Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Hidup Violet adalah hidup Zayn Keenan




Saat sore menjelang. Di bawah langit Los Angeles, Zayn Keenan masuk ke dalam kamar untuk menemui Violet yang sedang menyusui Arxel di dalam pelukannya.


Zayn rebahkan tubuh di atas tempat tidur di sisi istri kecil yang saat ini menoleh padanya lalu Zayn Keenan menyambutnya dengan ciuman manis di bibir Violet hingga membuatnya terkejut.


Zayn raba tiap lekuk tubuh istrinya lalu tangan kekarnya menyelinap masuk ke dalam pakaian. Perban membalut perut Violet ia rasakan dalam sentuhannya, membuatnya semakin kuat menye*sap bibir manis wanitanya.


Kini Zayn Keenan melepaskan ciumannya. "Bagaimana keadaan mu sayang?" Tanya pria itu.


"Aku baik-baik saja tuan Zayn." Sahut Violet.


"Besok jadwal mengganti perban, katakan apa pun yang kamu keluhkan pada dokter."


"Iya, aku akan melakukannya."


"Aku menginginkan mu." Bisik Zayn Keenan.


"Mana boleh? Anda harus menahannya sampai masa nifas ku selesai."


"Hehe... Arxel sudah tidur. Bagaimana jika kamu membantu ku?"


"Baiklah, tapi jangan lama-lama ya. Terakhir kali, tangan ku sampai pegal hingga sakit berhari-hari."


"Sejak kapan istri ku mulai pintar mengeluh?" Tanya Zayn Keenan lalu menggendong istrinya pergi meninggalkan kamar.


"Anda akan membawa ku kemana?"


"Kita akan melakukannya di ruang kerja ku."


"Tapi Arxel? Aku takut dia jatuh dari tempat tidur tuan Zayn."


"Jangan khawatir sayang, itu bukan hal yang perlu kamu pikirkan." Sahut Zayn Keenan lalu menatap ke lantai dasar. "Kepala pelayan!" Panggilnya.


"Anda sedang apa? Tuan Zayn, turunkan aku sekarang! Kepala pelayan tidak boleh melihat ku seperti ini."


"Kenapa tidak boleh? Rumah ini milik ku dan aku bebas melakukan apa pun."


"Tuan Zayn." Sahut pelayan menghadap. Dia hanya bisa menundukkan kepala karena tidak berani menatap pemandangan manis di depannya.


"Jaga Arxel. Jangan sampai dia jatuh dari atas tempat tidur jika kau masih menginginkan hidup mu." Perintahnya.


"Baik tuan." Sahut kepala pelayan sambil merunduk sopan lalu bergegas pergi.


"Anak kita akan baik-baik saja dan kamu hanya perlu menyenangkan aku sekarang."


Bug!


Violet pukul dada Zayn Keenan hingga membuatnya tersenyum melihat wajah kesal istri kecilnya. "Pokoknya jangan lama-lama!" Ketus Violet.


"Aku tidak bisa berjanji untuk itu."


"Tuan Zayn!"


🍁


Di pagi hari. Zayn Keenan keluar dari rumah sakit menggendong Arxel menuju mobil bersama Violet yang telah selesai mengganti perban di perutnya.


Ia bawa istri dan anaknya keluar dari area rumah sakit menggunakan mobil mewah berwarna putih menuju sebuah restoran bintang lima untuk makan meski saat ini bukan lah waktu yang tepat untuk makan. Ya, Violet merasa lapar dan Zayn Keenan tidak akan membiarkan istrinya kelaparan.


"Sayang, ambilkan ponsel ku." Perintah Zayn Keenan saat ia merasa janggal terhadap mobil berwarna hitam yang ada di belakangnya.


"Ponsel? Sebenatar." Sahut Violet lalu meraih ponsel dari dalam saku suaminya.


Zayn Keenan raih ponselnya lalu menghubungi Jeon. "Jeon. Periksa keberadaan mobil ku sekarang, datanglah segera bersama para bodyguard." Perintahnya. Membuat Violet lantas mengerutkan dahi mendengarnya.


"Baik tuan, kami akan segera datang." Sahut Jeon lalu panggilan itu pun di akhiri oleh Zayn Keenan.


"Ada apa tuan Zayn? Kenapa anda memanggil mereka?"


"Ada yang mengikuti kita. Pastikan Arxel selalu berada di pelukan mu sayang." Sahut Zayn Keenan lalu mempercepat laju kendaraanya untuk memberi waktu pada Jeon agar bisa membereskan mereka semua yang telah berani mengusiknya.


"Jangan takut, Jeon akan segera datang." Sahutnya begitu tajam menatap kondisi jalan.


Kecepatan mobil berwarna hitam semakin bertambah seolah tidak akan kehilangan jejak mobil targetnya. Zayn Keenan tatap kaca spion mobilnya untuk melihat siapa mereka. Tapi, ia tidak bisa melihatnya karena penutup wajah yang mereka gunakan mampu membuat Zayn Keenan lantas menggertakkan gigi.


Braakkk!!


"Ah!" Teriak Violet sambil mendekap Arxel di dalam pelukannya. "Tuan Zayn..."


"Aku tidak akan memberi mereka kesempatan untuk melukai kamu atau pun Arxel. Aku tidak akan menghentikan mobil ku." Sahut Zayn Keenan.


Braakkk!!


Mobil Zayn Keenan mulai terseok-seok saat mereka menabraknya dari belakang untuk yang ke dua kalinya. Membuatnya semakin marah dan tidak sabar untuk menghabisi mereka semua.


Mobil hitam itu bergerak cepat memepet mobil Zayn Keenan hingga percikan api terlihat saat mobil milik Zayn Keenan beradu dengan pembatas jalan.


Craaang!!


"Ah!" Teriak Violet, para bajing*an itu memecahkan kaca jendela mobil tempat Violet duduk hingga membuatnya semakin merasa takut.


Zayn gertakkan giginya lalu membanting stir hingga membuat mobil hitam itu terplanting dan berseok. Senjata api di genggaman tangan pun keluar dari dalam mobil hitam itu lalu membidik ke arah Violet.


"Shit!" Ucap Zayn Keenan saat menyadari jika target mereka adalah untuk membunuh istrinya. Bukan untuk membunuhnya.


Dorr!


Zayn Keenan kembali banting stir hingga membuat peluruh dari senjata api bajing*an itu meleset. Zayn lantas segera mengejarnya karena ia tidak akan mengampuni mereka semua.


"Kepa*rat! Kalian ingin membunuh istri ku!" Ucapnya sambil meraih senjata api dari tempat tersembunyi di dalam mobil mewahnya yang telah ringsek. "Jika begitu katakan selamat tinggal!" Ucap Zayn Keenan lalu ia bidikan senjata apinya ke arah mobil berwarna hitam itu tepat di posisi bahan bakar.


Dorr!


Boom!


Suara ledakan terdengar menggema seraya mengguncang bumi. Mobil berwarna hitam itu meledak dan dapat di pastikan para bajing*an itu ikut terbakar di dalamnya.


Seperti mendapatkan balasan yang setimpal. Mereka semua terbakar dan tidak bisa keluar. Membuat Zayn Keenan tersenyum puas sedangkan Violet terdiam merasa sangat ketakutan melihat pemandangan mengerikan itu. Ya, Zayn Keenan dengan mudah mengambil nyawa mereka yang telah mengusiknya. Bahkan, Violet melihat suaminya tersenyum terlihat sangat mengerikan setelah apa yang telah dia lakukan.


"Kamu baik-baik saja sayang?" Tanya Zayn Keenan.


"Ak- aku baik-baik saja tuan Zayn." Sahut Violet.


"Arxel..." Zayn Keenan lihat kondisi putra kecilnya dan Violet segera memperlihatkannya. Arxel bahkan tidak menangis meski suara ledakkan terdengar sangat kuat, terlebih, teriakan mereka yang terbakar di dalam mobil bahkan lebih menakutkan bagi Violet.


Zayn Keenan menyadari jika istrinya ketakutan melihat mereka yang terbakar menggeliat kepanasan. Ia latas meraihnya untuk menyembunyikan dia di dalam pelukannya.


"Jangan lihat jika kamu takut. Mereka layak mendapatkan itu semua karena telah berani menginginkan nyawa mu sayang." Ucap Zayn Keenan.


"Iya, iya tuan Zayn, mereka layak mati." Sahut Violet, semakin erat ia peluk tubuh suaminya.


Mobil Jeon dan para bodyguardnya datang. Membuat Violet melepaskan pelukan lalu menatap mereka orang-orang suaminya keluar dari dalam mobil.


Zayn Keenan pun keluar dari dalam mobil. Jeon dan para bodyguard lantas menghadap tuannya. "Maafkan kami datang terlambat." Ucap Jeon.


"Bukan salah mu. Tapi salah mereka yang tidak sabar ingin menyerang istri ku." Sahutnya.


Mendengar itu. Jeon lantas mengangkat pandangan lalu menatap nona yang begitu erat memeluk tuan mudanya di dalam mobil.


"Aku akan menyelidiki siapa mereka yang telah berani menyerang nona Violet." Ucap Jeon.


"Jika begitu bereskan masalah ini, lakukan seperti biasa." Perintah Zayn Keenan.


"Baik tuan." Sahut Jeon lalu merunduk sopan sambil menyerahkan kunci mobilnya.


Zayn raih kunci mobil itu lalu membawa Violet dan Arxel pergi bersamanya kembali pulang ke rumah. Karena baginya, Violet akan aman berada di sisinya. Karena baginya, Violet adalah hidupnya.


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys...