
"Namaku Ereluz Rivera, Juan mungkin sudah menceritakan semuanya pada... raja, jadi aku... sungguh ingin meminta maaf atas kesalahan yang telah ku lakukan sendiri secara sengaja. Jujur saja... tidak ada lilihan lebih baik dari hidupku ini, makanya aku nekat."
Sang raja maaih tak habis pikir, ia malah mengira kalau anak-anaknya sedang janjian berbohong, tapi kalau dipikir-pikir untuk apa? Tidak ada gunanya sama sekali. Matanya mencoba meneliti wajah si calon menantu yang cantik jelita, masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah atu berbeda. Bagaikan orang yang sama, "Tapi nak, kau ini benar-benar tidak ada hubungannya dengan Sierra? Sebagai saudara jauh sekalipun?"
Luz menggeleng yakin, "Ini mungkin akan sulit dipercaya, bahkan aku sendiripun tidak bisa menyangkalnya dengan akal sehat. Sebenarnya duniaku saat ini bukanlah duniaku yang asli, aku orang dari masa depan yang harusnya hidup di tahun 2020-an, sekarang mungkin sudah lebih. Kalau aku masih hidup di tahun itu, tandanya ini semua sudah menjadi masa lalu, ratusan tahun terlewati dan kalian semua sudah... tidak ada."
Juan terus menatap Luz yang tengah berbicara, matanya tampak tak berkedip sama sekali. Ini mungkin agak aneh, sejak si Ereluz datang, ia sangat senang karena mengira dia adalah Sierra, tapi melihat sikapnya yang kurang baik, ia jadi benci, tapi untuk merelakannya pergi, itu... hal yang sangat ditakuti. Walaupun Ereluz bukan Sierra, rasanya mereka sama, bahkan aroma tubuhnya pun sama. Sierra bagaikan satu tubuh dengan jiwa kebaikan lebih banyak dan Ereluz dengan jiwa keburukan lebih banyak jumlahnya, tapi bukan berarti ia tak pernah berbuat baik.
"Salah seorang warga yang rumahnya di dekat sungai ebro, dia bilang punya mesin perjalanan waktu. Itu semacam kendaraan untuk kita meloncati waktu. Dulu aku pernah tinggal bersamanya, tapi tak tahan karena hidupku tidak cukup beruntung lagi. Setelah mengetahui kalau wajahku sangat serupa dengan Puteri Sierra, aku memanfaatkan hal ini, dan nekat pergi ke kerajaan untuk mengaku sebagai Sierra yang hilang," Luz masih bercerita, dengan sang raja yang mendengarkannya secara seksama.
"Jadi, intinya kau hanya ingin hidup lebih baik? Karena itu kau mengambil kesempatan atas kemiripan wajahmu dengan Sierra yang masih hilang?" Raja Saloar meyakinkan.
Luz mengangguki pertanyaannya dengan raut penuh penyesalan, "Dulu, di era-ku, aku hidup dengan sangat baik dalam hal perekonomian keluarga. Kaget saja kalau tiba-tiba harus hidup dengan serba kekurangan. Jadi... yah, pokoknya aku mau meminta maaf saja. Kesalahan ini mungkin tidak akan bisa diterima dengan baik. Apalagi ayahnya Sierra, Raja Alendro, dia pasti sangat kecewa setelah tahu kalau aku bukan anaknya."
"Nak, kalau begitu jangan khawatir. Kita akan membicarakannya baik-baik setelah pihak dari Kastillia datang, nanti. Tapi tentunya, kau harus mempersiapkan diri, berita seperti ini tidak boleh ditutupi dari rakyat, perlahan mereka akan tahu dan biasanya... mulai mengolokmu. Karena apapun yang sudah kau lakukan itu termasuk bagian dari kejahatan cukup besar, beritanya bisa gempar, jadi hukumannya juga tidak main-main. Maafkan aku, tapi sepertinya kau akan dieksekusi mati."
Kedua bola mata Juan membelalak seketika, ia menegur dengan keras dan tidak terima, "Ayah!"
Namun Luz sudah menyela sebelum lelaki itu berucap lebih banyak, yang mungkin saja nantinya bisa jadi perselisihan lagi, "Aku sudah melakukan kesalahan. Karena hal itu sangat dilarang di sini, apapun hukumannya akan ku terima. Aku ini orang jahat, Juan, apapun yang terjadi juga akan berakhir buruk," Luz kemudian mengalihkan pandangan pada sang raja, "Kalau memang begitu keputusannya, aku tidak bisa menolak."
Gadis itu pun tak habis pikir, ia sudah jahat, berani mengambil alih posisi Sierra sebagai calon istrinya. Sudah membohingi seluruh warga kerajaan sampai seluruh rakyat mereka sekalipun, bagimana bisa Juan masih memaafkannya? Apakah karena wajah Luz terlampau mirip dengan Sierra, makanya lelaki itu tak tega membuatnya terluka. Jadi Juan masih menganggapnya sang puteri Kastillia, yang harus dia lindungi dari segala keburukan. Luz mendengus usai menyimpulkan pikirannya, "Juan, tidak bisa begini. Aku memang melakukan hal buruk, aku menghancurkanmu juga. Kenapa masih membela? Bukan karena kau masih menganggapku sebagai Sierra kan?"
"Aku menganggapmu sebagai Ereluz. Kejahatan yang kau lakukan ini tak seberapa--"
"Tak seberapa kau bilang?! Aku menggantikan posisi siera, hey! Aku membohongimu, membuatmu lupa pada Sierra yang asli, dan terakhir, setelah ketahuan, aku menyakitimu! Bodoh sekali kalau kau masih membelaku! Di mana hatimu? Di mana hatimu yang masih terjaga untuk Sierra, huh?! Menyebalkan sekali!" Luz kesal dengan sikap Juan, bagaimana kalau ternyata lelaki itu mulai melupakan Sierra untuk sosok dirinya yang seperti ini. Walaupun kelihatannya baik-baik saja, Luz sebenarnya berada di antara hidup dan mati, ia tak ingin membuat sang pangeran kecewa lagi nantinya.
"Aku tidak menganggapmu sebagai Sierra dan aku juga tidak kasihan padamu. Ini semua hanya demi kemanusiaan, selama hidup di sini, kau juga tidak melakukan kesalahan lain. Aku tahu... sebenarnya kau hanya menginginkan harta dari kerajaan, tapi bahkan kau tidak mengambil yang bukan hak mu, kau juga tidak meminta hal-hal aneh padaku. Bagiku, rasanya kau memang tidak melakukan kejahatan, Ereluz," Juan menatapnya jengah, "Iya... kau memang membohongi kami, dan aku mengaku kalau tidak bisa melihat orang seperti kalian pergi untuk kedua kalinya. Aku hanya berusaha menyelamatkamu, untuk tetap hidup, bukan untuk menggantikan posisi Sierra, bukan..." Rautnya terlihat meyakinkan, sepertinya sang pengeran memang ingin mempertahankannya. Semakin kaku keadaannya, Luz jadi semakin curiga. Ia takut kalau akan terjadi sesuatu yang berbahaya terhadap mereka berdua, atau bahkan kerajaan, entah mengapa saat ini ia ingin kembali bersama Paman Feuji dan Reagel, sebab mereka yang tahu sebenarnya.
Kedua bola nata Luz yang awalnya bertatapan dengan Pangeran juan, kini beralih atensi pada sang raja, "Sebelum eksekusi mati itu dilakukan, dan sebelum beritanya menyebar, bolehkah aku melakukan satu hal? Aku ingin menemui seseorang."
"Kau mau kemana lagi..." geram Juan, tidak habis pikir mengapa sikap Sierra dan Ereluz sangat berbeda, dulu ia menghadapi Sierra, sangat lembut dan penurut, tapi Luz ini lebih kaku, keras kepala, dan bukan tipe gadis yang iya-iya saja atas ucapannya.
Gadis itu kembali menatap matanya, meski tampak biasa saja, namun Juan melihat ada seauatu yang aneh di iris Ereluz, "Aku ingin melakukan sesuatu untukmu, entah berhasil atau tidak, aku ingin mencobanya dulu."
'Aku ingin mengembalikan Sierra padamu.'
TBC