
Di pagi hari Violet membuka sepasang kelopak matanya lalu menoleh ke samping dan mendapati Zayn Keenan masih terlihat sangat nyenyak tidak seperti biasanya. Violet lantas mendekat lalu memeluknya dari belakang tapi Zayn masih belum juga membuka mata.
“Tuan Zayn.” Bisik Violet di telinga suaminya.
Terdiam mengangkat kepala dengan tangan yang masih memeluknya. Violet pun menggembungkan ke dua pipinya ketika ia melihat Zayn bahkan tidak bergeming.
“Tuan Zayn. Selamat pagi.” Bisik Violet namun Zayn masih sama. Tidak bergeming meski hanya sedikit saja.
Membelai rambut suaminya, Violet lantas merebahkan kepalanya kembali di atas bantal lalu ia peluk tubuh hangat Zayn semakin erat dan menyembunyikan wajah cantiknya di balik kokoh punggung prianya.
“Tuan Zayn. Sudah pagi.” Ucap Violet. “Suami kuu...” Bisiknya lalu tersenyum cekikikan sendiri. Bagaimana tidak? Selama pernikahannya Violet tidak pernah memanggil Zayn Keenan dengan panggilan suami ku dan kini ia melakukannya meski diam-diam.
Lantas, bagaimana reaksi Zayn jika saja ia mendengar Violet memanggilnya seperti itu? Mungkin saja. Violet akan di habisi olehnya saat itu juga.
Beranjak dari tempat tidur. Violet menggunakan alas kakinya lalu menghampiri jendela untuk membukanya.
Sraaakkk!!
Wanita itu kembali menatap dia yang berbaring di sana. Tidur lelap karena lelahnya.
Dalam diam itu Violet mulai tersenyum ketika pemikiran liar terlintas di pikirannya. Dengan sengaja ia duduk di lantai lalu…
“Aaahhh!!!” Teriak Violat berharap Zayn bangun dan menghampirinya. Tapi, Zayn memang bergerak. Hanya saja untuk merubah posisi tidurnya untuk membelakangi Violet.
Meski tahu jika Zayn melakaukan itu tanpa sadar. Nyatanya Violet cukup kesal hingga membuatnya kembali berteriak lebih kencang.
“Aaaahhh!!! Sakiiitt!!”
Mendengar teriakan istrinya. Zayn Keenan terperanjak berlari ke arah pintu. Tapi, dalam samar pandanganya kian lama kian jelas. Ia pun terhenti lalu menoleh dan mendapati istrinya meringis kesakitan duduk di lantai.
“Sayang!” Panggil Zayn dengan paniknya. Ia hampiri Violet dengan kecepatan penuh dan langsung memeriksa apa yang terjadi pada istri kesayanganya itu. “Apa yang terjadi?! Kamu sakit?! Ayo kita pergi ke rumah sakit!” Ucapnya lalu bangkit untuk mencari di mana ia meletakkan kunci mobilnya semalam.
“Aaahhh….” Rintih Violet.
Melihat keringat dingin Zayn Keenan bermunculan menghiasi keningnya di pagi hari. Violet pun tersenyum ketika ia melihatnya begitu panik hingga menjadi bodoh.
“Dimana kunci mobilnya!” Teriak Zayn marah hingga membuat para pelayan lantas menoleh ke arah kamar tuannya.
“Tuan Zayn marah! Cepat bereskan pekerjaan kita!” Ucap mereka para pelayan yang ketakutan mengingat sosok iblis di dalam diri Zayn Keenan sudah tetlalu lama bersemayam damai karena wanitanya.
Sedangkan di dalam kamar itu Violet justru tertawa geli memegangi perut ketika ia melihat suaminya berteriak seperti orang gila karena panik dan yang lebih menggelitik perutnya adalah kunci mobil yang pria itu maksud berada tepat di hadapannya, di atas nakas.
“Hahahaha… kunci mobilnya ada di hadapan anda tuan Zayn.” Ucap Violet.
Mendengar tawa bahagia sampai terpingkal-pingkal seorang Violet. Zayn Keenan pun menoleh dengan sepasang bola mata tajam menusuk hingga membuat wanita itu terdiam dalam sekejap saja.
“Ak… aku hanya bercanda tuan Zayn.” Ucap Violet. Ia mulai gemetar ketika langkah kaki suaminya kian dekat ke arahnya.
Terhenti tepat di hadapan Violet yang mendongak menatap sepasang bola mata mengerikan miliknya. Zayn Keenan pun menekuk lutut lalu ia raih dagu wanita itu untuk membuatnya semakin mendongak dengan jarak dekat. Saling bertatap mata.
“Bercanda kata mu?” Tanya Zayn dengan datar dan dinginnya.
“Lepas! Sakit!” Perintah Violet ketika tangan suaminya semakin kencang mencengkram rahangnya.
“Jangan lagi kamu bercanda seperti ini! Kamu tahu?! Kamu akan membuat ku mati ketakutan!” Tegas Zayn Keenan lalu ia lepaskan cengkaraman tangannya.
“Sayang…” Panggil Zayn. Entah kenapa ia merasa Violet akan menangis karena sikapnya dan Zayn tidak ingin itu semua terjadi. “Sayang aku minta maaf. Aku tidak bermaksud bersikap kasar pada mu, aku… aku hanya takut! Aku takut sesuatu terjadi pada mu dan anak kita.” Ucap Zayn seraya ia mengulurkan tangan untuk meraih dagu istrinya lagi. Sungguh! Zayn Keenan sangat menyesal dan ia ingin melihat wajah istri kesayangannya itu saat ini juga.
Hanya diam Violet bahkan tidak berniat untuk meperlihatkan wajahnya hingga membuat Zayn Keenan merasa sangat menyesal. Sangat-sangat menyesal.
“Sayaaang…” Panggil Zayn seraya ia meraih dagu Violet. “Sayang…” Panggilnya lagi ketika ia melihat air mata mengalir dari ke dua sudut mata wanitanya. “Sayang aku minta maaf, tolong jangan menangis..” Pinta Zayn Keenan penuh harap.
Mendengar permohonan maaf suaminya. Violet pun kembali manatapnya. Tapi, tatapan wanita itu sangat tajam padanya. Membuat nyalinya menciut karena takut akan istri kecilnya itu semakin marah dan tidak akan mengampuninya lagi.
“Anda fikir…” Ucap Violet dengan datar dan dinginnya. “Aku marah pada anda tuan Zayn? Hahahahahaha….”
Masuk ke dalam perangkap Violet untuk ke dua kalinya di waktu yang sama. Zayn Keenan pun hanya diam menatapnya. Menatap dia yang tertawa bahagia seperti tidak berdosa sama sekali padanya. Dalam diam Zayn Keenan pun bangkit seraya ia menggendongnya.
“Turunkan aku tuan Zayn! Anda mau apa?!” Teriak Violet.
“Diam!” Tegas Zayn Keenan.
“Wanita ini berani mempermainkan aku berulang kali. Sekarang bersiaplah menerima hukuman dari ku.”
Seperti itu ucap Zayn Keenan di dalam hatinya seraya sepasang kakinya melangkah kian lebar menuju kamar mandi.
“Tuan Zayn anda mau apa?” Tanya Violet ketika Zayn merebahkan tubuhnya di dalam bathtub.
Tanpa menjawab tanya wanitanya. Zayn keenan menyalakan keran air untuk mengisi bahthub itu hingga membasahi pakaian Violet yang terus berusaha bangkit namun tidak bisa.
“Tuan Zayn! Mmm!”
Di cium paksa oleh suaminya. Violet pun terbungkam hingga membuatnya perlahan luluh dan patuh padanya. Pada dia pesokopat gila yang sangat mencintainya.
“Hahh~”
Terengah nafas Violet ketika ia tidak lagi sanggup menerima ciuman kuat itu. Wanita itu pun tersenyum saling menatap dengannya. Ia mendekat dan…
Cup~
Satu kecupan manis mendarat di bibir Zayn. Telapak tangan basah pria itu pun mendarat di pipi Violet hingga membasahi sebagian kecil rambut panjangnya. Apa yang ia lihat saat ini dari wanitanya, mampu mengundang gairah bagi dia suaminya.
“Kamu sangat cantik sayang.” Puji Zayn Keenan.
Mendengarnya. Violet pun tersenyum lalu Zayn mendekat dan…
Cup~
Satu kecupan manis kini mendarat di bibir Violet yang memejamkan mata di hadapannya lalu ia kembali menatapnya lagi. Kini air di dalam bathtub itu mulai penuh dan keluar dari dalamnya ketika Zayn atau Violet bahkan tidak berniat untuk mematikan keran air mereka.
Gemericik air kini menemani pasangan itu di sana. Mereka yang tidak juga bosan saling memandang satu sama lain sangat dalam penuh cinta dan kasih sayang.
“Aku mencintai mu sayang. Selamat pagi.” Ucap Zayn Keenan lalu Violet yang basah kuyup pun menyambarnya, melingkarkan sepasang tangan di lehernya hingga membuat Zayn pun ikut basah kuyup bersamanya di sana.
“Aku juga mencintai anda tuan Zayn. Selamat pagi.” Sahut Violet.
Saling memeluk hangat tanpa celah. Violet sangat nyaman berada di dada kokoh suaminya dan pada akhirnya mereka pun mandi bersama. Ber dua di dalam satu bathtub yang sama.
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......