Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Penyesalan Zayn Keenan




Kembali ke kamar. Selly lantas melempar tubuh ke atas tempat tidur seraya ia terus memeluk kemeja bekas pakai suaminya di sana. Menangis pilu karenanya.


“Sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini pada ku Joe Nathan? Mungkihkah suatu saat kamu akan berubah? Atau, kamu justru akan mengakhiri pernikahan ini lalu pergi meninggalkan aku?" Isaknya. "Aku tidak mau Joe Nathan.”


Ingin mengadu untuk melepas pilu. Tapi, pada siapa? Ketika ia memutuskan untuk menikah. Sejak saat itu Selly berjanji kepada dirinya sendiri untuk ia akan menelan sendiri pahit dan manisnya sebuah bahtera rumah tangga yang ia jalani bersama suaminya.


Meski memang sejak awal ia tahu dan sadar betul jika hubungan di antara ia dan Joe Nathan hanyalah sebatas perjanjian kontrak pernikahan yang saling menguntungkan satu sama lain. Nyatanya, Selly menjadi serakah ketika pertama kali ia melihat sosok Joe Nathan calon suaminya.


“Aku menginginkan mu Joe Nathan… Tolong lihatlah aku dan belajarlah mencintai ku.”


🍁


Waktu terus berlalu. Kini Violet tersenyum memandang diri di depan cermin besar di dalam kamarnya seraya ia berdiri menyamping lalu mengelus perutnya.


“Sedang apa?” Tanya Zayn. Ia datang lalu memeluk Violet dari belakang untuk mereka tersenyum bersama di depan cermin yang memperlihatkan kebahagiaan keduanya.


“Perut ku mulai membuncit tuan Zayn.” Sahut Violet seraya ia terus menatap perutnya sendiri dari cermin itu.


“Sungguh? Menurut ku, kamu masih terlihat seksi.” Sahut Zayn Keenan lalu Violet pun tersenyum lebar bersandar di dadanya.


“Tuan Zayn.”


“Mmm?”


“Aku ingin makan nasi goreng buatan anda.” Rengeknya lalu memutar tubuh untuk memperlihatkan manja sikapnya.


“Nasi goreng?”


“Mmm!” Sahut Violet seraya ia mengangguk sangat antusias.


“Mmmm????”


“Ayolah tuan Zayn. Baby bilang dia lapar dan ingin makan nasi goreng special buatan daddy Zayn.”


Mendengarnya Zayn Keenan pun terkekeh lalu ia gendong istri kecilnya menuju dapur hingga para pelayan lantas merunduk sopan ketika mereka berpapasan dengan tuan dan nyonya muda itu.


Manisnya cara Violet bersikap pada suaminya dan suami yang tidak pernah bisa menolak apa pun keinginan istrinya. Itu semua mampu menciptakan senyum bahagia di wajah para pelayan di rumah itu ketika mereka melihat kebersamaan majikannya.


“Duduk yang manis di sini dan lihatlah Zayn Keenan memasak untuk Baby sayang.” Ucap Zayn seraya ia mendudukkan Violet di salah satu kursi dapur mewahnya lalu ia cium perut istri kesayangannya.


“Yang enak ya daddy…” Ucap Violet seraya ia mengelus perutnya lalu tersenyum penuh maksud pada Zayn Keenan yang kembali terkekeh melihat sikapnya.


Mulai memakai celemek. Zayn Keenan lantas membongkar isi kulkasnya lalu ia mulai memperlihatkan ketrampilan memasaknya pada Violet yang mulai memperhatikan suaminya.


Lincah cara ia mencincang bawang bombai, bawang putih serta segala bahan yang akan di gunakannya untuk membuat nasi goreng. Perlahan, Violet justru memperhatikan sosok pria yang saat ini menoleh lalu tersenyum padanya. dia adalah suaminya.


Entah kenapa? Melihat Zayn begitu lincah mencincang bawang, memakai celemek serta menggenggam pisau. Violet pun tersenyum padanya ketika pria itu menoleh lalu tersenyum untuknya. Sesungguhnya, bukan lah sosok Zayn Keenan yang ia lihat saat itu. Melainkan, yang ia lihat adalah sosok Harry ayahnya. Dia tersenyum untuk putrinya.


“Pedas atau tidak sayang?” Tanya tuan Harry.


“Tidak ayah…” Sahut Violet lirih hingga membuat Zayn Keenan lantas terhenti lalu menoleh untuk memandang istri yang saat ini menatap kosong padanya.


“Pedas atau tidak sayang?” Ucap Zayn mengulang pertanyaanya seraya ia mendekati istrinya.


“Tidak ayah…” Sahut Violet sama, lalu air mata mengalir begitu deras membasahi ke dua pipinya.


“Apa yang kamu pikirkan sayang?” Tanya tuan Harry lalu memeluknya. “Jangan melamun sayang.” Pinta Zayn seraya ia semakin erat memeluknya.


“Aku merindukan mu ayah.” Ucap Violet pada suaminya. Suami yang memeluk dirinya sangat erat untuk membuatnya berhenti menangis.


“Kamu rindu ayah?” Tanya Zayn. “Jika begitu aku akan membawa mu kembali ke Seoul untuk mengunjunginya.” Ucap Zayn Keenan seraya ia menarik diri untuk mengelus ke dua sisi pipi Violet dengan menggunakan sepasang telapak tangan lebarnya.


Menatap sepasang bola mata indah namun terlihat sangat mengerikan milik Zayn Keenan. Perlahan, Violet pun sadar jika pria itu bukanlah ayahnya melainkan dia adalah suaminya. Suami yang sangat dalam menatap matasnya seraya ia terus menyeka air mata di pipinya.


“Aku akan membawa mu kembali ke Seoul untuk mengunjungi Harry dan Clara.” Ucap Zayn Keenan.


Mendengar itu. Entah apa yang Violet pikirkan saat ini? Sungguh! ia pun tidak mengerti. Tapi, saat ini ia hanya ingin memeluk suaminya. Maka ia pun segera melakukannya.


“Terimakasih tuan Zayn. Aku ingin mengunjungi mamah dan ayah bersama anda. Aku ingin membersihkan makam mereka.” Ucapnya seraya air mata trakhir kini mengalir dan terjatuh di pundak Zayn.


“Iya, katakan apa pun yang kamu inginkan sayang. Aku pasti akan mengabulkannya jika itu membuat mu bahagia.”


🍁


Saat malam tiba. Zayn Keenan memeluk tubuh istrinya yang saat ini terlelap di sisinya lalu ia kecup keningnya. “Selamat malam, selamat tidur sayang. Mimpi indah dan tersenyumlah. Aku sangat mencintai mu.” Ucap Zayn lalu ia mengecup kening Violet lagi.


Beranjak dari tempat tidur. Zayn Keenan lantas meninggalkan kamar untuknya menuju ruang anggur lalu ia menghabiskan malamnya di sana. Menikmati rokoknya dengan perasaan gelisah ketika ia teringat sosok sahabatnya.


“Sayang…”


“Iya ayah?”


“Buatkan kopi untuk ayah dan tuan Zayn.”


“Baik ayah.”


“Apa gadis itu putri mu Harry?”


“Iya Zayn, putri ku sangat cantik bukan?”


“Iya, dia sangat mirip dengan mendiang ibundanya, Clara.”


Menenggak anggur lalu di sambut sebatang rokok. Menenggak anggur lagi lalu sebatang rokok lagi. Kini ruangan itu di penuhi kepulan asap ketika Zayn Keenan belum juga berniat mengakhiri malamnya.


“Uhuk! Uhuk!”


Mendengar suara batuk seorang wanita seraya pintu ruangan anggunya terbuka. Zayn Keenan lantas menoleh lalu ia segera mematikan rokoknya saat ia melihat Violet di sana. Datang untuk menghampirinya.


“Tuan Zayn?” Panggil Violet.


“Apa yang kamu lakukan di sini sayang? Ayo cepat keluar.” Ucap Zayn Keenan seraya ia membawanya kembali ke kamar.


Melangkah berdampingan. Violet mencium aroma alcohol dan nikotin begitu pekat bercampur dengan harum tubuh seoarang Zayn Keenan yang telah mabuk.


“Anda mabuk tuan Zayn?” Tanya Violet.


“Sedikit anggur tidak akan membuat ku mabuk sayang.” Sahutnya.


“Anda mabuk. Apa itu artinya anda telah menghabiskan banyak anggur?” Tanya Violet.


🍁


Violet Grizelle



🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......