Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Kehadiran Malaikat Kecil




Sesaat setelah menemui Violet di restoran bintang lima yang telah ia pesan. Joe Nathan ambruk di dalam mobilnya ketika sekertaris Bian membuka pintu untuknya.


Pria itu hanya diam saja menundukkan kepala menahan rasa sakit di tubuh dan hatinya. Meski perpisahaan ini bukanlah yang pertama. Tapi, entah kenapa? Sampai saat ini rasa sakit itu masih saja ia rasakan.


"Ayolah Joe Nathan... Ini bukan yang pertama dan seharusnya kamu bisa menerimanya." Batin Joe Nathan.


Dalam kebisuan, akhirnya Joe Nathan pun menjatuhkan air matanya.


"Aku akan membawa anda kembali ke rumah sakit tuan. Dokter bilang anda belum pulih dan masih membutuhkan penanganan medis." Ucap Bian.


"Iya, kita kembali ke rumah sakit." Sahut Joe Nathan.


🍁


Sedangkan di tempat yang jauh. Violet melingkari kalender yang terpajang di atas nakas di dalam kamar mewahnya. Ia elus perut besarnya sangat lembut lalu bergegas mendekat ke arah balkon.


Angin sejuk lantas menyambut Violet ketika ia membuka pintu lalu terhenti di sisi pagar besi pembatas balkon. Violet pejamkan mata, mencoba tenang merasakan sejuk hembusan angin yang mengibas rambut serta dress panjang yang membalut tubuhnya.


Genap sudah 14 minggu setelah kepulangannya dari kota Seoul Korea Selatan. Seharusnya, si ke kecil di dalam perutnya akan segera lahir dalam waktu dekat.


"Sayang." Sapa Zayn Keenan, ia peluk tubuh istri kecilnya dari belakang lalu ia tidak berhenti menciumi pipinya.


"Anda tidak jadi pergi ke kantor?" Tanya Violet. Sebelumnya ia sudah mengantarkan pria itu sampai ke halaman depan rumah dan dia juga melihatnya telah pergi bersama Jeon menggunakan mobil mewahnya. "Kenapa anda kembali tuan Zayn? Apa anda meninggalkan sesuatu?" Tanya Violet pada Zayn Keenan yang tidak berhenti menciumi pipinya dari belakang.


"Kamu candu ku, membuat ku selalu ingin bersama mu setiap saat." Sahut Zayn Keenan lalu ia cium bibir Violet hingga membuat dahi wanita itu berkerut merasakan kuatnya Zayn Keenan menye*sap hingga melu*mat bibirnya.


Violet lantas menarik diri hingga membuat Zayn Keenan berhenti. Ia tatap sepasang bola mata indah mengerikan milik pria itu lalu senyum manis terlukis di wajahnya.


Melihat senyum memikat milik istri kecilnya. Zayn Keenan pun tersenyum menatapnya lalu menekuk ke dua lutut di hadapannya. Ia cium perut besar Violet sangat lama sambil mengelusnya penuh kasih sayang dan kelembutan.


"Dokter bilang anak kita akan segera lahir." Ucap Zayn Keenan seraya mendongak untuk bertemu pandang dengan Violet.


"Iya, aku pun sudah merasa jika waktunya tidak akan lama lagi. Bayi kita sangat sehat dan kuat hingga terkadang membuat ku sangat kesakitan merasakan gerak tubuhnya tuan Zayn." Sahut Violet, semakin hari wajahnya semakin pucat dan terlihat layu.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Zayn Keenan, sungguh ia sangat khawatir hingga membuatnya lekas bangkit untuk memeluk tubuh istrinya.


"Mmm... Aku sangat baik." Sahut Violet, ia rebahkan kepala di dada kokoh milik suaminya sambil melingkarkan tangan di tubuhnya.


"Jika prediksi dokter anak kita akan lahir dua hari lagi. Besok kita pergi ke rumah sakit ya."


"Hehe... Aku pasti akan sangat bosan tuan Zayn."


"Tidak apa, aku hanya khawatir."


"Jika begitu terserah anda saja, aku akan patuh."


"Ayo masuk, kamu harus istirahat." Ajak Zayn Keenan seraya merangkul Violet kembali masuk ke dalam kamar mereka.


"Ahhh..." Violet terhenti, mengerang kesakitan pada langkah kakinya yang ke dua.


"Sayang?!" Zayn Keenan terkejut hingga membuatnya terhenti juga.


Violet meringis memegangi perutnya. Air sudah membasahi kakinya hingga membanjiri lantai. Membuat Zayn Keenan terkejut hingga sangat panik.


"Jeon!" Panggil Zayn Keenan.


Saat itu juga Violet di bawa ke rumah sakit terbaik kota Los Angeles. Ia segera mendapatkan penanganan medis dan Zayn Keenan nampak gelisah menunggunya.


Atas penjelasan dari dokter atas resiko yang bisa terjadi saat masa persalinan. Akhirnya Violet menyerah karena ia sudah sangat lemah dan anak di dalam perutnya sudah harus segera di keluarkan.


Dokter dan para suster bertindak cepat. Mereka segera melakukan oprasi dan kini Zayn Keenan terperanjak dari kursinya ketika ia mendengar suara tangisan bayi begitu nyaring.


"Anak ku?!" Ucap Zayn Keenan lalu berlari ke arah pintu. Pria itu sungguh tidak sabar untuk masuk lalu mencium ke dua kesayangannya, Violet dan putra kecil mereka.


Hingga tiba saat yang telah ia nantikan. "Tuan Zayn Keenan, silahkan masuk."


Zayn Keenan segera menuju ruangan bayinya. Langkah kaki pria itu semakin lebar hingga akhirnya langkah itu terhenti dengan sepasang bola mata seorang tuan Zayn Keenan yang merah dan berkaca saat melihat sosok putra yang selama ini bersembunyi di dalam perut istrinya.


"Anak ku..." Ucapnya sambil mengulurkan tangan.


Suster tersenyum lalu menyerahkan bayi sehat itu padanya. "Putra anda sangat tampan tuan, dia memiliki sepasang bola mata indah, hidung mancung dan kulit yang sangat sehat." Ucap suster.


"Iya, kau benar suster, putra ku sangat tampan." Sahut Zayn Keenan, ia tatap putranya dengan senyum bahagia dan air mata pun menetes tanpa terasa. "Bagaimana keadaan istri ku suster?" Tanya Zayn Keenan.


"Istri anda masih di ruang observasi pascaoperasi, kami akan memanggil anda jika nona Violet sudah sadar nanti." Ucap suster.


Zayn Keenan pun tersenyum mendengar jawaban itu. Setidaknya, ia bisa merasa lega karena anak dan istrinya selamat.


"Apa istri ku sudah melihat bayinya?" Tanya Zayn Keenan.


"Setelah bayi nona Violet lahir, kami memperlihatkan bayinya pana nona Violet, hanya saja nona Violet kehilangan kesadaran. Tapi jangan khawatir tuan, saat nona Violet sadar nanti, kami akan memperlihatkan bayinya lagi dan nona Violet akan mencoba memberikan asi untuknya."


Setelah bertemu dengan putra yang telah lama ia nantikan. Zayn Keenan menunggu sampai istrinya sadar dan saat ini Violet sedang berusaha membuka ke dua kelopak matanya perlahan. Seperti kata suster jika ia akan memanggilnya, kini Zayn Keenan segera menuju ruangan pascaoprasi untuk menemui istrinya.


"Sayang." Sapa Zayn Keenan, rasa bahagia, sedih dan khawatir begitu jelas terpancar di wajahnya, membuat Violet tersenyum menatap pria yang saat ini terus menciumi punggung telapak tangannya tidak henti.


"Anak kita sangat tampan seperti anda tuan Zayn." Ucap Violet, ia tersenyum sambil menjatuhkan air mata.


"Iya, anak kita sangat sehat dan dia sangat tampan seperti ku." Sahut Zayn Keenan seraya mencium kening Violet saat melihatnya menangis bahagia.


Tok... tok...


Seorang suster mengetuk pintu lalu masuk sambil mengendong bayi laki-laki. Ia mendekat dengan senyuman lalu Violet segera mengulurkan tangan seolah tidak sabar ingin menggendong anaknya.


"Coba menyusui ya nona." Ucap suster lalu menyerahkan bayi tampan itu kepada ibundanya.


Violet segera mengarahkan puti*ng susunya ke mulut sang buah hati lalu tersenyum menatapnya. "Anak kita sangat pintar tuan Zayn, lihatlah, apakah kamu haus sayang?" Ucap Violet kepada Zayn Keenan dan putranya.


"Iya, sepertinya anak kita sangat haus." Sahut Zayn Keenan lalu tersenyum menatap istri yang begitu bahagia menatap putra mereka.


"Apakah tuan sudah menyiapkan nama untuk bayinya?" Tanya suster.


Zayn Keenan elus pipi bayi mungil yang masih merah itu dengan menggunakan telapak tangan besarnya. Ia tersenyum melihat bayinya begitu pintar menyusu pada ibundanya.


"Mulai hari ini. Aku memiliki 3 buah hati. Axel Zayn, Racel Zayn dan Arxel Zayn. Anak ku, nama mu adalah Arxel Zayn. Kelak kamu akan tumbuh besar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, melindungi, merawat, bermasyarakat, seimbang dan simpatik." Ucap Zayn Keenan.


"Anda memberinya nama yang sangat indah dan bermakna tuan Zayn, terimakasih." Sahut Violet.


Zayn Keenan cium kening Violet hingga air matanya terjatuh. "Aku yang seharusnya berterimakasih pada mu sayang, memiliki kamu dan Arxel telah membuat hidup ku benar-benar sempurna." Ucapnya lalu memeluknya.


"Kita akan membesarkan Arxel Zayn bersama. Tuan Zayn, aku sangat bahagia." sahut Violet.


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys...