VANYA'S LOVE CHOICE

VANYA'S LOVE CHOICE
Hasutan Harry



Setelah sampai di rumah sakit, Natali. memeriksakan kondisi rahimnya.


"Dokter Harry bagaimana kondisi rahimku?" tanya Natali.


"Rahimmu cukup bagus. Masa pemulihannya terbilang cepat" jawab Harry.


"Apakah aku bisa cepat hamil lagi?"


"Bisa saja. Setelah 2-3 masa menstruasimu lewat, kamu bisa hamil lagi"


"Jika sebelum masa itu aku hamil bagaimana?"


"Apa kau berencana untuk segera hamil?"


Natali terdiam mendengar pertanyaan Harry.


"Natali"


"Emh,, entahlah" jawab Natali yang terdengar sangat membingungkan.


"Ada apa? Apa ada masalah?"


"Tidak kok. Hanya saja,, aku sangat ingin bisa memberikan Zain keturunan. Aku takut setelah keguguran aku tidak bisa mempunyai anak lagi"


"Kau tenang saja. Kau akan bisa hamil lagi. Agar rahimmu semakin kuat, kau harus makan makanan bergizi. Kau juga harus minum Vitamin"


"Baiklah. Terima kasih atas saranmu"


"Its okey"


"Oh iya, aku juga ingin kau memeriksa seseorang"


"Siapa?"


"Sebentar aku akan mengajaknya masuk"


"Ya, silahkan"


Natali ke luar dan mengajak Rose masuk.


"Ini Rose" ucap Natali memperkenalkan Rose.


"Dia kan.." gumam Harry karna terkejut melihat Rose bersama Natali.


"Dia temanku. Aku ingin kau memeriksanya" ucap Natali gugup.


"Dia kenapa?" tanya Harry.


"Dia sedang hamil" jawab Natali.


"Baiklah. Sekarang, kau berbaringlah di sana. Aku akan memeriksamu" ucap Harry.


"Cepat kau berbaring di sana" arah Natali pada Rose.


Dengan malas Rose menuruti ucapan Natali.


Harry memeriksa kondisi Rose. 15 menit setelah pemeriksaan, Rose dan Natali duduk di hadapan Harry.


"Kandungannya sudah menginjak 5 minggu. Kau harus menjaga pola makanmu. Mulai sekarang kau harus menjauhi minuman k*ras dan jauhi r*kok. Di masa kehamilanmu tidak baik jika mengonsumsi minuman k*ras dan r*kok. Kau harus memikirkan janin yang ada dikandunganmu" jelas Harry.


Natali sangat terkejut saat mendengar Rose sering menegak minuman k*ras dan juga r*kok.


"Dan lagi,, rahimmu cukup lemah. Ini pasti faktor dari kau yang selalu konsumsi sembarang makanan. Aku akan memberikan vitamin" lanjut Harry.


Natali menganggukki setiap perkataan Harry. Sementara Rose terlihat sangat acuh. Dia tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Harry.


Setelah selesai, Natali dan Rose hendak pulang. Namun sesaat sebelum masuk ke mobil, Harry menghentikan Natali.


"Natali" panggil Harry.


"Ya. Ada apa?" tanya Natali.


"Aku ingin bicara denganmu" jawab Harry.


"Sekarang?"


"Ya"


"..." Natali berpikir sejenak. "Baiklah" setuju Natali.


"Kau bisa pulang duluan. Aku masih ada urusan" ucap Natali pada Rose.


"Terserah. Aku tidak perduli" balas Natali.


"Pak, tolong antar Natali pulang" titah Natali pada anak buah Zain.


"Tapi nyonya, saya tidak bisa meninggalkan nyonya. Ini perintah tuan Zain"


"Tidak usah khawatir. Aku tidak akan kemana-mana. Aku hanya akan mengobrol bersama Harry. Lagipula Harry adalah sahabat Zain. Setelah kau mengantar Rose, kau kembali lagi ke sini"


"Baiklah nyonya"


Anak buah Zain pergi mengantar Rose pulang.


"Ayo" ajak Harry.


"Kau mau minum apa?" tawar Harry.


"Apa pun" balas Natali.


Harry memberi Natali jus jeruk.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Natali.


"Baiklah. Aku tidak akan berbasa-basi denganmu" ucap Harry. "Bagaimana kau bisa kenal dengan Rose?" tanya Harry.


Natali terdiam oleh pertanyaan Harry.


"Kenapa kau menanyakan itu? Kami teman baik" jawab Natali.


"Bohong" sangkal Harry.


"Apa maksudmu?"


"Aku mengenal Rose"


Lagi-lagi Natali terdiam. Natali pikir Harry tidak mengenal Rose. Dia lupa kalo Harry adalah sahabat dekat Zain. Dia pasti tau orang disekitar Zain.


"Apa Rose hamil anak Zain?" tanya Harry.


Natali menatap Harry. Dia bingung harus menjawab 'ya' atau 'tidak'.


"Aku belum tau. Apakah anak yang dikandung Rose adalah anak Zain atau bukan. Yang jelas aku harus mencari tau" jawab Natali.


"Hah..." Harry menghembuskan nafas panjang.


Keduanya terdiam.


"Sudah kuduga. Wanita itu pasti akan menjadi masalah besar bagi Zain. Dari awal aku sudah mempunyai firasat buruk tentangnya" ujar harry.


"Apa maksudmu?" tanya Natali bingung.


"Beberapa bulan yang lalu, Rose dipekerjakan oleh Zain. Namun itu atas rekomendari orang lain. Dia ditugaskan untuk menjaga oma Sari. Tapi karna Zain tak kunjung menemukan wanita, oma Sari bermaksud mendekatkan Zain dengan Rose. Oma Sari memerintahkan Rose untuk jadi sekretaris pribadi Zain. Zain pun mau tidak mau menuruti ucapan Oma sari" Harry menjeda ceritanya.


"Lalu?"


"Namun karna Zain tidak terus tinggal di Italia, jadi Rose tidak selalu dekat dengan Zain. Aku tau Rose pasti mempunyai rencana tersembunyi. Namun aku mengabaikan hal itu. Suatu malam Zain dijebak oleh seseorang. Hingga terjadilah semua ini. Akhirnya aku dan Zain pun menyadari kalo Rose adalah mata-mata yang diperintah oleh Owen" lanjut Harry.


Ternyata pernyataan Zain dan Harry sama.


"Apa Zain tau kau ke sini bersama Rose?" tanya Harry.


"Tidak. Zain hanya tau aku akan memeriksa rahimku. Tapi aku tidak mengatakan akan pergi bersama Rose" jawab Natali.


"Zain pasti terganggu dengan keberadaan Natali" tebak Harry.


"Ya. Dia sangat terganggu"


"Kenapa kau menerima Rose?" Harry sangat penasaran alasan Natali menerima Rose.


"Karna anak Zain. Jika Rose tidak mengandung anak Zain, mungkin aku tidak akan membiarkan dia tinggal bersama kami. Hanya saja anak yang dikandungnya tidak bersalah sama sekali"


Harry menganggukkan kepalanya.


"Dan lagi, jika Rose tinggal bersamaku, aku akan leluasa mengawasi dia. Aku tidak akan membiarkan dia berulah lagi. Sudah cukup dia membuat kekacauan"


"Jadi itu sebabnya kau ingin cepat hamil?" tanya Harry.


"Ya. Aku cemburu karna Zain akan memiliki anak dari wanita lain. Oleh sebab itu ingin segera punya anak"


"Kalo begitu kau bisa usir saja dia. Atau buat dia keguguran. Dengan begitu Zain tidak akan punya anak dari wanita lain"


"Aku tidak mau seperti itu. Anak Zain juga anakku. Aku tau rasanya kehilangan calon anak. Aku tidak ingin wanita lain merasakan hal itu"


"Tadi kau bilang cemburu Zain mempunyai anak dari wanita lain. Aku memberikan saran yang bagus untukmu"


"Tapi tidak seperti itu juga. Kau bukan memberikan saran, tapi kau menghasutku"


"Ahahah.." Harry tertawa.


"Jangan beritahu Zain apa yang kita bicarakan" ucap Natali.


"Kenapa?"


"Pokoknya jangan"


"Aku sahabat zain. Aku tidak bisa tidak mengatakan itu pada Zain"


"Ayolah,, aku tidak memiliki sahabat di sini. Hanya kau yang aku kenal. Kau juga sahabatku kan?"


"Baiklah. Aku akan menjadi sahabatmu jika kau mengundangku makan malam. Aku dengar makan Indonesia sangat enak. Aku ingin mencobanya"


"Tentu saja. Malam ini kau bisa datang. Aku akan memasak makanan Indonesia untukmu"


Silahkan tinggalkan jejak


Terus dukung author