VANYA'S LOVE CHOICE

VANYA'S LOVE CHOICE
Berubah Nama



Setelah 30 menit menaiki mobil, Akhirnya mobil pun berhenti di sebuah mansion yang sangat mewah dan megah. Vanya terkagum-kagum melihat mansion itu.


"Sen, ini mansion siapa?" tanya Vanya.


"Gue" jawab Arsen.


"Ha..." Vanya menatap Arsen dengan bingung.


"Mulai sekarang, kita akan tinggal di sini" ujar Arsen.


"Serius lo?" tanya Vanya tidak percaya.


Arsen menganggukkan kepalanya.


Seorang pria dan seorang wanita menghampiri Arsen dan Vanya.


"Good morning, Mr. Zain" sapa mereka.


"Zain?" gumam Vanya.


"Morning" balas Zain.


Kedua orang itu adalah anak buah di mansion milik Arsen. Mereka bernama Lusi dan James. Lusi bekerja sebagai kepala pelayan di mansion Arsen. Sementara James adalah tangan kanan Arsen.


"Perkenalkan, ini Natali" ucap Arsen memperkenalkan Vanya.


"Natali?" tanya Vanya.


"Salam kenal nona Natali" ucap Lusi dan Zain.


Vanya sangat bingung dengan keadaan yang sedang terjadi. Kenapa namanya menjadi Natali? Dan kenapa Arsen menjadi Zain? Vanya sungguh bingung.


"Sen,, bisa jelasin ke gue" pinta Vanya.


"Kita masuk dulu ya. Nanti aku jelasin" ucap Arsen.


"Aku? Eh,, lo kenapa Sen? Lo sakit?" tanya Vanya aneh.


Vanya berjinjit memegang dahi Vanya.


"Suhu lo normal kok. Lo gak sakit. Terus lo kenapa Sen? Lo dehidrasi ya?" tanya Vanya.


"Enggak, aku gak sakit kok. Ayo kita masuk, dan aku bakalan jelasin semuanyaa sama kamu" Arsen menarik tangan Vanya agar masuk ke dalam mansionnya.


"Kamu duduk dulu ya" tuntun Arsen mendudukkan Vanya disebuah sofa panjang. "Bi, tolong ambilkan air" pinta Arsen.


"Baik tuan" balas Lusi.


"Sekarang jelasin semua ke gue" pinta Vanya.


"Ok. Jadi gini. Sebenena gue pemimpin kelompok mafia"


"APA!" syok Vanya. "Ah,, lo bohong. Lo pasti bohong kan?"


"Gak Van. Aku gak bohong sama kamu. Waktu itu aku pernah tanya, kamu percaya gak ada mafia sungguhan? Dan kamu bilang gak taukan? Aku seorang mafia Van"


Vanya terpaku di tempatnya dia tidak bisa mengatakan apapun.


"Ah,, gila,, gila,, jadi selama ini gue kerja sama mafia dong?"


"Iya" jawab Arsen dengan polos.


"Wah,, lo bener-bener ya" Vana tak habis pikir dengan apa yang dikatakan Arsen. "Terus kenapa mereka manggil lo dengan nama Zain? Bukan Arsen? Kenapa juga lo ngenalin gue sebagai Natali? Bukan Vanya?"


"Nama lengkapku adalah Zainoza Arsenio Zivon. Di sini aku sering dipanggil Zain. Dan kalo kamu,, nama lengkapmu kan, Vanya Natalia Putri. Jadi dipanggil Natali, bukan Vanya. Nama kita tetap sama. Hanya beda panggilan saja" jelas Zain.


"Tapi kenapa harus gitu?"


"Van, kita akan memulai hidup baru dan lembaran baru. Jika ingin terbebas dari bayang-bayang masalalu, maka kita harus meninggalkan semua kenangan itu. Aku ingin kau hidup sebagai Natali yang terbebas dari masalalu. Vanya yang baru. Vanya yang hidup dengan nama baru dan hidup baru. Tujuanku baik. Apa kamu setuju?"


Vana berpikir. Perkataan Arsen ada bernarnya. Dia tidak mau terus terikat dengan masalalunya. Biarlah dia mengubah nama. Toh yang berubah cuma nama, orangnya juga masih sama.


"Dan mulai sekarang, kamu jangan panggil aku Arsen. Tapi Zain. Ok?"


"Ok"


"Dan soal bahasa.." Arsen menggantungkan kalimatnya.


"Gue tau. Gue akan coba rubah. Gue gak akan lagi panggil lo Arsen, dan juga gue gak akan ngomong dengan kata lo gue" Vanya mengerti maksud Arsen.


"Makasih ya" ucap Arsen.


"Harusnya gue, maksudnya,, harusnya aku yang bilang terima kasih. Kamu udah menelamatkan aku dari masalaluku" balas Vanya.


Ok guys, mulai sekarang Arsen dan Vanya akan berganti nama ya. Menjadi Zain dan Natali. Jangan lupa ini ya. Author takut kalian akan bingung siapa Zain dan Natali itu🤭


"Baik,, nona Natali, apa kau mau melihat kamarmu?" tanya Zain.


"Tentu saja tuan Zain" balas Natali.


Natali mengarahkan pandangannya ke dalam mansion Zain. Natali baru menyadari kalo mansion itu tampak sangat bagus jika dilihat dari dalam. Saat dia masuk, dia tidak menyadari karna dia terlalu pokus pada penjelasan Zain.


"Wah,, daebak.." kagum Vanya.


"Aku baru menyadari mansion ini sangat bagus" puji Natali.


"Ayo, aku antar ke kamar" ajak Zain.


"Ayo" setuju Natali.


Zain menggandeng tangan Vanya untuk menaiki lift. Tentu saja di mansion megah milik Zain, tersedia lift.


"Kira-kira butuh berapa hari buat tour seluruh mansion ini?" gumam Natali.


Zain tersenyum mendengar gumaman Natali.


Setelah sampai di lantai 2, Zain membawa Natali ke dalam kamar yang sudah disiapkan untuknya.


"Silahkan masuk" ucap Zain.


"Terima kasih" balas Natali.


Natali memandang kamarnya dengan tatapan kagum lagi. Kamar yang sangat luas dengan kasur king size.


"Zain, ini beneran kamar aku?" tanya Natali tak percaya.


"Iya" balas Zain.


"Ini bisa bikin lapang golf nih, di sini" celetuk Natali.


"Kalo kamu kau lapang golf, nanti aku buatin. Tapi untuk sekarang ini adalah kamar kamu"


"Lah,, jangan buat lapang golf. Aku cuma bercanda aja"


"Aku tau. Tapi itu ide yang bagus"


"Wah,, ada balkonnya" ujar Natali.


Natali berjalan menuju balkon. Dia sangat terpukau pada pemandangan di luar sana.


"Kau suka?" tanya Arsen.


"Sangat suka" balas Natali dengan mata yang berkaca-kaca.


Sungguh, ini adalah hal paling romantis yang pernah dia terima. Natali sangat senang bisa bersama dengan Zain.


Natali memeluk Zain dengan tulus. Zain membalas pelukan Natali. Keduanya berpelukan dengan sangat mesra. Ingin rasanya Zain segera memiliki Natali secara seutuhnya. Tapi Zain harus menunggu. Dia tidak boleh egois. Zain akan menunggu waktu yang tepat dan dia akan mengutarakan keinginannya terhadap Natali.


Masih mau lanjut gak nih?


Ayo tinggalkan jejaknya😆