Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Jatuh Cinta Lagi




Di kediaman Zayn Keenan. Violet sedang bersandar di pelukan suaminya, duduk di sofa panjang sambil menonton televisi di ruang utama.


Zayn Keenan mengelus perut Violet sangat lembut seraya ia mencium puncak kepala wanita itu berkali-kali.


"Aku bosan." Gumam Violet.


"Bosan?"


"Mmm. Rumah ini terasa sepi sekali."


"Aku akan minta Racel agar segera pulang."


"Racel masih di Australia? Kak Selena pasti bahagia jika Racel menetap di sana sedikit lebih lama."


"Sudah satu minggu, Racel harus tahu waktu."


"Jika ada Racel di rumah ini, pasti sangat ramai kan?"


"Iya, Ramai karena pertengkaran kalian Hehe..."


"Mmm. Meski Racel keras kepala, aku pikir dia gadis baik."


"Racel memang keras, tapi sesungguhnya hatinya sangat lunak. Aku telah memahaminya."


"Anda ayahnya."


"Hehe... kamu juga lunak." Bisik Zayn Keenan seraya telapak tangan lebarnya meremas dada Violet.


Plaakk!


"Nakal!" Ucap Violet, ia memukul tangan Zayn Keenan yang hanya tertawa cekikikan. "Di rumah ini banyak pelayan dan bodyguard, jaga sikap anda tuan Zayn!"


"Mereka tidak akan berani melihat kita meski kita melakukannya di sini." Bisik Zayn.


"Aku tidak mau dengar." Sahut Violet lalu menutup telinga dengan ke dua telapak tangannya.


"Saat wanita sedang hamil, dokter bilang daddy nya harus sering-sering menengok agar persalinannya lancar."


"Jangan jadikan itu sebagai alasan. Bilang saja anda selalu bernafsu."


"Hehe... Tapi kamu suka kan?" Tanya Zayn Keenan seraya telapak tangan nakalnya mulai menyelinap masuk ke dalam pakaian Violet lagi.


Plaakk!


"Singkirkan tangan anda tuan Zayn, berhentilah menyiksa ku." Ucap Violet, ia memukul tangan kokoh suaminya lagi.


"Cium dulu baru aku berhenti." Sahutnya lalu mengulanginya.


"Pejamkan mata anda."


"Kenapa harus memejamkan mata?"


"Jangan banyak bertanya, mau di cium atau tidak?"


"Baiklah."


Zayn memejamkan mata seraya memajukan bibirnya. Violet bangkit sambil menahan tawa saat melihat seorang Zayn Keenan terlihat sangat memalukan.


"Jangan mengintip!" Perintah Violet.


"Mmm..." Sahutnya.


Dengan langkah lamban Violet malah meninggalkan suaminya. Membuat Zayn Keenan mengerutkan dahi lalu membuka mata setelah menunggu lama.



"Sayang?" Panggil Zayn ketika Violet telah lenyap dari hadapannya.


"Tuan Zayn." Panggil Violet, membuat Zayn lantas menoleh ke arah tangga. "Muuuuaaacchhh!"


Zayn Keenan tersenyum lalu bangkit dari sofa ketika ia melihat wanita itu menciumnya dari kejauhan. "Kamu berani mengerjai ku, tunggu di situ!" Ucapnya melangkah kian lebar.


"Hahahaha..." Violet tertawa lalu malanjutkan langkahnya.


Braakk!


"Sayang! Buka pintunya!" Perintah Zayn Keenan.


"Anda tidur siang di sofa saja tuan Zayn!" Sahut Violet lalu cekikikan.


Tapi, di luar kamar Zayn Keenan tidak menjawabnya. Violet lantas menoleh ke arah pintu sambil memegangi perut. "Tuan Zayn?" Panggilnya, ia kemabali lalu mendekatkan telinga ke daun pintu. "Tidak ada suara?" Gumamnya.


Klakk!


Violet kembali membuka pintu dan senyum mengerikan milik Zayn Keenan mengejutkannya. Zayn lantas masuk ke dalam kamar saat Violet terlambat menutup pintu.


"Curang!" Ucap Violet.


"Kamu selalu melakukan hal yang membuat ku khawatir." Sahut Zayn, ia memeluk istrinya dari belakang. "Ingat ada anak kita di dalam perut mu sayang. Jangan naik tangga seperti tadi lagi."


"Mmm... Asal kamu baik-baik saja." Sahut Zayn seraya pelukannya semakin erat.


"Tuan Zayn." Panggil Violet lalu merebahkan kepala di dadanya, mendongak untuk bertemu pandang dengannya.


"Iya sayang?" Sahut Zayn Keenan lalu mencium bibirnya.


"Aku sungguh bosan."


"Mau keluar jalan-jalan?"


"Kemana?"


"Mmm... Bagaimana jika membeli perlengkapan bayi?"


"Perlengkapan bayi?!" Tanya Violet, ia segera memutar tubuh lalu tersenyum menatap suaminya. Ya, dia terlihat sangat menginginkan itu.


"Iya, kita beli perlengkapan bayi." Ucap Zayn.


"Aku akan bersiap!" Ucap Violet, ia kembali tidak memperhatikan geraknya.


"Pelan-pelan sayang."


"Iya!" Sahutnya dari ruang ganti.


Siang hari itu Zayn Keenan dan Violet meninggalkan kediaman mewahnya. Seperti kata Violet, jika ia bosan melihat suaminya berpakaian rapih. Maka siang ini Zayn Keenan hanya mengenakan kaos hitam berkerah dengan celana putih polos pilihannya. Zayn Keenan sendiri tidak merasa keberatan akan hal itu, selagi Violet menyukainya.


Zayn mengendari mobilnya sendiri lalu menepi di sisi jalan raya, ia menghentikan laju kendaraanya di sana. "Tungguh di sini sebentar sayang." Ucapnya sambil bergegas keluar.


Violet hanya diam memperhatikannya. Ia lantas mengalihkan pandangan ke depan sambil mengelus perutnya.


"Sudah 10 menit." Gumam Violet. Ia kembali menatap ke arah suaminya menghilang tadi.



Violet hanya diam tidak lagi mampu berkata saat ia melihat suaminya kembali. Ia melihat pria itu nampak sangat tampan dan gagah di usianya yang sudah tidak muda lagi.


"Tuan Zayn Keenan. Anda membuat ku jatuh cinta lagi dan lagi." Batin Violet.


Zayn Keenan membuka pintu mobil dan Violet langsung mengambil alih buket bunganya sebelum pria itu mengucap. Membuatnya terdiam tanpa kata dengan senyum di wajahnya.


"Terimakasih tuan Zayn, aku sangat menyukainya." Ucap Violet lalu tersenyum sambil mencium buket bunganya. "Sering-seringlah berpakaian seperti sekarang." Gumamnya seraya mengalihkan pandangan, menatap keluar jendela menyembunyikan rona merah di wajahnya.


"Aku tidak terbiasa berpakaian seperti ini, aku merasa aneh dan sedikit tidak nyaman." Ucap Zayn sambil mengemudikan mobilnya lagi.


"Anda terlihat sangat tampan tuan Zayn." Gumam Violet sambil menutup mulut dengan buket bunganya, ia tidak juga menatap suaminya.


"Benarkah?" Tanya Zayn Keenan lalu ia genggam telapak tangan Violet, ia juga mengaitkan jemari tangannya di sela-sela jemari tangan wanita itu. "Apa kamu jatuh cinta pada ku sekarang?"


Violet menoleh lalu ia cium punggung telapak tangan Zayn Keenan seraya mengucap. "Iya, anda telah membuat ku jatuh cinta."


Zayn Keenan tersenyum bahagia. Violet menggenggam telapak tangannya di pangkuan lalu menatap keluar jendela lagi. Sampai saat ini, Violet selalu merasa malu setiap kali ia mengungkapkan perasaan semacam itu kepadanya. Zayn Keenan telah memahaminya.


Kini mereka telah sampai. Zayn Keenan keluar dari dalam mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Violet. Ia juga meraih pinggangnya, masuk ke dalam Mall untuk selalu menjaganya dalam situasi apa pun.


"Kita tidak akan berkeliling." Ucap Zayn Keenan.


"Maksudnya?" Tanya Violet.


"Kita hanya akan mengunjung 2-3 toko saja. Aku tidak mau kamu jatuh sakit lagi karena kelelahan."


"Aku akan patuh."


"Kamu memang harus patuh." Bisik Zayn Keenan.


Masuk ke dalam toko pertama. Zayn menarik kursi untuk Violet.


"Anda menyuruh ku duduk?" Tanya Violet ia mengerutkan dahinya.


"Kamu haya perlu mengucap Yes or No, karena aku yang akan memilih." Sahutnya.


"Cih! Menyebalkan." Gerutu Violet saat mengetahui jika dirinya ikut hanya untuk di suruh duduk tanpa bisa berkeliling langsung untuk memilih.


Saat itu Violet hanya patuh. Seperti kata Zayn Keenan, dia yang akan memilih lalu Violet yang menentukan. Tapi, nyatanya, pria itu hanya bertanya untuk beberapa stel pakaian saja, sisanya ia menentukan sendiri dan memasukannya ke dalam keranjang belanja.


Violet yang geram, ia lantas menghampiri suaminya yang sedang berada di kasir hingga dahinya berkerut ketika melihat apa saja yang di beli pria itu.



"Apa ini tuan Zayn? Anda membeli satu troli penuh? Sebanyak ini?" Tanya Violet, sungguh ia tidak habis fikir.


"Setelah ini kita pergi ke toko sebelah sayang." Sahutnya sambil tersenyum.


"Terserah anda, aku akan patuh." Sahut Violet, ia mengucap sambil kembali ke kursinya, duduk menggembungkan ke dua pipinya. "Dia akan kesulitan membawanya, dan aku tidak akan membantunya." Gumam Violet.


"Aku ingin memilih sendiri T_T."


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......