VANYA'S LOVE CHOICE

VANYA'S LOVE CHOICE
Kejutan



Setelah berpamitan pada Daniel dan Amanda, Zain pulang ke mansion. Saat di jalan, dia menelpon Natali. Natali pasti sudah bangun.


"Hallo!" sapa Zain.


"Zain, kamu ke mana sih? Kata bi Lusi kamu pergi. Kenapa gak bangunin aku?" tanya Natali.


"Maaf ya, aku ada pertemuan sama klien. Aku gak tega bagunin kamu"


"Hem,, kamu mah.." rajuk Natali.


"Jangan marah. Sekarang aku lagi dalam perjalan pulang kok. Kamu mau nitip apa?" bujuk Zain.


"Aku mau es krim rasa coklat" jawab Natali antusias.


"Ok nyonya. Es krim rasa coklat akan segera datang".


15 menit kemudian Zain sudah sampai di mansion dengan menenteng sekotak es krim rasa coklat pesanan Natali.


"Zain.." sambar Natali saat melihat Zain masuk.


Natali berlari menghampiri Zain.


"Jangan lari-lari.." tegur Zain.


Natali tidak mendengar teguran Zain. Dia masih saja berlari karna terlalu senang. Beruntung Natali tidak papa.


"Ini es krim pesananku?" tanya Natali.


"Sudah ku bilang jangan lari. Kenapa kau masih saja berlari?"


"Aku tidak sabar untuk memakan es krim" jawab Natali dengan entengnya.


Zain tidak suka dengan alasan Natali. Hanya demi memakan es krim, Natali melupakan keselamatannya.


"Terima kasih" ucap Natali.


Natali mengambil alih es krim dari tangan Zain. Kemudian dia duduk di atas sofa. Dia mulai memakan es krim itu. Zain ikut duduk dengan Natali dengan perasaan masih sedikit kesal.


"Eum,, enak sekali.." ujar Natali senang. "Kau mau?" tawar Natali.


"Dengarkan aku. Kau tidak boleh berlari seperti itu"


"Iya Zain" jawab Natali.


Natali kembali memakan es krimnya. Sementara Zain menatap Natali geram. Dia mengabaikannya.


Natali tau kalo Zain sedang merajuk padanya. Entah kenapa Zain terlihat sangat imut saat sedang merajuk. Natali berusaha agar Zain tidak marah lagi padanya.


"Kau mau?" tawar Natali lagi.


"Tidak. Kau saja yang makan" tolak Zain.


"Beneran gak mau? Enak lho..."


"Tidak"


Natali menyendok es krim dan memainkannya seperti pesawat terbang.


"Ngiung,, ngiung,, ngiung,, pesawat terbang mau mendarat.." celoteh Natali.


Natali menabrakan es krim pada mulut Zain. Namun Zain menolak dengan menggelengkan kepalanya. Natali terus melakukan itu sampai Zain jengah dan menatap Natali karna kesal. Mendapat tatapan seperti itu, Natali langsung memasukan es krim itu ke dalam mulutnya dan bersikap tidak ada yang terjadi.


Natali mengulangi hal yang sama.


"Ya sudah kalo tidak mau tidak papa. Aku tidak akan memaksamu kok" ujar Natali.


Lama-kelamaan Zain merasa sangat gemas pada Natali. Melihat mulut Natali yang terus bergoyang karna mengunyah, membuatnya ingin melahap habis mulutnya itu.


Dengan semangat Natali memasukan es krim ke dalam mulutnya. Kesabaran Zain sudah mencapai batas. Mulut Natali terus saja menggoda batinnya.


Dengan cepat Zain meraih tengkuk Natali dan menempelkan bibinya dengan bibir Natali.


Natali terkejut akan tindakan Zain. Zain mulai mel*mat mulut Natali. Natali tidak menolak maupun membalas. Mulut Natali masih tertutup rapat. Zain menggigit bibir bawah Natali agar Natali membuka bibirnya.


"St.." desis Natali.


Zain memasukan lidahnya ke dalam rongga mulut Natali. Dia merakan nikmatanya es krim rasa coklat yang masih ada di mulut Natali. Perlahan Natali membalas l*matan Zain. Dan mereka pun saling bertukar slavina.


Selama beberapa menit mereka melakukan c*uman romantis. Mereka pun melepaskan c*uman itu.


Keduanya menghirup udara sebanyak mungkin guna mengisi rongga paru mereka.


"Lezat sekali" ujar Zain.


Natali tersipu malu saat Zain mengucapkan itu.


"Kau membuatku terkejut" ujar Natali.


"Tapi kau suka kan?" goda Zain.


Natali tambah tersipu mendengar godaan Zain.


"Kau bersiaplah. Nanti malam kita akan kedatangan tamu spesial" ujar Zain.


"Tamu spesial? Siapa?" tanya Natali bingung.


"Ada deh,, ini kejutan untukmu"


"Ah,, aku jadi penasaran"


"Habiskan es krim mu dan bersiaplah. Aku akan meminta bi Lusi menyiapkan makanan untuk makan malam"


Waktu makan malam pun tiba. Daniel dan Amanda sudah berada di mansion milik Zain. Natali, Zain, Daniel dan Amanda sudah berada di meja makan.


"Natali, kenalkan ini Daniel dan istrinya Amanda" ucap Zain.


"Hai tuan Daniel, nona Amanda" sapa Natali tersenyum senang.


"Hai juga Natali" balas Daniel dan Amanda.


"Kau tau siapa Amanda ini?" tanya Zain.


"Iya. Dia adalah istri tuan Daniel" jawab Natali.


"Bukan itu maksudku"


"Terus apa?"


"Amanda ini, dia desainer gaun pernikahan yang akan kau pakai"


"Wah,, benarkah?" kaget Natali.


"Iya. Aku sangat senang karna gaun rancangan ku bisa dipakai oleh wanita secantik dirimu" balas Amanda.


"Kau lebih cantik dariku nona Amanda" balas Natali.


"Aku dengar kau orang Indonesia?" tanya Amanda.


Natali terdiam.


"Ya. aku orang Indonesia" jawab Natali.


"Sudah berapa lama kau tinggal di Italia?"


"Eum,, sekitar 2 minggu. Kau sendiri sudah berapa lama di Italia?"


"Aku baru 1 minggu yang lalu"


"Kau sedang honeymoon ya dengan tuan Daniel" tebak Natali.


"Benar sekali"


"Sudah jangan mengobrol dulu. Nanti saja dilanjutkan lagi" ucap Daniel.


"Benar. Sebaiknya kita makan saja dulu"


Keempat orang itu mulai makan. Hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar. Setelah makan, mereka berkumpul di ruang tamu sambil membicarakan hal-hal ringan.


Natali dan Amanda jengah mendengar Zain dan Daniel membicarakan bisnis. Tidak bisakah mereka tidak membicarakan bisnis saat sedang berkumpul?


"Nona Amanda, kita ke kamarku saja. Aku sungguh tidak mengerti soal bisnis" usul Natali.


"Boleh. Aku sudah bosan mendengar masalah bisnis" balas Amanda.


Natali dan Amanda pergi ke kamar Natali.


"Kau tidak sekamar dengan tuan Zain?" tanya Amanda.


"Tidak. Tapi terkadang aku tidur bersamanya. Kau pasti sudah tau kalo aku sedang hamilkan?" tebak Natali.


"Ya. Aku sudah tau. Selamat ya atas kehamilanmu. Aku harap, aku juga bisa cepat hamil sepertimu "


"Terima kasih. Setelah pulang dari Italia, aku yakin kau akan segera hamil"


"Semoga saja" balas Amanda.


"Bagaimana kalo kita bicara kesukaan kita?"


"Boleh tuh"


"Kau suka k-kpop?" tanya Natali.


"Ya. Aku suka" jawab Amanda.


"Kau me-stand grup mana?"


"BTS" jawab Amanda.


"Wah,, kita sama lah.."


"Wah,, siapa biasmu?"


"Biasku Suga. Biasmu?"


"Biasku Jungkook"


"Aku sangat ingin menonton konser mereka"


"Aku juga ingin"


"Aku ingin membeli album mereka"


"Aku sudah punya"


"Benarkah? Wah,, aku iri. Nanti aku akan minta pada Zain. Dia pasti akan membelikan album BTS untukku"


"Kau tau, aku saja sampai harus memuji-muji Daniel dulu agar diizinkan membeli album. Katanya dia tidak mau jika aku terus terpesona oleh mereka. Dia ingin aku hanya terpesona olehnya saja"


"Kau beruntung. Aku liat tuan Daniel itu orangnya setia"


"Ya. Memang benar. Dia sangat setia padaku"