SULTAN UDIN

SULTAN UDIN
BERTEMU NYAI BLORONG



Sepanjang perjalanan sampai tiba di rumah nya, Senyuman manis mengembang dengan sempurna di bibir Prilly.


Ia sangat bahagia dengan perlakuan Udin kepada nya hari ini. Meskipun tetap cuek, tapi sedikit perhatian nya Membuat nya bisa mabuk kepayang.


KHEM KHEM


Putaran tubuh Prilly langsung terhenti seketika itu juga. Tubuhnya laksana di sulap menjadi patung, ia mengatupkan kedua bibirnya. Sepertinya ia akan mendapatkan teguran pedas dari sang Ibu.


" Darimana saja? " Latuluna menekan tombol otomatis di kursi rodanya Membuatnya maju mendekati putrinya.


" Dari rumah Udin Ma "


" Katanya mau ajak Udin sarapan di sini? Sudah jam berapa ini? Udin nya mana ?" Latuluna tak menemukan sosok anak muda itu di sekitar rumah nya.


" Di rumah nya " Jawab Prilly dengan mimik wajah sok polos.


Latuluna melipat tangan di dada disertai jelingan mata seolah-olah menuntut jawaban yang fleksibel.


Prilly cengengesan, ia segera meluncurkan jurus andalan. Dipeluknya sang Ibu dari belakang.


" Tadi waktu Prilly datang ke rumah nya, Udin nggak ada. Prilly cari tuh pakai GPS melacak nomor nya. Ternyata Udin lagi di pasar belanja kebutuhan makanan. Katanya dia mau masak sendiri, ya udah sekalian Prilly makan masakan si Udin. Ternyata enak loh Ma sambal orek buatan Udin. Lain kali Mama wajib cobain"


" Hem begitu rupanya, sepertinya anak ku akan jarang makan di rumah "


Prilly menautkan kedua alisnya mendengar keluhan sang Ibu.


" Kok bisa gitu Ma?"


" Kan udah punya Udin yang akan masakin buat anak Mama ini " Latuluna mengusap hangat pipi sang putri tercinta.


Prilly tersenyum malu.


" Semoga aja sih, Mama kan tahu Udin gimana?? Nyebelin iya "


" Tapi ngangenin kan ?" Goda Latuluna.


" Ih Mama..." Prilly jadi malu sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya, habis melaksanakan sholat isya, Udin bersiap melakukan perjalanan untuk menemui keberadaan NYI Blorong.


Kini ia tidak perlu susah payah melompat mengerahkan tenaga dalamnya. Ia hanya perlu naik ke punggung Kujang, maka si harimau putih akan melesat terbang ke tempat tujuan.


" Kujang" Seru Udin saat ia mengendarai hewan astral tersebut.


" Iya " Jawab Kujang.


" Kenapa kamu tidak mau mengantarkan aku ke tempat topeng itu dengan cara begini? kan enak bisa cepat sampai"


" Semua butuh perjuangan dan proses yang panjang. Dan untuk sesuatu yang mulia kau tidak akan mudah untuk mendapatkan nya " Itulah kata-kata Lucy kepada Kujang saat ia diberikan tugas untuk menemani Udin melakukan perjalanan menemui Ibunya.


" Berarti benda pusaka itu adalah benda yang sangat berharga" Gumam Udin menanggapi.


" Tentu, banyak orang yang melakukan segala cara hanya untuk mendapatkan nya. Tapi semua tewas sia-sia "


" Kenapa bisa begitu? "


" Karena tidak sembarangan orang bisa mengendalikan nya. Iblis itu sangat kuat, dan benda pusaka itu adalah kelemahan nya. Bayangkan saja seperti apa kekuatan nya "


Udin mengangguk mengerti.


Kujang menghentikan perjalanan nya di sebuah tepi telaga. Jika tidak diperhatikan secara seksama, semua akan mengira bahwa itu hanya sebuah telaga biasa.


Tapi ternyata, di atas bebatuan besar yang landai, ada sepasang makhluk berbeda alam tengah bercinta.


Si pria adalah manusia biasa, sedangkan si wanita adalah makhluk yang berwujud setengah manusia dan setengahnya lagi adalah ular.


Mereka bergelut hangat disertai hasrat yang menggelora.


" Tutup matamu Din, ini hanya untuk tujuh belas tahun ke atas " Ujar Kujang yang terus menyimak tanpa berkedip.


Padahal si Udin sudah membalikkan badannya sedari tadi. Ia cukup tahu diri untuk tidak mengintip orang yang sedang ehem ehem.


" Pergilah"


Laki-laki itu memungut semua emas itu, lalu berundur pergi.


NYI Blorong masuk ke dalam telaga, ia mandi di bawah sinar rembulan malam yang temaram.


Saat tengah asyik mandi, Nyi Blorong kaget tiba-tiba seekor harimau melompat ke atas bebatuan besar.


" Kujang" Seru Nyi Blorong yang sangat mengenal sosok harimau itu.


" Lama tidak bertemu kanjeng ratu" Sapa Kujang.


Nyi Blorong tersenyum tipis, apalagi disaat melihat anak muda yang tampan berdiri di belakang Kujang.


Ia bangkit dan naik ke permukaan air dengan hanya memakai kain jarik melilit tubuhnya yang polos. Kini Nyi Blorong sudah merubah wujudnya menjadi manusia seutuhnya.


" Apakah kamu berniat menyogok ku dengan membawa seorang perjaka? " Nyi Blorong mendekati Udin sembari menyentuh dagu anak itu dengan telunjuk nya yang lentik.


Kujang tersenyum, disini Kujang berniat mengerjai Ratu Blorong.


" Udin, lakukan lah sekarang" Kujang memberikan perintah. Udin mengangguk mengerti.


Ia menjatuhkan tubuhnya berlutut di hadapan Nyai Blorong.


" Ampuni hamba Ratu, hamba mohon pertolongan mu "


Nyai Blorong tersenyum senang.


" Apa yang kamu inginkan dari ku ? "


" Hamba mempunyai seorang teman, dan teman hamba memiliki seorang Kakak yang terlihat seperti diguna-guna. Menurut petunjuk dari Kujang, dia diteluh menggunakan abu tulang manusia. Dan abu itu sudah tersebar secara merata hingga sulit untuk dihilangkan "


" Dan dari petunjuk Kujang, hanya Ratu yang dapat membersihkan seluruh abu tulang manusia tersebut "


Nyai Blorong tersenyum tipis, ia menyentil telinga Kujang dengan gemas.


" Kau tahu saja kesukaan ku " Bisik Nyai Blorong. Kujang hanya cengengesan.


" Anak muda ,apa kamu tahu bahwa semua nya tidak lah gratis?" Nyai Blorong penuh semangat berharap anak itu akan memuaskannya malam ini.


" Saya tahu Kanjeng ratu, karena itu Kujang memerintahkan agar saya menghaturkan ini " Udin mengambil dua Jimat di belakang daun telinga nya, lalu ia suguhkan ke hadapan Nyai Blorong.


AKH


Nyai Blorong terkejut bukan main, ia mundur beberapa langkah ke belakang.


Udin pun tak menyangka bahwa Nyai Blorong akan sangat terkejut setelah melihat dua Jimat nya.


" Kujang!! Kau sengaja ya melakukan ini padaku?" Nyai Blorong menengking kuat.


" Hihihi hanya sebagai teguran, bahwa janji adalah hutang " goda Kujang.


( Kalian bisa membaca kisah Seruni untuk tahu janji Nyai Blorong)


" Kau ini ah, suka sekali menggoda ku. Padahal aku sudah berangan jauh tentang pemuda ini. Sampai kesemutan i t i l ku "


Kujang tertawa lepas hingga terguling-guling. Udin masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ia memperhatikan dua makhluk astral itu secara bergantian.


" CK... Bangunlah anak muda " Seru Nyai Blorong masih menyimpan kekesalan. Dengan secara gaib Nyai Blorong melakukan gerakan memakai pakaian nya. Dan secara ajaib tiba-tiba perempuan itu sudah memakai pakaian kebesaran nya yang indah.


" Bangunlah, dan berhenti bersujud di depan ku "


Meskipun masih terpinga-pinga , Udin pun melaksanakan perintah Nyai Blorong.


" Siapa nama temanmu yang terkena teluh? " tanya Nyai Blorong.


" Syifa " jawab Udin.


Nyai Blorong menabur kembang tujuh rupa dari balik pakaian nya ke dalam telaga. Tiba-tiba air telaga memancarkan sinar tujuh warna. Nyai Blorong komat-kamit membaca mantra.