
Seekor harimau putih bercahaya terang melompati pohon satu ke pohon yang lainnya. Ia menguatkan sinyal mencari keberadaan dua Jimat sakti milik sahabat yang sebelumnya.
Yah! Dialah Kujang, seekor harimau bukan sembarang harimau. Yang diminta oleh Lucy untuk mencari keberadaan Jamaluddin. Bocah sakti pewaris satu-satunya yang dianugerahi seluruh kekuatan energi bumi.
" Kenapa cahaya kecubung dan jimat pengasihan pengantin ada di dalam penjara?? Hah?? Apakah Jamaluddin seorang penjahat?? "Kujang membeliak lebar.
" Tidak tidak tidak, Lucy.. Apakah kamu meminta ku untuk mengabdi kepada seorang narapidana?? Apa kamu tidak tahu sahabat-sahabat ku terdahulu adalah orang baik, Muhammad Ibrahim, Reyhan?? Oh Reyhan?? Yah dia lumayan baik, Ilyas, nah ini Ilyas yang paling the best , Tapi kenapa cucu Ilyas justru menjadi perampok, pencuri, atau??" Kujang takut dengan perandaian nya sendiri.
" Dia seorang pemerkosa, jagal anak kecil, penjual organ tubuh, Oh my good... Sudah satu generasi aku cuti, sekali mendapatkan tawaran kerja? kenapa harus menghadapi bocah penjahat?? Ah iya, kata Lucy dia baru saja menginjak masa baligh. Masih baru menginjak masa baligh sudah merasakan dingin nya jeruji besi, Apalagi jika sudah dewasa nanti ?? Oh Tuhan,,, "
Kujang meruntuk diri sendiri sembari berputar-putar mengejar ekornya.
" Tapi ??? " Kujang diam membatu " Aku harus melihat dulu, aku akan bertemu dia dulu, setelah itu aku akan pergi . Akan ku beri alasan bahwa dia tidak pantas untuk mendapatkan anugerah didampingi hewan suci seperti diriku. Yaps !!! Aku akan kesana "
Kujang melompat mendekati lapas, ia langsung mengikuti energi dua Jimat sakti itu.
" Yuhhhuuuuu... Hay Jamaluddin,, dimana kah dirimu berada?? hemmm bau sekali, " Kujang terus saja melewati lorong di depan sel tahanan.
Sampai akhirnya ia tiba ditempat sel tahanan Udin, Harimau itu masuk menembus jeruji besi.
" Mana dia ?? Energi kecubung dan jimat pengasihan pengantin ada disini, tapi ??? Sama sekali cahaya kedua jimat itu tidak terlihat" Kujang bergumam sendiri.
Ia tidak menyadari jika sebenarnya Udin berada tepat di atas nya. Udin merasakan energi yang sangat kuat mendekat, karena itu ia melompat ke atap dengan posisi terbalik.
Udin menyentil telinga Kujang, tapi Kujang hanya mengibaskan kepalanya karena geli. Sekali lagi Udin menyentil telinga Kujang, namun hewan astral itu tetap tidak bisa menyadari. Ia justru mengorek lubang telinga nya sendiri.
"Jamaluddin, kau dimana ?" Seru Kujang.
" Jamaluddin?? Siapa dia?? Siapa yang dicari harimau ini ??Ah aku tidak perduli, aku berminat menjadi kan hewan ini milik ku" Udin berucap di dalam hati.
Ia melompat dan mendarat tepat di punggung si Harimau itu. Kujang sontak melompat kaget, namun Udin dengan cepat menahan tubuh Kujang agar tidak bergerak dan menciptakan keributan.
" Sssttttt jangan berisik, atau aku jadikan kamu sate. Sate harimau enak tawuk" Udin mengeluarkan ancaman yang mengerikan.
" Hah " Kujang terkejut, dialah anak yang dicarinya. Sungguh sadis, baru pertama kali bertemu langsung mau menjadikan Kujang sebagai sate.
" Sungguh jahat kau Jamaluddin" Seru Kujang.
" Hah?? Jamaluddin?? Siapa itu ?? " Udin turun dari punggung Harimau putih itu.
Kujang memperhatikan Udin, ia memutar tubuh Udin dengan menggunakan satu tangan.
" Yah kau lah Jamaluddin"
" Aku ?? Aku Udin " Balas Udin membenarkan diri.
Kujang mengernyitkan keningnya, tapi ia yakin sekali dibalik daun telinga bocah ini ada dua Jimat sakti milik Ilyas.
" Terserah lah, yang jelas aku mencari mu"
" Mencari ku ? "Udin heran kenapa harimau itu bisa mencari nya.
" Ayo kita bicara diluar" Kujang keluar dari sel tahanan dengan cara menembus jeruji besi. Lain halnya dengan cara si Udin, Ia membuka jeruji besi menggunakan kekuatan nya, lalu ia pun keluar. Setelah itu tidak lupa ia mengembalikan bentuk jeruji tersebut seperti semula.
" Dia benar-benar keturunan Ilyas, tapi kenapa dia tidak kabur dari penjara? Kenapa dia memilih tinggal disini, padahal sangat mudah baginya untuk kabur"pikir Kujang dalam hati .
" Kok bengong " Tegur Udin karena Kujang diam memperhatikan dirinya.
" Ah iya , ayoo " Kujang pun berbalik pergi dengan ditemani oleh Udin.
" Kenapa kamu bisa masuk penjara? " Tanya Kujang saat ia dan Udin nongkrong di dahan pohon.
"Cerita nya panjang" Udin tidak berniat untuk menceritakan hal yang sangat begitu melukai hatinya.
Udin mengernyit heran mendengar bahasa Si harimau putih.
" Apa itu Kiru Kiru? "
" Wahh Hahahaha keren kan keren kan, kamu nggak tahu kan?? Kiru itu artinya di potong, Kiru itu bahasa Jepang. Kalau bahasa Inggris nya, Cut !" Kujang merasa bangga karena dia lebih pintar dari Udin.
" Oh, kamu harimau dari Jepang ya? Kok bisa nyasar disini sih ?? Atau kau seorang penjajah yang ingin menguasai bumi Pertiwi??" Udin menunjuk kan hal lain agar bisa menumpaskan kesombongan Kujang.
" Sontoloyo " Kujang menjeplak kepala si Udin .
" Mana ada harimau cuma seekor mau menjajah, kalau pun ada itu bukan menjajah, tapi bunuh diri "
Udin cengengesan.
" Cepat cerita kan, kenapa kamu bisa masuk penjara?? Kamu nyolong yah?? "
" Emang muka aku ini muka pencuri " Cetus Udin tidak terima dituding nyolong.
" Terus kenapa?" Paksa Kujang yang kesabarannya setipis tisu.
" Sudah aku bilang cerita nya panjang"
" Ya Kiru Kiru aja, gampang kan "
" Nggak usah pakai Kiru Kiru lah, tahunya cuma Kiru Kiru doang udah sombong minta ampun " Udin ngedumel sendiri, ia heran ada ya harimau yang sombong seperti ini.
" Sirik aja sih, dari pada ente nggak tahu Kiru Kiru itu apa " Balas Kujang.
" Ok kamu tahu bahasa ini? Naka Maka saka yaka uku dinki " Udin memberikan pertanyaan menjebak.
" Bahasa apa itu ?" Tanya Kujang.
" Jepang lah" Dengan pedenya Udin menjawab.
" Perasaan belum pernah denger orang Jepang ngomong kayak gitu "
" Mungkin Jepang kamu deket aja, kalau ini Jepang yang jauh " Udin semakin gencar membodohi Kujang.
" Ohya ? Emang kamu pernah ke Jepang? "
" Pernah " Udin menjawab begitu yakin tanpa terlihat ragu .
Kujang memicingkan matanya, ia tidak percaya tapi anak itu begitu sangat meyakinkan.
Udin membuang muka menutupi senyum nya.
" Mangkanya jangan sombong kalau sama aku, Udin di sombongin hihihi puyeng puyeng tuh kepala"
" Ok aku nyerah " Kujang memilih nyerah dari pada harus kelamaan mikir.
" Yakin nyerah nih ? " Udin bertanya dengan nada mengejek.
" Iya iya aku nyerah "
" Mangkanya jangan sombong, cuma Kiru Kiru aja udah belagu" Sindir Udin. Kujang menekuk wajahnya karena kesal.
" Kamu beneran nih pengen tahu artinya apa ?" Udin masih menggoda si Kujang.
" Iya cepet kasih tau aku "
" Baiklah aku akan kasih tahu kamu. Naka Maka saka yaka uku dinki itu artinya Nama saya Udin Hahahahahahaha " Udin langsung melompat dan kabur meninggalkan Kujang yang termangu.