
Sonya baru saja kembali, ia sangat terkejut melihat Danuarta duduk di ruang tamunya sedang menghisap rokok.
" Om ? " Meskipun Sonya sudah tahu siapa sebenarnya Danuarta, tapi ia sudah terbiasa memanggil pria itu sebagai Om nya.
" Om ngapain disini? " Sonya sangat gugup sekali, rumah ini telah dikontrak nya tanpa sepengetahuan Danuarta. Jika pria itu berada disini, kemungkinan besar ia sudah tahu sesuatu.
" Seharusnya aku yang tanya padamu " Danuarta bangkit dari duduknya, ia mendekati Sonya yang terlihat gelagapan.
" Pergi kemana saja kamu? Sehingga tidak punya waktu untuk menghadiri pernikahan Latuluna"
Sonya terkesiap kaget, Luna menikah?? Apakah dengan Agung??
" Lu Lu na menikah Om? " Gemetar seluruh tubuh si Sonya. Ia tidak bisa membayangkan jika itu benar adanya.
" Yah !! Dia sudah menikah dengan pria yang tinggal serumah dengan mu " Ketus Danuarta, wajahnya mengetat menahan amarah.
" Apa yang telah kalian lakukan?? Hah?? "
Sonya menggeleng cepat, tidak mungkin dia mengaku. Kalau sampai Danuarta tahu, maka semua nya pun akan terbongkar.
" Tidak usah kamu berbohong lagi Sonya, aku sudah menyelidiki semuanya. Selama ini kamu tidak pernah kuliah kan ?? Selama ini kamu tinggal sebumbung bersama Agung!! Apa yang ada dalam pikiran mu Sonya?? Kalau kalian memang punya hubungan, seharusnya kamu mengatakan itu dari awal!! Sehingga pernikahan Latuluna tidak akan pernah terjadi!!! " Danuarta berteriak lantang penuh emosi.
"JANGAN BENTAK AKU DANUARTA!!!"
Sonya melotot tajam, wajahnya berubah menjadi sangat menyeramkan. Danuarta terperanjat, hingga ia melangkah mundur menjauhi Sonya yang secara tiba-tiba menjadi sosok yang lain.
" KAU PIKIR ITU MAU KU HAH??!! KAU MEMANG TIDAK BERUBAH, SELALU EGOIS DAN TIDAK PERNAH MAU DISALAHKAN" Sonya mengeran sangar, giginya dirapatkan dengan otot otot pipi yang mengeras.
" So nya ?" Danuarta gemetar ketakutan, ia terus menarik mundur kakinya. Namun Sonya justru semakin meringsek maju.
" KENAPA?? KAU TAKUT PADAKU?? ATAU KAU TAKUT PADA DOSAMU?? "
Sonya hilang kendali, ia menyerang Danuarta dengan sekali dorong, tangan nya langsung menembus dada pria itu lalu berhasil mencengkram jantung nya.
Dengan sekali tarik, kini jantung Danuarta yang masih berdetak telah terlepas dari raganya.
Mulut Danuarta menyemburkan darah segar sebelum tubuhnya ambruk ke lantai. Pria itu akhirnya meninggal dengan luka menganga di dada.
Sonya tersenyum puas, senyuman itu lambat laun berubah menjadi tawa yang menggelegar.
Akhirnya, tanpa harus bersusah payah. Ia bisa mendapatkan jantung sang Ayah sebagai syarat penyempurnaan ilmu nya. Tinggal dua jantung lagi yang harus ia dapatkan.
Kematian Danuarta menjadi pukulan telak bagi Latuluna. Ia sangat shock hingga terpaksa pulang lebih cepat dari jadwal bulan madunya.
Ibu Latuluna pun tidak jauh berbeda, ini seperti mimpi buruk saja. Padahal sebelum pergi sang suami baik-baik saja. Kenapa tiba-tiba dia ditemukan meninggal dengan keadaan yang sangat memprihatinkan?
Istri dari Danuarta itu pergi ke ruang kerja sang suami. Entah kenapa ia masih merasa suaminya itu tidak meninggal sama sekali?? Ia merasakan kehadirannya di sana, terutama di ruang kerja nya.
Tiba-tiba saat Ibu Latuluna mengedarkan pandangannya, tanpa sengaja ia menemukan Sebuah kertas yang diremas kuat lalu dicampakkan begitu saja di lantai.
Ibu Latuluna memungut kertas tersebut, lalu merapikan nya sehingga tulisan nya bisa dibaca kembali.
Sepasang mata itu membeliak lebar, ternyata itu laporan dari kampus tempat Sonya kuliah. Di sana tertulis bahwa Sonya berhenti kuliah sudah empat tahun yang lalu.
Ibu Latuluna juga memeriksa kertas di belakangnya, bahwa Sonya ada mengontrak rumah untuk ia tempati bersama dengan Agung.
" Tidak, itu tidak mungkin.. "
Ibu Latuluna sigap keluar dari ruangan itu, ia mencari Sonya yang ia ketahui baru saja pulang setelah mendengar kematian Danuarta.
Tapi insting perempuan itu sangat kuat, ia mencari terus hingga ke belakang rumah. Di sana ia semakin tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Sonya tengah bercumbu mesra dengan Agung sang menantu.
" Sonya.. " Pekikan lirih berhasil melerai perbuatan maksiat tersebut.
Agung langsung pucat pasi,
" Tante, sedang apa disitu ? " Tanya Sonya tanpa rasa bersalah.
" A apa ? Ka kau bertanya aku, sedang apa ?" Ibu Latuluna geleng-geleng kepala, ia tersenyum miris.
" Jadi, kalian sengaja dan dengan sadar melakukan semua ini?? Jahat sekali kau Sonya?? Luna salah apa sama kamu ? hah? Dan kau Agung, tega kamu ya sama Luna "
Agung semakin panik, raut wajahnya berbeda jauh dengan Sonya. Wanita itu tersenyum seraya mendekati Ibu mertua nya Agung.
" Berhubung Tante sudah tahu, maka aku tidak akan segan lagi sama Tante "
Ibu Latuluna menautkan kedua alisnya, ia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Sonya.
Belum sempat ia bertanya, tiba-tiba saja tangan Sonya sudah menembus dadanya. Wanita itu membeliak lebar, ia tersedak oleh darah segar yang menyembur dari mulutnya.
Dan sekali hentak, jantung yang masih dalam keadaan berdetak lemah telah tercabut dari raganya.
Sonya tersenyum puas bersamaan dengan ambruknya tubuh perempuan yang ia cap sebagai perebut kekasih Ibunya.
Agung menakup mulutnya, ia tidak menyangka Sonya akan tega membunuh ibu mertua nya.
" Gung, cepat naik ke atas. Cari tali lalu lempar kan melalui jendela. Kita seret mayatnya dan letakkan di tempat tidurnya" Sonya memberikan perintah dengan datar.
Agung menggeleng lemah, ia tidak bisa melakukan itu.
" Cepat Gung!!! " Gertak Sonya.
" Ke kenapa kamu membu Nuh nya Sonya ?" Tanya Agung, suaranya bergetar ketakutan.
" Kamu mau dia mengatakan semuanya sama Istri mu? Hah ? "
Agung menggeleng cepat.
" Kalau begitu ayo cepat pergi!! Jangan sampai ada yang melihat kejadian ini!! " Sonya memaksa Agung agar melakukan perintah nya.
Karena takut ketahuan, Agung pun gegas melakukan semua inisiatif dari Sonya. Mereka membuat seolah-olah Ibu Latuluna meninggal dunia karena serangan jantung di tempat tidur nya.
Bisa dibayangkan bagaimana shock nya Latuluna karena ia harus kehilangan dua orang yang terpenting dalam hidupnya.
Tapi ia masih merasa beruntung, sebab Agung begitu senantiasa sabar menemani dan menghibur nya.
Berbeda dengan perasaan Agung sendiri, ia merasa kurang nyaman dengan adanya Sonya di dalam rumah itu.
Akhirnya Agung berhasil membujuk istrinya untuk pindah ke rumah yang telah ia beli sebelumnya tanpa sepengetahuan Sonya.
Agung juga meminta kepada sang istri agar Sonya tidak perlu ikut tinggal bersama mereka. Dengan alasan ingin memiliki privasi tersendiri.
Akhirnya dengan berat hati Latuluna meninggalkan Sonya tinggal sendiri di dalam rumah mendiang orang tua nya.
Sonya tersenyum mistis, memperhatikan sepasang suami istri itu pergi meninggalkan dirinya. Untuk kesekian kalinya Sonya merasa dikhianati oleh Agung. Tapi kali ini dia tidak akan diam saja, justru dia akan membu Nuh Latuluna secara perlahan-lahan.