
Di saat keduanya kembali ke tanah Jawa, Sonya dengan sengaja mengontrak sebuah rumah untuk ia tempati bersama dengan Agung.
Di sanalah Sonya melancarkan aksinya agar Agung jatuh ke pelukannya. Di bawah pengaruh obat perangsang, Agung melakukan hubungan terlarang bersama Sonya. Dalam bayangan Agung, ia sedang bercinta dengan Latuluna.
Hingga akhirnya, Sonya hamil . Dengan hati-hati Sonya memeriksa kehamilannya kepada Dokter, agar ia tahu umur berapa bayi dalam kandungannya itu.
Pas di hari ke 90 , Sonya menelan obat peluntur janin. Dan tepat di malam itu adalah malam satu Suro.
Dengan ditemani oleh Agung, Sonya menahan sakit yang luar biasa. Ia memukul-mukul perut nya agar bayi itu keluar sebelum tengah malam.
Dan setelah melewati usaha yang keras, akhirnya Sonya keguguran. Janin yang masih berwujud daging sebesar ati ayam Keluar dari jalan lahir.
Tanpa terasa Agung melakukan sujud syukur, ia juga mencium Sonya bertubi-tubi disertai ucapan terimakasih.
Melihat betapa Agung sangat bahagia, rasa lelah di badan Sonya seketika sirna. Ia meneteskan air mata, karena baru saat itu ia melihat ketulusan Agung kepada dirinya.
Setelah persembahan tahun pertama usai, Agung keluar dari rumah kontrakan itu. Ia ingin melanjutkan niatnya untuk menjadi polisi.
Sebenarnya Sonya tidak rela Agung pergi, tapi ia sudah kehilangan cara untuk menahan Agung. Hanya bila sudah mendekati bulan Ramadhan, Agung akan kembali melakukan hubungan intim dengan Sonya, untuk melakukan persembahan di Tahun kedua dan ketiga.
Dan di tahun yang terakhir ini, janin yang dikandung oleh Sonya lebih kuat dari biasanya.
Sonya sudah minum obat peluntur janin, tapi ia sama sekali tidak merasakan apapun. Hingga ia meminta Agung untuk menginjak punggungnya, tapi tetap saja tidak ada tanda-tanda bayi itu akan gugur.
Sampai akhirnya Sonya menelan sepuluh tablet obat peluntur janin.
" Sonya... " Agung hendak mencegah nya, tapi terlambat.
" Kenapa kamu lakukan ini ? "
Sonya tersenyum getir, ia membelai lembut wajah pria yang sangat ia cintai.
" Aku akan melakukan apapun untuk bisa membuat mu bahagia" Ungkap Sonya penuh perasaan.
Disitulah terjadi hal yang tidak terduga, untuk pertama kalinya Agung merasakan getaran cinta meskipun tidak sekuat perasaan nya terhadap Latuluna.
AKH
Sonya menjerit kesakitan, rupanya perut nya sudah mulai kontraksi. Tangan nya mencengkram sprei dengan kuat.
Seperti biasa Agung sudah terbiasa membantu Sonya mengeluarkan janin nya. Ia menekan perut Sonya hingga Janinnya bisa keluar.
Di detik terakhir jam 12 malam, akhirnya janin itu bisa keluar. Tapi Sonya mengalami pendarahan hebat. Hal itu disebabkan oleh terlalu banyak pil yang ia telan.
" La ku kan, ri tualnya" Kalimat itulah yang sempat Sonya ucapkan sebelum ia hilang kesadaran.
Akhirnya tiga janin berhasil dikorbankan dengan ketentuan waktu yang tepat. Setelah kondisi Sonya membaik, mereka pun terbang kembali ke Kalimantan untuk menuntaskan ritual terakhirnya.
Dukun itu memberikan satu kendi agar diletakkan di dalam rumah mereka. Sebelum pergi, dukun itu memberikan secarik kertas kepada Sonya. Ia berpesan bahwa hanya Sonya yang perlu tahu, Agung tidak boleh tahu mengenai isi kertas tersebut.
Meskipun ini terkesan aneh, tapi Sonya tidak menolak. Keduanya pun pergi dengan restu dari sang dukun.
Dan benar saja, hanya dalam beberapa bulan Agung dinaikkan jabatan karena berhasil menuntaskan sebuah kasus besar.
Otomatis gajinya pun bertambah, Selang setahun kemudian Agung sudah menjadi seorang KOMJEN.
Sonya merasa tersingkirkan , Agung sama sekali tidak pernah mengindahkan nya lagi. Pria itu begitu menggilai Latuluna yang kebetulan bekerja menjadi bawahan nya.
Agung semakin bersemangat sekali untuk bekerja, ia bahkan rela tidur di kantor polisi hanya untuk menemani Latuluna kerja lembur.
AKU MERINDUKANMU
Sonya mengirim pesan singkat melalui media WhatsApp. Tapi pesan itu hanya dibaca tanpa dibalas.
Sakit hati Sonya seolah-olah ingin membu nuh Agung dan Latuluna. Tapi cinta nya sangat begitu besar kepada pria itu. Ia hanya memendam luka tersebut dalam diam.
Tiba-tiba tanpa sengaja tas tangan Sonya yang berada di dalam lemari terjatuh. Ini sangat lah aneh, karena Sonya tidak pernah lupa untuk mengunci lemari nya.
Sonya mengambil tas tersebut untuk kembali menyimpan nya di dalam lemari. Tapi perhatian nya justru terpancing oleh secarik kertas yang jatuh dari dalam tas tersebut.
Sonya memungut nya, lalu membuka kertas itu kemudian membaca isinya.
SONYA, KAU ADALAH ANAK KANDUNG DANUARTA! JIKA KAU INGIN TAHU KISAH MU ? MAKA KEMBALI LAH KESINI, SENDIRI!
Kedua bola mata Sonya membulat, ia baru ingat jika dukun di pedalaman Kalimantan itu sempat memberikan kertas itu untuk nya.
Kenapa dukun itu bisa tahu siapa dirinya?? Padahal Sonya ataupun Agung tidak pernah menyebut nama Danuarta.
Karena Sonya ingin tahu lebih jelas dan juga ia mempunyai hajat untuk memiliki Agung seutuhnya. Akhirnya Sonya memutuskan untuk kembali ke hutan pedalaman Kalimantan.
Disana kedatangannya rupanya sudah ditunggu oleh sang Dukun. Wanita itu langsung memeluk Sonya begitu erat.
" Akhirnya kamu datang cucuku" Gumam wanita itu dengan raut wajah yang berbinar bahagia.
" Cucu ? " Disini Sonya semakin bingung, namun Si Dukun tidak menunggu Sonya untuk bertanya lagi. Ia langsung menjelaskan bahwa dirinya adalah nenek Sonya, Ibu dari Sima.
Tapi dalam garis besar, Si Dukun tidak mengatakan jika Danuarta sebenarnya telah diguna-guna saat menjalin kasih dengan Sima.
Si dukun justru memfitnah Ibu Latuluna lah yang telah merebut Danuarta dan lari bersama ke tanah Jawa.
" Dulu, Ayah mu direbut dengan cara curang oleh perempuan itu. Sekarang, kekasih mu direbut oleh anak perempuan itu"
Sonya tercengang, kenapa si dukun bisa tahu apa yang ia rasakan??
" A e a apa Mbah , bisa membantu ku ?" Tanya Sonya dengan ragu-ragu.
" Aku hanya bisa membantu mu dengan cara menurunkan semua ilmu ku kepada mu. Karena jarak diantara kau dengan mangsamu harus melewati Segoro. Apa kamu sanggup menerima semua ilmu ku ?" Tanya Si dukun penuh tipu muslihat.
Tanpa pikir panjang Sonya langsung menyanggupi. Si Dukun tersenyum senang, akhirnya cucunya lah yang akan mewarisi semua ilmu itu.
Dalam menimba ilmu, Sonya tinggal di dalam hutan dalam beberapa bulan. Semua ritual ia lakukan dengan penuh keyakinan, meskipun terkadang tubuhnya harus terluka dan ia harus terbiasa memakan bangkai manusia.
Sedangkan di tanah Jawa, Agung telah melaksanakan pernikahan dengan Latuluna. Danuarta sudah mencari keberadaan Sonya, karena meskipun ia tidak pernah menunjukkan kasih sayang terhadap anak pertamanya itu, Danuarta tetap menyadari jika Sonya adalah putri nya juga.
Dan disaat Danuarta mencari keberadaan Sonya, disitulah ia baru mengetahui jika sebenarnya Sonya sudah tidak pernah kuliah sejak empat tahun yang lalu.
Padahal Danuarta tidak pernah absen dalam melakukan transferan untuk biaya sekolah anak itu.
Setelah diselidiki lebih lanjut, Danuarta semakin terpukul. Rupanya Sonya pernah tinggal satu atap dengan Agung dalam waktu yang cukup lama.