Time Travel To Meet The Prince

Time Travel To Meet The Prince
Bestfriend



"Haha, aku memang tidak berniat menutupi atau membongkar rahasianya. Tapi sebenarnya kau tidak berhak bertanya padaku," balas Jevin diselingi tawa hambar.


Sementara itu, Ares, si raja muda dari Galicia malah menyunggingkan senyum yang tampak meremehkan, "Yakin? Masalahnya hari ini aku akan berbaik hati, kalau misalkan kau bisa diajak kerja sama. Ingat ya, imbalannya perbatasannya wilayah utara, dan hanya berlaku hari ini," ia masih mencoba menawarkan wilayah perbatasan yang selama ini jadi perdebatan rakyat Galicia dan Aragon.


Jevin sontak menghentikan tawanya yang terdengar hambar tadi, kedua bola matamua serempak memicing curiga ke arah lawan argumen, "Sebelum memutuskan, aku ingin bertanya. Kenapa kau peduli tentang hal ini, padahal tidak ada sangkut pautnya dengan Galicia? Selain itu, nada bicaramu juga seolah yakin Sierra tidak hanya ada satu."


"Kau ini bicara apa, Pangeran Jevin? Semua orang juga tahu sejak dulu, sebelum Juan berasama Sierra, gadis itu sudah lebih dulu dekat denganku. Kami bahkan pernah berkencan, walaupun ya.. hanya sebatas formalitas," ungkap Raja Ares yang nyatanya tak sepenuhnya kebenaran. Ia dan Sierra mungkin memang dekat, lebih dulu ketimbamg Sierra memutuskan bersama Juan, si pangeran termuda Aragon. Tapi mereka tak pernah sekalipun berkencan, Ares mungkin memang mendekati Sierra, tapi itu lebih menekankan untuk mengambil alih kekuasaan Kastillia ke tangannya. Sayang sekali dia harus gagal karena kedatangan Juan, yang membuat Sierra berpaling secepat jarum jam sekon berdetak.


"Aku tidak cukup yakin dengan alasanmu. Untuk apa kau masih peduli kalau hanya sebatas masa lalu."


Bukannya membalas pernyataan Jevin, Raja Ares justru mengubah topik pada kekayaan yang baru dia dapatkan. Seolah tengah memamerkannya pada Jevin supaya su pangeran sulung itu panas hati, "Demorius dari Portugal, dia membuat kesepakatan denganku. Tambang emas dan perunggu akan diserahkan ke Galicia sebentar lagi. Sebenarnya dulu kami memang pernah punya masalah satu sama lain, tapi dia mengaku kalah terlebih dulu karena wilayahnya diserang. Jadilah bantuan datang dari Galicia, dan dia menyerahkan kedua area pertambangan itu."


Alis Jevin menukik tidak suka, kalau dia mengiyakan tawaran Ares secara gamblang. Hal itu sangat membuatnya terlihat seperti terlalu mudah dirayu, belum lagi kalau Ares berbohong dan mengingkari janjinya, Raja muda dari Galicia itu terkenal begitu licik, "Kenapa kau tiba-tiba mengubah topik? Apakah akan menyuapku dengan itu?"


Raja Ares menggelengkan kepala, tapi senyum miring terus terukir di salah satu sudut bibirnya, "Tentu tidak, aku hanya khawatir kalau kau akan jadi gelandangan setelah ayahmu mengusirmu dari sini. Karena... aku tahu beberapa hal kecil yang kau sembunyikan kebenarannya dari rakyat Argon. Oh, bahkan aku dengar kau membunuh para petani dari perkampungan ujung hanya karena mereka tidak mau lahannya dibeli pemimpin,"


Pangeran Jevin sontak membanting buku tebal berisikan catatan anggaran milik wilayah kota utama, benda itu jatuh sampai berhasil membuat bunyi dentuman pelan, "Sial! Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"


"Itu tidak penting, kalau mau rahasianya tetap aman, kau harus memberitahuku dulu," Ares bersikap santai dengan menepuk pelan pudan Jevin, kemudian ia berjongkok untuk memunguti lembaran dari buku yang sempat Jevin jatuhkan tadi, sembari berucap ia mendingak, "Bahkan dengan baik hatinya, perbatasan wilayah utara akan jadi milikmu. Aku juga akan mengaku secara langsung, kalau kau berhasil memenangkan perselisihan kita selama ini," ujar Ares masih mencoba meraih hati si pangeran sulung Aragon.


Jevin menunduk dengan tatapan tajam, "Ada konsekuensi lain? Kau itu terlalu licik, Ares. Tapi kalau aku bertindak, kau juga akan tetap kalah."


"Huh, tidak akan ada konsekuensi apapun, persyaratannya hanya yang ku sebutkan tadi. Jadi, aku hanya ingin kau bilang siapa Sierra yang di sini sekarang?"


Selepas Herestia berpamit keluar dari ruangan tempat dirinya menyuruh Luz untuk tetap diam di dalam, untuk mempersiapkan makan malam para penjaga, Gadis dari masa depan itu kembali berusaha kabur. Salah Herestia juga, tidak mengunci pintunya, di saat seseorang yang berada di dalamnya sangat ingin keluar.


Luz menyelinap dengan sangat waspada menuju ruang pengadilan, karena sudah sering berkeliling di kastil Aragon, ia jadi mudah melewati lorong manapun. Terlebih Luz mengambil jalur yang jarang dilalui orang, sehingga tak ada yang mengetahuinya, paling tidak hanya para pelayan rendah yang tak punya hak melarang atau mengatur sang puteri.


Luz masih berusaha menemui Hareen, ia sudah sangat kenal dengan lelaki itu karena insiden, bahkan bisa dibilang pernah menjadi satu keluarga karena tinggal di rumah yang sama. Hareen mungkin bukan orang yang baik sepenuhnya, tapi di mata Luz, dia memang baik. Kalau memang buruk, lantas mengapa lelaki itu dengan ikhlas membawanya pulang saat pertama kali masuk ke era saat ini? Terlebih Luz diterima dengan baik oleh keluarganya di sana, walau Hareen lebih banyak bersikap menyebalkan, dia tetap mau melindungi Luz seperti teman baiknya sendiri.


Luz tak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi begitu saja, "Pasti ada salah paham dengan Galicia, Hareen tidak mungkin masuk komplotan pencuri. Teman-temannya itu, walaupun aku tidak kenal dengan mereka, tapi aku sering melihat ketiganya sangat akur dan baik," ia bermonolog dengan kesal. Bahkan dinding pun menjadi sasaran pukulan mentah itu.


Sampai di halaman belakang, atau bisa disebut halaman utama ruang pengadilan yang letaknya terpisah dari bangunan utama kastil Aragon, Luz berlari begitu saja karena melihat Hareen tengah diseret kasar oleh salah satu penjaga. Beruntung di sana hanya ada tiga tersangka dan tiga penjaga yang membawanya.


"Berhenti dulu," cegah Luz, Hareen yang melihatnya, hanya bisa menggeleng pasrah. Seolah menyuruhnya pergi, "Apa kalian yakin kalau anak-anak muda ini pelakunya? Siapa yang sudah melakukan pengejaran terhadap mereka?"


Salah satu penjaga membungkuk sopan, "Utusan Pangeran Juan membuntuti secara langsung para pengawal ilegal dari Galicia. Mereka serempak tidak ingin menunggu para pelakunya ditangkap, jadi Raja Ares memutuskan mendatangkan pasukan ilegal, beruntung Pangeran Juan sudah mengetahuinya. Jadi penangkapan ini belum resmi, karena Galicia melakukannya tanpa bukti, tapi Raja Saloar memutuskan untuk tetap melanjutkannya karena Raja Ares tak mau dibantah, tenang saja Puteri Sierra, kalau mereka terbukti tidak bersalah, mereka akan dilepaskan. Untuk saat ini, semuanya tergantung bukti yang akan dikeluarkan pihak Galicia."


"Hah, mana bisa begitu, kalau memang tidak atau belum ada bukti sama sekali harusnya tidak usah dibawa sampai ke sini. Apalagi yang kalian lakukan ini! Tangan mereka bisa terluka kalau talinya diikat sekencang ini! Kau bilang mereka belum terbukti salah, kenapa sudah diperlakukan seolah pelaku?!" Luz marah sampai-sampai membukakan ikatan ketiganya.


Elmir dan Xiangjun hanya bisa menatap takjub ke arah gadis itu.


TBC