SULTAN UDIN

SULTAN UDIN
KEHILANGAN KATA-KATA



Ucok mengantar kepergian Udin sampai di perbatasan desa nya. Sang Ibu tidak bisa mengantar terlalu jauh sebab tidak tega meninggalkan Hamid di rumah sendirian.


" Terimakasih ya Bang " Hati Ucok terasa berat sekali melepas kepergian Udin. Selain dari Sofi, hanya Udin yang sayang padanya dengan penuh kasih.


Udin mengusap pundak Ucok lembut.


" Jaga Ibu mu dengan baik yah, sekarang hanya kamu harapan terakhir nya. Belajar dengan rajin jangan malas "


Ucok mengangguk mengerti.


" Abang juga yah, belajar yang rajin. Semua jawaban yang Abang kasih tahu sama Ucok salah nggak ada satupun yang benar "


" Ohya ?" Udin menggaruk kepalanya yang tidak gatal " Masak sih? "


" Syukurin " Celutuk Kujang, Udin langsung menoleh serta merta.


" Kenapa Bang ?" Ucok turut melihat ke arah mata Udin melihat.


" Ah nggak apa-apa, ya udah sana kamu pulang. Jangan keluyuran lagi... "


Ucok mengangguk mengerti.


Mereka berpisah setelah Ucok kembali pulang ke rumah nya. Sedangkan Udin melanjutkan perjalanannya ke desa selanjutnya.


( Kita sementara beralih kepada Sakhi dan Prilly )


Setelah lama menunggu kedatangan Udin yang tak kunjung pulang. Akhirnya Sakhi memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah Udin yang tidak terkunci.


Ia juga masuk ke kamar Udin dan tidur disana. Dengan sengaja Sakhi memfoto dirinya yang tidur di ranjang Udin.


Ia mengupdate nya di status sosial media, yang sememangnya berteman dengan Prilly .


Sudah pasti Prilly melihat status yang baru beberapa menit di-update oleh Sakhi . Ia sangat mengenal betul seluk beluk rumah Udin yang tidak sebesar mana.


Prilly langsung menelpon Udin, tapi tetap saja tidak aktif. Gadis itu murka, ia langsung menelpon Sakhi .


" Hallo" Sakhi menjawab telfon dari Prilly dengan disertai senyuman iblis yang disembunyikan.


" Mana Udin ?" Prilly bertanya dengan nada cetus.


" Nggak tahu " Dan Sakhi pun menjawab dengan santainya. Seolah-olah ia menunjukkan bahwa dia tengah menabuh genderang perang.


" Jangan bohong Lo Sakhi , ternyata Lo seperti benalu dalam hidup gue" Prilly semakin geram dibuatnya.


" Hahahahaha apa maksud Lo Pri ?" Sakhi merentangkan tubuhnya di atas kasur milik Udin.


" Lo ngapain tidur di kamar Udin? kalau gatel garuk, kalau masih gatel? sorsorin tuh ma aspal , biar mati sekalian ma orang nya " Umpatan Prilly penuh dengan penekanan.


Senyum Sakhi langsung memudar, sorot matanya terlihat tidak bersahabat.


" Jaga bicaramu Prilly "


" Kenapa?? Lo sakit hati?? Ngaca dulu mangkanya, Lo pantes nggak ngincar cowok gue "


Sakhi langsung mematikan ponselnya, kuping nya panas mendengar ocehan pedas dari Prilly.


" Rasain!! Mangkanya, jangan macem-macem sama Prilly " Prilly masih belum selesai mengumpat si Sakhi . Ia geram, apalagi Udin masih belum bisa dihubungi.


" Udin juga kemana sih ? Dia kok kayak sengaja menghindar dari aku. Apa dia benar-benar telah menjalin hubungan sama Sakhi ? Padahal baru sehari loh, kok dia tega banget sih"


Prilly terus mencoba untuk menghubungi Udin, bangun tidur, sesudah makan, selepas mandi sampai tidur lagi, dia terus mencoba menghubungi nomor Udin.


Sampai akhirnya saat Prilly tengah nge gim di rumah nya, tiba-tiba nomor Udin menghubungi nya.


-~-


" Emang bener jawaban ku salah Jang? " Tanya Udin sambil lalu ia berjalan beriringan dengan Kujang.


" Ya iyalah" Kujang menjawab sangat yakin.


" Ah, sok tahu kamu Jang. Aku mau tanya Prilly aja " Udin mengeluarkan ponselnya, ia menghidupkan nya terlebih dahulu. Lalu mencoba mencari sinyal yang bagus agar bisa menelpon Prilly .


" Hallo Assalamualaikum" Sapa Udin saat telfonnya diangkat.


" Wa'alaikum salam, kamu dimana? hah? Tega kamu ya selingkuh dibelakang aku. Sama Sakhi lagi , emang nggak ada cewek lain apa yang lebih pantas bersaing sama aku? Kenapa harus Sakhi ?? Tempat tinggal aja numpang sama aku, malah dia yang kamu jadikan selingkuhan " Prilly tidak memberikan jeda dengan panjang lebar mengomeli Udin.


Udin merasa telinga nya penuh, ia menjauh kan telfonnya sedikit sembari mengorek lubang telinga nya.


" Hey Din!! Kenapa diam? Jawab!!!" Bentak Prilly karena tidak mendengar suara Udin dari seberang.


" Apa yang harus aku jawab? Omelanmu banyak sekali, sampai bingung aku mengartikan ucapan mu " Balas Udin.


Prilly menarik nafas dalam-dalam, ia mencoba mengatur emosi nya.


" Kenapa kamu selingkuh sama Sakhi ?" Hal pertama yang ingin Prilly ketahui adalah alasan Udin selingkuh.


" Siapa yang selingkuh?? " Udin justru balik bertanya.


" Kapan?? Ketemu dia aja nggak" Balas Udin yang langsung membuat Prilly tercengang.


" Tapi?? Sakhi ada di rumah kamu tempo hari. Dan pagi tadi aku masih liat story dia lagi masak di dapur kamu "


Giliran UDin yang terdiam, ia berpikir bahwa Sakhi sama sekali tidak meninggalkan rumah nya.


" Sejak kita berpisah di Bandara, aku langsung pergi dan tidak pernah pulang ke rumah lagi. Karena pasti aku akan merindukanmu" Jawaban Udin bagai tembakan yang tepat sasaran mengenai hati Prilly . Gadis itu mengembangkan senyumnya.


" Sudah lah, jangan perduli kan dia. Anggap saja sekarang dia sedang kerasukan setan" Imbuh Udin yang semakin meredam emosi di hati Prilly .


" Kamu sekarang dimana?" Suara Prilly akhirnya melunak.


" Aku ada di suatu tempat, aku sekarang tengah mencari sesuatu untuk membalas dendam kematian keluarga ku "


" Kenapa nggak bilang dari awal?"


" Aku tidak ingin kamu cemas, aku hanya ingin kamu percaya padaku " Pinta Udin yang langsung diangguki oleh Prilly . Meskipun ia tahu Udin tidak bisa melihat gerakan kepalanya.


" Ohya, aku mau tanya sesuatu sama kamu" Sambung Udin.


" Apa ?"


" Emmm hewan membelah diri dengan cara apa ya? "


" Kenapa kamu bertanya hal itu?" Prilly balik bertanya.


" Udah jawab aja " Pinta Udin.


" Em Ok, hewan membelah diri dengan cara memisahnya tubuh induk menjadi dua individu yang sama besar. Cara reproduksi aseksual pada hewan dengan membelah diri pada awalnya hewan berbentuk membulat dan kemudian memanjang. Selanjutnya, sitoplasma pada bagian tengah terbagi menjadi dua , Begitu " Prilly menjelaskan dengan sangat detail.


" Tanpa alat ?" Lanjut Udin bertanya.


" Iya, itu semua terjadi secara alami dari tubuh hewan tersebut"


Udin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Din... " Prilly memanggil Udin karena suasana mendadak senyap.


" Ah iya, emmm pertanyaan kedua. Manusia menyimpan makanan dimana ?"


" Di dalam jaringan otot dan hati yang dalam bentuk lemak dan glikogen" Prilly menjawab tanpa beban.


" Apa lagi ini ? Kan aku biasanya menyimpan makanan di kulkas " Seloroh Udin tanpa rasa bersalah.


Prilly spontan langsung ngakak, pendek sekali hasil pemikiran si Udin.


" Kok malah ketawa sih " Gerutu Udin.


" Dia mentertawakan kebod0hanmu " Sahut Kujang.


" Aduh aduh... Aku Sampek sakit perut. Emang kenapa sih kok pertanyaan mu kayak ujian sekolah? " Akhirnya Prilly bisa meredam tawa nya.


" Ah nggak apa-apa, lupakan saja" Udin merasa malu jika ia ceritakan semuanya tentang jawaban yang diberikannya kepada Ucok.


" Ada pertanyaan lagi ?" Prilly ingin melanjutkan perbincangan nya dengan Udin. Rasanya menyenangkan bisa ngobrol panjang lebar dengan pria itu.


" Nggak ada " Jawab Udin bohong.


" Ayolah, aku janji nggak akan ketawa " Prilly merayu.


" Sungguh?? "


" He-em "


" Kalau kamu ketawa aku matikan telepon nya " Ancam Udin.


" Ok!! " Prilly langsung menyetujuinya.


" Baiklah, hewan apa yang paling kecil?" Udin mengulang pertanyaan dari Ucok kemarin.


" Bakteri"


" Masa sih ?" Udin meragukannya.


" Iya lah, emang jawaban kamu apa ?" Prilly ingin tahu jawaban dari Udin.


" Cacing "


" Kok Cacing?? "


" Kan cacing bisa berada di dalam perut semua makhluk, termasuk bakteri. Jadi kalau bakteri cacingan berarti cacing nya lebih kecil dari bakteri tersebut"


KRIK KRIK KRIK


Prilly kehilangan kata-kata!