Time Travel To Meet The Prince

Time Travel To Meet The Prince
A Problem



Telapaknya menyentuh gangang pintu logam yang terasa dingin, ketika tak ada pergerakan saat di dorong, bibirnya mengeram kesal. Susah semalaman ia hampir tak tidur, pintu ruangannya terkunci, sudah pasti ada masalah, "Hhh, Herestia! Kenapa ruanganku dikunci. Di mana Ereluz?!"


Wanita paruh baya itu terburu mendekatinya, membawa Juan ke lorong yang sepi, ia berbisik, "Semalam dia mencarimu. Ku pikir pagi ini kalian datang bersama. Anak itu bilang sudah pasti tahu keberadaanmu."


Alis Juan tertaut marah, sudah menduga jika Ereluz akan mencarinya, tapi tak sampai berpikir jika gadis itu akan mengikuti sampai kerajaan sebelah, "Aku di Kastillia, mana mungkin dia menyusul. Mengapa kau memperbolehkannya pergi? Aku sudah mengutuskannya padamu kan, sebelumnya?"


"Lu-Luz bilang akan segera kembali. Aku tak bisa menahannya, dia sangat keras kepala," Herestia tergagap takut, hawa kemarahan sekaligus intimidasi dari pangeran muda tersebut hampir membuat napasnya terasa sesak. Tidak ada alasan mengapa keadaan tubuhnya jadi seperti ini, Namun, Juan adalah orang yang jarang marah. Melihatnya emosi, seluruh bulu halus di lengan seolah sedang beku.


"Lalu kenapa ruanganku dikunci?"


"Jika seseorang menanyakan keberadaan Luz, aku hanya tinggal bilang kalau dia sedang lelah, tak ingin diganggu."


Lelaki itu mengacak surainya sendiri secara kasar. Sekalipun ia mencintai Ereluz sama seperti mencintai Sierra, gadis yang satu itu lebih bandel dan susah diatur, terkadang ia bahkan bisa merasakan emosi jengkel yang memggebu-gebu, "Sial! Kenapa selalu membuat ulah, tenang sesekali saja tidak bisa. Kemana dia pergi sekarang?!"


Ketukan langkah pelan kemudian erdengar, disusul sahutan, "Ereluz pergi?"


"Ayah," Juan menatap pria itu frustasi, namun sedetik kemudian membungkukkan tubuh sopan, "Aku akan mencarinya," baru saja menapakkan kaki selangkah, lengannya dicekal erat.


Sang ayah berbisik, "Juan, dia harus segera membuka identitas asli. Aku tak ingin penyusup menjadi bagian dari keluarga kita, cari dia dan pulangkan. Tak akan ada eksekusi, ini sudah keputusan terbaik."


...---...


Juan menghempaskan tubuh ketika memasuki gerbong yang ia naiki dari Kastillia ke Aragon. Di dalamnya, masih setia dua orang yang mulai menjadi rekan barunya.


"Ereluz menghilang?!" Pekik Feuji setelah mendengar cerita yang keluar dari bibir Juan.


Berbeda dengan sang kakek, reaksi Reagel justru hanya tertawa acuh, "Itu pasti sudah jadi kebiasaannya, selalu merepotkan dan menyengsarakan orang lain," selain mengingat perilaku Ereluz selama bersamanya, ia meneliti wajah lelah Pangeran Juan, pasti lelaki itu juga frustasi karena Ereluz.


"Kalau dari ucapan kepala pelayanku, kemungkinan dia ke Kastillia. Tapi tidak mungkin juga, jika dia lewat jalur utama, pasti bertemu dengan kita di jalan. Sementara itu, tidak mungkin juga dia lewat jalur jembatan yang berbahaya. Lagi pula Ereluz buta arah di sini, dia tidak akan pergi sendirian."


Feuji kembali bertanya, meminta keputusan selanjutnya. Karena mereka tak mungkin diam saja selagi menunggu Ereluz kembali dengan sendirinya, "Apa kita harus kembali ke Kastillia kalau begitu? Memastikan jika dia benar-benar pergi ke sana."


Juan membalasnya dengan gelengan kepala. Ia akan semakin merepotkan dua orang itu jika mengajak mereka untuk mencari Luz juga, "Tidak perlu, biar aku sendiri yang mencarinya. Utusanku akan mengantar kalian ke rumah sewaan di dekat sungai ebro. Tinggalah sementara untuk tetap berada di sini."


"Sebenarnya kami bisa kembali ke rumah lama, tak jauh juga dari sungai ebro," sahut Feuji merasa tak enak. Tapi apa boleh buat, ia dimintai bantuan, jelas Juan akan memperlakukannya dengan sangat spesial.


Hal itu membuat Reagel terkagum, jika Juan tak menganggap Ereluz aalah Sierra, mengapa dia sangat baik pada gadis itu. Bukankah seharusnya ia marah besar karena tahu fakta sudah dibohongi.


Juan menatap Reagel karena sadar terus dipandangi, "Sepertinya kita seumuran, Reagel. Panggil saja aku Juan. Oh, ada yang ingin kau katakan?"


Dia menggeleng, namun bibirnya terbuka, melontarkan kalimat pertanyaan yang menyimpan kebingungannya, "Pangeran Juan, seharusnya kau tak perlu seperti ini. Perjuanganmu sepertinya sangat besar, padahal yang kau tolong tampak tak peduli keadaan. Luz mengacaukan dan menipumu, sekaligus semua rakyat Aragon. Dia lebih baik dieksekusi mati ketimbang dikembalikan pada jaman aslinya."


Juan terdiam, mencerna apapun yang diucapkan Reagel walau telapaknya terasa panas dan basah.


"Dia kabur dari rumah kami karena tak ingin hidup susah, setelah diberitahu wajahnya menyerupai Puteri mahkota yang hilang, Luz mengambil kesempatan itu lalu menipu kerajaan ini," Reagel kembali bercerita dengan raut masam yang menjadi-jadi, "Perkataanku mungkin terlalu lancang, tapi kalau kau menganggapnya Puteri Sierra, itu tak benar. Dia orang yang berbeda, dan jelas jauh lebih buruk. Pertimbangkan bantuanmu untuknya, kami juga agak keberatan membantu penipu busuk sepertinya."


Selama beberapa menit hanya ada kesunyian, Reagel khawatir jika perkataanya akan membuat sang pangeran termuda marah. Namun, lelaki itu hanya menunjukkan senyuman tipis nyaris tak bisa disebut senyuman, "Aku tak pernah sekalipun menganggapnya Sierra setelah tahu jati dirinya. Sayang sekali perasaanku pada dia masih sama walau awalnya goyah. Tapi percayalah, selama Ereluz bersamaku, dia tak pernah berperilaku buruk, tak terlalu baik juga, tapi berhasil mengobati luka batin yang ada. Keinginanku memulangkannya, sama dengan keinginannya untuk kembali pulang, aku melakukan ini hanya untuk balas budi jika memang bisa dilakukan."


"Sekarang aku semakin percaya jika kau menyukainya masih sebagai Puteri mahkota Sierra. Jelas kau hanya memandang fisik mereka yang sama persis," balas Reagel tak pas kondisi. Padahal selama beberapa detik ia sempat menyesali ucapannya, tapi kini ia kembali berulah dengan mulut sialan yang sering terpeleset itu.


Sementara Juan kembali diam, ia tak bisa menyahut lagi.


Dengan begitu Feuji menengahi, "Wajar itu terjadi, sekalipun Ereluz dan Puteri Sierra orang yang berbeda. Awalnya tetap sama, jika Luz lahir di masa depan, pembuktian kalau dia reinkarnasi dari puteri mahkota. Sama dengan dirimu, Reagel. Ada orang yang menyerupaimu di masa lalu, entah pada tahun berapa. Yang jelas, sepertinya setiap masa satu orang akan menyukai orang yang sama."


Juan mengesampingkan pembicaraan atas dasar Ereluz ataupun Sierra lagi, "Aku melihatnya, dia sempat menjadi tahanan yang pernah ku bicarakan. Kalian sama persis."


"Aku tak akan pernah berniat menemuinya, diriku dari masa lalu ini pasti sangat buruk sampai-sampai menjadi tahanan kerajaan," ujar Reagel kecewa.


"Dia hanya tertuduh, sekarang sudah dipulangakan kembali karena tidak ada bukti bersalah."


"Siapa namanya?"


"Hareen."


Alisnya sontak mengernyit heran, "Sepertinya Luz pernah membicarakan orang itu saat kami baru pertama kali bertemu."


"Kalau begitu kita juga harus menemuinya."


TBC