Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
"Hanya ingin mendengar suaranya"




Mengepulkan asap dari mulut ke atas. Joe Nathan menghabiskan banyak waktunya di temani putung rokok bekas pakainya yang saat ini berserakan di tanah.


Berulang kali ia mengepulkan asap rokoknya di bawah hamparan bintang dan rembulan langit Seoul. Nyatanya, ia tidak juga merasa puas meski satu bungkus rokok itu telah habis.


Craasss!!


Menyala merah korek api di genggaman tangannya ketika ia mulai membakar ujung dari sebatang rokoknya yang terakhir. Joe Nathan lantas kembali bersandar duduk di atas kap mobilnya seraya tangan kanannya kini masuk ke dalam saku tuxedo.


Mengepulkan kembali asap-asap yang telah ia hisap di kegelapan malam. Sesekali Joe Nathan menoleh ke arah rumah mewah Keluarga Zayn. Apa yang sesungguhnya ia lakukan di sana? Malam ini bukanlah kali pertama Joe Nathan menghabiskan malamnya di depan gerbang rumah mewah bak istana milik Zayn Keenan di kota itu.


Tak terhitung jumlahnya. Joe sering menghabiskan banyak rokoknya di sana. Menunggu dia yang tidak ingin menemuinya.


Kini suara gerbang terbuka mendominasi pendengaran Joe Nathan. Pria itu lantas menoleh dan langsung bangkit ketika ia melihat mobil Axel Zayn hendak keluar.


Terhempas ke tanah sebatang rokok yang masih menyala lalu di sambut pijakkan kaki seorang pria yang telah menghancurkannya ketika kepulan asap terakhir kini keluar dari mulut seorang Joe Nathan yang hendak menghentikan Axel Zayn.


Melihat dari kejauhan sosok dengan tubuh tinggi dan setelan tuxedo berwarna hitam yang melekat di tubuh seseorang itu. Axel Zayn lantas tersenyum miring ketika ia bahkan bisa mengenali sosok Joe Nathan meski hanya dari siluetnya saja.


“Kau masih belum menyerah. Joe Nathan.” Gumam Axel.


Mendengar gumaman kakaknya. Racel lantas menoleh dan terdiam ketika ia melihat Axel Zayn begitu tajam menatap lurus ke depan. Apa yang sesungguhnya Axel tatap saat ini? Maka rasa penasaran pun mulai menguasai diri Racel Zayn hingga membuatnya segera melempar pandangan ke arah objek yang sama dengan kakaknya.


“Joe Nathan?”


“Sedikit hukuman mungkin akan membuat mu lelah Joe Nathan.” Gumam Axel hingga membuat Racel kembali menoleh ke arahnya ketika ia mendengarnya.


“Apa maksud mu kakak?” Tanya Racel. Ia sungguh merasa jika kali ini Axel akan berbuat nekat.


Melihat Axel Zayn bersiap menginjak gas pada mobilnya lagi. Di saat itu lah Racel kembali melempar pandangannya pada sosok yang saat ini ada di hadapan mereka. Berdiri untuk menutup jalannya.


“Tolong jangan lakukan hal bodoh kakak!” Pinta Racel ketika kini mobil mewah milik kakaknya mulai melaju dan semakin kencang. “Kak Axel kau akan membunuhnya!” Teriak Racel namun wajah datar dan dingin Axel Zayn membuktikan jika pria itu tidak akan mengurungkan niatnya. “Kak Axel kau gila!” Teriak Racel lalu ia berusaha untuk mengambil alih kemudi mobil kakaknya namun gagal ketika Axel Zayn justru menghempaskannya.


Braaakkk!!


“Joe Nathan!” Teriak Racel ketika Axel sungguh menabrakkan mobilnya pada pria itu.


Kaca mobil bahkan telah retak saat kepala Joe Nathan baru saja menghantamnya. Racel lantas segera bergegas keluar dari dalam mobil untuk melihat kondisi pria gila yang bahkan tidak berniat menghindari mobil kakaknya meski ia pasti tahu apa yang akan Axel lakukan padanya.


“Mau kemana?” Tanya Axel seraya ia menggenggam pergelangan tangan Racel untuk mengentikannya.


“Kau gila kakak! Kau menabrak Joe Nathan! Bagaimana jika dia mati? Kau akan membusuk di penjara bodoh!” Teriak Racel.


“Cih!”


Melihat senyuman justru terlukis di wajah Axel Zayn. Racel pun terdiam tidak mengerti hingga pada akhirnya ia kembali melempar pandangan ke depan untuk melihat apa yang saat ini kakaknya lihat.


Siluet dari sosok Joe Nathan kini berdiri tegap di hadapannya hingga perlahan sosok itu nampak semakin jelas dan memperlihatkan tajam sepasang bola matanya menatap Axel Zayn.


Kembali Axel menyeringai. Pria itu lantas keluar dari dalam mobil untuk menghampirinya. Berdiri tepat di hadapannya.


“Tuan Joe Nathan. Apa kabar?” Sapa Axel Zayn seraya ia tersenyum padanya dan dalam sejap senyuman itu lenyap begitu saja, tergantikan akan dingin tatapan matanya.


Menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Joe Nathan lantas tersenyum lalu mengucap. “Aku sungguh sangat baik.”


“Tuxedo mu kotor sekali? Apa yang terjadi?” Tanya Axel Zayn seraya ia menepuk-nepuk dada Joe Nathan untuk membersihkan debu yang melekat di tuxedonya.


Hanya diam Joe Nathan menatapnya. Pria yang saat ini mulai kembali menatap matanya dengan senyum picik yang terlukis di wajahnya yang sangat tampan.


“Hentikan kakak! Ayo pergi!” Ucap Racel seraya ia meriah pergelangan tangan kakaknya untuk membawanya kembali ke dalam mobil. Tapi, langkah kaki Racel kembali terhenti ketika ia merasa seseorang telah menahannya dengan menggenggam pergelangan tangannya.


Menoleh ke belakang. Racel pun terdiam ketika ia melihat telapak tangan Joe Nathan begitu erat mengenggam pergelangan tangannya.


“Berikan nomor ponsel Violet pada ku… Racel.” Pintanya.


Melihat tatapan mata Joe Nathan padanya saat ini. Kesungguhan hati ketika ia mengucap kata permintaan itu padanya. Sungguh!


“Kau sangat beruntung Violet. Kau di kelilingi pria baik yang mencintai mu.”


“Apa yang kau pikirkan? Ayo pergi!” Ucap Axel seraya ia melepaskan genggaman tangan Racel dari pergelangan tangannya lalu ia raih pergelangan tangan gadis itu untuk pergi bersamanya.


“Racel… Hanya itu yang aku minta dari mu.” Ucap Joe Nathan.


Hanya diam Racel mendengarnya. Gadis itu lantas menoleh ketika sepasang kakinya bahkan semakin cepat mengikuti langkah kaki Axel Zayn membawanya.


Klaakk!


“Masuk!” Perintah Axel.


Patuh. Racel lantas masuk dan di susul Axel hingga kini kakak laki-laki Racel Zayn itu mulai melajukan kendaraanya lagi. Menyisakan hempasan angin yang mengibas tuxedo hitam yang melekat di tubuh Joe Nathan ketika mobil mewah itu berlalu dengan kecepatan tinggi meninggalkannya.


Terasa sangat jelas ketika kini ia telah gagal untuk yang kesekian kali. Maka Joe Nathan mulai memutar tubuhnya untuk ia menatap kepergian mobil mewah itu.


“Uhukk!!”


Memuntahkan darah dari mulut. Kini Joe Nathan tidak lagi sanggup menahan rasa sakit yang ia tahan sedari tadi. Pria itu lantas menepuk-nepuk dadanya dengan kepalan tangan seraya ia berlutut di sana. Tertunduk tidak berdaya.


“Aku hanya ingin mendengar suaranya.” Rintih Joe.


🍁


“Jangan kamu berpikir untuk memberikan nomor ponsel Violet padanya.” Tegas Axel.


“Hanya untuk sebuah nomor ponsel! Tidak seharusnya kakak melukainya! Lantas? Apa yang membuat mu tidak berniat untuk memberikannya kakak?” Sahut Racel.


“Hahahaha…”


Melihat Axel Zayn tertawa. Racel pun terdiam menatapnya lalu ia alihkan pandangan untuk menatap ke luar jendela. Ia merasa jika keadaan ini tidak lah baik untuk ke duanya.


“Dengarkan kakak Racel Zayn. Jika kakak mu ini tidak bisa mendapatkan Violet. Maka Joe Nathan pun tidak akan pernah bisa mendapatkannya.” Ucap Axel.


“Hahahaha…”


Hanya diam Racel mendengarnya. Bagaimana mungkin seorang kakak kandung bisa sedalam itu mencintai adaiknya sendiri? Hingga ia tidak rela jika pria lain mendapatkannya.


🍁


Axel Zayn



🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......