
Dimalam hari Zayn Keenan telah tampan dengan setelan tuxedo hitam panjang selututnya. Pria itu lantas menoleh ke arah Violet yang sedang kesulitan menutup risleting di bagian punggung pakaian yang ia kenakan saat ini.
“Kamu punya aku. Kenapa hanya diam saat sedang kesulitan?” Tanya Zayn. Ia mengagetkan Violet dengan cara tiba-tiba memeluknya dari belakang.
Tersenyum manis di dalam dekapan tubuh suaminya. Violet pun menoleh seraya ia mengangkat pandangannya sedikit untuk bisa menatap matanya.
Cup~
Tanpa kata Violet tiba-tiba mengecup bibir Zayn lalu ia pejamkan mata untuk merasakan cinta suaminya. Apa yang wanita muda itu lalukan mampu membuat Zayn Keenan membeku dengan sepasang bola mata yang membulat sempurna.
“Aku mencintai anda tuan Zyan. Sangat.” Batin Violet.
Tidak dapat mendengar isi hati Violet. Bukan berarti Zayn tidak tahu apa pun. Dia tahu dan dapat merasakannya meski Violet tidak bicara sampai pada akhirnya Violet mulai membuka sepasang kelopak matanya kembali untuk ia memperlihatkan senyum manisnya pada Zayn yang terdiam menatapnya.
“Aku sangat mencintai mu sayang.” Ucap Zayn lalu meraih seluruh rambut panjang Violet untuk ia mengedepankannya.
Cup~
Satu kecupan manis mendarat di leher bagian belakang Violet hingga membuat wanita itu kembali memejamkan mata saat hangat nafas suaminya menembus pori-pori dan kembali membangkitkan gairahnya.
“Anda tidak pernah lupa mengucap cinta pada ku setiap hari tuan Zayn. Apakah anda tahu? Aku Bahagia saat mendengarnya terucap dari mulut anda.” Ucap Violet.
Kembali melingkarkan sepasang tangan di perut ramping Violet Grizelle. Kini Zayn mulai menciumi pipi istrinya itu tidak henti dan tidak satu inchi pun akan ia lewatkan.
Memutar tubuh secara perlahan. Sepasang telapak kaki Violet pun naik dan menginjak sepasang sepatu hitam nan mengkilap yang di gunakan Zayn untuk ia bisa menjangkau bibir suaminya untuk menciumnya.
Rasanya. Kebersamaan mereka tidak akan pernah ke duanya sia-siakan. Zayn sendiri selalu berfikir akan selama apa lagi ia akan hidup di dunia ini? Maka pria itu akan memanfaatkan sisa waktunya untuk membuat Violet bahagia berada di sisinya. Selama ia mampu, ia akan berusaha sekuat tenaga untuk itu.
Saling menikmati ciuman manisnya. Kini telapak tangan lebar seorang Zayn Keenan mendarat di kepala bagian belakang istrinya untuk ia mengelus sampai membelai rambut panjangnya.
Kembali Violet menarik diri. Wanita itu hanya diam menatap sepasang bola mata suami yang sangat mencintainya. Perlahan, ia pun mengucap. “Aku juga mencintai anda tuan Zayn. Berjanjilah untuk tidak akan pernah meninggalkan aku.”
Mendekap tubuh seorang Zayn Keenan yang tidak mampu berjanji untuk tidak akan pernah meninggalkannya. Zayn pun menarik diri lalu ia ulurkan tangan untuk mengelus lembut pipi Violet. “Apa yang kamu pikirkan? Tentu kita akan bersama selamanya sayang.”
Itu harapnya. Maka Violet pun kembali tersenyum. “Lalu, kenapa anda memakai tuxedo tuan Zyan?” Tanya Violet.
Pertanyaan itu sukses membuat Zayn mengalihkan pandangan untuk ia menatap cermin besar yang ada di dekatnya. Ia tidak mengerti.
“Kita tidak akan ke tempat mewah seperti kencan pertama kita. Apa anda lupa? Aku pernah mengatakan pada anda jika kencan ke dua kita aku lah yang menentukan tempatnya dan anda hanya boleh patuh pada ku.” Ucap Violet seraya ia melepaskan kembali tuxedo bernilai fantastis yang sudah terlanjur di kenakan suaminya.
“Baik. Aku akan patuh pada istri ku.” Sahut Zayn lalu berdiri tegap dan senyum lucu pun terlukis di wajah ke duanya.
Hahahaha…
Ruang ganti itu bagaikan syurga bagi pasangan itu. Violet menikmati setiap detik waktunya bersama Zayn Keenan. Ia juga berusaha menjadi istri yang sempurna di matanya dan tentu saja itu semua tidak lah mudah bagi seorang Violet Grizelle.
“Anda cukup memakai t-shirt, celana jeans dan jaket.” Ucapnya seraya ia sibuk memakaikan jaket di tubuh prianya setelah t-shirt pilihannya sudah Zayn gunakan.
“Ada aku yang akan menjaga anda. Jadi jangan khawatir karena mereka tidak akan menggoda anda selama aku selalu menggandeng tangan anda seperti ini.” Sahutnya seraya ia tersenyum menatap Zayn yang sangat tampan.
“Malam ini kita tidak akan pulang.” Ucap Zayn saat kini Violet menggelendoti tangan kirinya.
“Aku percaya anda.” Sahutnya lalu sepasang kaki mereka meninggalkan kediaman mewahnya di tanah Amerika.
Di perjalanan yang di pandu Violet itu Zayn sungguh patuh padanya. Entah istrinya akan membawanya kemana? Zayn sungguh hanya akan berada di sisinya sampai kini gadis itu mengucap. “Menepi tuan Zayn.”
Sebuah tempat yang menjual berbagai macam makanan hingga jajan khas dari beberapa negara di dunia lantas ia kunjungi. Violet keluar dari dalam mobil setelah suaminya menepi dan memarkirkan mobil mewahnya di tempat itu.
Seluruh pasangan bola mata kini menatapnya. Pria dewasa yang sangat tampan dengan pakaian yang hampir tidak pernah ia kenakan sejak saat ia memiliki seorang Racel Zayn. Terlebih, mobil mencolok yang ia gunakan sangatlah tidak pantas berada di tempat itu.
“Ehmm…”
Zayn Keenan berdehem sedangkan Violet begitu sibuk melihat-lihat sekitar untuk ia memilih makan dari negara mana yang pertama kali akan mereka coba.
“Sayang. Kenapa kita ke tempat seperti ini?” Tanya Zayn Keenan.
“Untuk menciptakan hal yang berbeda tuan Zayn. Anda hidup mewah sejak kecil. Bukankah tempat seperti ini anda tidak penah mengunjunginya?” Sahut violet seraya ia mengangkat pandangan untuk menatapnya.
“Tapi semua orang-orang di sini menatap kita.” Sahutnya.
“Bukankah anda memiliki sepasang bola mata mengerikan yang bisa membuat mereka semua tertunduk tuan Zayn?” Ucap Violet. Gadis itu menggoda suaminya hingga membuatnya lantas tersenyum mendengarnya.
“Tutup mulut mu sayang ku.” Sahut Zayn seraya ia membungkam mulut Violet dan berusaha mengabaikan orang-orang di sekitanya.
Langkah ke duanya kembali bersahutan. Sangat banyak yang ingin Violet cicipi di sana hingga membuatnya bingung untuk memilih mana yang akan ia coba untuk memulainya.
“Aku ingin mencoba itu tuan Zayn! Itu juga! Dan itu! Aku mau itu dan yang di sana. Aku mau…”
Bla bla bla. Sangat banyak yang Violet inginkan meski Zayn Keenan tahu jika wanitanya tidak akan sanggup untuk menikmati semuanya.
Pandangan pria itu selalu terpanah akan sosok istrinya sendiri. Istri yang sibuk mengoceh sampil dengan semangatnya ia menunjuk kesana kemari sambil menjilat bibir hingga pemandangan itu kembali membuat pria kaku yang di sebut psikopat gila itu terus menerus tersenyum bahagia saat berada di sisinya.
“Siapkan semua yang istri ku inginkan.” Perintah Zayn Keenan pada penjual.
Berubah begitu cepat tatapan mata sejuk pria itu saat ia menatap istrinya dan tatapan mengerikan kini ia perlihatkan pada penjual. Ya, sosok Zayn Keenan hanya akan mampu di luluhkan oleh seorang Violet dan ia akan kembali menjadi diri yang sesungguhnya ketika ia berhadapan dengan orang lain.
“Baik tuan.” Sahutnya penuh rasa takut seraya ia mengguk sopan pada pasangan yang kini saling merangkul pinggang untuk mencari meja makan.
“Layani tuan itu dengan baik.” Ucap penjual kepada rekannya seraya ia menelan ludah menatap sosok Zayn Keenan.
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......