Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Kenangan




Dedaunan kering berjatuhan dari pohon-pohon besar ketika sore itu angin menyapunya hingga terhempas sejauh mungkin. Ya, musim gugur tahun ini akan segera berakhir.


Hari demi hari berganti begitu cepat dan lambat bagi mereka setiap orang yang berbeda-beda manjalankannya. Kini Axel Zayn memejamkan mata seraya ia merentangkan sepasang tangannya untuk menikmati suasana damai di tebing tinggi tempatnya berpijak saat ini.


Langit cerah perlahan semakin gelap dan mega merah mulai hadir menemaninya di sana. Axel tidak kunjung membuka mata sangat lama meski mentari kini mulai tenggelam di hadapannya.


Dari jauh ia datang ke tempat itu hanya untuk menyendiri dan mengingat kembali kenangan mengerikan yang telah terjadi hingga menyebabkan nyawa ayahnya melayang begitu saja. Kini Axel mulai berkeringat seraya ia menggelengkan kepala berulang kali.


Dorr!!


“Hahh!!”


Suara letupan senjata api kini membangunkannya. Membuat dia terengah dengan keringat yang mengucur membasahi wajahnya. Axel pun melangkah mundur. Menjauh dari tebing yang terdapat jurang di bawahnya.


“Tuan Harry.” Gumam Axel dengan suaranya yang gemetar. “Ayah~”


Tertunduk memejamkan mata. Axel sungguh menyesal karena terlambat mengetahui akan siapa dirinya yang sesungguhnya.


“Jika saja aku tahu sejak awal.” Gumamnya.


Bug!


Menepuk dada Ketika suara letupan senjata api baru saja mengingatkannya akan kejadian di masa lalu. Axel pun teringat ketika waktu itu peluruh yang berasal dari senjata api Zayn Keenan menembus dadanya. Membuatnya tumbang hingga pada akhirnya gagal untuk membawa Violet pergi sejauh mungkin bersamanya.


Tidak sanggup berada di tempat itu lebih lama lagi. Axel lantas mengalihkan pandangan ketika ia merasa sesak di dada melihat pagar besi pembatas jalan yang telah hancur dan berkarat. Pria itu pun menjatuhkan air matanya seraya Langkah kakinya semakin cepat.


“Tempat ini. Adalah tempat terakhir kali kita bertemu ayah.” Ucap Axel.


Masuk ke dalam mobil. Axel lantas membuka kaca jendela seraya ia menoleh untuk memandang tempat ayahnya kecelakaan dulu.


“Aku minta maaf dan aku pun telah memaafkan mu. Ayah… berbahagialah Bersama mamah di syurga karena aku akan menjaga Violet untuk kalian.” Ucap Axel lalu kembali mengalihkan pandangan seraya kaca pintu mobilnya kembali tertutup. Meninggalkan tempat itu.


🍁


Los Angeles. Violet masuk ke dalam kamar setelah ia mengantarkan Zayn sampai di halaman rumah untuk pergi ke One Zayn Group karena ada Rapat penting yang harus ia hadiri.


Entah kenapa belakangan Violet merasa cepat lelah dan terkadang pusing. Seperti saat ini, ia mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur ketika semalam ia bahkan tidur lebih awal.


Deeerrtt…


Bergetar posel yang ia letakan di atas tempat tidurnya. ia lantas meraihnya lalu memeriksa semua notifikasi yang ada di dalamnya hingga tiba saat ia mulai terdiam saat melihat email masuk dari seseorang.


“Siapa?” Gumam Violet lalu ia membuka email dari orang asing itu untuk melihat isi pesan darinya.


Email On


nat.703@g*mail.com : “Selamat pagi Violet.”


violet.grizelle@ya*hoo.com : “Who?”


nat.703@g*mail.com : “Bagaimana kabar mu?”


violet.grizelle@ya*hoo.com : “?”


nat.703@g*mail.com : “LA. Apa sangat menyenangkan?”


violet.grizelle@ya*hoo.com : “Kamu siapa? apa kita saling mengenal?”


nat.703@g*mail.com : “Pulanglah ke Seoul dan kita akan bertemu.”


“Pulang ke Seoul? Siapa?”


Tidak ingin menghiraukan email dari seseorang itu. Violet lantas meletakan ponselnya kembali di atas tempat tidur lalu ia bergegas menuju balkon kamarnya.


“Tuan Zayn mengganti ponselku berulang kali. Aku tidak punya kontak siapa pun lagi kecuali Kak Axel dan Racel.”


Klakk…


Membuka pintu balkon. Sejuknya udara di pagi hari ini pun mulai menerpanya seraya wanita cantik itu terhenti dengan pandangan lurus ke depan. Ia melihat seseorang yang di kenanlanya kini sedang berdiri di sebrang balkon kamarnya. Dia seorang pria dan pria itu tersenyum menatapnya sambil mengangkat sedikit tangan dengan secangkir kopi hangat yang ia genggam.


“Selamat pagi Violet.” Sapanya lalu menarik tangannya Kembali untuk ia mencicipi kopinya di sana. Masih dengan tatapan mata yang sangat dalam pada Violet yang terdiam memandangnya.


“Leon Park? Bagaimana mungkin dia…”


Klakk…


Mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Violet segera memutar tubuh dengan paniknya.


“Sayang.” Sapa Zayn Keenan seraya ia mendekat kalu melingkarkan sepasang tangannya di pinggang Violet.


“Tuan Zayn? Anda kembali?” Tanya Violet. Ia gemetar dengan keringat dingin.


“Iya sayang. Aku meninggalkan dokumen penting.” Sahutnya lalu menciumi pipi Violet.


“Tuan Zayn, anda akan terlambat. Rapatnya…”


“Tidak akan ada rapat jika tidak ada aku sayang.” Sahutnya tidak ingin menyudahi apa yang ia lakukan saat ini.


Terus menciumi dirinya. Violet pun menoleh ke arah balkon tempat Leon berdiri tadi. tapi...


“Tidak ada siapa pun? Apa aku baru saja berkhayal?”


Menggendong tubuh Violet. Zayn lantas membawanya kembali masuk ke dalam kamar dan pintu pun kembali tertutup ketika pandangan Violet masih begitu tajam memandang balkon di sebelah kamarnya. Sungguh! Tidak ada siapa pun di sana dan itu mampu membuatnya bingung akan apa yang baru saja ia lihat.


Melihat Violet di gendong masuk ke dalam kamar oleh suaminya. Leon yang saat ini berdiri di balik jendela dengan tirai yang tertutup pun mulai tersenyum entah apa artinya? Ia lalu melangkah masuk ke dalam kamar seraya mencicipi kopinya lagi.


“Sudah lama tidak bertemu. Semakin dewasa, kau semakin cantik Violet Grizelle.” Ucap Leon lalu duduk santai di sofa dengan menumpang sepasang kakinya. Bersantai menikmati paginya di tanah Los Angeles.


🍁


Sedangkan di kediaman Joe Nathan hanya diam memandang layar ponselnya di meja makan. Selly pun tertunduk ketika kini ke dua orang tuanya bahkan di abaikan oleh dia suaminya.


“Silahkan makan. Aku ada kepantingan mendadak jadi harus pergi sekarang.” Ucap Joe pada ke dua orang tua Selly yang sejak tadi menunggunya untuk memulai makan siang pertama mereka dan rupanya. Tidak akan ada makan siang pertama di antara mereka karena Joe bahkan meninggalkan ruang makannya dengan tatapan datar dan dingin lalu berakhir dengan senyum miring yang tertoreh di wajahnya.


Brakk!!


Joe telah menghilang di balik pintu. Maka ke dua orang tua Selly pun kembali memandang putri mereka lalu tertunduk seraya ia mengucap. “Ayo makan.”


Mengunjungi bar. Joe terus menerus memandangi layar pada ponselnya seolah ia telah menanti sesuatu namun apa yang ia nantikan tidak kunjung datang. Di pagi menjelang siang hari itu pun Joe mulai menenggak wine pertama yang di tuangkan oleh bartender untuknya.


Takk!!


“Sayang!” Teriak Joe Nathan.


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......