
Latuluna menepati janjinya, dalam kurun waktu tidak sampai satu bulan, Udin dinyatakan bebas dari semua tuduhan.
Malah pihak pengadilan dituntut oleh Latuluna mengganti rugi atas tuduhan tidak mendasar yang dijatuhkan kepada Udin.
Anak itu harus kehilangan masa kecilnya di dalam penjara. Latuluna menulis nominal yang fantastis, yakni satu triliun untuk waktu hampir tujuh tahun yang telah dilalui oleh Udin.
Paman Sam yang mengetahui pembebasan Udin, jadi sedih. Ia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, namun Udin mendatangi nya sebelum pergi.
" Paman " Udin memegang tangan pria yang sudah mulai keriput itu.
Paman Sam tertunduk, ia menyembunyikan air matanya dari Udin.
" Ini ada sedikit uang untuk Paman " Udin menyerahkan sebagian uang yang diberikan oleh Latuluna sebagai ganti rugi.
Paman Sam menepis amplop yang disodorkan Udin hingga jatuh ke tanah. Ia membuang muka dengan pergerakan punggung nya yang membelakangi Udin.
" Jangan gitu dong Paman" Udin memungut kembali amplop tersebut.
" Nanti kalau Paman sudah waktunya bebas, telfon Udin ya. Udin akan jemput Paman kesini"
Mendengar bujukan dari Udin, Paman Sam langsung menoleh.
" Yang bener?? " Tanyanya ingin memastikan, Udin mengangguk yakin sembari tersenyum.
" Kalau kamu bohong? Aku kutuk kau jadi harimau"
Kujang terperanjat mendengar kutukan Paman Sam.
" Dari sekian banyaknya hewan, kenapa dia justru menyebut harimau sih ?? " Gerutu Kujang.
" Iya, atau jadi kadal sekalian Paman " Sahut Udin.
" Nggak " Paman Sam menggeleng" Aku nggak suka daging kadal, aku pengen makan daging harimau "
" Wuih " Kujang melompat mundur " Untung dia tidak bisa melihat ku " Kujang mengelus dada penuh syukur.
Udin tersenyum menahan tawa. Paman Sam tiba-tiba menarik Udin ke dalam pelukannya.
" Jaga dirimu baik-baik " Paman Sam menepuk punggung Udin dengan menahan sebak di dada nya.
*
Pintu gerbang berdenyit, Udin melangkahkan kakinya keluar dari lapas. Ia menghirup udara segar dengan sebanyak-banyaknya.
" Setelah ini rencana mu kemana Din ? " Tanya Kujang yang senantiasa menemani Udin.
" Mencari topeng legendaris itu, katakan ke arah mana aku harus mencari nya " Jawab Udin.
Kujang menatap anak manusia itu, sebenarnya bila dengan kemampuan nya. Udin pasti dengan sekejap mata bisa langsung menuju ke tempat tinggal Cahaya.
Tapi ia ingat akan pesan Lucy, bahwa semua akan dilalui oleh Udin sebagai pendewasaan diri. Karena untuk memegang kendali topeng tersebut, membutuhkan jiwa dan raga yang kuat.
" Kau harus berusaha sendiri " Jawab Kujang.
Udin tersenyum mistis, Kujang sendiri tidak tahu kenapa Udin mengulas senyum.
Tiba-tiba sebuah mobil SUV berwarna pink dengan diselingi stiker hello Kitty berhenti di depan Udin.
Prilly keluar dari dalam mobil, ia menyenderkan kedua tangannya diantara celah pintu.
" Masuklah" Prilly menggerakkan kepalanya sebagai kode.
Udin terdiam, ia melirik Kujang.
" Ini bagus untuk mengawali harimu Udin " Tanggap Kujang.
" Masuklah, Ada sesuatu yang harus Mama sampaikan padamu " Sambung Prilly.
Akhirnya Udin memilih untuk mengikuti Prilly. Karena dirinya pun tidak tahu akan kemana setelah ini. Jika kembali ke kampung, Udin masih belum bisa menandingi iblis musuh bebuyutannya.
Latuluna menunggu Udin di emperan rumah nya. Ia tersenyum melihat mobil putrinya sudah tiba.
Latuluna yang masih duduk di kursi roda menyambut kedatangan Udin. Ia mempersilahkan Udin masuk, sedang kan dirinya di dorong oleh Prilly masuk mendahului.
" Selamat atas kebebasan mu Din " Ucap Latuluna setelah tamunya duduk di ruang tamu.
" Tidak begitu keras kok, karena kamu memang tidak bersalah. Entah kenapa kamu bisa dinyatakan bersalah pada saat itu? " Balas Latuluna.
Udin diam menyimak.
" Apa Prilly Sudah mengatakan kenapa aku menjemputmu kemari ? " Sambung Latuluna.
Udin menggeleng sembari melirik Prilly yang sememangnya tidak banyak bicara saat di dalam perjalanan tadi.
" Aku berniat menyekolahkan mu , sudah aku persiapkan semua berkas berkas mengenai dirimu. Aku harap kamu tidak menolak permintaan ku "
Udin terpegun, dia memang sangat ingin bersekolah. Saat ia dimasukkan ke dalam penjara, Udin masih menginjak kelas satu SD.
" Lebih baik kamu memang harus sekolah Din " Bisik Kujang.
Tapi Udin juga ingin mencari dan mendapatkan topeng legendaris yang konon bisa membasmi iblis.
" Kamu bersedia bukan ? " Latuluna menambahkan dengan harapan Udin tidak menolak.
" Baiklah Nyonya, terimakasih atas bantuan anda. Tapi jika anda meminta saya untuk tinggal disini? Maaf, saya tidak bisa " Udin tidak ingin lebih banyak merepotkan Ibunya si Prilly.
Latuluna terdiam, ia mengangkat wajahnya menatap sang anak yang berdiri di belakangnya. Prilly hanya mengangguk sebagai tanda.
" Baiklah, aku akan mencari kan mu rumah untuk kamu tempati dan dekat dengan sekolah"
" Dimana saya akan bersekolah Nyonya? " Tanya Udin.
" Kamu akan satu sekolah dengan Prilly, dia akan membantu mu jika kamu menghadapi kesulitan di sana. Kamu juga akan satu kelas bersamanya "Latuluna menjelaskan.
Udin melirik Prilly, gadis itu pura-pura menatap ke lain tempat.
" Baiklah Nyonya, terimakasih banyak"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari pertama masuk sekolah, Udin merasa sangat gugup sekali. Ia beberapa kali menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan sembari menatap ke gedung megah dengan interior mewah.
Jika diberikan pilihan, Udin lebih memilih bertarung mati-matian dari pada harus menghadapi suasana yang canggung seperti ini.
KHEM
Udin langsung menoleh, Rupanya Prilly sudah berdiri di samping nya.
" Kenapa nggak masuk ?" Tanya Prilly.
Udin tidak menjawab, ia memalingkan wajahnya menyembunyikan rasa nervous.
" Yuk " Prilly melangkah mendahului sambil tersenyum menahan tawa. Udin mengekor di belakang.
Seperti pada umumnya, Sebagai anak baru Udin diperkenalkan oleh guru wali kelas. Udin memperkenalkan namanya dengan gugup.
" Hay, namaku Udin "
Teman-teman sekelas Udin senyam-senyum, mereka merasa nama itu terlalu ndoso.
" Ya udah Din, disana ada bangku kosong. Kamu bisa duduk di sana " Ibu guru menunjukkan posisi bangku tersebut tepat di sebelah Prilly.
Tadi sebelum Udin datang bersama wali kelas, Prilly meminta Ana untuk pindah tempat duduk karena Prilly ingin Udin duduk di dekatnya.
" Terimakasih Bu " Udin membungkukkan badannya lalu pergi ke kursi kosong itu.
Prilly tersenyum tipis saat pandangannya beradu dengan Udin. Tapi si cowok malah cuek bebek.
" Hey Din " Salah satu murid laki-laki yang duduk di depan Udin membalikkan tubuhnya.
" Jangan ganggu dia Pras " Tegur Prilly cepat.
" Wuih... sadis amat Lo Pri, Gue cuma mau nyapa aja. Kebetulan nama Udin tuh mirip sama nama anjing gue hahahahahah" Pras tertawa mengejek yang di ikuti oleh teman-teman se ganknya.
" Pras!!! Diam " Seru Bu guru lantang.
" Baik Bu " Jawab Pras masih cengengesan, ia pun membalikkan badannya kembali ke posisi semula.