SULTAN UDIN

SULTAN UDIN
TAEKWONDO



Mengikuti petunjuk dari Kujang, akhirnya Udin dan Prilly menemukan persembunyian si pencopet.


Udin turun mendahului, dia memberi kode agar Prilly tidak berisik. Gadis itu mengangguk mengerti.


Udin mendekati pencopet yang sudah berkumpul dengan kawanannya. Mereka bersorak senang karena isi dompet ibu tadi banyak sekali uangnya.


Di tambah lagi dengan adanya kartu debit no limit, mereka tambah senang sehingga tidak menyadari jika Udin sudah berdiri di belakang mereka.


KHEM KHEM KHEM


Tiga kawanan pencopet itu seketika itu juga langsung menoleh. Mereka agak terkejut, tapi tidak pernah mengira jika sebenarnya Udin memang mencari mereka.


" Mau apa Lo ? Mau duit ?" Tanya si pencopet tadi.


" Iya " Jawab Udin pendek.


Si pencopet mengambil selembar uang ratusan ribu lalu disodorkan kepada Udin.


" Nih ambil"


" Aku mau semua nya " Udin menolak uang tersebut.


" Hey jangan macem-macem Lo " Seru salah satu teman si pencopet.


" Udah hajar aja dia, ngapain sih kamu peduli sama orang yang tidak dikenal " Satu lagi teman si pencopet menyahut.


Si pencopet nampak bingung, bukan prinsip nya menghajar orang yang tidak punya masalah dengan dirinya.


Tapi melihat Udin justru tersenyum simpul, si pencopet jadi emosi. Senyuman Udin seperti meremehkan dirinya.


Tanpa ba-bi-bu, si pencopet melayang kan tas hasil jarahan nya ke badan Udin. Tapi Udin berhasil menangkapnya, lalu menarik si pencopet dan disambut dengan bogem mentah.


Tubuh si pencopet terpental jauh membentur dinding kemudian melorot ke tanah.


Dua temannya yang lain terkesima, pukulan Udin cukup membuat mereka gemetar ketakutan.


Prilly tersenyum tipis, ia mendekati si pencopet yang diam mematung dan mulut menganga.


Ia mengambil hasil jarahan si pencopet, lalu menghampiri kedua temannya yang lain. Meminta harta yang dipegang oleh mereka.


Tapi dua orang itu menggeleng hampir bersamaan, Prilly tidak kehilangan akal. Melihat dari raut wajah mereka yang ketakutan, ia berpura-pura akan meninju mereka.


Serta merta mereka langsung menyerahkan harta jarahan tersebut.


" Ok, lest go " Prilly mengajak Udin pergi karena mereka sudah mendapatkan kembali tas dan uang dari si pencopet itu.


Ibu korban pencopetan berkali-kali mengucapkan terimakasih. Ia hendak memberikan Udin dan Prilly imbalan. Tapi Prilly menolak, Yah Ibu tadi melihat bagaimana Prilly mengeluarkan uang tanpa menghitung terlebih dahulu saat hendak memakai motor temannya.


Dari situ si Ibu itu tahu, jika Prilly anak orang berada.


...----------------...


Waktu Maghrib sudah terlewat, Udin keluar dari rumah nya ditemani Kujang kembali ke sekolah.


Ia masih penasaran dengan si Andi, pergi kemana anak itu tadi?


Agar tidak ketahuan siapa-siapa, Udin lewat jalur atas seperti biasa. Karena kalau malam ia bisa menyamarkan diri di balik rimbunan pepohonan.


" Menurut mu anak tadi kemana Jang ?" Tanya Udin, ia dan Kujang bertengger di atas pohon mangga yang rindang, memperhatikan ke sekeliling area sekolah.


" Dia sepertinya terjebak di dimensi lain, tapi Masi di sekolah ini juga"


Udin mengangguk mengerti atas penjelasan Kujang.


Derikan bunyi besi bergesekan memancing perhatian si Udin. Ia terperangah melihat Sakhi masuk diam-diam ke area sekolah.


" Ngapain Sakhi kesini? " Udin bertanya tanpa adanya jawaban.


Ia terus memperhatikan gerak gerik Sakhi dari atas pohon. Gadis itu cukup pemberani juga datang ke sekolah malam-malam sendirian.


" Aku harus mencari Andi kemana?? Apa perlu aku periksa setiap ruangan di sekolah ini?? Tapi aku yakin Andi masih ada di sekolah ini" Sakhi bicara sendiri.


" Oh dia mencari Andi juga..." Gumam Udin.


" Din... Udin.."


Udin dan Sakhi terkejut mendengar suara yang amat sangat familiar.


Sakhi cepat-cepat bersembunyi dibalik tong sampah besar. Ia tidak ingin Prilly tahu dirinya ada di sini.


" Din, kamu dimana? " Seru Prilly , ia memperhatikan kembali layar ponsel nya.


" Ngapain dia kesini Bos, sok jago sekali " Kujang berkomentar.


Udin berdecih, kehadiran Prilly akan menggangu patroli nya. Lagian kok bisa Prilly tahu dirinya ada dimana??


Tiba-tiba tercium bau yang sangat menyengat, Sakhi merasakan bulu kuduk nya meremang.


" Gawat, ada makhluk halus datang menampakkan diri. Gimana kalau dia nyerang Prilly ?" Sakhi panik, ia memperhatikan ke sekeliling untuk menemukan makhluk tersebut.


Udin yang berada di atas pohon sudah tentu bisa melihat kehadiran makhluk itu. Ia melayang pelan mendekati Prilly .


" Din " Prilly yang tidak memiliki Indra ke enam sama sekali tidak menyadari kehadiran makhluk itu. Ia terus saja melangkah perlahan sambil lalu mencari si Udin.


Makhluk itu menyeringai, ia bersiap menakut-nakuti si Prilly .


Ia lewat di dekat Prilly , untuk memancing kepanikan gadis itu. Tapi Prilly cuek, ia terus saja melangkah mencari si Udin.


" Hem ?? Apa dia tidak merasakan kehadiran ku ?" Makhluk itu merasa heran karena Prilly tidak menunjukkan reaksi yang diharapkan nya.


Ia merubah strategi, menaiki atap plafon dengan posisi terbalik. Dan menampakkan wajah nya tepat di depan Prilly .


Tetap saja Prilly cuek, ia lewat begitu saja menembus wujud sosok tersebut.


" Eh, dia tidak melihat ku ?" Makhluk itu gagal menakuti Prilly , meskipun ia sudah muncul di depan Prilly .


Tapi sosok yang berwujud perempuan itu tidak hilang akal, ia berjalan di bawah plafon menyusul Prilly .


Rambutnya yang menjuntai ke bawah dengan sengaja ia gerakkan ke telinga si Prilly .


Refleks Prilly menggosok telinga nya yang gatal, Sosok itu tersenyum. Ia semakin gencar mengerjai Prilly agar cewek itu pergi dari sekolah ini.


Daun telinga Prilly semakin gatal, ia garuk dan tanpa sengaja perwujudan rambut sosok makhluk halus itu tersentuh tangan Prilly .


Spontan Prilly menarik nya kuat.


AAKKHHH


BUGH


Tanpa Prilly sadari ia telah men taekwondo sosok itu hingga terjungkal ke semak-semak.


" Aduh "


Kujang menutup matanya, sedang kan Udin membuang muka karena tak sanggup menyaksikan keapesan makhluk itu.


Sakhi terpana, tak disangka kepiawaian Prilly dalam bidang olahraga taekwondo bisa menghajar makhluk tak kasat mata.


Prilly celingukan, ia bis merasakan jika tangannya menarik sesuatu, tapi ia tidak melihat apapun di sekitar nya.


" Aku harus membawanya pulang sebelum ia menimbulkan banyak masalah" Ujar Udin.


Ia pun melompat turun dan berlari menghampiri Prilly .


" Pri.. "


Gadis itu menoleh.


" Udin, kamu kemana aja sih ? Dari tadi loh aku nyari kamu "


Udin tersenyum,


" Kamu ngapain pergi ke sekolah malam-malam sih Din ?" Sambung Prilly.


" Aku nyari Andi "


" Andi ? ngapain nyari dia? "


Sakhi muncul, ia keluar dari persembunyiannya karena ada Udin.


" Sa , Lo juga disini? " Tanya Prilly , matanya bergulir menatap Udin dengan rasa curiga. Kenapa mereka sama-sama berada di sini? Dan keluar nya pun hampir bersamaan.


Toloooong


Terdengar suara rintihan kecil seperti orang minta tolong. Ketiganya menoleh hampir bersamaan ke arah datangnya suara.


Toloooooooong


Prilly mengernyitkan keningnya, ia melihat seseorang keluar merangkak menyeret tubuhnya dengan susah payah.


" Andii !!" Pekik Prilly mengenali sosok itu dengan baik.