VANYA'S LOVE CHOICE

VANYA'S LOVE CHOICE
Tragedi



Natali terbangun dari tidurnya. Dia melihat Zain sedang menatapnya dengan. Seketika dia teringat kejadian semalam di mana dia dimanjakan oleh sentuhan Zain yang membuatnya kepayahan. Wajah Natali merona. Dia menutupi wajahnya dengan selimut.


Zain tersenyum melihat Natali. Dia sangat gemas melihat tingkah Natali yang menurutnya sangat lucu.


Zain menyingkirkan selimut dari wajah Natali.


"Kenapa kau menutupi wajahmu?" goda Zain.


"Tidak kenapa-napa" jawab Natali malu.


Zain menatap lekat wajah Natali sambil tersenyum.


"Jangan menatapku seperti itu" ucap Natali.


"kenapa?" tanya Zain.


"Aku malu"


"Kau itu sudah menjadi istriku. Kau tidak perlu malu lagi"


"Tetap saja aku malu. Aku mau mandi dulu"


Natali bangkit dari duduknya. Dia lupa kalo dia tidak memakai sehelai benang pun. Tubuhnya hanya ditutupi oleh selimut. Dan selimut itu juga menutupi tubuh Zain yang polos. Natali bingung harus bagaimana. Jika dia menarik selimutnya, maka dia akan melihat tubuh Zain yang polos. Jika dia melepaskan selimutnya, maka Zain lah yang akan melihatnya dengan tubuh yang polos.


Zain menyadari kebingungan Natali. Lantas dia pun bangkit dan menggendong tubuh Natali beserta selimutnya.


"Akh.." pekik Natali. "Zain, turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri"


"Aku ingin menggendongmu" balas Zain.


"Zain, aku bukan anak kecil lagi"


"Aku tau. Tapi aku ingin menggendongmu. Kau tau, olahraga pagi sangat bagus untuk kesehatan"


"Kalo begitu turunkan aku. Aku akan ke kamar mandi sendiri. Kau pergi berolahraga saja"


"Aku mau berolahraga pagi denganmu"


Natali membuka matanya lebar-lebar. Dia tau apa maksud Zain. Natali tidak bisa berkutik dalam gendongan Zain. Dan pagi itu, menjadi pagi yang panas sekaligus manis bagi pasangan pengantin baru Natali dan Zain.


Pukul 10.00 Natali sedang beristirahat di atas tempat tidur. Dia baru saja selesai sarapan. Dia sudah kewalahan dengan permainan Zain. Tiba-tiba saja Zain datang dan langsung tidur dipangkuan Natali. Sontak hal itu membuat Natali terkejut.


"Kau mengagetkanku" ujar Natali.


Zain tersenyum.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Zain.


"Aku tidak ingin apa-apa" jawab Natali.


"Aneh sekali"


"Aneh kenapa?"


"Biasanya ketika wanita hamil selalu menginginkan sesuatu. Tapi kau tidak. Kau hanya meminta es krim saja"


"Entahlah aku juga tidak tau"


"Sayang, apa kau di dalam sini tidak mau apa pun? Jika kau menginginkan sesuatu minta saja. Dady akan memberikannya apa pun yang kau inginkan. Kau harus tau kalo dadymu ini sangat kaya. Kau jangan sungkan" ucap Zain mengelus perut Natali.


Natali tersenyum mendengar ucapan Zain.


"Terima kasih karna sudah menerima kehadiran bayiku" ucap Natali.


Zain menatap Natali. Zain bangkit dan duduk. Dia menatap Natali dengan lekat.


Natali tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Zain memeluk Natali dengan erat.


"Kita akan menjadi keluarga bahagia dengan anak kita" gumam Zain.


1 bulan kemudian.


Rumah tangga Natali dan Zain berjalan dengan damai. Tak ada pertengkaran diantara mereka. Hanya ada kebahagiaan saja.


Kondisi oma Sari juga perlahan membaik. Dia sudah diperbolehkan untuk pulang ke mansion dan hidup bersama Natali dan Zain. Oma sari sangat menantikan kehadiran anak di rumah tangga Natali dan Zain.


Namun sudah beberapa hari ini Zain merasakan kegelisahan di hatinya. Dia merasa akan ada suatu hal besar yang akan terjadi. Namun entah apa itu.


Kini Natali dan oma Sari sedang berada di toko es krim. Mereka sedang menunggu Zain keluar dari restoran yang ada di dekat toko es krim itu.


"Oma mau yang rasa apa?" tanya Natali.


"Oma samakan saja dengan kamu" jawab oma Sari.


"baik lah oma. Aku akan pesan es krim rasa coklat ya 3"


Tak berapa lama, es krim yang Natali pesan pun sudah jadi. Natali dan oma Sari membelakangi toko es krim itu. Mereka menghadap Zain yang baru keluar dari restoran. Mereka tersenyum dan saling Melambaikan tangan.


Zain menengok ke arah kanan. Mata Zain terbuka lebar saat melihat ada truk besar yang melaju dengan kencangnya ke arah Natali dan oma Sari. Natali dan oma Sari ikut menengokkan kepalanya mengikuti arah zain. Mereka sama terkejutnya dengan Zain.


"AWASS!!" teriak Zain.


Tanpa diduga oma Sari mendorong tubuh Natali ke arah depan. Dan alhasil Oma Sari tertabrak truk itu. Sementara Natali selamat karena Oma Sari mendorongnya.


"Oma,, Natali.." teriak Zain seketika.


Oma sari terpental ke arah toko es krim di belakangnya. Bagian depan toko es krim itu juga rusak parah. Namun para pegawai toko es krim itu selamat. Hanya Oma Sari yang menjadi korban dari tabrakan itu.


Natali bangun dan menyaksikan kejadian itu.


"Oma.." teriak Natali.


Bruk,,


Natali pingsan karna syok.


Zain segera menghampiri oma Sari dan Natali. Dia melihat oma Sari tak sadarkan diri dengan berlumuran darah dari tubuhnya.


"Oma,, bangun oma.." Zain mencoba membangunkan oma Sari.


Dia juga melihat pada Natali yang pingsan. Dia tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi pada kedua orang yang dia sayangi.


Orang mulai berkerumun.


Natali dan oma Sari dibawa ke rumah sakit. Kondisi Natali tidak terlalu parah. Dia hanya mengalami syok karna melihat kecelakaan itu. Sementara oma Sari,, beruntung dia masih selamat. Hanya saja kondisi oma Sari kritis.


Hallo semua!!


Author balik lagi


Maaf ya udah beberapa bulan author gak up. Jujur author kecewa sama diri author sendiri. Author banyak pikiran. Sampe author mikir buat berhenti nulis.


Tapi author juga gak mau sia-siain perjuangan author untuk bisa ada di titik sekarang ini. Author juga sadar author udah ngecewain para reader.


Karna itu author mau putusin, author akan terus nulis novel dan ngelanjutin cerita ini. Maaf ya udah sering ngecewain kalian.


Author akan berusaha lebih keras lagi.