VANYA'S LOVE CHOICE

VANYA'S LOVE CHOICE
Curhat



"Aku tanya padamu. Apakah anak yang kau kandung benar anak Zain?" tanya Natali.


Rose menatap Natali. Tampak Natali menunggu jawaban darinya.


"Anak ini memang Zain" jawab Rose.


Natali terdiam. Dia tidak menyangka rupanya anak yang dikandung Rose memang benar anak Zain.


"Bagaimana kau tau itu anak Zain? Bisa saja itu anak dari pria lain" tanya Natali masih tidak percaya.


"Apa maksudmu? Kau pikir aku wanita seperti apa? Aku bukanlah wanita yang mau melayani sembarang orang" jawab Rose.


"Lalu kenapa kau mau melayani Zain?"


"Aku tidak berniat melayaninya. Sebenarnya aku juga dijebak oleh bosku. Malam itu Zain dan aku memang menghadiri pesta. Aku ke sana sebagai asisten pribadi Zain. Namun selama aku bekerja pada Zain, aku tidak pernah benar-benar bekerja padanya. Dia tidak selalu ada di Italia" Rose menghirup nafas sejenak.


Flash back


Rose sedang mengawasi Zain dari kejauhan. Dia tidak berniat menghampirinya. Sebenarnya Rose terpaksa datang ke pesta itu. Jika bukan demi uang yang banyak, dia tidak mau bekerja pada Zain.


Tiba-tiba Rose melihat Zain memegang kepalanya dan terlihat tidak baik-baik saja. Rose segera menghampiri Zain.


"Tuan, kau baik-baik saja?" tanya Rose memegang tangan Zain agar dia tidak terjatuh.


"Kepalaku tiba-tiba sakit" ucap Zain.


"Tuan apa kau mau pulang lebih awal?"


"Tidak. Aku masih harus di sini" tolak Zain.


"Permisi, tuan Zain, apa kau tidak enak badan?" tanya seorang pelayan.


"Ya. Tuanku tidak enak badan" jawab Rose.


"Bagaimana jika tuan istiahat di salah satu kamar di hotel ini? Kebetulan kami juga mempersiapkan kamar jika ada tamu yang ingin beristirahat sejenak" tawar palayan itu.


"Tuan, bagaimana? Apa kau mau istirahat dulu di sini?" tanya Rose.


"Baiklah" setuju Zain.


Pelayan itu membantu Rose membopong tubuh Zain ke salah satu kamar. Setelah sampai di kamar itu, pelayan meninggalkan Rose bersama dengan Zain.


Rose tidak mendapati hal mencurigakan dari Zain. Dia membaringkan tubuh Zain di atas tempat tidur. Rose melepaskan sepatu Zain.


"Kenapa tiba-tiba dia sakit kepala? Padahal sebelumnya dia terlihat sehat-sehat saja" gumam Rose.


Rose hendak ke luar. Dia berniat menghubungi bosnya. Namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan menghentikannya. Tangan Rose dicekal oleh Zain. Rose membalikkan tubuhnya.


"Tuan Zain, apa yang kau lakukan?" tanya Rose.


"Jangan pergi" jawab Zain yang sudah tidak sadar.


"Apa maksudmu tuan?" Rose mulai panik.


"Malam ini kau harus menemaniku" ucap Zain.


Zain mulai memaksakan kehendaknya pada Rose. Rose berusaha memberontak. Tapi dia tidak bisa lepas dari Zain.


Akhirnya malam itu pun terlewatkan. Zain dan Rose melalui malam panas bersama. Namun dengan keadaan Zain yang tidak sadar.


Flash on


"Pagi harinya aku tidak melihat Zain di mana pun. Aku mencarinya ke rumah ini. Namun ternyata dia sudah pergi ke Indonesia" lanjut Natali.


"Lalu apa yang kau lakukan?" tanya Natali.


"Aku menelpon bosku untuk melaporkan tuan Zain. Aku tidak menceritakan apa yang aku alami pada bosku. Tapi entah kenapa dia mengetahui. Rupanya dia penyebab tuan Zain hilang kesadaran sampai malam kelam itu terjadi. Dan dia juga sengaja membuatku berada di kamar itu" jawab Rose dengan jujur.


Natali terdiam. Akhirnya dia mengetahui kebenaran yang selama ini dia ingin diketahuinya.


"Kali begitu ini bukan salah Zain. Apa yang terjadi di hidupmu bukanlah kesalahan Zain" ucap Natali.


"Ini kesalahan Zain. Kau juga ikut bersalah dalam hidupku"


"Apa maksudmu?"


"Kenapa kau menyalahkan kami?"


"Bosku berniat untuk membuatku menikah dengan tuan Zain. Tapi dia lebih dulu menikah denganmu. Setelah mengetahui aku hamil anak tuan Zain, dia menyuruhku untuk masuk ke dalam keluarga tuan Zain"


"Kami tidak bersalah. Bosmu lah yang bersalah"


"Bosku tidak bersalah. Kalian lah yang bersalah"


"Apa kau masih tidak menyadarinya? Bosmu mencoba memanfaatkanmu. Dia mencoba menggunakanmu untuk kepentingannya sendiri. Kau tidak akan dapat apa pun dengan melakukan ini"


"Tidak. Dia tidak seperti itu"


"Sebenarnya siapa yang ingin coba kau salahkan? Aku tau kau sadar kalo Zain dan aku tidak bersalah. Kau pun tidak bersalah. Kau sadar bosmu yang salah. Namun kau tidak mau menyakini itu"


Rose terdiam atas ucapan Natali.


"Bukankah Owen adalah bosmu?" tanya Natali.


"Dari mana kau tau?"


"Aku tau dari Zain. Itu sudah bukan jadi rahasia lagi bagiku"


Lagi-lagi Rose terdiam.


"Terima kasih sudah mendengarkan ceritaku" ujar Rose.


Natali terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Rose.


"Kenapa dia tiba-tiba seperti ini?" tanya Natali dalam hati.


"Kenapa kau menceritakan semua ini padaku? Bukankah kau membenciku?" tanya Natali heran.


"Aku tidak pernah membencimu. Aku hanya tidak suka padamu" balas Rose.


"Hey,, bukankah tidak sopan kau mengatakan kau tidak menyukai seseorang di depan orang itu secara langsung?" desis Natali.


"Lebih baik seperti itu dari pada berbicara di belakang" balas


Natali mendelik tidak suka.


"Aku ingin minta bantuanmu" ucap Rose mengutarakan keinginannya.


"Bantuan apa?" tanya Natali penasaran.


"Aku mau meminta perlindunganmu" jawab Natali.


"Perlindungan apa? Dari siapa?"


"Perlindungan dari tuan Zain"


"Dari Zain?"


"Iya. Kau benar tentang tuan Zain tidak akan tinggal diam. Sudah beberapa kali ini tuan Zain mencoba menyakitiku. Dan kau selalu melindungiku. Aku ingin kau melindungiku sampai anakku lahir"


"Sampai anakmu lahir?"


"Ya. Setelah anakku lahir, aku akan pergi sejauh mungkin. Aku akan pergi dari kehidupan Owen, tuan Zain dan kau"


"Kau sadar meminta perlindungan dari siapa?"


"Ya. Aku sadar betul"


"Baiklah. Aku akan mencoba melindungimu. Tapi aku melakukan ini demi anak yang kau kandung itu"


"Baiklah. Terima kasih"


"Tidak masalah"


Jangan lupa tinggalkan jejak


Terus dukung author