VANYA'S LOVE CHOICE

VANYA'S LOVE CHOICE
Pernikahan



Pukul 21.00 Amanda dan Daniel pulang dari mansion Zain.


Keesokan harinya, Natali dan Zain bersiap untuk foto prewedding. Mereka melakukan foto prewedding di tempat-tempat terkenal yang di Italia.


Natali dan Zain memakai 3 pasang gaun dengan motif dan tema yang berbeda-beda. 2 pasang gaun melakukan pemotretan di luar luangan. Dan 1 pasang lagi, dilakukan di dalam ruangan, yaitu di dalam kamar.


Saat melakukan sesi foto di dalam kamar, Natali dan Zain menggunakan gaun tidur khusus berwarna hitam. Kali ini mereka menggambil foto dengan pose yang s*x*. Mulai dari saling menc*um, Zain mencium leher Natali, Memeluk Natali dari belakang, bahkan mereka melakukan pose seperti yang akan melakukan hubungan.


Natali sangat malu saat melakukan pose-pose seperti itu. Untungnya fotograpfer yang memotret mereka adalah wanita. Zain memang mminta wanita yang memotretnya. Dia tidak mau jika tubuh indah Natali harus dilihat oleh pria lain.


Foto prewedding berakhir tepat jam 6 sore. Natali sangat kelelahan melakukan sesi foto itu.


Kini Natali dan Zain sedang berada dalam perjalanan pulang. Natali memeluk tangan Zain dan menyandarkan kepalanya pada pundak Zain.


"Kau lelah?" tanya Zain.


"Sangat" jawab Natali.


"Setelah kita sampai, kita akan tidur"


"He'em.."


"Kau mau sesuatu?" tawar Zain.


"Aku mau terus seperti ini" jawab Natali semakin mempererat pelukannya.


"Baiklah,, aku tidak keberatan" balas Zain.


15 menit kemudian, mereka sudah sampai di mansion.


"Kita sudah sampai. Ayo turun" ajak Zain.


"Kakiku pegal. Aku tidak bisa berjalan. Mau digendong.." ucap Natali dengan manja.


Zain tersenyum mendengar Natali yang manja.


Zain turun terlebih dahulu kemudian dia menggendong Natali ala bridal. Natali tersenyum senang saat Zain menggendonggnya.


"Apa aku berat?" tanya Natali.


"Tidak sama sekali. Kau bahkan seringan kapas" balas Zain dengan candaan.


"Ah,, aku tidak seringan itu" rajuk Natali.


"Ahahah..." Zain tertawa lepas.


Zain berniat membawa Natali ke kamar. Namun saat melewati ruang keluarga, langkahnya terhenti. Dia melihat sosok wanita tua yang duduk sambil menyeruput teh.


"Oma" ujar Zain.


"Oma? Di mana?" tanya Natali heran.


Zain menatap ke depan. Natali pun ikit menatap ke arah Zain menatap.


"Oma.." ujar Natali senang.


Natali turun dari pangkuan Zain. Dia segera menghampiri Sari yang sedang duduk.


"Oma.." Natali menghambur kepelukan Sari.


"Natali sayang,, oma sangat merindukanmu" balas Sari tersenyum senang.


Natali dan Zain melepaskan pelukan mereka.


"Oma, kapan oma pulang? Kenapa oma pulang? Oma belum sembuh total" tanya Zain dengan bertubi-tubi.


"Syut,, diamlah. Harusnya kau senang karna oma pulang" balas Sari.


"Bukannya aku tidak senang. Hanya saja, oma belum.sembuh total"


"Oma sudah sembuh. Sebentar lagi kalian menikah. Masa oma tidak menghadiri pernikahan kalian"


"Huh..." Zain menghembuskan nafas panjang.


"Apa dokter tau kepulangan oma?"


"Ya. Tentu saja. Malah dokter yang menyarankan oma pulang"


Zain menatap Sari dengan intens. Dia tidak secepat itu mempercayai ucapan Sari. Sari tau apa arti tatapan Zain. Sari segera mengalihkan topik pembicaraan.


"Kalian habis dari mana? Saat oma pulang, kalian tidak ada di sini" tanya Sari.


"Kami habis foto prewedding oma" jawab Natali.


"Kau pasti lelah. Sebaiknya kau bawa Natali masuk ke kamar. Dia butuh istirahat" ucap Sari.


"Baik oma" balas Zain.


Zain membawa Natali masuk ke dalam kamarnya.


Singkat cerita, hari ini adalah hari pernikahan Natali dan Zain. Banyak orang yang menghadiri pernikahan itu. Amanda dan Daniel pun turut hadir merayakan kebahagiaan Natali dan Zain.


keamanan di pernikahan Natali dan Zain sangatlah ketat. Tidak ada yang bisa masuk tanpa kartu undangan.


Natali terlihat sangatlah cantik menggunakan gaun rancanan Amanda.



Gambar hanya ilusi semata.


Suber gambar Pinterest


Banyak yang terpukau dengan penampilan dan kecantikan Amanda. Semua mata terpusatkan pada Natali.


Natali dan Zain mengucapkan janji suci pernikahan. Dan mereka pun sudah resmi menjadi suami istri. Kini tibalah momen Zain menc*um Natali didepan semua orang.


Zain menatap Natali dengan lekat. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat ini. Wanita yang dia sukai selama beberapa tahun ini, kini dia sudah resmi menjadi istrinya. Natali sangat gugup saat Zain menatapnya seperti itu.


Zain menangkup wajah Natali. Wajah Zain mendekat ke arahnya dan..


Cup,,


terjadilah c*uman manis antara mereka. C*uman itu hanya sesaat. Zain juga harus menjaga sikap. Meskpun dia ingin melanjutkan c*uman itu, tapi dia tahan. Karna acara pernikahannya masih berlangsung.


Banyak ucapan selamat untuk Natali dan Zain. Natali tidak mengenal siapa saja yang mengucapkan selamat padanya. Bahkan Natali tidak mengenal siapapun kecuali Amanda dan Daniel.


Pesta berjalan dengan meriah dan lancar tanpa ada hambatan. Natali dan Zain sangat bahagia karna acara penikahan mereka berjalan dengan sesuai dengan yang mereka inginkan.


Sepasang mata sedang memperhatikan Natali dan Zain. Dia tidak senang dengan kebahagiaan yang mereka peroleh.


"Zain, kau adalah manusia biadab. Kau sudah menghancurkan hidupku. Aku menderita karnamu. Dan di sini kau bahagia dengan istrimu. Lihat saja, aku akan membuat hidupmu lebih menderita" gumam seseorang.