
Dengan ilmu yang dimilikinya, Sonya berhasil menaklukkan hati Agung agar menuruti semua keinginan nya.
Sonya tidak langsung ingin membu nuh Latuluna, ia ingin bermain-main dengan perasaan sang adik.
Di tambah lagi Latuluna tengah hamil, Sonya jadi punya inisiatif untuk lebih menyakiti Latuluna kelak.
Singkat cerita, Agung melakukan perselingkuhan dengan Sonya dalam jangka yang sangat panjang tanpa diketahui oleh Latuluna.
Hingga tahun lalu, tepat di ulang tahun Prilly yang ke tiga belas tahun, Sonya melakukan sihir untuk membuat Latuluna sakit.
Di saat itu lah Sonya menceritakan semuanya mengenai siapa dirinya kepada Latuluna. Dan juga dengan berani Sonya melakukan hubungan intim bersama Agung di depan Latuluna yang terbujur kaku karena sakit yang dideritanya.
Latuluna hanya bisa menangis tanpa suara, hatinya sakit dan sangat terluka. Apalagi setelah tahu jika kedua orang tuanya dibu nuh oleh Sonya. Latuluna marah namun ia tidak berdaya. Tubuhnya kaku tanpa bisa bergerak sedikitpun.
*
*
Udin menghentikan pukulan nya begitu Sonya terkapar di tanah dengan wajah bersimbah darah.
Agung yang berdiri di samping nya bagai seonggok patung tanpa ekspresi. Guna-guna yang dimakannya telah membu Nuh fungsi otak nya. Sehingga kini ia sudah tidak punya akal pikiran lagi.
Prilly membuka matanya, selama Udin menghajar Sonya, ia menutup matanya karena tak sanggup melihat.
" Apa kamu kecapean?? " Sonya masih bisa tersenyum mengejek meskipun wajahnya sudah babak belur.
" Gunakan dua Jimat mu Udin, Untuk mengunci ilmu sihirnya" Kujang memberikan petunjuk.
" Aku tidak bisa menggunakan itu untuk manusia, kecuali dia menggunakan sihir nya " Pungkas Udin.
" Kalau begitu percuma saja, dia hanya terluka di kulit saja. Dan dia akan sembuh sebelum matahari terbit esok pagi "
Prilly mendorong kursi roda yang diduduki oleh sang Ibu untuk mendekati Udin. Prilly tidak tahu Udin tengah bicara dengan siapa saat ini.
" Din... "
Suara Prilly Membuat Udin cepat menoleh.
" Kita biarkan saja Tante Sonya, dia sudah terluka separah itu" Sambung Prilly, namun Latuluna menggeleng cepat. Tangan nya yang masih kaku terangkat dan bersusah payah menyentuh dadanya.
Udin berusaha memahami apa maksud dari gerakan Latuluna. Ia memperhatikan Sonya yang bergerak dengan susah payah menyenderkan tubuhnya ke dinding.
Tak disangka Sonya mengeluarkan pisau dari balik punggungnya, Lalu menyerahkan kepada Agung.
" Bu Nuh mereka" Sonya menunjuk ke arah Prilly dan ibunya.
Agung menoleh bagaikan robot, ia mengangkat tangan nya yang memegang pisau lalu berlari cepat menuju Prilly dan Latuluna.
Keduanya terkesiap kaget, untung sebelum pisau itu melukai salah satu dari mereka, Tendangan bebas si Udin berhasil menghantam Kepa Agung.
Pria itu tersungkur ke tanah, kepalanya kepentok batu yang dijadikan pembatas tanaman hias.
" Papa... " Prilly terperangah, sang Ayah terkapar dengan kepala berdarah. Ia pun berhambur memeluk Agung.
" Papa, Papa " Prilly menepuk-nepuk wajah sang Ayah, Agung hanya tersenyum simpul. Bola matanya bergerak menatap sendu Latuluna yang duduk di kursi roda.
Latuluna memperhatikan sang suami yang terlihat sekarat. Ia menangkap pergerakan bibir Agung yang mengucapkan kata ILOVE YOU, sembari tangan nya terangkat.
Dalam sekian detik tangan Agung lemas jatuh ke tanah.
" Papa...Papa " Prilly panik, ia tidak menemukan tanda-tanda kehidupan dari sang Ayah.
" Mama,,, Papa??? "
Latuluna tertunduk sedih, meskipun Agung telah menyakiti hati nya. Tapi Latuluna tak dapat memungkiri jika cintanya hanya untuk Agung seorang.
AAAAKKKHHHHHH
Kemarahan Sonya memuncak, Angin kencang berhembus mengangkat tubuh nya melayang di udara.
Prilly gegas bangkit, Menarik kursi roda Ibunya ke tempat aman.
" Kalian semua harus mati ditangan ku" Seru Sonya serau. Ia mengangkat tangan, menarik tubuh Udin seperti medan magnet.
Tangan Sonya langsung mencekal leher Udin dengan sekuat tenaga. Namun Udin tidak kehilangan akal, ia menggelayut kan kedua kakinya ke leher Sonya, lalu memelintirnya hingga Sonya jungkir balik.
" Udin, ambil jantung nya. Dia tidak akan mati dengan mudah kecuali kau merenggut jantung nya " Seru Kujang memberikan arahan.
Udin yang tengah mengunci pergerakan Sonya dengan menahan tangan nya, berputar balik menduduki perut wanita tersebut.
Bola mata Sonya melebar ketika Udin mengangkat satu tangan nya. Belum sempat ia mengelak Udin sudah menjorok kan tangan nya menembus dada. Jantung Sonya telah ia genggam erat-erat.
Sonya menyemburkan darah segar dari mulutnya. Matanya memerah bercampur darah.
Dengan sekali tarik, jantung Sonya sudah terlepas dari raganya.
Udin berdiri dengan tangan tetap menggenggam jantung yang secara perlahan-lahan berhenti berdetak.
Tiba-tiba terdengar suara riuh tawa dari berbagai macam jenis makhluk halus. Udin mundur, begitu juga dengan Kujang.
Rupanya para hantu langsung berkumpul mengelilingi tubuh Sonya. Mereka menyantap bangkai tersebut beramai-ramai.
Jantung Sonya yang berada dalam genggaman Udin pun menyusut. Dan berubah warna kehitaman.
" Bakar lah Din, kalau kamu membiarkannya begitu saja, jantung itu bisa dijadikan satu syarat untuk manusia penganut ilmu hitam dalam menyempurnakan ilmunya" Kujang sekali lagi memberikan arahan.
Udin mengangguk mengerti, ia mengambil korek di saku celananya. Lalu membakar jantung tersebut bersama dengan tumpukan sampah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keadaan Latuluna sudah semakin membaik, ia datang ke lapas bersama dengan Prilly untuk menemui Udin.
" Terimakasih banyak atas bantuan mu Udin " Ucap Latuluna.
Udin tersenyum tipis seraya menganggukkan kepalanya.
" Untuk rasa terimakasih ku, aku berniat mengangkat kasus mu kembali agar ditindak lanjuti kembali. Aku yakin kamu tidak bersalah, karena aku sudah membaca semua dokumen kasus mu " Lanjut Latuluna.
" Tidak perlu repot-repot Nyonya " Jawab Udin .
" Kamu seharusnya senang dong Mama mau bantu kamu " Sergah Prilly yang tidak suka dengan tanggapan Udin . Ia merasa Udin terlihat sombong dengan menjawab begitu.
" Apa aku terlihat tidak senang? " Balas Udin santai.
" Kau " Prilly jadi semakin emosi, untung Latuluna segera melembutkan hati sang anak.
" Sudah sudah sayang, jangan emosi begitu. Mungkin dia tidak ingin dianggap mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tunggu lah Udin, dalam beberapa hari lagi aku yakin bisa membebaskan mu "
Udin tersenyum tipis.
" Jangan terlalu berusaha keras Nyonya, anda masih belum pulih sepenuhnya " Jawab Udin.
" Terimakasih atas perhatian mu Nak " Latuluna mengusap kepala Udin dengan lembut.
Sedangkan Prilly menatap tak suka kepada Udin. Sebenarnya bukan tidak suka, tapi marah karena Udin baginya terlalu sombong.
Saat kemarin Udin berada di rumah nya usai membantai habis Sonya. Prilly meminta Udin agar tinggal bersamanya saja jika memang dia tidak mempunyai siapa-siapa .
Tapi Udin justru menolak mentah-mentah tawaran Prilly, malah dengan santainya Udin mengatakan jika dia lebih suka tinggal di penjara daripada di rumah mewah nya Prilly.
Sebagai seorang gadis tentu Prilly merasa malu. Dia sempat percaya diri jika Udin tidak akan menolak nya, apalagi yang meminta nya untuk tinggal adalah gadis cantik seperti dirinya.
Namun semuanya justru keliru besar, membuat Prilly marah bercampur malu.