
Menghentikan langkah kaki tepat di dekat pintu kamar suaminya. Sellya Nara menoleh ke arah ruang ganti lalu tersenyum lagi seraya ia menutup pintu itu dan menguncinya dari dalam.
“Satu, dua, tiga… dan, kau menjadi milik ku Joe Nathan.” Gumam Selly seraya ia mencabut kunci kamar Joe lalu menatapnya sangat tajam.
Praakkk!
Selly menjatuhkan kuncinya lalu ia tendang kunci itu hingga membuatnya menghilang di bawah tempat tidur mewah milik suaminya.
Mendengar suara benda jatuh ke lantai. Joe Nathan yang saat ini merasakan keanehan pada tubuhnya lantas menoleh ke arah pintu ruang gantinya. Tapi, ia tidak dapat melihat apa pun di sana.
“Haahh~”
Ia tertunduk memejamkan mata, mencoba menenangkan diri agar keanehan ini dapat di control olehnya. Hanya saja, entah kenapa? Semakin lama, semakin ia merasakan panas telah mendominasi sekujur tubuhnya.
“Haahh!”
Joe Nathan mulai tidak merasa nyaman. Berulang kali ia menarik kerah kemeja yang baru saja di kenakannya sangat kasar dengan tatap mata yang mulai tajam menusuk ke arah pintu ruangan gantinya lagi.
Menghampiri sofa di dalam kamar gantinya, Joe Nathan lantas melemparkan tubuhnya di sana seraya ia menarik kerah kemejanya sendiri hingga membuat 2 kancing teratas kini jatuh ke lantai dan menghilang.
“Apa yang terjadi pada ku? Kenapa tiba-tiba aku kesulitan mengendalikan diri?” Gumam Joe lalu memejamkan mata sangat kuat. “Shit!” Ucapnya lalu bangkit dan keluar dari ruang ganti dengan amarah yang menguasai dirinya.
Tapi, kini langkah kaki Joe Nathan terhenti saat ia melihat Selly berdiri di hadapannya. Ia menutup jalannya.
“Kenapa kau masih di sini?!” Tanya Joe.
Melihat Joe Nathan jatuh ke dalam perangkapnya dan melihat pria tampan bertubuh kokoh itu kesulitan mengendalikan dirinya. Sellya lantas mengayun sepasang kaki jenjang tanpa alasnya ke arah dia, suaminya.
Mengalihkan pandangan dari tatapan mata penuh minat seorang wanita yang saat ini mendekat. Joe Nathan lantas melanjutkan langkahnya lalu ia terjang wanita itu hingga membuatnya terhempas. Joe menyadari sesuatu telah hilang.
Klakk! Klakk!
Membuka pintu namun tidak bisa. Joe Nathan pun terdiam seraya genggaman tangannya pada gagang pintu itu semakin kuat.
“Sellya…” Ucapnya.
Meregangkan otot di leher, Joe Nathan lantas menoleh dan menatap mata Sellya dengan tatapan tajam menusuknya. Gadis itu telah melakukan sesuatu di luar batasaanya dan itu mampu membuat Joe kehilangan kesabaran atas dirinya lagi.
“Aku istri mu.” Ucap Selly.
Entah kapan wanita itu mengganti pakaiannya dengan jubah tidur berwarna putih polos miliknya. Tetapi, Satu telah pasti. Joe Nathan tidak akan mengampuni gadis itu, atas apa yang ia lakukan padanya saat ini.
“Aku menginginkan suami ku.” Ucapnya semakin mendekat seraya ia melepaskan tali jubah tidur yang melingkar di perutnya. “Lihatlah kemari Joe Nathan.”
Terjatuh ke lantai jubah tidur yang semula melekat di tubuhnya. Kini, Sellya Nara terhenti di sana dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun, di hadapan Joe Nathan.
“Pakai kembali. Pakaian mu.”
Perintah itu terucap dari mulut Joe. Ia tidak berteriak. Hanya saja, saat Joe Nathan kembali menggertakkan giginya dengan sepasang telapak tangan yang mengepal kuat di hadapan dia. Wanita tidak tahu di untung di matanya.
“Aku milik mu Joe Nathan.” Ucap Selly lalu kembali mendekat. “Ambil lah semua milik ku.” Pintanya.
Indah luar biasa tubuh Sellya nampak sangat jelas di pandang matanya. Tidak ada suatu apa pun yang menutupi itu semua darinya. Semuanya. Sellya ingin Joe melihat dan menginginkan dirinya.
“Haahh!!”
Desah separuh teriak itu terdengar saat Joe Nathan semakin kesulitan mengendalikan dirinya sendiri hingga membuatnya lantas melepaskan kemejanya sangat kasar, membuat seluruh kancingnya terlepas dan terjatuh ke lantai.
Kini, kokoh tubuh dengan otot-otot di kedua lengan pria itu nampak sangat jelas di hadapan Selly. Joe Nathan, dia bertelanjang dada mendekat ke arah Sellya dengan tatapan tajamnya.
Braakk!!
Suara itu mendominasi kamar mewahnya ketika Joe meraih pergelangan tangan Selly lalu ia hempaskan wanita itu ke pintu. Kini Joe Nathan berjarak sangat dekat dengan istrinya seraya sayup matanya tidak dapat mengalihkan pandangan dari bibir manis wanita itu.
Hangat hembusan nafas pria itu kini menembus pori-porinya, membuat Selly memejamkan mata ketika Joe mulai mendekatkan wajahnya.
“Aku menginginkannya.” Bisik Joe Nathan di telinga Selly hingga membuat gadis itu lantas membuka mata kembali.
Selly pun tersenyum sendu menatap sepasang mata sayup pria itu. Ia lantas meraba dada bidang Joe Nathan dengan sepasang telapak tangan halus miliknya. Joe menikmati itu semua dan Selly pun sangat bahagia.
“Ambil lah semuanya… tanpa ragu, Joe sayang.” Ucap Selly lalu ia menekuk lutut untuk melepaskan sabuk yang di gunakan Joe Nathan. Kini Selly mulai melepaskan kancing pada celana suaminya.
Selly terkejut. Tiba-tiba Joe Nathan meraih lengannya untuk bangkit lalu dia menggendong tubuhnya menuju tempat tidur. Joe lantas merebahkannya di sana.
Sungguh! Selly tidak sabar menanti itu, menati milik Joe yang kini semakin tegang ia rasakan. Selly lantas berusaha menurunkan risleting celana suaminya dengan diri penuh gairah bersamanya.
Tapi,
“Haahh!!”
Desah separuh teriak itu terdengar lagi seraya kini Joe Nathan memejamkan mata di atas tubuhnya. Namun entah kenapa? Sekarang Selly justru merasa takut ketika Joe kembali membuka mata dan menatap matanya sangat tajam mengerikan.
“Joe… Aku menyukai mu. Aku serahkan seluruh tubuh ku untuk mu. Tolong aku… ambil lah… ambilah semua milik ku Joe Nathan…” Pintas Sellya.
“Kau menginginkan aku?” Tanya Joe seraya ia membelai pipi Selly lalu turun ke leher dan semakin turun ke dadanya.
“Iya, sangat.” Sahut Selly pada pria yang saat ini menatapnya penuh minat dan gairah.
“Tapi,” Ucap Joe lalu belayan tangan nakalnya kembali naik. “Aku hanya mengingkan wanita itu.” lanjutnya.
Hanya diam Selly menatapnya sangat dalam. Bukan karena ucapannya yang terakhir meski memang sangat menyakitkan baginya mendengar itu semua.
“Joe?” Panggil Selly seraya sepasang tangannya kini mulai menggenggam sepasang pergelangan tangan Joe Nathan yang melingkar di lehernya, semakin kuat hingga semakin menjerat.
“Berani sekali kau menginginkan aku.” Ucap Joe Nathan dengan tatapan seolah ingin membunuhnya.
“Uhuk! Joe~”
Selly mulai memukuli dada kekar Joe Nathan. Ia berusaha melepaskan diri dari jerat pria yang menoreh senyum mengerikan padanya.
“Hahahaha…”
“Uhuk! Joe~ Sakit…”
Kuat pria itu, membuat Sellya semakin membelalak merasakan sakit yang luar biasa karenanya. Kini, Joe yang semakin menjadi, ia lantas melepaskan Selly lalu menuju kamar mandi.
Braakkk!
Craanngg!
Joe Nathan menutup pintu sangat kasar hingga membuat hiasan yang menempel di dinding kini jatuh dan hancur berantakan di lantai.
Di saat itu lah Selly mulai bangkit perlahan merasa kesakitan. Apa yang Joe Nathan lakukan padanya, sungguh membuat Selly menyerah atas keinginannya saat ini. Joe Nathan pergi meninggalkannya tanpa sesal bahkan ia membawa amarah bersamanya.
“Joe…”
Selly terdiam menatap pintu kamar mandi kini tertutup rapat melenyapkan suami yang sangat di inginkannya. Gadis itu lantas beranjak lalu ia raih jubah tidur milik Joe yang saat ini tergeletak di lantai.
Selly pun menoleh lagi seraya ia memeluk jubah tidur itu dan teringat saat Joe Nathan mengucap. “Kau menginginkan aku? Tapi, aku hanya menginginkan wanita itu.”
Mengalir air mata Sellya seraya ia menatap kosong sambil memakai kembali jubah tidurnya. Gadis itu lantas mengambil kunci lalu pergi meninggalkan kamar Joe Nathan sambil menyeka air mata, kembali ke kamarnya lalu melemparkan tubuh di atas tempat tidur.
“Huhuhu…”
Tangisan itu terdengar ketika ia sangat menginginkan cinta namun cinta itu bukan miliknya. Sakit, memang sangat sakit. Maka Selly hanya bisa menangis tersedu-sedu menenggelamkan wajah di atas bantalnya.
Sedangkan kini, di dalam kamar mandi Joe Nathan hanya diam mengontrol diri di bawah shower dengan air dingin yang membasahi sekujur tubuhnya. Kuat sepasang telapak tangan pria itu mengepal.
Bug!
Bug!
Bug!
Ia pukul dinding kamar mandi dengan kepalan tangannya lalu membenturkan kepala berulang kali setelahnya. Air mata pun mengalir. Hanya saja, air yang menghujaninya mampu menyamarkan itu semua.
“Aku hanya untuk mu… bisa kah kamu kembali? Violet sayang…” Ucap Joe lalu memutar tubuh, ia bersandar di dinding dan mendongak memejamkan mata untuk merasakan tiap tetes air yang membasahi sekujur tubuhnya.
🍁
Joe Nathan
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......