Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Kehadiran Harry dan Clara




Sekertaris Bian meninggalkan kediaman Joe Nathan lalu menuju kediaman tuan John, ayahanda Sellya. Sesampainya di sana ia masuk ke dalam rumah tanpa pengawalan dari pelayan atau penjaga, seolah ia telah terbiasa. Seperti sudah memiliki janji, dia juga langsung menuju ruang pribadi tuan John.


Tok… tok…


Dia mengetuk pintu lalu masuk. Tuan John pun bangkit dari kursinya lalu mendekat dan mereka menuju sofa, duduk bersama terpisahkan sebuah meja.


“Informasi apa yang kau dapatkan?” Tanya tuan John.


“Anda akan terkejut tuan. Tuan Joe Nathan berupaya untuk merubah nama perusahaannya menjadi Violet Property dan meminta ku untuk mengurus perubahan nama kepemilikan seluruh Asset-nya menjadi nama Violet Grizelle.”


“Apa?! Semua Assetnya? Dia akan memberikan seluruh Assetnya pada wanita itu?!” Tanya tuan John. Ia sangat terkejut dan murka saat mendengarnya.


Tuan John bangkit dari sofa tempatnya dukuk. Ia mulai melangkah tanpa arah seraya berulang kali mengacak rambutnya.


“Ini tidak bisa di biarkan!” Teriaknya.


Tuan John sangat buruk. Ia pikir, semua itu adalah sebuah ke-konyolan yang telah di lakukan oleh menantunya.


“Gagalkan semuanya!” Perintah tuan John.


“Tuan Joe Nathan memiliki kuasa penuh atas Asset yang di milikinya tuan. Bahkan, tuan Jasson ayahnya pun tidak akan mampu menahannya karena seluruh Asset itu miliki tuan Joe Nathan seutuhnya. Tidak ada sedikit pun bantuan dari tuan Jasson atau nyonya Rea.”


“Hah! Joe Nathan. Dia adalah Asset ku. Aku tidak akan melepaskan menantu seperti dia.” Ucap tuan John. Ia masih melangkah tanpa arah seolah upaya Joe Nathan untuk merubah nama kepemilikkan Asset adalah momok yang sangat mengerikan baginya. “Dan lagi dia ingin mengubah nama perusahaanya menjadi nama Violet! Apa-apaan ini! Apa dia tidak memikirkan putri ku sama sekali?!” Teriaknya marah.


Sekertaris Bian hanya diam. Ia juga tidak dapat melakukan apa pun jika semua keputusan itu sudah di tetapkan oleh Joe Nathan, tuannya saat ini.


“Bagaimana cara untuk menggagalkannya?” Gumam tuan John. Kini ia berdiri di sisi jendela menatap keluar. “Jika seluruh Asset itu milik Violet. Lalu apa yang akan di dapatkan oleh putri ku? ... Apa tujuan mu Joe Nathan?”


Sejenak ruangan itu menjadi sepi. Tuan John hanya diam di dekat jendela seolah sedang memikirkan cara.


“Seluruh Asset itu tidak akan pernah menjadi milik Violet jika Violet tidak pernah menandatanganinya.” Ucap tuan John lalu menoleh pada Sekertaris Bian. “Hahaha…”


Melihat tawa pria paruh baya itu. Sedikit banyak Sekertaris Bian mengerti apa maksud di belakangnya.


🍁


Di pagi hari. Violet, Zayn Keenan dan Axel Zayn datang ke makan Clara dan Harry. Zayn Keenan melihat istri dan putranya itu begitu damai di tengah kheningan. Mereka memejakan mata, berdoa di dalam hatinya, mengucap harapan atas ke dua orang tuanya yang telah tiada.


Zayn Keenan pun tertunduk ketika ia melihat istrinya menjatuhkan air mata. Ya, ia merasa bersalah atas pemandangan itu. Maka pria itu pun mulai memejamkan matanya. Berharap segala sesuatu yang pernah ia lakukan mendapatkan pengampunan dari sahabat yang telah mati di tangannya sendiri.


“Zayn.”


Seseorang memanggil namanya. Zayn Keenan pun membuka mata dan ia terkejut, melihat istri dan putranya tidak ada di sisinya. Kini ia berada di tempat yang aneh, di mana tidak ada apa pun di sana dan hanya warna putih yang mendominasi pandangannya.


Zayn Keenan membeku mendengar suara itu. Ia mengenal suara pria yang pertama kali memanggil namanya. Dan sekarang, ia juga mengenal suara wanita yang saat ini memanggilnya. Zayn yakin jika mereka adalah Harry dan Clara.


Zayn menoleh ke belakang secara perlahan untuk memastikan. Dan benar, mereka adalah Harry dan Clara.


Tidak terasa air mata pun mengalir dari sudut matanya ketika ia melihat sosok Clara yang menyerupai istrinya saat ini, karena dia meninggal di usianya yang masih sangat muda.


Mereka mendekat dengan senyum di wajahnya. Zayn tidak dapat menyimpulkan apa makna dari senyuman mereka padanya. Apakah senyuman itu sebagai kepuasan mereka karena ia hidup di tengah penyesalan atas kejahatannya? Taukah…


Kini mereka berdiri tepat di hadapannya. Zayn tatap wajah Harry yang juga menatapnya lalu ia alihkan pandangan itu ke sisi lain.


“Clara.” Ucap Zayn seraya ia mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah cantik Clara.


Di sana Clara tidak menolaknya, ia justru tersenyum padanya lalu mengucap. “Terimakasih Zayn. Kau telah menyayangi putri ku.”


“Iya, aku menyayanginya. Putri mu, aku sangat menyayanginya Clara.” Sahut Zayn Keenan. Air matanya tidak dapat terbendung melihat Clara.


Zayn menoleh kembali. Ia tatap wajah Harry lalu ia raih tangannya, memohon. “Aku minta maaf. Harry, aku sungguh minta maaf.” Ucapnya lalu tertunduk di hadapan ayahanda Violet. “Aku menyesal. Persaan ini selalu hadir saat aku melihat putri mu, saat aku melihatnya menangis di hadapan ku, saat dia memanggil ku… Ayah.”


Harry menepuk pundaknya. Zayn Keenan pun membeku lalu mengangkat pandangan perlahan. Kini, Harry yang semula hanya diam dengan wajah dingin. Ia mulai tersenyum dan mengucap. “Aku memaafkan mu. Mulai sekarang, jangan lagi kau mengingatnya, hapuslah semua ingatan itu karena aku telah ikhlas. Zayn Keenan, kau sahabat ku, sampai kapan pun akan seperti itu. Dan sekarang, kau adalah suami dari putri ku. Aku mohon, tolong jaga dia, lindungi dia, sayangi dia dan cintai dia seperti aku dan Clara mencintainya.” Pesan Harry.


“Iya, aku pasti akan melindunginya, aku akan menyayangi dan mencintainya melebihi hidup ku sendiri.” Sahut Zayn Keenan.


Mendengar itu, melihat kesungguhannya. Clara dan Harry pun tersenyum senang seolah mereka telah tenang karena menitipkan putrinya pada Zayn Keenan. Mereka percaya, Zayn Keenan akan menepati ucapannya.


Samar pandangan Zayn Keenan menyisakan senyuman di wajah Harry dan Clara yang akan membekas di dalam ingatannya. Sebagai tanda jika mereka telah merestuinya.


“Tuan Zayn.” Panggil Violet.


Zayn membuka mata lalu menoleh perlahan. Sungguh! Ia sangat bahagia ketika melihat Violet tersenyum padanya. Tidak seperti dulu, Violet yang selalu mengucap padanya jika ia adalah seorang pembunuh. Tidak lebih dari itu.


“Anda menangis tuan Zayn.” Ucap Violet seraya ia menyeka air mata suaminya lalu memeluknya sangat erat.


“Aku menyayangi mu sayang, aku mencintai kamu dan anak kita, aku ingin hidup selamanya bersama mu agar bisa terus melindungi mu, membuat mu bahagia melebihi apa pun.” Ucap Zayn Keenan. Ia menangis di pelukan istri kecilnya.


Mendengarnya Violet pun tersenyum meski kini air matanya terjatuh lagi. Ia dekap suaminya semakin erat.


Tapi, entah apa yang terjadi? Saat ini Axel Zayn masih memejamkan mata, ia pun menangis di sana.


“Mungkinkah? Harry dan Clara juga menemui Axel?” Batin Zayn Keenan.


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......