VANYA'S LOVE CHOICE

VANYA'S LOVE CHOICE
Vlog



Ucapan Vanya bagaikan pedang yang menghunus ke dalam hatinya. Sangat sakit mendengar Vanya mengatakan itu padanya.


"Sekarang, lo pergi dari rumah gue" usir Vanya.


"Gak. Gue gak mau pergi. Gue mau nginep di sini" Vano tidak mau pergi dari rumah Vanya.


"Ya udah, terserah" balas Vanya.


Vano berjalan menuju tangga dengan niatan ingin masuk ke kamar Vanya.


"Eh,, mau ke mana lo?" cegah Vanya.


"Mau tidur di kamar lo" jawab Vano.


"Enak aja. Jangan harap lo bisa sekamar sama gue. Kalo lo mau tidur, lo bisa tidur di kamar tamu atau lo juga bisa tidur di sofa"


Setelah mengatakan itu, Vanya naik ke atas dan masuk ke kamarnya. Vanya tidak perduli Vano tidur di mana. Yang jelas dia sudah terlanjur kesal pads Vano yang selalu bersikap egois.


Pukul 00.30 Vanya terbangun dari tidurnya. Dia merasa tenggorokannya kering. Dia pun turun ke bawah untuk mengambil minum. Saat melewati ruang tv, dia melihat tv masih menyala. Vanya menyangka Vano pasti belum tidur.


Untuk memastikan, Vanya menghampiri Vano yang tampak sedang tiduran di atas sofa dengan bantal sofa dipakai sebagai bantal untuk kepalanya. Saat Vanya melihatnya, ternyata Vano sudah tertidur pulas.


"Huh,, kebiasaan deh lo" gumam Vanya.


Vano memang seperti itu. Jika dia menginap di rumah Vanya, maka dia akan ketiduran sambil menonton tv. Bukannya tv yang dia tonton, tapi malah tv lah yang menontonnya tidur.


Vanya mematikan tv itu. Dia pun kembali ke kamar tamu untuk mengambil selimut. Meskipun Vano menyebalkan, tapi dia adalah sahabatnya. Vanya ingat saat Vano selalu ada disampingnya dan menemaninya saat suka maupun duka. Meskipun kebanyakan Vano akan bersikap egois dalam beberapa hal.


"Maafin sikap gue Van. Gue tau gue salah. Tapi lo lebih salah Van. Lo gak bisa ngertiin perasaan orang lain. Lo cuma mentingin perasaa. Helen doang. Sejak Helen datang, lo lupa sama gue. Lo mulai egois dan lebih mentingin dia. Padahal dia cuma mau morotin harta lo doang. Lo emang bodoh Van" ujar Vanya menatap Vano.


Vanya menyelimuti tubuh Vano. Setelah itu, dia pergi ke dapur dan mengambil minum. Setelah mengambil minum, Vanya kembali ke dalam kamarnya dan melanjutkan tidurnya.


Keesokan harinya, Vanya bangun seperti biasa. Sementara Vano masih belum bangun. Dia masih betah berada di alam mimpinya.


Vanya memasak untuk sarapan. Dia memasak menu andalah sejuta umat, yaitu nasi goreng. Ya, nasi goreng menjadi menu yang lumrah dimasak oleh semua orang, termasuk Vanya.


Vano terbangunkan oleh suara dentingan wajan dan spatula yang sedang Vanya gunakan. Ditambah wangi yang menyerbak, Vano menjadi lapar.


"Van,, lo masak apa?" tanya Vano melihat Vanya.


"Gue masak nasi goreng" jawab Vanya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajan.


"Harum banget.." gumam Vano.


Vano menggaruk kepalanya seperti orang khas bangun tidur.


"Lo laper?" tanya Vanya dan diangguki oleh Vano. "Kalo lo laper, lo cuci muka dulu sana. Sekalin mandi" titah Vanya.


"Iya.." patuh Vano.


Vano masuk ke kamar tamu di mana dia biasa mandi. Di sana juga ada beberapa setel baju Vano. Karna sesekali Vano menginap di rumah Vanya, jadi dia menyimpan baju ganti.


15 menit kemudian, Vano sudah tampak segar. Dia duduk di meja makan dan berhadapan dengan Vanya. Sudah ada nasi goreng untuk Vano. Vano pun memakan nasi goreng buatan Vanya dengan sangat lahap.


"Kalo lo udah selesai, sebaiknya lo cepet pergi ya" ucap Vanya mengusir Vano.


"Lo ngusir gue?" tanya Vano.


"Iya. Gue mau kerja. Rumahnya mau gue kunci" jawab Vanya.


Selera makan Vano hilang saat mendengar Vanya akan pergi bekerja. Vano menghentikan aktivitas makannya.


"Eh,, malah gak makan. Buruan Vano. Sebentar lagi gue berangkat" ucap Vanya.


"Em,, iya.."


Vano melanjutkan makannya dengn tidak enak. Dia tidak mau Vanya pergi bekerja dan bersama Arsen. Entah kenapa jika dia melihat Vanya bersama Arsen, hatinya terasa panas membarah. Ada perasaan aneh yang menjalar hatinya.


Singkat cerita, kini Vanya sudah berada di rumah Arsen. Hari ini jadwal Arsen adalah membuat tur vlog di rumahnya. Arsen meminta Vanya untuk ikut dalam vlognya. Namun Vanya menolak. Meskipun Vanya adalah manager Arsen, dia masih kaku jika harus masuk kedalam video. Arsen terus memaksa Vanya agar mau ikut dalam vlognya. Dan setelah melalu bujukan demi bujukan, akhirnya Vanya bersedia masuk ke dalam vlog.


Dalam Vlog Vanya hanya tersenyum dan sesekali berbicara. Arsen terus mengajaknya berbicara, sehingga Vanya menjadi banyak bicara.


"Eh,, ngomong-ngomong soal musik, lo suka musik yang kayak gimana sih?" tanya Arsen.


"Gue jarang dengerin musik sih, jadi kurang suka dan kurang tau apa aja gendre musik. Paling yang gue tau cuma dangdut, pop dan rock. Dan iya,, gue keracunan si Gave yang suka sama lagu-lagu Korea, yang ada timnya. Apa ya namanya. Lupa gue" jawab Vanya.


"K-kpop?"


"Ha,, iya itu. K-kpop" balas Vanya.


"Serius lo? Jadi secara tidak langsung, lo suka sama lagu k-kpop gitu?"


"Ya,, gitu deh. Tapi dibilang suka banget enggak. Gue suka ya,, biasa-biasa aja"


"Lo suka grup k-kpop mana?"


"Em,, BTS" jawab Vanya.


"BTS? Jadi lo army dong"


"Mungkin iya. Tapi gue army baru sih,,"


"Udah punya albumnya?"


"Udah"


"Wah,, army baru, tapi udah punya album BTS. Gila,, gila.."


Arsen bertepuk tangan.


"Lo gak takut apa dibully sama orang lain?" tanya Arsen.


"Takut kenapa?"


"Ya,, kan secara lo itu suka sama k-kpop. Di luar sanakan banyak yang agak gimana,, gitu sama orang yang suka k-kpop itu. Menurut lo gimana?"


"Gue mah bodo amat. Mau gue suka sama k-kpop kek,, dangdut kek,, rock,, pop,, atau apapun lagi, itu bukan urusan mereka. Sukanya gue kebahagiaan buat gue. Gue suka sesuatu, gak akan jadi derita bagi orang lain. Dan gak sukanya mereka, gak akan jadi derita bagi gur. Itu si menurut gue" terang Vanya.


"Woh,, luar biasa. Jadi lo nikmatin nih, sebagai army. Gak takut dibully, dinyinyirin sama orang lain?"


"Gak lah. Gue mah dibawa happy aja"


"Kalo boleh tau bias lo siapa?"


"Bias gue Suga"


"Wah,, temen gue tuh"


"Pret.." balas Vanya.


"Terus si Gave ngestand grup k-kpop apa?"


"Katanya EXO"


"Lo juga suka gak sama EXO?"


"Sukalah.."


"Jadi lo lebih suka yang mana, BTS atau EXO?"


"Eh,, lo jangan mancing-mancing ya. Semua grup k-kpop itu sama. Punya kelebihan sama kekurangan. Lo gak usah buat perkara deh. Ini vlog loh,, ditonton jutaan umat. Lo bisa dihajar sama mereka karna lo menimbulkan perpecahan antar pecinta k-kpop"


"Iya,, iya,, gue minta maaf"


"Minta maaf dikamera sana" titah Vanya.


Arsen menatap kamera.


"Untuk semua orang pecinta k-kpop, gue minta maaf. Gue gak ada maksud buat nimbulin masalah di dunia perk-kpop-an. Gue cuma nanya aja, gak ada maksud lain. Gue juga sependapat sama Vanya. Semua grup k-kpop punya kelebihan masing-masing. Dan kelebihan itu patut kita acungi jempol" jelas Arsen.


*Maaf ya, author tidak bermaksud menyinggung siapapun dibab ini