
Malam semakin larut. Sepasang mata sembab Violet pun perlahan tertutup saat hangat tubuh Axel Zayn mampu memberinya rasa aman.
Di dalam kamar mewah miliknya. Axel Zayn tidak berniat untuk melepaskan dekapan tubuhnya terhadap Violet. Sepanjang waktu, ia hanya membisu sambil mengelus lembut kepala wanita itu.
"Tidurlah... Mimpi yang indah..." Ucap Axel padanya. Pada dia yang memejamkan mata di dadanya.
Perlahan, Axel rebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia jadikan lengannya sebagai alas kepala Violet. Axel cium kening adik wanitanya lalu kembali menyembunyikan dia di dalam dekapan tubuhnya yang kokoh.
Hangat dan harum aroma tubuh seorang Axel Zayn mampu membuat Violet tidur lelap meski sesungguhnya wanita itu tidak ingin memejamkan mata. Sejak saat ia bangun dari tidurnya, sejak saat itu Violet hanya diam saja di pelukan kakaknya.
Sesungguhnya, sangat lah banyak yang ingin Violet tanyakan pada Axel Zayn tentang Joe Nathan. Bukan karena ia telah menduakan suaminya. Tapi, bagaimana pun juga, Joe Nathan adalah orang yang berarti baginya. Joe Nathan pernah hadir untuk mengisi separuh kehidupannya.
Hal buruk membayang, menguasai pikiran Violet tetang Joe Nathan. Membuatnya tidak ingin berpisah dari Axel Zayn untuk saat ini. Entah sampai kapan?
Axel tatap tangan Violet yang melingkar di tubuhnya. Tangan indah itu bahkan sangat kuat membelitnya seolah Violet tidak memberinya izin untuk pergi.
Satu tangan Axel Zayn pun mendarat di atas punggung telapak tangan Violet. Ia tepuk-tepuk punggung telapak tangan itu sambil menatap wajah Violet yang semakin pucat.
...
Di tengah malam, Zayn Keenan mengetuk pintu lalu masuk ke dalam kamar putra sulungnya. Ia mendekat lalu terhenti di sisi temapat tidur menatapnya.
"Biarkan Violet tidur bersama ku." Ucap Axel pada Zayn Keenan, hanya saja, pria itu bicara tanpa menoleh pada ayahnya.
"Bagaimana mungkin ayah membiarkannya tidur bersama putra ayah?" Sahut Zayn Keenan.
"Violet adik ku. Aku bukan orang lain untuknya."
"Tapi Violet istri ayah. Dia tanggung jawab ayah."
"Lebih baik ayah kembali ke kamar."
"Axel Zayn."
"Aku tidak akan membiarkan ayah membuatnya menangis sampai seperti ini lagi. Perlu ayah ingat. Violet masih punya aku di dunia ini. Dan akan aku pastikan, Violet tidak akan membutuhkan siapa pun lagi. Apa pun yang terjadi, aku akan melindungi adik ku meski harus melawan ayah sekali pun."
"Ayah tahu kamu sangat menyayanginya. Tapi, seperti yang kamu tahu, Violet sedang hamil dan membutuhkan ayah di dekatnya."
"Ada aku yang mampu menjadi segalanya untuk Violet. Ayah tidak perlu khawatir."
"Apa kamu sedang berusaha menjauhkan ayah dari adik mu?"
"Jika ayah merasa seperti itu. Aku tidak akan menyangkalnya. Sebelumnya, aku sudah memberi peringatan untuk ayah berhenti berusaha membunuh Joe Nathan. Tapi ayah keras kepala dan egois."
"Violet akan segera melupakan kejadian itu."
"Dia tidak akan bisa melupakannya. Ingatlah ayah. Kau menikahinya secara paksa. Memaksanya untuk hidup layaknya di dalam penjara. Tapi aku melihat Violet begitu berusaha menerima semua yang ada di dalam diri ayah. Baik dan buruk sifat ayah. Adik ku berusaha menjadi istri yang manis untuk ayah. Dan sekarang? Apa yang telah ayah lakukan? Ayah telah membuatnya ketakutan dan kecewa."
"Ayah memang salah. Juga egois. Tapi semua itu ayah lakukan untuk menyelamatkan pernikahan ayah dengan Violet. Axel Zayn, tolong biarkan ayah menemaninya."
Axel Zayn rebahkan kepala Violet di atas bantal lalu bangkit. Tanpa kata ia melewati sang ayah untuk meninggalkan kamarnya.
"Tentang permintaan Violet pada mu." Ucap Zayn Keenan lalu Axel Zayn terhenti. "Biar ayah dan Jeon yang mengurusnya." Ucapnya menatap punggung Axel.
Telah paham betul dengan sifat Zayn Keenan. Pria itu tidak akan membiarkan Violet memohon atau bergantung kepada pria lain, selain hanya dirinya seorang, meski Axel Zayn adalah kakak kandungnya. Di sana Axel Zayn hanya diam saja, ia lantas melanjutkan langkah kakinya.
Melihat putra sulungnya telah menghilang di balik pintu. Zayn lantas mengalihkan pandangan untuk menatap Violet. Ia mendekat, lalu berbaring di sisinya, memeluknya dari belakang sangat erat.
"Maafkan aku sayang." Ucap Zayn Keenan seraya mencium sisi belakang kepala istri kecilnya.
Begitu tenang dan sepi kediaman mewah milik keluarga Zayn kini. Hembusan angin malam berubah menjadi sangat dingin hingga menembus ke tulang-tulang. Fajar menjemputnya, membuat sepasang kelopak mata Violet perlahan terbuka.
Pagi itu Violet melingkarkan sepasang tangannya di tubuh Zayn Keenan semakin erat. Ia sembunyikan wajahnya di dada pria itu tanpa menyadari jika sosok yang berada di dalam pelukannya kini adalah Zayn Keenan, bukan Axel Zayn.
Sejak saat membuka mata, Violet hanya diam saja dengan pandangan kosong. Kini, dua hal telah ia sadari. Harum dan kokoh tubuh Axel Zayn nampak berbeda dengan semalam meski Jelas-jelas Violet tidak melepaskan dekapannya.
Violet mulai mendongak untuk bertemu pandang dengannya. Ia sungguh terkejut hingga terperanjak saat menyadari sosok Zayn Keenan lah yang berada di dalam dekapannya. Zayn Keenan lantas segara memperkuat dekapannya, membuat Violet tidak bisa pergi untuk melarikan diri darinya lagi.
Sejak semalam pria itu terjaga, memberi kehangatan tubuhnya untuk sang istri yang tidak mau melihatnya. Kini Violet terdiam dan Zayn Keenan menyembunyikannya di dalam dekapan.
"Selamat pagi sayang." Sapa Zayn Keenan.
...
Sepi, Violet hanya diam saja tidak menjawab sapaan suaminya. Di dalam pikirnya, semalam ia melakukan tidak kejahatan dan bagai mana bisa sekarang terlihat sangat tenang lalu menyapanya. Apakah benar jika pria itu sungguh tidak memiliki hati? Violet pikir itu memang benar dan ia merasakannya sendiri.
Sampai saat ini Violet tidak mengetahui bagaimana dan di mana keberadaan Joe Nathan? Apakah dia selamat atau sebaliknya? Sungguh! Kali ini Violet akan menanyakan tentang itu semua kepada Axel Zayn. Ia tidak ingin menjadi pengecut lagi.
"Aku sangat mencintai mu." Ucap Zayn Keenan.
...
Violet masih membisu. Ia lantas menyingkirkan tangan kokoh suaminya lalu bergegas pergi. Zayn Keenan segera bangkit dari tidurnya lalu membuntuti istri kecilnya tanpa mengucap apa pun lagi.
Kini wanita itu keluar dari dalam kamar lalu menuruni anak tangga tanpa menoleh. Langkah kakinya begitu cepat seolah keraguan tidak mampu menyertainya.
Zayn Keenan melihat istrinya berhenti di pintu halaman belakang dengan tatapan mata merah yang begitu lurus menatap ke depan. tepatnya, ke arah kolam.
Kembali sepasang kaki jenjangnya mengayun dan Zayn terus berada di belakangnya tanpa kata. Violet terhenti di sisi kolam renang dengan tatapan mata begitu dalam menatap letak keberadaan Joe Nathan saat terakhir kali ia melihatnya. Kini pria itu sudah tidak berada di sana.
"Kita akan segera kembali ke Los Angeles." Ucap Zayn Keenan.
Violet menoleh lalu memutar tubuh. Ia tatap mata tajam suaminya tanpa sepatah kata pun terucap dari mulutnya.
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys...