
Mengetahui kehamilan Violet. Zayn Keenan segera membawanya ke rumah sakit untuk memastikannya.
“Iya, Nona Violet positif hamil dan usia kandungannya sudah memasuki minggu ke 3. Pada trimester pertama, di sarankan untuk menjauhi aktivitas yang membahayakan kehamilan, asap rokok dan perbanyak vitamin, susu tinggi asam folat serta mengkonsumi makanan bergizi seimbang.” Ucap dokter.
Semua itu Zayn akan memastikannya sendiri. Ia akan mematuhi ucapan dokter demi anak yang sedang di kandung oleh istrinya.
“Anak ku.” Ucap Zayn sambil ia mengelus perut Violet yang masih rata seraya sepasang kaki jenjang mereka terus melangkah meninggalkan ruang pemeriksaan menuju farmasi.
Di sepanjang jalan Zayn selalu merangkul pinggang ramping istrinya, ia bahkan memarahi siapa saja yang bersentuhan dengan wanitanya, ia sangat waspada terhadap apa pun yang berada di sekeliling Violet untuk memastikan jika istri kecilnya itu selalu dalam keadaan aman.
🍁
Seoul Korea Selatan. Axel Zayn meraih ponselnya ketika ia melihatnya terus bergetar. Pria itu lantas langsung menerimanya saat ia melihat foto Violet di sana.
“Halo sayang!” Sapa Axel.
“Kakak aku hamil! Kak Axel aku hamil!” Sahut Violet.
Mendengarnya. Mendengar betapa bahagianya Violet saat ia menyampaikan padanya jika dirinya sedang hamil anak dari Zayn Keenan ayahnya. Axel Zayn pun membisu dengan letih raut wajahnya. Entah lah? Axel Zayn sendiri tidak mengerti perasaan apa yang saat ini ia rasakan? Apakah dia bahagia? Atau mingkin sebaliknya. Axel tidak lagi memahami dirinya sendiri.
“Akhirnya aku bisa memberikan tuan Zayn keturunan! Kakak! Aku akan punya anak!” Ucap Violet.
Tersenyum sendu. Axel lantas bertanya padanya. “Apa kamu bahagia sayang?”
“Iya! Aku bahgia kak! Sangat bahagia!”
“Jika begitu selamat sayang. Kakak juga bahagia mendengarnya.”
“Tuan Zayn akan mengadakan pesta untuk merayakan kehamilan ku. Apa kakak dan Racel bisa datang ke LA?”
“Untuk mu. Tentu kakak dan Racel pasti datang.”
“Bagus! Aku mau kak Axel bawakan aku kimbap, kimchi, bibimbap, jjamppong dan Tteokbokki juga! Ya? Okay?”
“Hee~ apa kamu se-ekor babi sayang?” Tanya Axel. Ia tertawa kecil mendengar semua keinginan adiknya.
“Hahahaha….”
🍁
Sedangkan di kediaman Joe Nathan. Pria itu keluar dari rumah meski langit telah gelap. Ia masuk ke dalam mobil lalu pergi.
Selly pun hanya diam melihatnya dari jendela kamar yang terletak di lantai dua. Gadis itu lantas meninggalkan kamarnya ketika ia melihat mobil yang di gunakan Joe sudah tidak lagi terlihat di pandangan mata.
“Kepala pelayan.” Panggil Selly seraya ia menuruni satu per satu anak tangga.
“Iya nona?” Sahut Kepala pelayan seraya ia beranjak untuk segera menemui nonannya.
“Ikut aku.” Perintahnya lalu memutar tubuh untuk kembali ke lantai dua sedangkan kepala pelayan mulai membuntutinya meski ia tidak tahu ada apa.
Tiap langkah Selly menuntunnya menuju kamar Joe Nathan lalu terhenti tepat di depan pintu yang tertutup rapat seraya ia mengucap. “Buka pintunya.” Kepada kepala pelayan yang hanya diam, ragu akan perintah nona terhadapanya.
“Kepala pelayan?” Panggil Selly lalu ia menoleh pada kepala pelayan yang tersentak dari lamunan.
“I.. iya nona?”
“Tapi tuan dengan tegas melarang nona masuk ke dalam kamar atau ruang pribadinya.”
“Aku hanya ingin mengambil nampan dan piring bekas makan suami ku. Kepala pelayan bisa mengawasi aku jika tidak percaya.”
Hanya mengambil nampan dan piring bekas makan suaminya. Meski sedikit ragu dan takut. Kepala pelayan pun mengabulkan permintaan Selly lalu ia membuka pintu kamar tuannya yang terkunci.
Klakk…
Terbuka semakin lebar pintu kamar Joe. Maka Selly pun bisa melihat se-isi kamar suaminya secara perlahan hingga kemudian ia tersenyum ketika ia melihat kamar Joe Nathan sangat rapi, harum dan bersih. Tentu itu semua sangat berbeda dengan dugaanya. Seorang pria biasanya tidak akan perduli terhadap lingkunagan tempatnya tinggal, termasuk juga kamarnya sendiri. Tapi, rupanya Joe tidaklah seperti itu dan itu cukup mengagumkan baginya.
Kini Selly mulai melangkah, masuk ke dalam kamar suaminya tanpa izin terlebih dahulu padanya. Gadis itu terhenti seraya sepasang bola matanya menjelajah tiap meja yang ada di sana untuk mencari nampan dan piring bekas makan suaminya.
“Kepala pelayan.” Panggil Selly tanpa menoleh.
“Iya nona.” Sahut kepala pelayan lalu mendekat dan berdiri di dekatnya, tepat satu langkah di belakang nonanya.
“Apa Joe sudah menyimpan nampan dan piring bekas pakainya di dapur?” Tanya Selly dengan sepasang bola matanya yang masih sibuk mencari apa yang ia cari di dalam kamar itu.
“Tidak nona. Tuan keluar dari dalam kamar langsung menuju garasi mobil lalu pergi.”
“Lalu di mana dia menyimpan nampan dan piring bekas makannya?” Tanya Selly lalu ia melanjutkan langkah kakinya untuk mencari.
Di buntuti kepala pelayan. Selly tiba-tiba terhenti ketika ia melihaat bingkai berisi foto Joe dan seorang wanita cantik yang ia pajang di atas nakas di sisi tempat tidurnya. Dalam diam gadis itu mulai semakin mendekat ke arahnya. Ia raih foto itu lalu melihatnya lebih dekat lagi.
“Nona Selly. Tuan akan menyadari jika barang-barang di dalam kamarnya berubah posisi.” Ucap Kepala pelayan. Ia sungguh merasa ketakutan akan tuannya bisa saja tiba-tiba kembali dan memergoki mereka yang telah lancang.
“Apa… wanita ini adalah Violet?” Tanya Selly lalu ia perlihatkan foto itu pada kepala pelayan yang hanya diam dan mulai menundukkan kepala semakin dalam di hadapannya.
Melihat kepala palayan sungguh hanya diam. Maka Selly pun menganggukan kepala seraya ia memutar tubuh untuk meletakan foto itu kembali ke posisinya semula.
“Dia cantik.” Ucap Selly dengan tatapan mata tajam menusuk saat ia menatap cantik dan manis sosok Violet yang tersenyum di sisi suaminya. “Tapi aku tidak kalah cantik darinya.” Ucapnya dengan wajah datar dan dingin.
Memutar tubuh seorang Selly. Apa yang gadis itu perlihatkan pada kepala pelayan mampu membuatnya semakin ketakutan.
“Bagaimana mungkin wajah lembut nona Selly bisa berubah menjadi semengerikan itu?” Batin Kepala pelayan.
“Perlahan. Aku akan tahu semuanya.” Ucap Selly.
Kembali menuju pintu di buntuti oleh kepala pelayan. Selly pun terhenti kembali ketika ia melihat nampan dan piring nasi goreng yang ia berikan pada Joe kini berada di dalam tong sampah.
Braakk!!
Sungguh sangat terkejut kepala palayan saat ia melihat nona itu menendang tong sampah di dalam kamar tuannya hingga membuat nasi gorengnya berserakan di lantai.
“Nona..” Ucap kepala pelayan seraya ia menyambar tong sampah itu untuk merapihkannya.
Melihat nasi goreng buatnnya masih utuh dan kini berada di dalam tong sampah. Selly pun tersenyum miring seraya ia kembali menatap ke depan dan pergi meninggalkan kepala pelayan yang masih sibuk membersihkan kamar tuan nya.
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......