Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Pria Masa Lalu




Zayn Keenan masuk ke dalam kamar lalu terhenti di sisi tempat tidur mewahnya. Ia pandang wajah pucat sang istri yang kini berbaring memejamkan mata di sana.


Baru saja ia mengantarkan dokter pribadi keluarga Zayn sampai ke halaman depan rumah. Dokter itu mengatakan. “Secara fisik nona Violet sangat lemah. Tolong jaga kesehatannya dengan sungguh. Jika tidak, maka akan beresiko pada bayi yang ada di dalam rahimnya. Biarkan dia banyak beristirahat.”


Mendengarnya. Zayn Keenan sangat khawatir sekaligus ketakutan. Ia lantas teringat masa dulu, di saat Clara mengandung Axel Zayn. Di masa itu Zayn Keenan selalu berada di sisinya karena kondisi fisik Clara sama seperti kondisi fisik istrinya saat ini.


Zayn duduk di sisi wanitanya. Ia condongkan tubuhnya ke arah Violet untuk mengelus pipinya penuh kelembutan dan kasih sayang. “Sampai seperti ini, kenapa kamu tidak pernah bicara tentang keluhan mu pada ku sayang?” Tanya Zayn.


Zayn kecup kening Violet, sepasang kelopak matanya yang tertutup, hidungnya yang mancung hingga berakhir di bibirnya yang tidak memiliki warna, kering dan pecah. Tapi Violet tidak bergeming. Dia masih menutup mata sama seperti saat pagi tadi Zayn Keenan berusaha membangunkannya tapi tidak bisa. Sampai saat ini Violet masih tidur sejak semalam.


Zayn raih telapak tangan wanita itu lalu ia letakkan di perutnya. Sebisa mungkin, Zayn ingin Violet bangun ketika ia merasakan gerak tubuh buah hati yang ada di dalam perutnya saat ini. “Kamu seperti ini karena aku yang menginginkan seorang putra dari mu. Maaf kan aku sayang.” Ucap Zayn Keenan, ia kecup punggung telapak tangan Violet lalu beralih ke perutnya. Zayn mencium perut wanita itu sangat lama seraya ia mengelusnya.


“Sehatlah sayang.” Harap Zayn Keenan pada ke dua kesayanganya. Violet dan buah hati mereka.


Zayn rebahkan tubuhnya di sisi Violet, ia dekap tubuh wanita itu lalu mengucap. “Aku mencintai mu istri ku.” Zayn memejamkan matanya.


“Tuan Zayn.”


Mendengar suara lembut milik Violet, serta panggilan khas wanita itu pada dirinya. Zayn Keenan kembali membuka mata.


“Tuan Zayn, tangan anda sangat berat, aku kesulitan bernafas.” Ucap wanita itu. Membuat Zayn Keenan segera menyingkirkan tangan dari atas dadanya.


“Kamu sudah bangun sayang?” Tanya Zayn, meski ia tahu jika pertanyaan itu adalah pertanyaan bodoh, tapi ia tetap mengucapnya pada Violet yang sedang berusaha bangkit.


Zayn Keenan pun bangkit, dia duduk di atas tempat tidur sambil berjaga kalau-kalau istrinya ambruk.


“Sayang!” Sungguh pria itu terkejut melihat Violet lemas lalu bersandar pada tubuhnya. Zayn Keenan lantas mendekapnya di sana, bersandar sambil menggosok lengan Violet. “Kamu masih lemas.”


“Lemas kenapa? Aku baik-baik saja.” Sahutnya. Violet merasa nyaman merebahkan kepala di dada suaminya. “Anda sangat hangat tuan Zayn.” Ucapnya memeluk pria itu.


Mendengar ucapannya. Zayn Keenan lantas mencium puncak kepala Violet lalu mengelus rambut panjangnya. Membiarkan wanita itu bersandar dan memeluk tubuhnya di sana.


“Apa kamu menginginkan sesuatu sayang?” Tanya Zayn Keenan.


“Tidak, aku hanya ingin memeluk anda.” Sahutnya.


Deeerrt…


Ponsel di atas nakas milik Zayn bergetar. Pria itu mengulurkan tangan masih dengan posisi bersandar di kepala tempat tidur sambil mengelus manja kepala istri yang terus memeluk tubuhnya.


“Jeon?” Gumam Zayn lalu menerima panggilan darinya.


“Katakan.” Ucap Zayn tanpa basa basi.


“Seseorang mengirim buket bunga mawar merah berukuran besar dan sangat banyak. Keluarlah sebantar tuan.” Sahut Jeon.


Zayn Keenan mengakhiri panggilan lalu beranjak. “Aku akan keluar sebentar sayang, kamu istirahat saja di sini ya.” Ucapnya lalu pergi sebelum Violet memberi jawaban.


Hanya diam Violet menatap punggung pria nya. Dia yang melangkah lebar lantas membuat Violet beranjak dari tempat tidur.


Zayn Keenan keluar dari dalam kamar dan Jeon yang sedang menunggunya di dekat tangga lantas membuntuti tuan nya.


“Di mana?” Tanya Zayn Keenan, dia kembali menjadi sosoknya.


“Di ruang utama tuan.” Sahut Jeon. Ia terus mengikuti langkah tuan berwajah dingin itu.


Kini Zayn Keenan menghentikan langkah kakinya di ruang utama. Seperti kata Jeon, seseorang mengirim buket bunga mawar merah berukuran besar dan sangat banyak. Dan benar saja, buket bunga mawar merah itu kini mendominasi ruang utamanya. Membuat tuan besar itu menggertakkan gigi lalu melipat sepasang tangan di dada.


“Siapa yang mengirimnya?” Tanya Zayn Keenan. Nada suaranya penuh penekanan meski ia tidak berteriak.


“Tidak ada nama pengirimnya tuan. Tapi semua bunga ini untuk nona Violet Grizelle.”


“Untuk istri ku?” Tanya Zayn Keenan. Wajahnya mulai mengerinyit.


“Iya tuan.” Sahut Jeon lalu menyerahkan sebuah kartu ucapan padanya.


Zayn Keenan menerima kartu itu lalu membuka dan membacanya. “Pria masa lalu”


“Tuan Zayn?” Sapa Violet.


Zayn Keenan menoleh lalu memutar tubuhnya. Ia tatap wanita yang saat ini begitu focus menatap bunga-bunga indah di belakangnya. Membuat Violet mendekat penuh kekaguman serta senyum manis mulai terlukis di wajahnya yang pucat.


“Bunga mawar merah? Banyak sekali~” Ucapnya terlihat sangat bahagia.


Zayn Keenan dan Jeon hanya diam. Membiarkan nona muda itu meraih buket-buket bunganya satu per satu untuk mencium sampai memeluknya.


“Terimakasih tuan Zayn.” Ucap Violet lalu mendekat ke arah suaminya dengan satu buket bunga berukuran besar di pelukannya.


Cup~


Satu kecupan mendarat di pipi Zayn Keenan sebagai tanda terimakasihnya pada pria itu. Violet menarik diri lalu mencium bunganya lagi.


“Aku akan menata bunga-bunga ini di setiap ruangan.” Ucapnya antusias meski sedang sakit. Membuat Zayn Keenan semakin membatu penuh kesal karena kebahagiaan yang terpancar di wajah wanitanya.


“Kepala pelayan.” Panggil Violet kepada kepala pelayan yang sejak tadi berdiri di belakang Jeon.


“Iya nona.” Sahutnya mendekat.


“Siapkan pot kaca lalu isi dengan air ya, bantu aku menata semua bunga-bunga ini di setiap ruangan.” Ucapnya.


“Baik nona.” Sahut kepala pelayan lalu bergegas.


“Tidak ada pot kaca!” Ucap Zayn Keenan dengan nada tinggi dan mengejutkan. Membuat kepala pelayan terhenti lalu tertunduk penuh rasa takut di posisinya berdiri saat ini.


“Tidak ada air dan tidak akan ada bunga di seluruh ruangan!” Tandas Zayn Keenan dengan suaranya yang menggema. Membuat Violet terdiam menatapnya. Ia tidak mengerti.


“Berikan bunga itu pada ku!” Ucapnya sambil merampas bunga yang ada di pelukan Violet sangat kasar dan memaksa. Membuat Violet hanya diam atas apa yang di lakukan suaminya. “Akan aku hancurkan semua bunga ini di depan mata mu!” Ucapnya lalu membanting bunga indah itu ke lantai.


Violet membeku memperhatikan pria itu. Pria yang sedang menginjak-injak bunga-bunga indah yang sangat di kaguminya. Ia sungguh menghancurkan semua bunganya sampai tidak tersisa.


Indahnya ruang utama kini berubah layaknya tempat sampah. Zayn Keenan mendekat dengan tatapan mematikan lalu terhenti tepat di hadapan Violet. Dengan seluruh amarahnya, pria itu lantas meraih rahang Violet dan mendekatkan wanita itu padanya sangat kasar.


Violet menatap matanya dalam kebisuan. Zayn Keenan menggertakkan giginya namun tidak mengucapkan apa-apa padanya.


“Kamu bahagia?” Tanya Zayn Keenan setelah kebisuannya.


“Apa anda melihat ku bahagia sekarang?” Tanya Violet dengan air yang mulai menyelimuti ke dua bola mata merahnya.


“Bagus! Untuk saat ini. Aku lebih suka melihat mu menangis.” Sahutnya lalu melepaskan cengkaraman kuatnya dari wajah Violet.


Zayn Keenan raih telapak tangan kanan Violet lalu memberikan kartu ucapan yang menyerupai bola itu padanya. “Baca dan aku ingin melihat ekspresi wajah mu!” Ucapnya pelan namun penuh penekanan.


Violet mangalihkan pandangan lalu tertunduk. Perlahan, ia mulai membuka kartu kusut itu lalu membacanya.


“Pria masa lalu.”


Hanya dengan kata itu. Violet pun sama, ia bisa menebak siapa pengirimnya.


“Kau bahagia?! Pria itu masih saja menginginkan mu dan terang-terangan menantang ku!” Teriak Zayn Keenan di telinga Violet. Membuat Violet hanya diam memejamkan mata, merasa lelah dengan semuanya.


Dalam kebisuan mulut yang tertutup rapat. Di hadapan Zayn Keenan. Violet merobek-robek kartu kusut itu lalu ia hamburkan ke arah suaminya. Membuatnya terdiam dengan tatapan mata yang sangat tajam.


Violet mengalihkan pandangan lalu pergi dan terhenti tepat di hadapan Jeon yang tertunduk. “Bereskan semua bunga-bunga hancur itu lalu kembalikan kepada pemiliknya.” Perintah Violet padanya.


“Baik nona.” Sahut Jeon lalu merunduk sopan.


Hanya diam Zayn Keenan menatap sosok istrinya dari belakang. Wanita itu pergi tanpa banyak bicara padanya. Membuat sepasang kepalan tangannya perlahan mulai terbuka.


“Maafkan aku Joe. Mungkin kamu akan sakit saat melihat bunga-bunga indah itu hancur lalu kembali pada mu.” Batin Violet.


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......