara-gara vlog yang kemarin"


"Yang mana?"


"Yang Arsen nyanyi buat lo, terus dia ngegombalin lo. Itu jadi buming lo Van"


"Ah masa.."


"Iya ih,, lo mah gak percayaan kalo belum ada bukti"


"Mana coba buktinya"


Gave menunjukkan video Vanya dan Arsen.


"Ya ampun,, cuma gara-gara beginian, jadi heboh? Emang dasar Netizen" decak Vanya.


Setelah tau, Vanya pun segera mengklarifikasi soal hubungannya dan Arsen. Dia bilang, hubungan mereka hanya sebatas pekerjaan dan berteman saja. Tidak lebih. Meskipun begitu, para Netizen terus menjodoh-jodohnya dan mendukung hubungan Vanya dan Arsen.


Saat ini hari sudah gelap. Dan Vanya pun sudah berada di rumahnya untuk istirahat. Lagi-lagi Vano datang tanpa pemberitahuan. Vanya kesal karna Vano bersikap seperti itu. Tujuan Vano datang ke rumah Vanya, untuk meminta penjelasan tentang hubungannya dengan Arsen. Meskipun Vano sudah melihat video klarifikasi dari Vanya, tapi dia masih tidak percaya.


Vanya sedang berada di ruang tv. Dan Vano main masuk ke rumah Vanya tanpa permisi dulu.


"Kenapa sih Van?" tanya Vanya.


"Apa hubungan lo sama Arsen"


"Gak ada hubungan apa-apa. Cuma rekan kerja donga. Gue manager, dan dia artis"


"Alah,, bohong lo"


"Ya terus lo maunya gue jawab apa? Gue pacaran gitu sama dia? Enggaklah Van,, gila lo kalo mikir gitu"


"Lo gak boleh deket sama Arsen"


"Gue itu managernya Arsen. Kalo gue deket, itu hal yang wajar. Mana ada manager gak deket sama artisnya. Sableng banget tuh.."


Vanya meninggalan Vano yang diam mematung. Vanya pergi ke dapur.


"S*al. Gue yakin, Vanya dan Arsen pasti ada apa-apa. Gue gak boleh biarin Vanya deket sama Arsen. Gimanapun caranya, gue harus buat Arsen ngejauh dari Vanya" pikir Vano.


"Tapi gimana caranya? Vanya gak mau gue larang-larang. Gue harus pikirin cara supaya Vanya gak bisa deket sama Arsen lagi untuk selamanya. Kalo bisa Vanya harus jadi milik gue" Vano berpikir keras.


"Hamil"


Tiba-tiba saja Vano memikirkan hal itu. Hal yang bisa membuat Vanya menjauh dari Arsen.


"Ya, gus yakin. Kalo Vanya hamil, Arsen pasti gak akan mau dan gak akan bisa deketin Vanya lagi. Setelah Vanya hamil, gue bakalan umumin pernikahan gue sama Vanya. Dengan begitu, Vanya bisa menjadi miliknya untuk selamanya" pikir Vano.


Setelah memikirkan itu, Vano menyeringai. Dia sudah menemukan cara agar Vanya menjadi miliknya selamanya.


Vano berjalan cepat menuju Dapur. Vano melihat Vanya sedang mencuci tangan diwastapel. Vano memeluk Vanya dari belakang. Vanya terkejut dengan tindakan Vano.


"Van, apa-apaan sih lo. Lepasin gue" titah Vanya.


"Gue mau minta hak gue"


"Hak apa?"


"Hak sebagai suami" jawab Vano diceruk leher Vanya.


Deg.


Seketika tubuh Vanya menegang. Ini pertama kalinya Vano meminta haknya sebagai suami pada Vanya. Vanya tidak mau kejadian dulu terulang lagi. Jika Vanya melakukannya, bisa saja dia hamil. Jika dia hamil, dia tidak akan bisa berpisah dengan Vano.


"Gak" tolak Vanya.


Vano membalikkan tubuhnya.


"Kenapa? Sekarang lo udah jadi istri gue. Tubuh lo mik gue. Gue berhak atas tubuh lo"


"Hak? Apa gue pernah minta hak gue sebagao istri, sama lo? Gak kan? Lo gak bisa minta hak lo sebagai suami. Karna pernikahan ini cuma pernikahan kontrak aja. Gak lebih" jelas Vanya.


Vano tersulyt mendengar ucapan Vanya. Dia merasa tersinggung atas apa yang Vanya ucapkan padanya.


Vano langsung menyambar bibir Vanya. Dia mel*mat bibir Vanya dengan kasar.


Vanya berusaha mendorong tubuh Vano. Dia mem*kul dada bidang Vano dengan kuat. Namun dia masih tidak bisa menjauhkan Vano darinya.


Ting,, tong,,


Tiba-tiba suara bel pintu berbunyi.