
"AW " Bige menjerit kesakitan saat si kurus mengompres lebam bekas pukulan si Udin. Sedangkan keadaan si Kuncir hampir sebelah matanya tidak bisa melek, akibat tendangan bebas si Udin.
" Hehehehe mangkanya jangan macem-macem sama si Udin, dia kecil kecil si cabe rawit" Anang meledek para napi pindahan itu.
" Siapa sih dia sebenarnya?? Pukulan nya sampai sekuat itu " Tanya si Kurus.
" Aku sih nggak tahu siapa dia, yang jelas waktu aku masuk penjara empat tahun yang lalu dia sudah ada disini. Menurut cerita dia dipenjara atas tuduhan pembunuhan seluruh keluarga nya " Anang mulai bercerita.
" Tapi ada yang bilang bahwa tidak ada bukti menjurus kepada nya, hanya saja polisi tidak punya tersangka lain. Maknanya polisi malas untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut "
" Dia disini udah berapa lama ? " Tanya si Kurus, karena hanya dia satu-satunya teman Bige yang tidak terluka.
" Katanya sih udah enam tahunan lah, dia dijatuhi hukuman seumur hidup"
" Wah kecil-kecil dijatuhi hukuman seumur hidup?? Kejam " komentar si Kurus.
" Kejam memang, tapi kalian tidak tahu bukan?? Udin bukan anak biasa. Hampir seluruh tahanan dan sipir melihat dia bisa melompat keluar dari penjara ini dengan mudah. Ia terus melompat dari pohon satu ke pohon yang lainnya dengan sangat cepat " Anang memperagakan lompatan Udin menggunakan tangan nya.
" Ah masa sih ? " Si kurus merasa itu sangat mustahil, tapi Anang membenarkan dengan penuh keyakinan.
Bige dan si Kuncir yang masih kesakitan jadi tertarik ikut mendengarkan kisah si Udin.
" Kalau memang dia bisa begitu, kenapa dia masih berada disini?? Selama enam tahun lamanya. Kita aja lima tahun sudah berapa kali mencoba untuk kabur" Imbuh si Kurus.
" Itulah yang menjadi teka teki sampai sekarang, Udin bukan dipenjara karena kesalahannya. Tapi dia sengaja tinggal disini dengan maksud tertentu " Tukas Anang meyakinkan.
" Ah takhayul, aku rasa itu hanya dongeng gaib di penjara ini " Si kurus menolak untuk percaya.
" Kalau tidak percaya terserah kalian " Anang merebahkan tubuhnya untuk tidur, dia jadi tidak bersemangat untuk melanjutkan kisah tentang si Udin.
Si kurus dan kedua rekannya saling berpandangan satu sama lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dalam tiga hari luka yang dialami oleh Bige dan si Kuncir sudah nampak membaik . Bige masih dendam sekaligus penasaran dengan anak yang bernama Udin.
Ia sengaja menunggu Udin saat jam olahraga untuk mengganggu nya kembali.
" Hey pembu-nuh!! " Seru Bige lantang saat melihat kelibat si Udin.
Udin yang memang sangat sensitif dengan nama itu langsung menghentikan langkahnya.
" Ada salam dari keluarga mu, kapan kamu akan menyusul mereka? " Bige ingin Udin marah sehingga ia bisa melihat celah kelemahan si Udin.
Karena biasanya orang akan bisa dilihat kelemahan nya saat sedang emosi.
Dan benar saja, wajah Udin berubah merah padam. Ia melirik Bige dkk dengan ekor matanya.
Bige tersenyum miring, melihat senyum ejekan itu amarah Udin semakin tersulut. Ia berlari secepat bayangan, sehingga Bige tidak menyadari jika Udin sudah mencengkram lehernya.
Pria gemuk itu tercekik hingga susah untuk bernafas. Tubuhnya gemetar ketakutan sampai terken-cing di celana.
Dua temannya yang turut terkejut tak sadar jika tubuh mereka terjungkal ke belakang. Sepasang kaki mereka gemetaran dan tungkai kakinya lemas tak berdaya.
" Sudah lama aku tidak membunuh orang, apakah kamu akan menjadi korban selanjutnya?? " Cetus Udin.
Udin melepaskan cengkeramannya dengan sedikit dorongan. Membuat tubuh Bige jatuh dari tempat duduknya.
Kujang yang menyaksikan hal itu pun semakin penasaran dengan Udin. Ia ingin mengorek kenapa Udin bisa masuk ke dalam penjara.
" Din " Kujang mengawali pembicaraan setelah Udin mendiamkan nya beberapa waktu yang lama.
" Hem " Udin menjawab dengan dengungan.
" Emang bener kamu masuk penjara karena membantai keluarga mu ? "
" Kamu dengar dari mana ? "Udin justru balik bertanya.
" Semua cerita tentang kamu yang ku dengar adalah sama . Mereka sama-sama tidak percaya kamu melakukan itu " Kujang berusaha agar Udin tidak terasa hati.
" Meskipun mereka tidak percaya, tapi buktinya aku dihukum" ucap si Udin.
Kujang diam tidak menjawab.
" Aku tidak tahu aku anak siapa? tapi mereka adalah keluarga ku , yang aku tahu aku tumbuh besar bersama mereka . Meskipun semua orang, tetangga, teman atau siapa pun mengatakan, jika aku hanya anak pungut. Tapi aku sangat menyayangi mereka. Begitu juga sebaliknya " Udin meluapkan perasaan nya dengan mata yang menatap lurus ke depan.
" Dan dia, membunuh keluarga ku di depan mata ku. Sampai saat ini takkan aku lupakan wajah baji Ngan itu " Udin mengepalkan tangan dengan kuat.
" Siapa dia ? kenapa kamu tidak menghabisi nya juga ?? Melihat kekuatan yang kamu miliki, aku rasa itu bukan hal yang sulit " tanggap Kujang.
UDin mengangkat tangan nya, ia memperhatikan dua tinju milik nya sendiri.
" Aku manusia biasa, dan tinju ku hanya mempan untuk membunuh manusia biasa".
Kujang mengernyit heran.
" Mereka adalah Bapak dan anak dari makhluk terjahat yang disebut Iblis, Kakakku Wati di per kosa oleh Iblis yang berdiam dalam tubuh manusia. Sehingga mengakibatkan Kakakku hamil anak Iblis. Anak Iblis itulah yang mem bunuh Kakakku, Ibu dan Bapak. Sementara Rahul dibu nuh oleh si Bapak Iblis " Udin menceritakan semuanya kepada Kujang. Karena hanya makhluk astral yang bisa percaya dengan kisah nya. Kalau manusia biasa, tidak mungkin semudah itu percaya.
" Ohhh jadi yang ingin kau habisi adalah Iblis?? " Kujang baru mengerti sekarang.
Mungkin inilah yang dimaksud dengan takdir, Ibu kandung Udin adalah penjaga topeng iblis pencabut nyawa. Dan sekarang Udin membutuhkan topeng legendaris itu untuk membunuh musuh nya, Iblis.
" Kamu pernah mendengar kisah tentang sebuah topeng legendaris? " Tanya Kujang.
Udin menggeleng lemah.
" Topeng itu adalah kekuatan tertinggi dari para iblis. Konon dijaga oleh seorang wanita suci yang tidak boleh menikah. Tapi penjaga generasi kedua justru menikah. Akhirnya semua anaknya mati sebelum umur empat puluh hari" Kujang mulai bercerita.
" Sehingga lah anak yang ke tujuh lahir, wanita itu terpaksa membuang nya jauh. Agar kehidupan anak itu bisa selamat dari hisapan kekuatan topeng legendaris tersebut "
Udin menyimak kisah yang disampaikan oleh Kujang dengan baik.
" Kalau kamu memang ingin membasmi iblis yang sudah memban tai seluruh keluarga mu, Hanya ada satu cara. Temukan wanita itu dan pinjam lah topeng nya . Aku yakin kau akan bisa membalaskan dendam mu "
Udin terdiam, ia menelaah ucapan Kujang barusan.
" Dimana wanita itu berada? " Tanya Udin kemudian.
" Aku tidak tahu, kau harus mencarinya sendiri. Tapi?? Bagaimana kamu bisa mencari nya jika kamu sendiri sedang di penjara "