Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Nasi Goreng Spesial




Sedangkan di One Zayn Group kota Seoul, Axel Zayn masuk ke ruang interview di dampingi para manager dari tiap divisi untuk melakukan wawancara terhadap mereka semua para pelamar di posisi staff Desain yang telah kosong.


Interview telah di mulai dan tidak ada satu pun dari mereka akan menyia-nyiakan kesempatan besar ini mengingat One Zayn Group adalah impian jutaan orang hingga tiba saat di mana pelamar berikutnya pun di panggil.


“Nona Caramel Angelica.” Panggil staff HRD.


Bangkit dari duduk saat namanya di panggil. Caramel pun mulai menghampiri dan masuk ke dalam untuk melakukan wawancara.


“Silahkan duduk.” Ucap Manager HRD.


Patuh. Caramel lantas duduk dan mulai melakukan wawancara hingga pada akhirnya Axel Zayn menyadari akan sesuatu.


“Wanita ini. kenapa saat aku melihatnya masuk ke dalam ruangan. aku seperti melihat sosok Violet pada dirinya. sosok Violet pada saat kita baru pertama kali bertemu.”


Hanya senyum-senyum sendiri seorang Axel Zayn saat ia teringat akan kisah cintanya bersama Violet yang tanpa ia sadari jika wanita itu adalah adik kandungnya sendiri. Jujur saja, Axel masih mencari sosok wanita yang mampu mengambil seluruh hatinya yang saat ini masih tersimpan di hati adiknya.


“Presdir Axel Zayn. Silahkan ajukan pertanyaan.” Ucap Manager HRD.


Memudar senyum menawan yang saat ini tertoreh di wajanya saat para manager itu mengganggu momen saat ia mengingat sosok wanita pemilik seluruh hatinya. Axel lantas mulai mendongak dan memberinya pertanyaan.


“Siapa nama mu?”


“Aku Caramel Angelica.”


“Berapa usia mu?”


“23 tahun.”


“Kenapa model potongan rambut mu sangat mirip dengan adik ku Violet?”


“Emng? ak... aku tidak tahu.”


“Lalu kenapa kulit mu berwarna putih?”


“Eng? aku... mungkin karena ayah dan mamah ku memiliki kulit putih.”


“Sudah pernah berpacaran?”


“Pacaran? aku belum boleh berpacaran.”


“Bagaimana jika kamu melamar menjadi calon istriku saja?”


Sungguh gila! Axel Zayn memeberinya pertanyaan-pertanyaan yang tidak sewajarnya hingga membuat seluruh Manager membeku mendengarnya.


“Tidak perlu melamar pekerjaan. melamar lah jadi istri ku.” Ucapnya.


Mendengarnya. Caramel pun lantas bangkit dari duduk dan ia pergi begitu saja meninggalkan wawancara yang masih belum selesai karena ia merasa di permainkan oleh Presdir perusahaan besar itu.


Melihat wanita mirip Violet itu pergi. Axel Zayn lantas menarik satu sudut bibirnya seraya ia mengucap. “Selidiki di mana wanita itu tinggal dan seperti apa latar belakang keluarganya. aku mau data nya segera.”


Menoleh pada para manager yang ada di sisinya. mereka pun hanya bisa menjawab. “Baik Presdir.” meski permintaan itu terdengar sangat konyol. tapi, kembali lagi. Axel adalah pemimpin maka apa pun yang ia inginkan mereka harus mematuhinya. jika tidak, mereka harus angat kaki dari One Zayn Group tentunya.


Merasa bahagia saat diri bertemu wanita yang memiliki kepribadian mirip dengan Violet. maka Axel pun bangkit dari duduk seraya ia mengucap. “Mulai besok Caramel akan mengisi posisi staff desain untuk menggantikan Violet.” Ucapnya lalu pergi meninggalkan ruang wawancara.


Mendengarnya, para Manager pun menghela nafas panjang seraya mereka menggelengkan kepala. Untuk ke dua kalinya Axel Zayn menerima karyawan tanpa seleksi ketat yang biasa mereka lakukan selama ini. pertama Violet dan kali ini Caramel. Entah lah, mereka hanya bisa patuh padanya.


🍁


Berusaha memenangkan hati suaminya. Selly masuk ke dalam dapur Bersama kepala pelayan lalu memakai celemek untuk ia membuat makan malam special untuk Joe Nathan. Di sana kepala pelayan sangat bersabar dalam mengajari nonanya memasak meski itu hanya sebuah nasi goreng.


“Tidak nona, bukan seperti itu cara memotong bawangnya.”


“Seperti ini?”


“Iya.”


“Lalu masukan ke wajan?”


“Tidak. Tunggu dulu sampai minyaknya panas.”


Dengan senyuman Selly melakukan semuanya dengan baik. Ia bahkan sudah tidak sabar menanti Joe pulang untuk mencicipi nasi goreng pertamanya.


“Lalu yang mana garamnya kepala pelayan?”


Kegaduhan itu terjadi di sana hingga pada akhirnya Selly pun mulai meraih piring saji untuk ia menyajikan nasi goreng buatannya.


“Cukup?”


“Ah tidak, tuan tidak makan sebanyak itu.”


“Bagaimana dia bisa gemuk kalu makannya sedikit?”


“Tuan sangat menjaga kesehatan dan bentuk tubuhnya. karena dia bilang nona Violet menyukai bentuk tubuhnya, maka dari itu tuan Joe Nathan akan menjaganya.”


Hanya diam seorang Selly mendengarnya. Gadis itu lantas menoleh dan beryanya. “Jadi, Violet adalah nama seseorang seperti dugaan ku?”


Terkejut. Kepala pelayan lantas menoleh untuk menatap sepasang bola mata nonannya yang saat ini sangat dalam seolah menanti jawaban “Iya” darinya yang tanpa sadar membahas tentang Violet di hadapannya.


“Emm… maafkan aku telah lancang nona. Aku tidak sengaja.” Ucap kepala pelayan lalu tertunduk di hadapannya.


“Kepala pelayan. Tolong, beritahu aku siapa itu Violet di mata suamiku Joe?” Tanya Selly.


Tin…


Menoleh secara seksama setelah mendengar suara klakson mobil di halaman ruamah. Kepala pekayan lantas menyambar nasi goreng buatan nonannya yang saat ini hanya diam membeku di tempatnya berdiri.


Meletakkan piring sajinya di atas nampan. Kepala pelayan lantas menyerahkannya pada Selly seraya ia mengucap. “Tuan Joe sudah datang nona, segeralah temui dia.”


Tanpa kata Selly pun menerima nampan bersisi nasi goreng buatannya lalu pergi dengan membawa tanya yang tidak terjawab oleh kepala pelayan.


“Siapa sebenarnya Violet ini? Kenapa Joe bahkan menjaga bentuk tubuhnya hanya karena Violet menyukainya?”


Menapaki anak tangga penuh tanya akan siapa sosok Violet yang entah kenapa ia sangat penasaran tentangnya. Kini Selly pun menghentikan langkah kaki tepat di hadapan kamar Joe Nathan.


Tok.. tok…


“Joe…” Panggil Selly.


Mendengar suara Selly memanggil dari balik pintu. Joe yang sedang melepaskan kemeja untuk mengganti baju pun lantas mendekat ke arah pintu untuk membukannya.


Klakk…


Terbuka semakin lebar seraya tubuh kekar seorang Joe Nathan mulai nampak di pandang mata hingga membuat Selly berdebar hebat. Gadis itu bahkan tidak mampu mengalihkan pandangannya dari suami yang saat ini hanya bertelanjang dada di hadapannya.


“Apa yang kau lihat?” Tanya Joe dengan dinginnya.


Tertegun mendengar pertanyaan itu. Selly lantas tersadar dan mulai ingat akan apa tujuannya datang ke kamar suaminya.


“Em… ini, aku membuatkan nasi goreng untuk mu Joe.” Ucap Selly lalu menyerahkannya. Berharap Joe mau menerimanya.


Hanya diam Joe menatap nasi goreng itu dengan tatapan datarnya. Pria itu lantas menerimanya seraya ia mengucap. “Oh.” Lalu kembali menutup pintu ketika Selly membuka mulut untuk mengucap apa yang ingin ia ucapkan padanya.


Brakk!!


Tertutup sudah pintu kamarnya. Maka itu berarti sudah tidak ada yang perlu mereka bicarakan lagi bagi Joe Nathan. Tapi, melihat Joe menerima nasi goreng special buatannya. Selly pun memutar tubuh lalu tersenyum lebar dengan sepasang telapak tangan yang menyatu dan mengepal di dadanya. Ingin rasanya ia melompat-lompat tapi, itu semua pasti akan sangat memalukan jika di lihat para pelayan di rumah itu.


“Aku sangat bahagia karena Joe menerima nasi goreng buatan ku. Joe, aku akan belajar memasak lebih giat lagi agar aku bisa membuatkan mu makanan lain yang lebih lezat.”


Seperti itu ucap di dalam hati Selly Ketika kini gadis itu meninggalkan kamar suaminya.


Sedangkan di dalam kamar. Joe Nathan hanya diam menatap nasi goreng dengan penampilan aneh buatan Selly. Tanpa kata dan tanpa ragu. Joe Nathan melemparkan nampan berisi nasi goreng itu ke dalam tong sampah yang ada di dekatnya lalu pergi ke ruang ganti begitu saja.


🍁


Joe Nathan



🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......