VANYA'S LOVE CHOICE

VANYA'S LOVE CHOICE
Tidak Suka



Natali makan dengan tidak tenang. Bagaimana dia tidak tenang, Zain tidak ikut makan bersamanya. Zain pasti kelaparan. Tapi dia tidakbisa meninggalkan Rose.


Setelah 5 menit makan bersama Rose, Natali memutuskan untuk pergi ke kamar sambil membawa makanan untuk Zain. Rose tidak masalah ditinggalkan oleh Natali.


Tok.. tok.. tok..


Natalimengetuk pintu kamar.


"Sayang.." panggil Natali.


Natali melihat Zain sedang duduk di sofa sambil memainkan laptopnya.


"Sayang.." panggil Natali lagi.


Natali duduk di sebelah Zain.


"Eh,, sayang. Maaf aku tidak mendengarmu" ujar Zain sedikit kaget.


"Apa yang sedang kau kerjakan?" tanya Natali.


"Aku sedang memeriksa dokumen" jawab Zain.


"Pantas saja kau tidak mendengarku. Jangan terlalu fokus bekerja. Sampai kau lupa makan. Sekarang ayo makan dulu"


"Nanti saja. Sedikit lagi selesai"


"Makan dulu.."


"Nanggung ni.."


"Ya udah aku suapin ya. Aaa.." Natali mengarahkan sendok berisi makanan pada mulut Zain.


Mau tidak mau Zain menerima suapan dari Natali.


"Nah,, seperti itu. Suami pintar.."


Zain tersenyum mendengar ucapan Natali.


Suapan demi suapan diberikan pada Zain. Sampai akhirnya makanan di atas piring pun habis.


"Selesai.." ujar Zain lega.


"Eh, kamu udah makan belum?" tanya Zain.


Zain lupa kalo dia belum bertanya pada Natali apakah dia sudah makana atau belum. Zain sangat lupa. Bisa-bisanya dia mementingkan diri sendiri dan lupa pada istri.


"Udah kok" jaawab Natali.


"Bohong. Kamu pasti belum makan kan?" tebak Zain.


"Udah sedikit tadi"


"Kok cuma sendikit?"


"Aku gak nafsu makan"


"Ck,, kamu ini kebiasaan. Sekarang ayo, kamu harus makan" ajak Zain.


"Gak mau Zain. aku kenyang" tolak Natali.


"Ayo.." Zain menarik tangan Natali.


Natali mengikuti tuntunan Zain. Sebelah tangannya dipegang oleh Zain. Dan sebelah tangannya lagi memegang piring.


Zain masuk ke ruang makan. Di sana dia tidak melihat Rose. Dia sangat senang karna tidak melihat Rose di sana.


"Aku gak mau makan Zain" tolak Natali.


"Kalo kamu gak makan, nanti kamu sakit. Kamu mau sakit lagi?"


"Ya,, enggak. Tapi aku gak mau makan"


"Ya udah kamu mau makana apa?"


"Eum,, aku mau makan roti bakar"


"Roti bakar?"


"Iya"


"Ya udah ayo kita beli roti bakar"


Keesokan harinya.


Natali mengajak Zain sarapan bersama dengan Rose. Zain terpaksa menuruti keinginan Natali. Selama sarapan, Zain merasa sangat tidak nyaman. Natali tau kalo Zain tidak nyaman. Namun Zain harus terbiasa. Rose akan tinggal di sana sampai melahirkan. Tidak mungkin Zain harus terus menghindar.


Jika Zain tidak nyaman, lain halnya dengan Rose. Dia terlihat sangat menikmati sarapannya. Dia tampak tidak canggung sama sekali. Dia makan dan minum sepuasnya tanpa memperdulikan orang lain.


"Zain, aku akan pergi ke rumah sakit" ucap Natali.


Zain menghentikan makannya.


"Kenapa? Apa kau sakit? Yang mana yang sakit?" tanya Zain yang berubah menjadi khawatir.


Rose cukup terkejut melihat perubahan Zain. Karna Selama dia bekerja pada Zain, dia tidak pernah melihat Zain beriskap lembut pada siapa pun. Dia selalu bersikap dingin dan acuh.


"Tenang Zain, aku baik-baik saja. Aku sehat" jawab Natali.


"Lalu kenapa kau akan ke rumah sakit?" tanya Zain.


"Aku mau memeriksa kondisi rahimku. Setelah keguguran, aku ingin membuat rahimku pulih kembali"


"Aku akan mengantarmu"


"Tidak usah. Aku bisa sendiri kok. Lagipula kau bilang ada rapat penting kan? Aku akan baik-baik saja"


"Aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendiri"


"Aku akan baik-baik saja sayang,, kamu gak usah khawatir"


"..." Zain terdiam.


"Percaya sama aku"


"Baiklah. Aku akan menyuruh orang mengantarmu dan menjagamu"


"Iya"


Rose sangat tidak suka saat Zain dan Natali bersikap sangat romantis. dia iri dengan kedekatan mereka berdua.


Pukul 08.00 Zain sudah tidak ada di rumah. Seperti yang kalian ketahui, hari ini Natali berencana untuk pergi ke rumah sakit. Dia juga berencana untuk mengajak Rose bersamanya. Dia ingin mengecek kandungan Rose. Natali menghampiri Rose yang sedang menonton tv di ruang tv.


"Rose" panggil Natali.


Rose menoleh pada Natali.


"Ada apa?" tanya Rose.


"Cepat kau bersiap. Kita akan pergi" titah Natali.


"Bersiap? Pergi ke mana?" tanya Rose bingung.


"Kita akan pergi ke rumah sakit"


"Bukan kita. Kau saja sendiri. Aku tidak mau" tolak Rose.


"Cepat bersiap Rose" tekan Natali.


"Tidak mau"


"Aku beri waktu 10 menit. Jika kau belum siap juga, aku akan menyeretmu secara paksa"


Setelah mengatakan itu Natali pergi meninggalkan Rose.


"Ih,, dia itu mengajak atau mengancamku" gerutu Rose.


Rose bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya. Dia bersiap untuk ikut ke rumah sakit.


Natali menunggu Rose di dalam mobil. Tak lama Rose masuk ke dalam mobil. Dia duduk di sebelah Natali.


"Terlambat 1 menit" ucap Natali.


"Hanya 1 menit juga" gumam Rose.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


Terima kasih sudah mampir


Terus dukung author