
Kedua sejoli itu pun berpisah, namun perpisahan itu sama sekali tidak memadamkan api cinta diantara keduanya.
Begitu juga dengan Sonya, Justru ia nekad mendatangi rumah Agung meskipun Agung hanya menganggap nya sebagai sahabat.
Sonya berpamitan untuk melakukan studi tour ke Bali, padahal ia terbang ke kota Banda Aceh.
" Nona, apa tidak masalah jika Nona datang ke gubuk kami ?" Begitu lah tanggapan Ayah Agung.
" Saya rasa tidak masalah paman, dalam keluarga itu saya hanya orang luar yang kebetulan tinggal disana " Jawab Sonya meyakinkan.
Meskipun agak ragu, tapi Ayah Agung terpaksa menerima kedatangan Sonya. Karena menurut adat istiadat mereka, menghormati tamu sama seperti halnya menghormati nabi.
Selama tinggal di rumah itu, Sonya menampakkan perhatian yang sangat luar biasa kepada Agung. Sampai kedua orang tua Agung pun bisa tahu jika Sonya menyukai anak mereka.
Tapi perasaan Agung tidak bergeming, dihatinya hanya ada Latuluna seorang. Hingga suatu hari, Sonya sudah tidak bisa terima dengan sikap Agung.
Dalam hatinya terdapat ambisi yang sangat besar untuk bisa mendapatkan Agung.
" Gung, aku mau pulang ke tanah Jawa" Sonya memulai aksinya.
Perasaan Agung langsung berdebar hebat, Rasa rindunya terhadap Latuluna membuncah mengikuti detak jantungnya.
" Apa ,,,, kamu akan bertemu Luna ? "
Sonya menatap lekat pria dihadapannya itu, ia mengusap pipi Agung dengan lembut.
" Kalau kamu ingin ikut untuk bertemu dengan Luna? Aku akan membantu mu " Sonya berharap Agung memberikan kesempatan padanya agar bisa mendapatkan kepercayaan dari Agung.
Pria bermata hitam pekat itu terdiam, ia sangat tergiur dengan tawaran Sonya. Tapi apa kedua orang tuanya akan mengijinkan? Apatah lagi mereka sudah tersakiti oleh pemecatan yang dilakukan oleh Danuarta.
" Aku tidak yakin Ayah akan mengijinkan aku untuk ikut dengan mu" Jawab Agung kemudian.
" Kau tenang saja, bukankah sebelum Ayah mu dipecat kau ikut test kepolisian. Biasanya kalau anggota keluarga polisi, itu lebih mudah untuk diterima " Sonya sudah memikirkan semua rencana nya secara detail. Ia akan membuat Agung ikut dengan nya ke Jawa.
Agung baru terpikir akan hal itu, ia gegas ke dalam mengambil laptopnya untuk mengecek apakah ia diterima menjadi anggota polisi??
Sejak ia menderita karena perpisahan ini, Agung sama sekali tidak terpikirkan oleh hal lain kecuali Latuluna.
" Sonya..." Agung berteriak dari dalam rumah nya, ia berlari ke luar dengan perasaan yang tidak menentu.
" Kenapa? " Tanya Sonya.
" Aku diterima" Dua mata hitam itu nampak berbinar bahagia
" Alhamdulillah, cepatlah bilang sama Ayah dan Ibumu"
Agung mengangguk setuju, ia segera mencari kedua orang tuanya untuk mengabarkan berita ini.
Ayah Agung beserta istrinya saling berpandangan satu sama lain, begitu mendengar berita yang disampaikan oleh putra mereka.
Dari raut wajahnya terlihat sangat keberatan untuk melepas Agung pergi ke tanah Jawa.
Tapi Agung terus membujuk, cita dan Cinta nya memberikan semangat untuk bisa meluluhkan hati kedua orang tuanya.
Akhirnya, karena terus saja dibujuk. Ayah Agung mengijinkan, tapi dengan satu syarat! Agar tidak mengganggu kehidupan putri Danuarta.
Dengan terpaksa Agung mengiyakan, meskipun ia tidak berniat sama sekali untuk menunaikan keinginan sang Ayah.
Latuluna sangat bahagia, ia pun berniat menjemput Sonya dan Agung di Bandara. Gadis yang begitu Naif itu tidak tahu, jika Sonya juga sudah menghubungi Danuarta. Ia mengatakan perihal kedatangan Agung .
Sang perwira polisi begitu murka, dengan diam-diam ia membuntuti anak gadisnya yang pergi ke Bandara.
Disana ! Dengan mata kepala nya sendiri melihat putrinya lari ke pelukan Agung. Dua insan yang dimabuk asmara itu begitu lama sekali menautkan rindu nya.
Sonya yang memang sudah tahu apa yang akan terjadi, telah lebih dahulu bersembunyi .
Ia akan menyaksikan detik-detik perpisahan yang akan melukai hati Agung dan juga Latuluna.
Danuarta menarik Latuluna dari pelukan Agung, Luna yang tidak mengira jika Ayahnya mengikuti, terkejut bukan main.
" Pak.. " Agung tidak rela melepaskan sang kekasih, namun justru tamparan keras yang diterima oleh nya.
" Belum kapok juga kamu ya, sudah ku pecat Ayah mu tapi kamu masih bersikukuh menemui anakku" Hardik Danuarta geram, ia tidak perduli jika orang-orang di Bandara memperhatikan nya.
" Pa, Luna sangat mencintai Agung" Rintih Latuluna menghiba.
" Apa yang bisa kamu dapatkan jika hanya mengandalkan Cinta? Hah??" Bentak Danuarta kepada putri nya.
Tak disangka, Agung menjatuhkan tubuhnya di hadapan Danuarta. Ia bertekuk lutut dengan menakupkan kedua tangannya.
" Pak, Saya sangat mencintai Latuluna. Asal Bapak memberikan saya kesempatan untuk membuktikan bahwa saya bisa dianggap pantas bersanding dengan Latuluna, Maka saya akan melakukan apapun untuk mencapainya" pinta Agung mengharapkan Danuarta akan bersimpati pada nya.
Sang perwira diam, ia memperhatikan laki-laki di depannya itu. Ia juga menatap sang anak yang sangat berharap kemurahan hati nya .
Sedangkan di kejauhan , Sonya merasakan beribu belati menghantam dadanya. Ia terluka dengan tindakan Agung, hanya karena cinta ia rela merendahkan diri nya sendiri bersujud di depan khalayak ramai.
" Baiklah, kalau begitu aku beri kamu waktu lima tahun. Kau harus buktikan bahwa kamu Pantas untuk putri ku, jika dalam waktu lima tahun itu kau tidak bisa membuktikan apapun?? Maka jangan pernah kau tampak kan batang hidung mu di depan ku ataupun di depan Luna, Mengerti?!! " Akhirnya Danuarta bersedia untuk memberikan kompromi.
Agung tersenyum lebar, begitu juga dengan Latuluna. Gadis itu Langsung memeluk sang Ayah. Sedangkan Agung bangkit dari sujud nya .
" Makasih Papa... Makasih" Latuluna menciumi wajah Danuarta bertubi-tubi, ia sangat bahagia sekali.
" Tapi ingat, kalian tidak boleh bertemu sampai jangka waktu tersebut" Danuarta menambahkan syarat.
" Apa ?? Pa, lima tahun bukan waktu yang sebentar " rengek Latuluna.
" Dia harus punya semangat untuk sukses, dan satu-satunya pemicu semangatnya adalah bisa menikah dengan mu " Tambah Danuarta.
Latuluna menatap Agung, pria itu tersenyum disertai anggukan kepala.
" Baiklah, tapi Papa tidak boleh menerima lamaran siapapun untuk ku sebelum waktu tersebut jatuh tempo" Latuluna ingin jaminan dari sang Ayah.
" Papa tidak akan pernah ingkar janji, tapi jika lepas jatuh tempo dia tidak datang untuk menunaikan janji?? Maka kau akan menikah dengan siapapun yang Papa inginkan" Pungkas Danuarta.
" Deal !! " Latuluna mengulurkan tangannya untuk perjanjian yang akan disepakati. Danuarta pun menyambut uluran tangan sang anak.
" Tapi Papa, ijinkan Luna pergi dengan Agung hari ini saja " Pinta Latuluna penuh harap.
Danuarta tidak segera menjawab, ia bergulir menatap Agung yang berdiri penuh takzim.
" Baiklah, untuk hari ini saja " Danuarta menyanggupi permintaan sang anak, Latuluna melompat kegirangan.
Dua insan yang saling mencintai terlihat begitu sangat bahagia. Mereka tidak pernah menyadari jika jurang neraka telah menanti di depan mata.