
"Ada apa dengan Sierra? Dia baik-baik saja kan? Aku belum sempat bertemu dengan dia setelah Jevin menjemputnya tadi."
Juan menhela napas kasar seraya menarik kembali kursi di depan meja ayahnya, "Aku ingin mengatakan sesuatu, sebelum kau mendengarnya dari mulut orang lain."
Sang raja mengernyitkan dahi, terlebih saat menyadari wajah putra bungsunya cukup kusut dan lelah. Juan tidak akan menunjukkan hal seperti itu secara terang-terangan, kecuali ketika dia benar-benar khawatir dan panik, seperti saat kabar Sierra hilang bersama rombongan Kastillia yang hendak pulang menuju kerajaanya sendiri.
"Sierra yang ada di sini sekarang... bukanlah Sierra."
Tanggapan Raja Saloar tak jauh berbeda dari Juan saat mendengar kabar itu keluar sendiri dari bibir Sierra palsu, alias Ereluz. Bagai disambar petir di hari cerah dengan sinar matahari yang enggan padam. Sang ayah tak cukup memercayai ucapan anaknya, hingga berkali-kali dia mengulangi pertanyaannya untuk memastikan tak salah dengar.
"Aku harap kau tidak terkejut lagi, tapi saat mendengarnya secara langsung dari dia, rasanya sangat menyakitkan. Namanya, Ereluz, dia terjebak perjalanan waktu dan harus berakhir di sini, di era ini bersama kita. Padahal seharusnya dia hidup di tahun 2020, abad modernisasi."
"Juan, sepertinya kalian sedang ada masalah. Bicarakan baik-baik, jangan asal berucap begitu. Aku akan menasehati Sierra sendiri."
"Ayah, awalnya aku juga tak percaya. Tapi mengingat dia mengatakan tahun 2020, hal itu kemungkinan bisa terjadi, di mana manusia berteleportasi dari satu waktu ke waktu lain dengan teknologi pada masa mereka. Zaman sekarang saja, sudah mulai bermunculan hal-hal tentang teknologi, walaupun kecil. Semakin bertambahnya usia bumi, semakin pandai pula penghuninya."
"Kau mempercayainya begitu saja?
"Tidak hanya aku dan Herestia, banyak orang sudah curiga terhadap kembalinya Sierra secara tiba-tiba dan cukup mengherankan. Kalau dilihat-lihat lagi, sikap dia juga berubah drastis, lebih tepatnya berbeda. Karena mereka bukan orang yang sama, sudah jelas kecurigaanku dan Herestia benar. Ayah jarang berselisih tatap langsung dengan dia, makanya tidak tahu."
"Baiklah, mari kita bicarakan bersama. Panggil Sierra dan Herestia juga."
Sedangkan di sisi lain, Luz berusaha membobol jendela istana yang memiliki jeruji besi untuk pengamannya. Sebab, di luar pintu Jevin tengah menggedor-gedor memanggil namanya, pelan memang, tapi bagaimanapun hal itu juga sebuah ancaman. Terlebih saat Juan melarang dirinya membukakan pintu untuk orang selain lelaki itu.
"Ayooo... ish! Kenapa sulit sekali!" Dengan satu tangan memegangi kepala, Luz masih tak menyerah membuat jeruji besi itu lepas dari jendelanya, walaupun hanya menggunakan pisau yang biasanya dipakai untuk mengupas apel ia mencongkel dari setiap sisi, "Kalau saja ada telepon! Aku pasti sudah menghubungi polisi sejak tadi, sial!"
Tak lama kemudian suara sahutan Jevin mereda, malah terdengar pertikaian kecil antara dua orang yang masih bersaudara tersebut, "Hey, apa yang sedang kalian lakukan? Berniat membuka pintu kamar orang lain secara paksa?"
"Juan, jangan sembunyikan dia lebih lama lagi. Kau tahu kalau dia bukan Sierra, bodoh! Kenapa masih berusaha mempertahankannya? Dia sudah membuat Sierra mati!" Gertak Jevin disusul para pengikutnya, di mana mereka juga orang-orang yang bertugas membawa Luz dari Kastillia semalam.
Sedangkan sang adik hanya balas menatapnya dengan pandangan yang tidak jelas, Jevin tak dapat membaca tatapan mata itu, "Iya, dia bukan Sierra, tapi dia tidak membuat Sierra mati. Asalkan bukan orang jahat, apa salahnya aku tetap ingin hidup bersamanya."
"Iya,"
Jevin berdecak kecil, "Oke, mungkin aku tak bertanggung jawab dan tak berurusan dengan perasaanmu. Tapi gadis itu, sudah membuat kesalahan besar, sekalipun ia tak berbuat jahat secara kasar, tetap saja dia membuat posisi Sierra digantikan. Mungkin bisa ditimbang saat dia sudah jujur dari awal, sayangnya dia berbohing dikala pertemuan pertama kalian usai berita Sierra hilang mereda. Intinya, kalau Raja Alendro dan pihak Kastillia lainnya tahu, bisa terjadi perselisihan besar sama seperti dulu saat kejadian hilangnya Sierra. Mereka bisa saja tidak menyetujui hubunganmu, karena merasa Sierra sudah dilupakan. Dan akhirnya... kau sudah tentu bisa menebak."
"Jadi kalau aku melepaskan gadis itu, apa yang akan kau lakukan padanya?" Tanya Juan. Ia tak habis pikir mengapa kakaknya begitu ambisius untuk menghabisi Ereluz, atau ayahnya pun akan mengambil keputusan yang sama nantinya. Jadi, di sini dirinyalah yang salah sudah membuat Sierra tergantikan secara perlahan. Padahal harusnya Juan yang paling marah dan kecewa, jujur, iya, tapi keberadaan Ereluz juga bisa mengobati keadaan hilangnya Sierra. Sepertinya ucapan Jevin memang benar, dia sudah dibutakan cinta dari segi fisik. Belum tentu Ereluz merupakan orang baik, kalau dilihat dari idenya menggantikan posisi Sierra saja sudah membuktikan kalau dia tak cukup baik, mengapa harus dipercayai.
"Kita berikan keputusan pada ayah, dan pastinya dia harus tahu hal ini kan? Kau tidak berhak--"
"Ayah sudah tahu, aku akan membicarakannya bertiga. Jadi biarkan hal ini ku tangani, urus pekerjaanmu sendiri saja," lelaki itu lantas melengos pergi memasuki ruangan kamarnya dan kembali menutup pintu secara rapat saat sudah berada di dalam. Matanya membelalak mendapati Luz sudah berjongkok di bawah kakinya penuh air mata hampir di seluruh permukaan wajah.
...---...
Wajah Einne langsung pucat pasi saat pintu rumahnya ia buka lebar karena ketukan dan panggilan dari luar. Rupanya sudah berdiri beberapa pengawal berlogo kerajaan Galicia di hadapannya, juga terdapat Xiangjun dan Elmir yang disekap masing-masing satu orang.
Pimpinan dari pengawal tersebut menunjukkan surat berijin resmi dari Aragon, yang menyatakan bahwa mereka juga akan mengamankan putra sulungnya, Hareen.
Yang dinanti datang dengan tatapan terkejutnya dari belakang rumah, apalagi saat melihat keadaan dua temannya yang disekap. Hareen masih dengan keadaan kebingungan, ikut disekap secara paksa, lantas ditarik masuk ke gerbong kereta kerajaan. Logo keretanya milik Aragon, tapi yang menguasai adalah pasukan dari Galicia.
Mereka tak punya kuasa, jadi Hareen hanya berontak sebisanya saat tiga orang mengeroyok secara langsung.
Pasukan ilegal dari Galicia itu tak tahu saja kalau sedang diintai pasukan Aragon selaku pemilik wilayah.
...---...
Ares yang sudah mendengar kabar kalau para pencuri ditangkap, buru-buru menemui Juan, sebenarnya ia hanya ingin mengetahui Sierra yang ada di Aragon itu, selama dia di Aragon, memang belum melihat penampakan wujud Sierra sama sekali.
"Tidak bisa, mereka sedang ada pertemuan di ruangan Raja Saloar. Nanti kalau sudah selesai, kami akan segera memberitahukannya pada Pangeran Juan," ucap seorang pelayan wanita, ketiia Ares memintanya untuk mengantar ke ruangan Juan.
TBC