Time Travel To Meet The Prince

Time Travel To Meet The Prince
Pengakuan jati diri



"Jangan dibutakan cinta gila dari segi fisik. Perempuan yang sedang berada di kamarmu itu bukanlah Sierra, dia adalah orang licik yang mengaku sebagai puteri mahkota setelah kabar hilangnya Sierra menyebar luas. Kalau aku mengira, dia pasti penyihir pemilik kekuatan ilmu hitam, dia membuat fisik sekalgius tubuhnya menjadi serupa dengan Sierra. Tidakkah kau masih berpikir aku berbohong? Lihat, ada Amer saksi matanya, tidak mungkin panglima kita akan berbohong kan?" Jevin tampak paling gusar, lelaki itu bahkan tak henti mengusak surainya sendiri secara kasar. Karena Juan seolah tak mendengarkan apapun yang keluar dari bibirnya.


Amer menengahi, berbeda dengan sikapnya yang blak-blakan tiap kali bersama Juan, kini sang panglima muda itu tampak lebih serius dari biasanya, "Sebaiknya kita bicarakan baik-baik secara diam-diam, sebelum kabar ini menyebar luas dan ada hal buruk lain yang akan timbul di luaran sana.


Jevin mengangguk semangat, tanda ia sangat menyetujui ucapan Amer, "Perempuan itu bisa saja mendatangkan bahaya pada kita, ah- tidak, mungkin pada Aragon dan Kastillia. Sierra palsu itu akan mengacaukan kerukunan negeri ini. Kau harus bisa memutuskan, bagaimana kita akan membuatnya seolah hilang tanpa menjadi topik panas rakyat."


Alis Juan menukik tak suka, "Maksudmu membuat Sierra hilang, adalah dengan cara membunuhnya?"


"Dia lebih pantas dieksekusi mati. Tapi kalau yang seperti ini tidak akan mungkin bisa ditutupi dari jangkauan luaran sana. Yah, atau kita lakukan secara terang-terangan saja, memberitakan kalau Sierra yang sekarang bukanlah orang yang menjabat sebagai puteri mahkota asal Kastillia."


Juan masih tak bisa berpikir lebih jernih, usai bertengkar dengan Ares si raja Galicia, mendengar penjelasan Ereluz yang berasal dari abad modern, dan fakta kalau Jevin juga Amer sudah mengetahui secara rinci jika Ereluz bukanlah Sierra, "Selagi dia tidak berniat buruk, tidak masalah kalau harus berada di sini. Aku akan menyebarkan berita jika dia memang bukanlah Sierra, tapi tidak ada maksud kejahatan sedikitpun. Setelah itu bisa dibicarakan dengan pihak Kastillia, menjelaskan semuanya secara damai dari perempuan yang mengaku sebagai Sierra itu dengan semua keluarga Aragon dan Kastillia."


Mendengar penjelasan sang adaik yang terkesan mrmbebaskan penjahat, Jevin menggelengkan kepala tidak terima, "Kau... bisa-bisanya dengan semudah itu menghapus kesalahan orang lain. Perempuan itu sudah jelas orang asing yang berasal dari antah-berantah, mengakui sebagai Sierra dan dengan senang hati menjabat sebagai puteri mahkota yang terhormat. Semua itu adalah sebagain kecil masalah besar yang dia buat. Atau kau memang sudah dibutakan kecantikan fisiknya yang memang menyerupai Sierra?! Sadar, dia bukan Sierra!"


"Bukan begitu.."


Amer mendengus, "Dibanding bertengkar tanpa ujung seperti ini. Sebagai saksi yang mendengar secara langsung ucapan perempuan asing itu, sebaiknya saya melaporkannya pada Raja Saloar."


Juan melebarkan mata, kedua benda hitam berbentuk lingkaran tersebut tampak menajam ke arah sang pamglima muda, "Amer, dengar ucapanku!"


"Maaf, Juan. Tapi untuk kali ini, ucapan Pangeran Jevin lebih masuk akal, perempuan yang mengaku sebagai Puteri mahkota Sierra itu adalah orang yang berbahaya, tidak ada orang semirip itu di dunia walau kembar sekalipun. Dia jelas pemilik ilmu sihir hitam yang kemungkinan membahayakan nyawa orang lain. Terlebih dengan beraninya mengambil alih kesempatan ketika Puteri Sierra sedang dalam keadaan menghilang tanpa jejak, yang ada di otakku sekarang, kemungkinan perempuan itu pula pelaku hilangnya Sierra."


Jevin menjentikkan jarinya, "Kesimpulannya, dia adalah pembunuh Sierra. Bukan, maksudku orang yang ada dibalik hilangnya Sierra. Kalau tidak memanfaatkan keadaan, jadi dialah yang membuat keadaan jadi bisa diandalkan."


Sang pangeran termuda tiba-tiba berteriak, "Sudah! Sebaiknya lanjutkan perihal ini nanti. Urusi pekerjaan kalian yang menumpuk, dan ku harap kalian bisa mengunci mulut rapat-rapat. Nanti malam saat keluarga dari Kastillia datang, semuanya akan dibicarakan baik-baik tanpa kekerasa."


...---...


"Tiga penempa asal desa di ujung wilayah Aragon sudah diamankan, diduga merekalah pelakunya. Ada beberapa bukti di lokasi di mana mereka berada tadi, termasuk logam inti asal Galicia. Kabar lebih buruknya, mereka ternyata baru saja menjadi agen penempa andalan kerajaan Aragon, Pangeran Juan ada dibalik segala perencanaan ini. Barang kali pula, Pangeran Juan juga ikut merencanakannya."


Pria tua yang menjabat sebagai pemimpin teratas di Aragon tersebut, hanya bisa mendesah tidak enak hati saat salah seorang utusan Galicia mendatanginya secara langsung, "Untuk apa putraku melakukan hal seperti itu, walau Aragon tidak unggul di bidang produksi bahan baku senjata tajam, pantang untuk kami mencuri hak milik wilayah lain. Sekalipun pelakunya orang dari Aragon, tidak ada hubungannya dengan Juan."


"Maaf, tapi saya sudah lebih dulu mendengar kabar dari utusan Galicia lain. Tiga penempa yang diduga pelaku pencurian itu mengatakan kalau mereka melakukan pekerjaan atas tuntunan pangeran terakhir Aragon, yang artinya adalah Pangeran Juan."


Sang raja lagi-lagi mendemgus, haruskah ia menghitung sudah berapa kali menghembuskan napas panjangnya, "Kalau seperti itu, tandanya Galicia juga sudah melanggar peraturan," ia memotong ucapannya dengan tatapan sinis, "Bukankah Juan sudah melarang pasukan Galicia untuk mengurusi lebih jauh? Kalian sudah disediakan tempat penginapan untuk bisa istirahat dan menunggu selagi Aragon mempersiapkan segala bukti sebelum menjatuhi hukuman pada setiap orang. Bukan asal main tangkap lalu dieksekusi. Terlebih kalian menjatuhkan tuduhan pada Pangeran Juan."


"Tidak begitu, kami hanya mempercepat penangkapan agar tidak terjadi hak yang menyulitkan seperti pelaku kabur ke wilayah lain secara diam-diam atau lainnya. Dan untuk masalah tuduhan pada Pangeran Juan, hal itu sebaiknya dibuktikan secara langsung ketika para penempa sudah sampai, rekan saya yang mendengar secara langsung penjelasan mereka tentang perintah dan suruhan Pangeran Juan."


Raja Saloar semakin pusing memikirkan ucapan pria yang mengaku sebagai utusan Galicia tersebut. Usai beberapa menit pria itu pergi, putra bungsunya datang dengan tatapan aneh yang tak lepas dari wajah sang ayah.


"Sudah banyak sekali masalah di kerajaan akhir-akhir ini. Kau menyelesaikannya dengan baik, untuk masalah perselisihan kerajaan Galicia terkait pencuri itu, bisa ayah selesaikan sendiri."


Kedua mata Juan sontak mendelik, "Aku akan menyelesaikannya. Ayah jangan khawatir karena utusanku mengikuti seluruh utusan asal Galicia. Kita akan tahu mana yang benar dan mana yang salah."


"Bagus, kau selalu bertindak lebih cekat. Kalau begitu ayah pergi dulu," ujar sang raja seraya membereskan peralatannya yang berserakan di atas meja.


"Ayah, bisa kita bicara dulu? Hal ini menyangkut keberadaan Sierra."


TBC