Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Menuntut Hak




Selesai rapat Zayn Keenan membawa wanitanya pergi ke café seperti yang di inginkannya.


“Jangan minum kopi sayang.”


“Iya tuan Zayn.”


Memesan coklat hangat seperti biasanya. Waktu bahkan tidak terasa ketika senyum dan tawa menyertai kebersamaan mereka hingga tiba saat di mana violet tiba-tiba terdiam dan mulai mengalihkan pandangan ke sisi lain saat ia mendengar nama “Joe Nathan”.


Televisi di café itu memperlihatkan tiap slide foto seorang pria muda tampan yang di beritakan jika ia adalah pengusaha property yang mulai berkembang pesat dalam jangka waktu singkat.


“Joe?”



Tertunduk lalu mencicipi coklat hangatnya lagi. Violet lantas kembali memandang sosok pria yang saat ini begitu ramai di bicarakan karena kesuksesannya dalam mengambil setiap peluang. Joe Nathan, dia tidak akan puas atas pencapaiannya sampai di tahap ini.


“Wanita di sisi Joe saat ini pasti sangat luar biasa hingga membuat namanya sebesar ini sekarang. Jika saja wanita itu adalah aku. Mungkin, semua akan berbeda.”


Wanita mampu mengubah sosok pria menjadi semakin kuat atau justru sebaliknya. Maka seperti itu fikir violet terhadap dia yang jauh di sana. Pengantin baru yang sedang melambung namanya itu mampu membuat senyum di wajah Violet lenyap begitu saja.


Menundukkan kepala dan hanya mengaduk-aduk coklat hangatnya. Violet sungguh tidak menyadari jika apa yang ia lakukan saat ini berada di dalam pengawasan Zayn Keenan yang sejak tadi memperhatikannya. Memperhatikan dia yang saat ini mulai semakin cepat mengaduk-aduk coklat hangatnya dengan diri yang nampak tidak baik-baik saja setelah ia melihat sosok pria di layar televisi di café itu lagi.


“Bukan kamu wanita yang berdiri di belakang kesuksesannya. Lantas? Kamu tidak terima?”


Tersentak dari lamunan. Violet bangkit dari duduk ketika ia tanpa sengaja menumpahkan coklat hangatnya dan di saat itu lah ia teringat akan kehadiran suaminya di sana.


Melihat Zayn Keenan masih duduk di kursi menatap dirinya meski meja mereka saat ini terlihat sangat kotor. Tatapan dingin pria itu pun entah kenapa membuat suasana hati violet menjadi semakin buruk hingga ia memutuskan untuk pergi dari hadapannya saat itu juga. tanpa mengucap sepatah kata pun padanya.


“Cih!” Senyum kecut itu terlukis di wajah Zayn seraya ia melempar pandangannya ke sisi lain.


“Jadi, selama ini kamu masih belum bisa sepenuhnya melupakan dia.”


Melangkah cepat menuju toilet wanita. Kini Violet hanya diam memandang diri dari dalam cermin wastafel yang ada di hadapannya.


“Hueeekkk… Hueeekk...”


Memuntahkan kembali se-isi perutnya. Kini Violet mulai membersihkan diri lalu pergi meninggalkan tempat itu menuju parkiran mobil.


Dengan lemas ia masuk lalu duduk bersandar di kursinya. Mengalihkan pandangan untuk tidak ingin memandang Zayn untuk smentara waktu, sampai suasana hatinya kembali membaik.


Dalam perjalanan kembali ke rumah, Zayn Keenan selalu memandangi Violet yang tertidur setiap kali ia memiliki kesempatan untuk itu. Entah apa yang ada di dalam hati dan fikiran wanitanya saat ini? Sungguh. ia ingin mendengar dan melihatnya sendiri. Tapi sayangnya, semua itu tidak akan mudah baginya mengingat Violet sangat tertutup tentang perasaanya selama ini.


Sesampainya di rumah Zayn tidak berniat untuk membangunkannya ketika ia melihat wajah wanitanya memucat. Ia lantas memutuskan untuk menggendongnya ke kamar lalu merebahkannya di atas tempat tidur.


“Aku ingin tahu apa yang kamu pikirkan saat melihat dia? Sayang. Kenapa kamu selalu saja membuat ku gelisah saat pria itu berada di antara kita. Meski itu di antara fikiran mu saja. Aku tetap tidak bisa tenang dan menerimanya.”


Seperti itu ucap di dalam hati Zayn ketika ia menyelimuti Violet lalu duduk membasuh wajah dengan sepasang telapak tangannya. Ia terlalu ketakutan akan hal-hal yang tidak pasti. Seperti saat ini, Zayn Keenan mulai meraih ponsel dari dalam sakunya untuk ia memanggil seseorang.


“Halo tuan.” Sapa Jeon.


“Lakukan apa pun untuk melenyapkan semua pemberitaan tentang Joe Nathan di Negara ini. Aku tidak keberatan meski harus membayar mahal untuk itu.”


“Baik tuan.”


“Iya, baik tuan.”


Mengakhiri panggilan. Zayn Keenan sungguh tidak perduli dan tidak mau tahu bagaimana cara Jeon memberskan semua itu. Karena yang ia inginkan hanyalah hasih akhir.


🍁


Pulang ke rumah setelah beberapa hari menghilang tanpa kabar. Selly terus membuntuti Joe untuk mengajaknya bicara. Tapi, apa yang wanita itu lakukan nampaknya tidak membuat Joe Nathan merasa senang.


Menapaki anak tangga dengan Selly yang terus menerus berbicara. Joe lantas terhenti dengan tatapan tajam ketika ia mulai merasa muak dengan wanita itu.


“Beri aku kesempatan untuk mendapatkan cinta mu Joe Nathan. Sebagai istri mu.” Ucap Selly.


Memutar tubuh. Dalam diam Joe lantas menuruni satu undakan anak tangga untuk ia meraih dagu wanita itu. Menatapnya dengan tatapan yang sangat dingin.


“Berapa kali aku harus katakan? Aku menikahi mu hanya sebagai status dan kau seharusnya ingat! Berterimakasih pada ku karena aku mau menikahi mu hanya untuk membantu bisnis keluarga mu yang sekarat itu! Lantas? Masih kurang? Masih belum cukup? Sekarang kau bahkan menginginkan aku? Cinta ku? Cih! Wanita tidak tahu di untung!” Ucap Joe lalu ia hempaskan Selly hingga membuatnya terhuyung dan hampir terjatuh dari tangga.


“Dengarkan aku Sellya. Sampai kapan pun! Kau hanya pelengkap! Kau tidak berhak menuntut apa pun dari ku karena aku bukan untuk mu! Sampai akhir dunia ini! aku tidak akan pernah menjadi milik mu! Tidak akan pernah!” Tandas Joe Nathan lalu ia kembali memutar tubuh untuk melanjutkan langkahnya.


“Lantas bagaimana dengan hidup ku Joe Nathan? Apa kamu pernah memikirkannya meski hanya sedikit saja?” Tanya Selly hingga membuatnya kembali terhenti.


Memandang punggung kokoh suaminya. Selly mendongak seraya ia menapaki satu undakan anak tangga untuk lebih dekat dengannya.


“Aku wanita, aku sudah kau miliki, aku tidak hanya butuh nafkah finansial dari mu Joe Nathan. Aku bisa memenuhi kebutuhan Biologis mu, aku pun ingin memiliki anak dan cinta di dalam hidup ku.” Ucap Selly.


“Hahahahaha….”


Tawa itu menggema seraya Joe Nathan memutar tubuhnya kembali untuk menatap dia. Wanita yang tidak tahu malu baginya.


“Kau wanita, aku memang memiliki mu, semua kebutuhan finansial mu sudah aku penuhi dan kau tinggal bicara pada ku jika itu tidak membuat mu puas. Lalu, kebutuhan Biologis? Jujur aku memang membutuhkannya. Tapi, aku tidak pernah menginginkannya dari mu Sellya. Anak? Tentu aku pun mengingnkan anak. Bahkan aku ingin memiliki banyak anak. Tapi, bukan kau yang akan aku jadikan sebagai ibu dari anak-anak ku. Dan untuk cinta, itu adalah cinta mu! Bukan cinta ku! Jika kau ingin memiliki cinta mu. Silahkan cari pria yang bisa memberi mu cinta itu di luar sana. Apa aku pernah mengatakan jika aku melarang mu memiliki hubungan dengan pria lain? Pria yang bisa memenuhi kebutuhan Biologis mu?” Ucap Joe.


“Aku istri mu Joe Nathan! Bagaimana bisa kamu berfikir untuk aku mencari dan menjalin hubungan dengan pria lain?!"


“Jika begitu tidak perlu di lanjutkan. Status duda bagi ku sudah sangat cukup.”


“Tidak! Joe Nathan, aku tidak ingin mengakhiri semua ini. Jika kamu tidak suka, aku minta maaf dan tidak akan membahasnya lagi.”


“Ya. Diam! Itu lebih baik untuk mu.” Ucap Joe lalu pergi.


Melihat Joe Nathan pergi tanpa rasa sesal. Kokohnya pendirian pria itu justru meremukkan hati dan diri Selly. Membuatnya merasa sesak dan putus asa. Tapi, entah apa yang membuatnya tetap ingin bertahan dalam situasi ini? Sungguh! Ia pun tidak memahami dirinya sendiri, maka ia hanya bisa menangisi segalanya.


“Huhuhuhu….”


🍁


Zayn Keenan



🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......