
“Bisakah kamu mengatakan sesuatu pada ku? Meski hanya sedikit sayang…?” Pinta Joe Nathan.
“Joe~” Ucap Violet. Ia hanya mampu mengucapkan namanya saja.
“Tiba-tiba aku sangat menyukai nama ku, saat kamu yang memanggilnya....” Sahut Joe lalu tersenyum lagi padanya, duduk di sisinya.
Nana melihatnya. Nona yang hanya diam dengan air mata yang membasahi pipi di sisi pria yang bukan tuannya.
“Entah kenapa aku rela jika harus menerima hukuman cambuk dari tuan lagi.” Gumam Nana lalu pergi.
Seorang pelayan wanita datang dengan membawa menu Steak yang di pesan oleh Violet. “Pesanan anda nona, silahkan di nikmati.” Ucapnya sambil menyajikan lalu tersenyum dan pergi.
Joe Nathan lantas meraih Steak itu lalu memotongnya menjadi dadu berukuran kecil. Saat itu Violet hanya diam memperhatikan setiap inchi dari lekuk wajah pria yang saat ini duduk di sisinya. Ya, Joe Nathan masih setampan dulu.
Joe menusuk satu potong steak itu dengan menggunakan garpu lalu ia menoleh ke arah Violet yang hanya diam menatapnya.
Kini mereka hanya diam saling memandang satu sama lain. Sampai pada akhirnya Violet mengalihkan pandangan namun Joe Nathan segera meraih pipi Violet lagi.
“Buka mulut mu sayang.” Pintanya.
Masih membisu. Violet lantas meraih pergelangan tangan Joe Nathan yang saat ini berada di pipinya. Ia lantas mendorongnya perlahan, meletakkan tangan pria itu di atas meja.
“Aku akan makan sendiri Joe.” Ucap Violet. Ia mengalihkan pandangan lalu menarik piring Steak nya. Ia juga meraih garpu dari tangan Joe Nathan lalu menyuap Steak itu sendiri. Tertunduk mengunyah di sisinya.
“Aku sangat bahagia bisa bertemu dengan mu lagi. Apa kamu pun sama sayang?” Tanya Joe Nathan.
Violet berhenti mengunyah. Ia menoleh, menatap tangan Joe Nathan menggenggam telapak tangannya. Joe Nathan bahkan mengaitkan jemari tangannya di sela-sela jemari tangan Violet.
Entah kenapa semua yang di lakukannya terasa sangat canggung dan aneh bagi Violet. Mungkin, semua terjadi karena keadaan tidak lagi sama seperti dulu. Joe Nathan telah ber-istri dan Violet sendiri telah ber-suami.
Mengingat kenyataan itu. Buru-buru Violet menarik tangannya dari genggaman tangan Joe Nathan. Ia segera menyuap Steak ke dalam mulutnya lalu mengunyah dengan pandangan kosong ke depan.
Joe Nathan tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaanya. Ia juga tidak bisa menyentuhnya karena Violet telah membentengi diri.
Sesungguhnya Joe Nathan teramat sangat kecewa. Tapi, di bandingkan dengan itu semua. Ia lebih memilih tersenyum memandangnya. Baginya, asalkan bisa melihatnya, berada di sisinya. Joe Nathan sudah sangat bahagia.
Meletakkan siku di atas meja, Joe Nathan menjadikan tangannya sebagai tumpuan kepala untuk terus memandangnya.
“Tolong jangan melihat ku seperti itu Joe.” Gumam Violet.
Joe Nathan melihat tangan Violet gemetaran. Ia lantas tersenyum lagi lalu mengalihkan pandangan ke depan.
“Aku berusaha tidak berubah untuk mu.” Ucap Joe Nathan dan Violet melirik ke arahnya. “Tapi kamu telah banyak berubah.”
Violet terdiam, Ia letakkan garpu dan pisaunya lalu meraih segelas air untuk meminumnya. “Sudah semestinya seperti ini.” Sahut Violet lalu tertunduk, bersandar di kursinya. “Kita sudah memutuskan untuk mengambil jalan yang berbeda, kita juga telah memiliki pasangan hidup masing-masing. Semua sudah berakhir Joe Nathan. Tinggal lah kita menjalani hidup sendiri-sendiri tanpa saling berhubungan lagi.”
“Kamu mengambil keputusan itu sendiri. Sampai saat ini, aku tidak pernah menyetujuinya.”
“Kamu telah menikah. Aku pikir, tentang kita, sudah tidak patut untuk di bicarakan lagi.”
“Aku hanya menikah kontrak.”
“Karena aku hanya mengharapkan mu dan aku menunggu mu.” Sahut Joe Nathan.
“Kamu mengharapkan aku dan mengorbankan orang lain.” Ucap Violet. Ia segera melempar pandangan ke luar jendela. “Sejak kapan kamu menjadi pria jahat Joe Nathan?” Gumamnya.
“Sejak kamu memutuskan meninggalkan aku dan memilih memberikan cinta mu hanya untuk suami mu seorang.” Sahut Joe Nathan. Sangat dalam ia menatap Violet yang tidak mau memandangnya lagi. “Sayang…” Joe Nathan menggenggam telapak tangan Violet lagi. “Aku tidak pernah menyentuh istri ku.”
“Cukup Joe. Aku tidak mau mendengar apa pun.” Sahut Violet. Ia hempaskan tangan Joe Nathan lalu bangkit sambil meraih tas nya sangat kasar.
“Aku tidak mengizinkan mu pergi.” Ucap Joe. Ia menggenggam telapak tangan Violet sangat erat seolah takut wanita itu menghilang lagi dan entah kapan dia bisa bertemu dengannya lagi.
Violet berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Joe Nathan. Tapi, tenaganya tidak sebanding dengan pria itu.
“Aku sangat merindukan mu. Dan kamu tidak akan pernah bisa merasakan kesulitan yang telah aku jalani selama ini, tanpa kehadiran mu di dalam kehidupan ku sayang.” Ucap Joe Nathan, membuat Violet berhenti meronta untuk bisa melepaskan diri darinya.
“Jika aku tetap di sisi mu seperti ini. Apa itu akan merubah segalanya?” Tanya Violet dan Joe Nathan bungkam, ia tidak yakin akan hal itu. “Tentu saja tidak Joe. Justru, jika aku terus berada di sisi mu seperti ini. Aku malah membuat mu semakin tersiksa mersakan kesakitan itu! Aku tidak bisa!”
“Kamu tidak bisa melihat ku menderita! Itu maksudmu! Dan itu artinya kamu masih mencintai ku kan?” Sahut Joe Nathan.
“Aku sudah tidak mencintai mu lagi.” Ucap Violet.
“Sejak kapan kamu menjadi seorang penipu? Sayang… Kamu telah menipu diri mu sendiri. Aku! Masih melihat cinta itu di mata mu.”
Terjatuh air mata Violet. Ia hanya bungkam tidak lagi mampu mengucap.
“Nana akan segera kembali.” Ucapnya lalu mengalihkan pandangan untuk menyeka air matanya.
“Aku sudah berjanji pada diri ku sendiri. Jika aku akan mengakhiri pernikahan ini saat kamu telah menjadi seorang janda.” Ucap Joe Nathan.
“Dan selam itu kamu akan hidup di dalam kegelapan? Joe Nathan! Apa kamu sedang menghukum ku?” Tanya Violet.
“Aku sudah berjanji dan tidak akan menarik kata-kata ku.” Sahut Joe.
Violet mendongak sambil memejamkan matanya. Ia terus menyeka air mata yang membasahi pipinya dengan satu tangan karena Joe Nathan tidak berniat melepaskan genggamannya.
“Aku minta maaf. Tanpa sadar, aku telah menghancurkan mu Joe.” Ucap Violet.
Joe Nathan menariknya mendekat lalu ia seka air mata yang membasahi ke dua pipi wanita itu dengan ke dua telapak tangnnya. “Jangan menangis lagi, dada ku terasa sesak melihatnya.” Pinta Joe Nathan.
“Aku- Aku sungguh minta maaf Joe. Aku tidak bisa menjanjikan apa pun pada mu. Tapi, aku juga tidak bisa hidup di atas penderitaan mu. Tolong jangan seperti ini Joe Nathan. Aku ingin kamu bahagia. Sungguh!” Ucap Violet terbatah dengan tubuh yang gemetar.
“Tapi bahagia ku bersama mu.” Sahutnya.
“Tapi aku sudah memiliki tuan Zayn. Apa yang harus aku lakukan tuhan? Aku telah menghancurkan hidup laki-laki ini.” Batin Violet.
Melihat air mata Violet tidak berhenti mengalir. Joe Nathan lantas menariknya ke dalam dekapan. "Tolong izinkan aku memeluk mu sebentar." Pinta Joe ketika Violet ingin melepakan diri darinya.
"Maaf Joe~ Maaf..."
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......