
“Kita sudah sampai.” Sahut Axel. Ia parkirkan mobilnya di garasi lalu bergegas keluar.
Caramel pun sama. Ia bergegas dan kluar dari dalam mobil membuntuti dia, tuan yang terus melangkah di hadapannya dengan menggendong sebuah boneka pinguin besar serta kotak cantik berukuran sedang berisi coklat permintaan adiknya.
“Apa Presdir tidak mendengar pertanyaan ku tadi? Kenapa dia seolah tidak berniat untuk menjawabnya?” Batin Caramel.
Pintu utama kediaman mewah bak istana kini terbuka lebar. Caramel terdiam di sana menatap sekelilingnya. Indah, megah, dan mewah rumah tuan Presdirnya. Sungguh! Caramel tidak menduga jika keluarga Zayn Keenan yang terkenal kaya, benar-benar sekaya ini.
Ia tatap satu per satu benda yang dapat di jangkau oleh pandangannya. Semuanya, Caramel dapat memastikan jika mereka adalah benda berharga fantastis yang tidak semua orang dapat memilikinya meski mereka menjual rumah sekali pun.
“Apa yang kamu lakukan? Ikuti aku.” Ucap Axel.
Caramel tersentak dari lamunan. Ia kembali menatap tuannya lalu mengangguk dan melanjurkan langkah kakinya.
“Duduk lah dulu, aku akan panggil ayah.” Ucapnya lalu di sambut anggukan kepala.
Axel Zayn pergi dan Caramel mulai duduk di sofa mewah kediaman itu.
“Kakak.” Panggil Violet.
Axel terhenti lalu menoleh ke arah sumber suara itu berasal. Ia tatap adik wanita kesayangannya, dia tersenyum menatapnya sambil berjalan di sisi suaminya.
Caramel langsung bangkit dari duduk ketika ia melihat kehadiran CEO nya, Zayn Keenan dan… Violet Grizelle.
“Itu kah kak Violet Grizelle? Adik kandung yang di cintai Presdir sekaligus ibu nya? Dia… memang sangat cantik, dan manis.” Batin Caramel.
Caramel tertunduk sambil menyatukan ke dua telapak tangan di sisi perut bagian bawahnya. Melihat sosok Violet Grizelle yang sesungguhnya kini di depan mata. Tiba-tiba saja, Caramel semakin menciut dan benar-benar menyerah atas tuannya.
“Di bandingkan dari segi apa pun. Tentu saja aku kalah telak darinya. Aku… lebih baik tidak mengambil resiko yang akan menghancurkan diri ku sendiri.” Batin Caramel.
Perlahan, Caramel kembali mengangkat pandangan. Ia tatap sosok cantik yang sedang hamil itu, dia terlihat sangat bahagia sambil memeluk boneka pemberian kakaknya lalu kembali terkejut ketika Axel Zayn memberikan sebuah kotak cantik padanya.
Caramel tersenyum kecil ketika ia melihat wanita itu terlihat sangat bahagia saat membuka kotaknya. Ya, ia benar, kotak cantik berukuran sedang itu berisi coklat yang memenuhinya.
“Waaah… Terimakasih kak Axel.” Ucap Violet.
“Itu hanya coklat, kamu sangat bahagia rupanya.” Sahut Axel sambil mengacak puncak kepala adiknya dengan senyum sendu yang terlukis di wajahnya.
“Aku mengerti posisi anda saat ini tuan Presdir. Pasti, anda sangat menderita.” Batin Caramel.
“Jangan makan sambil berdiri.” Ucap Zayn Keenan. Ia semakin erat merangkul pinggang istrinya, membuatnya mendekat dan melekat menjadi satu dengan tubuhnya.
“Iya, maaf.” Sahut Violet lalu tersenyum pada suaminya.
“Hehee~ manis sekali.” Ucap Zayn Keenan seraya ia menyeka coklat yang menempel di bibir wanitanya.
Caramel sungguh beku, mematung tanpa mengucap sepatah kata pun. Di sana tuan rumah itu belum menyadari kehadirannya karena Presdir yang seolah lupa terhadapnya, ketika ia memandang wajah adiknya penuh kekaguman, dan rasa cinta.
“Sungguh? Apa yang sedang kamu lakukan di tempat ini Caramel? Ini bukan tempat mu.” Batin Caramel.
“Siapa wanita itu?”
Deg!
“Tuan besar Zayn Keenan?” Batin Caramel.
Caramel kembali mengangkat pandangan. Ia melihat tuan besar itu mendekat. Tanpa sadar Caramel melangkah mundur ketika ia melihat tatapan matanya.
“Kau?” Ucap Zayn Keenan.
“Aku Caramel tuan!” Sahut Caramel lalu membungkukan tubuh sembilan puluh derajat dengan cepat di hadapannya. Dia tidak kunjung kembali berdiri dan terus membungkuk sebelum Zayn Keenan mengucap sepatah kata padanya. “Maaf karena aku telah lancang menginjak kediaman anda yang sangat tidak pantas untuk orang seperti ku. Maaf!” Ucapnya. Caramel lantas memejamkan mata sangat kuat seolah ia telah siap atas segala kemungkinan terburuk dapat terjadi padanya saat ini.
“Tegakkan tubuh mu, tidak perlu sampai seperti itu pada suami ku.”
Suara itu terdengar sangat lembut di telinga Caramel. Sekejap, rasa takut tiba-tiba saja lenyap saat ia mendengarnya. Caramel seolah mendapatkan perlindungan di tempat itu hanya karena mendengar suara itu, siapa dia? Perlahan, Caramel mulai mengangkat pandangan dan dia melihat sosok itu tersenyum padanya. Senyumannya, sungguh membuat Caramel mematung tanpa bisa berkata-kata.
“Dia… sosoknya, memang sulit jika hanya di ucapkan dengan kata-kata. Ya tuhan, wanita ini sangat mengagumkan meski itu di mata ku, orang yang baru kali pertama melihatnya.” Batin Caramel.
“Nama mu Caramel? Manis sekali.” Ucap Violet. Dia mendekat lalu meraih pergelangan tangan Caramel dengan senyum indah yang terlukis di wajahnya.
Caramel mematung tanpa kata menatapnya. Ia bahkan tidak mampu mengalihkan pandangan pada objek lain, selain sepasang binar bola mata seorang Violet Grizelle yang sangat indah.
“Telapak tangan mu dingin sekali? Kamu takut?” Ucap Violet.
“Ak-aku… anda?” Sahut Caramel terbatah.
“Aku Violet. Adik kak Axel dan pria mengerikan itu adalah suami ku.” Ucap Violet. Ia tersenyum lebar setelah mengucapkan itu padanya. “Aku baru pertama kali melihat mu. Kamu sangat cantik.”
“Ti-tidak… anda, jauh lebih cantik dari ku.” Sahut Caramel.
“Haha… Kamu pemalu ya? Juga tidak percaya diri.” Ucap Violet.
Zayn Keenan dan Axel Zayn lantas saling melirik melihat pemandangan itu. Apa-apan ini? Baru saja Zayn Keenan akan mengintrogasinya. Tapi, istrinya malah terlihat sangat menyukai wanita itu, padahal jelas-jelas dia telah menirunya semala ini.
“Aku senang. Akhirnya ada tamu seorang gadis seusia ku di rumah ini, kamu tahu? Aku tidak punya teman.” Ucap Violet lalu melirik sinis ke arah suaminya. “Pria itu seperti hantu yang menghantui orang-orang di sekitar ku.” Bisiknya di telinga Caramel yang sejak tadi hanya diam mendengarkannya.
Caramel pun tersenyum mendengarnya dan Violet terus berbicara. Membuat Zayn Keenan lupa jika istrinya memang tidak bisa di kendalikan ketika ia bertemu dengan seseorang yang di sukainya. Padahal, ini adalah pertemuan pertama mereka.
“Hah. Sudahlah.” Gumam Zayn Keenan lalu pergi.
“Ayah.” Panggil Axel.
“Iya?” Sahutnya lalu menoleh.
“Ayah tidak akan mengganggunya, kan?” Tanya Axel.
“Bawa dia pergi saat Violet selesai dengannya.” Sahut Zayn Keenan lalu ia kembali melanjutkan langkah kakinya.
Mendengarnya, Axel Zayn lantas tersenyum. Ya, itu artinya Caramel mulai mendapatkan tempat dan Axel bisa tenang karena Zayn Keenan tidak akan melakukan apa pun jika dia mengetahui Violet menyukai wanita itu.
Kini perhatian Axel teralihkan ketika baru saja Violet melewatinya dengan membawa Caramel bersamanya. Ia melihat Caramel menoleh, menatapnya lalu tersenyum kecil padanya.
“Cih! Manis sekali…” Gumam Axel lalu merebahkan tubuh di atas sofa panjang. “Adik ku sayang.”
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......