
" Jangan ikut campur, Ini urusan ku " Sonya mengawasi Kujang dan Udin secara bergantian.
Ia berniat kabur, tapi belum mendapatkan peluang.
" Kau sangat jahat, dan kau sudah bersekutu dengan iblis. Musuh bebuyutan ku.. Aku tidak akan membiarkan orang-orang seperti mu bertindak sesuka hati" Ujar Udin seraya melangkah semakin maju.
" Memang nya apa yang bisa kau lakukan?, kau pikir gampang membunuhku hahahahaha " Sonya tertawa lantang meskipun raut wajahnya semakin ketakutan.
Udin geram, kebencian nya kepada sekutu Iblis tidak akan bisa dikendalikan. Ia melompat tinggi mendaratkan tendangan bebas ke wajah Sonya.
Kepala perempuan itu terbentur kuat ke tembok pembatas. Tidak berhenti disitu, Udin mencengkram baju Sonya lalu memukul wajah perempuan itu bertubi-tubi.
Gerakan Udin sangat cepat dan tangkas, Sonya tidak memiliki kesempatan untuk mengelak ataupun melawan.
Prilly meringis ngeri menyaksikan bagaimana Udin menghajar Sonya? Tapi Latuluna nampak puas sekali. Dirinya yang masih belum stabil dan tidak bisa bicara banyak, menyunggingkan senyuman kepuasan.
Orang yang selama ini dia percayai, ternyata dalang dari pembunuhan Ayah sekaligus Ibunya. Latuluna mengetahui perkara yang sebenarnya berdasarkan pengakuan Sonya sendiri saat ia tengah sekarat.
Berikut kisah Sonya dan Latuluna.
Beberapa tahun yang lalu di tanah garis khatulistiwa, hidup seorang pria tampan bernama Danuarta.
Dia anak orang kaya, pemilik perkebunan sawit yang terbilang sangat luas. Ketampanan Danuarta memikat hati seorang gadis cantik bernama Sima .
Sima adalah anak dari seorang buruh sawit yang bekerja kepada keluarga Danuarta. Namun sayang cinta Sima bertepuk sebelah tangan. Danuarta telah dijodohkan dengan seorang gadis dari pulau seberang, yang konon gadis tersebut sangatlah cantik jelita dan rupawan.
Sima patah hati , dia mengadu kepada sang ibu tentang perasaannya yang sakit mendengar berita Danuarta bertunangan dengan wanita lain. Sang Ibu tidak tega melihat keadaan Sima, Ia pun berinisiatif melakukan guna-guna.
Ibu Sima merupakan salah satu dukun di Parahyangan yang sangat terkenal. Guna-guna yang ia tunjukkan kepada Danuarta rupanya berhasil.
Keesokan harinya Danuarta datang mencari Sima, Sima yang memang sangat mencintai dan mendambakan Danuarta, langsung menyambut kedatangan pria itu dengan tangan terbuka. Keduanya begitu terlihat sangat dekat hingga mereka tidak bisa dipisahkan oleh cara apapun.
Hal itu diketahui oleh ayah Danuarta , dia yang merupakan keturunan tertinggi dari seorang kepala suku, langsung mengobati sendiri kegilaan Danuarta.
Lalu memerintahkan pria itu untuk pergi ke tanah Jawa melanjutkan studinya. Danuarta yang sudah terbebas dari guna-guna pun pergi menuruti keinginan sang Ayah.
Sima menggila, apalagi setelah menemukan dirinya telah hamil anak Danuarta. Ia tidak bisa terima jika Danuarta telah pergi meninggalkan nya.
Ibu Sima pun tidak tinggal diam, dia menuntut keluarga Danuarta untuk bertanggung jawab atas perbuatan Danuarta kepada Sima, anaknya.
Tapi apa jawaban Ayah Danuarta??
" Kau yang membuat anakku mencintai putri mu, itu sama saja kau menyerahkan daging kepada seekor buaya. Lalu setelah buaya itu memakan daging mu? Kau ingin buaya itu membayar daging tersebut, apakah itu lucu? "
Sontak semua orang yang tengah berkumpul pada hari itu tertawa mengejek Sima dan Ibunya. Mereka juga mengusir Sima dan Sang Ibu keluar dari kampung itu. Serta membakar rumah mereka agar tidak datang kembali ke kampung tersebut.
Ia berharap mereka masih mau berbelas kasih kepada bayi yang tidak berdosa itu. Sebenarnya Ayah Danuarta sudah menolak, tapi istrinya justru iba dan mengatakan bagaimana pun itu adalah cucu mereka.
Akhirnya Ayah Danuarta sepakat untuk merawat bayi tersebut, tapi dengan syarat. Ayah dan Ibu Sima tidak pernah menunjukkan diri kepada bayi itu lagi.
Untuk melindungi dari sesuatu yang tidak terduga kelak, saat anak Sima yang diberi nama Sonya sudah berumur empat tahun. Ayah Danuarta mengirim nya ke Jawa dan tinggal bersama Danuarta.
Danuarta sebenarnya enggan untuk menerima anak itu, tapi karena desakan dari sang Ibu ia pun tak dapat mengelak.
Singkat cerita, Sonya tumbuh besar bersama Latuluna, Anak Danuarta dari istri sahnya. Jarak umur mereka hanya sekitar dua tahun saja.
Latuluna dan Ibunya mengenal Sonya sebagai anak saudara Danuarta. Mereka tidak tahu jika Sonya adalah anak kandung Danuarta dari hubungan nya dengan Sima.
Danuarta yang menjabat sebagai Polisi, bersikap keras dan dingin terhadap Sonya. Anak itu tidak pernah tahu bahwa sikap dingin Danuarta karena dirinya hanya anak yang tidak pernah diharapkan oleh Danuarta. Sonya mengira sikap Danuarta keras karena itu memang sudah lumrah untuk seorang perwira.
Meskipun begitu, dalam segi materi. Danuarta sangat royal sekali. Apapun yang diinginkan Sonya asalkan untuk kepentingan belajar, Danuarta akan mengabulkan.
Hingga suatu ketika, Danuarta mengajak ajudan dan keluarga si ajudan untuk tinggal bersamanya. Keluarga ajudan Danuarta memiliki seorang anak laki-laki bernama Agung.
Agung sangat tampan sekali, sehingga berhasil memikat hati dua dara dari keluarga Danuarta. Tapi Agung justru tertarik dengan Latuluna .
Ia begitu menggilai Latuluna sehingga berani mendekati Sonya agar bisa lebih dekat dengan Latuluna.
Latuluna diperlakukan bak seorang putri di istana, hidup nya diatur oleh Danuarta dengan sangat disiplin. Karena meskipun Latuluna seorang perempuan, Danuarta ingin anaknya bisa menjadi perwira polisi seperti dirinya.
Agung tidak menyerah, ia akan melakukan apa saja asal bisa dekat dengan Latuluna. Hingga akhirnya Sonya menawarkan bantuan untuk bisa mempertemukan Agung dengan Latuluna di suatu tempat.
Sonya meminta ijin kepada Danuarta untuk membawa Luna ke les menari. Dengan alasan Luna penasaran dengan pelajaran menari.
Danuarta pun mengijinkan, ternyata setibanya di tempat les itu. Luna tidak lah datang untuk belajar, ia bertemu dengan Agung dan bermain bersamanya.
Sonya hanya bisa menyaksikan kedekatan mereka dari jendela kelas nya. Ia sakit hati, ia iri dan dengki, akhirnya niat jahat pun tercipta. Demi menjaga hubungannya dengan Agung baik-baik saja, ia pun berpura-pura seolah-olah sangat mendukung hubungan mereka.
Tapi diam-diam Sonya mengadu kepada Danuarta mengenai hubungan yang terjalin antara Agung dan Luna.
Bisa dipastikan pada saat itu, Danuarta sangatlah murka. Ia memergoki putri kesayangannya berpelukan dengan anak ajudannya.
Pada detik selanjutnya, Danuarta meminta agar ajudannya tinggal di luar saja. Ia akan membiayai uang sewa rumah nya asal Agung tidak lagi dekat dengan Putri nya.
Tapi Agung sudah cinta mati, ia tetap melakukan segala cara agar bisa bertemu dengan Latuluna.
Kesabaran Danuarta sudah habis, ia pun memecat Ayah Agung dari pekerjaannya. Dan mengembalikannya ke kampung halamannya yang berasal dari tanah serambi Mekah.