
Melihat Violet menghilang di balik pintu kamar. Zayn Keenan mulai melangkahkan kakinya. Ia terus berjalan, menaiki anak tangga lalu terhenti di depan pintu kamarnya.
Klak…
Suara pintu kamar yang terbuka lantas membuat Violet mengerucutkan tubuhnya di atas tempat tidur. Langkah demi langkah pria itu terdengar di telinganya, membuatnya memejamkan mata ketika suara langkah itu kian terdengar lalu lenyap begitu saja.
Tidak ada kata. Namun Violet bisa merasakan, kini, pria itu telah duduk di sisinya. Tepat di belakang tubuhnya.
Sepasang kelopak mata Violet kembali terbuka ketika tangan kokoh milik pria itu mendarat di lengannya. Pria itu mencondongkan tubuhnya hingga nafas hangatnya kini mulai terasa menembus pori-pori leher bagian samping Violet. Membuat wanita itu hanya membisu dengan pandangan kosong.
“Aku mencintai mu sayang.” Katanya.
Kata itu terucap dari mulutnya. Seolah keadaan baik-baik saja. Mungkin, dia lupa apa yang di katakannya beberapa menit yang lalu padanya, bahkan, apa yang telah dia lakukan tepat di depan matanya.
Violet bangkit, duduk di atas tempat tidur membelakangi pria nya. Bukan karena ia telah luluh mendengar pernyataan cintanya. Tapi, wanita itu justru menurunkan ke dua kakinya dan pergi meninggalkan dia yang hanya diam memandang punggungnya.
“Aku akan pergi bersama Nana untuk menghirup udara luar. Tolong jangan mengikuti ku tuan Zayn.” Ucap Violet lalu kembali menghilang dari pandangan suaminya.
🍁
Keluar dari dalam gedung King Propery di dampingi Bian. Joe Nathan hanya diam ketika Bian membuka kain yang menutup tangkai-tangkai bunga mawar merah yang di kirimnya pada Violet. sebelumnya mereka sangat indah. Dan sekarang, mereka tidak lebih dari sebuah tumpukan sampah.
“Nona Violet mengembalikan buket bunga mawar merah pemberian anda dalam kondisi seperti ini.” Ucap Bian. Ia memperhatikan tuannya.
“Buang saja ke tempat sampah.” Sahutnya lalu pergi.
Bian tatap kepergian tuan berwajah dingin itu. Ia melihatnya masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan King begitu saja tanpa mengakatakan akan pergi kemana.
Hanya diam di sepanjang perjalanan. Siang hari itu Joe Nathan menepikan mobilnya lalu masuk ke area parkir sebuah restoran bintang lima. Sejujurnya ia tidak merasa lapar. Tapi, dia hanya tidak tahu ingin pergi ke mana untuk saat ini.
Keluar dari dalam mobil lalu masuk ke dalam restoran, Joe mencari tempat duduk bersama pelayan yang melayaninya. Ia lantas menghentikan langkah kakinya dan pelayan itu menarik kursi untuknya ketika ia mengerti jika tuan tampan itu telah menemukan kursi yang di inginkannya.
“Silahkan tuan.” Ucap pelayan seraya ia meletakan sebuah buku menu tebal di atas meja tepat di hadapan Joe Nathan.
Joe mulai membuka buku menu itu. Tapi, baru saja ia membuka lembar pertama. Pria itu terhenti sejenak dan mulai mengangkat pandangannya kembali.
“Keluarkan satu porsi menu terbaik di restoran ini.” Ucapnya pada pelayan namun tatapan matanya begitu focus ke depan.
“Baik tuan.” Sahut pelayan. Ia merunduk sopan lalu mengambil kembali buku menu dari hadapannya.
Pelayan itu telah pergi. Tapi, tuan Joe Nathan masih tidak mampu mengalihkan pandangan dari objek yang di lihatnya saat ini. Objek yang sangat sempurna di pandang matanya, membuat Joe tidak rela meski hanya mengedip kan mata untuk melewatkannya.
“Baik nona.” Ucap pelayan wanita di sebrang sana. Ia meraih sebuah buku menu dari atas meja seorang nona cantik lalu pergi.
Nona cantik itu hanya diam saja di sisi seorang wanita berwajah datar. Dia merebahkan kepalanya ke dinding sambil menatap keluar jendela untuk melihat indahnya taman di samping restoran ini.
“Sayang…” Gumam Joe Nathan.
Keberuntungan menyertainya kali ini. Joe melihat Violet lagi setelah beberapa lama ia menghilang tanpa berpamitan padanya.
“Pesanan anda tuan. Silahkan di nikmati.” Ucap pelayan seraya menyajikan menu beraroma harum dengan plating yang mengagumkan. Tapi Joe tidak berminat untuk mengalihkan pandangannya dari sosok Violet Grizelle.
Meski Violet tidak menyadari kehadirannya di tempat yang sama namun di kursi yang berbeda. Rupanya Joe Nathan menyadari jika sejak tadi sepasang mata tajam telah mengintainya. Itu adalah sepasang mata tajam milik Nana yang tidak lain adalah bodyguard wanita cantik itu.
Kini tatapan mata tajam Joe Nathan dan Nana saling beradu. Tapi entah kenapa? Wanita berwajah datar dan bertubuh kaku itu lantas bangkit dari kursinya.
“Aku ingin ke toilet nona.” Ucap Nana, ia meminta izin pada nonanya.
“Pergilah.” Sahut Violet.
Setelah mendapatkan izin dari Violet. Nana lantas meninggalkannya, ia berjalan menuju toilet yang berarti satu arah dengan kursi yang di duduki Joe Nathan saat ini.
“Hanya 10 menit.” Ucap wanita kaku itu sambil berjalan melewatinya.
Mendengar perkataan Nana. Joe Nathan pun tersenyum lalu segera bangkit dari kursinya. “Tidak salah kau memilih modyguard untuk istri mu. Zayn Keenan.” Gumam Joe Nathan seraya ia merapihkan dasinya.
Kini Joe Nathan menghentikan langkahnya. Ia keluarkan setangkai mawar tanpa bunga dari balik jasnya, tepat di hadapan nona yang sedang melamun.
“Setangkai mawar tanpa bunga ini semula sangat harum dan merekah indah. Sebelum seseorang menghancurkannya.” Ucap Joe Nathan.
Violet mendengar suara pria itu, membuatnya tersadar dari lamunan lalu menatap ke arah sebuah tangkai tanpa bunga dan daun nya. Ia lantas menerima setangkai itu lalu menoleh untuk memastikan siapa pemberinya.
“Setangkai mawar tanpa bunga ini menjadi tidak harum dan merekah lagi. Seperti nona cantik yang duduk di hadapan ku saat ini.” Ucap Joe Nathan lalu ia perlihatkan senyuman hangatnya pada Violet.
Mendengar ucapannya, kehadiran dirinya, serta senyuman hangat yang terlukis indah di wajahnya yang sangat tampan. Sepasang bola mata Violet tiba-tiba memerah dan air kembali menyelimutinya. Dia hanya diam saja menatap pria itu tanpa sepatah kata pun mampu terucap dari mulutnya.
“Terimakasih. Aku akan menyimpan setangkai mawar tanpa bunga ini.” Sahutnya.
“Jangan simpan setangkai mawar tanpa bunga ini di dalam rumah mu.” Ucap Joe lalu ia raih pergelangan tangan kanan Violet yang saat ini menggenggam setangkai itu.
“Kenapa?” Tanya Violet.
“Karena suami mu akan melihatnya lalu menghancurkannya lagi.” Sahut Joe seolah tahu jika yang menghancurkan bunga-bunga pemberiannya adalah Zayn Keenan, suami Violet sendiri.
“Lalu aku harus menyimpannya di mana?” Tanya Violet.
“Simpan di sini.” Sahut Joe lalu mendorong lembut tangan Violet, hingga kini tangan wanita itu berada di dadanya, dengan setangkai tanpa bunga pemberian darinya di sana. “Di dalam hati mu.” Ucapnya.
Seperti Violet yang di kenalnya. Wanita itu hanya bungkam dan tidak pernah mengungkapkan isi hatinya kepada siapa pun. Kini wanita itu tertunduk. Tapi, telapak tangan kokoh milik Joe Nathan segera meraih pipinya.
“Kali ini, aku tidak akan membiarkan mu mengalihkan pandangan dari ku lagi.” Ucap Joe seraya perlahan ia mengangkat pandangan Violet agar mau menatap matanya lagi.
Entah kenapa air mata Violet mengalir juga. Kini dia menatap matanya, membuat Joe Nathan segera menyeka air mata itu dari pipinya yang halus dan putih.
“Bisakah kamu mengatakan sesuatu pada ku? Meski hanya sedikit sayang…?” Pinta Joe Nathan.
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......