
"Tuan Zayn!" Panggil Violet namun Zayn Keenan bahkan tidak berniat untuk melepaskan Nana dari jeratnya.
Berdiri di tangga. Violet melihat suaminya seolah tidak mau mendengarnya. "Jika kehadiran ku di kota ini hanya untuk mengembalikan sifat menjijikan anda! Lebih baik bawa aku kembali ke Los Angeles!" Ucap Violet.
Mendengarnya. Zayn Keenan lantas melemparkan Nana hingga membuatnya tersungkur di lantai. Wanita itu segera memegangi lehernya serta tidak memiliki keberanian untuk bangkit kembali.
"Uhuk! Uhuk!"
Melihat Nana telah bebas dari jerat suaminya, Zayn Keenan. Violet lantas memutar tubuh lalu pergi dan menghilang di balik pintu kamarnya.
Meletakkan tas di atas tempat tidur. Violet meraih ponsel dari dalamnya untuk segera menghubungi Axel Zayn. "Kakak..."
Axel Zayn hanya diam mendengarkan keluhan adiknya. Baginya, ini adalah kali pertama Violet mengungkapkan perasaan padanya.
"Jadi kamu ingin kembali ke LA?" Tanya Axel.
"Iya." Sahutnya.
"Kenapa kamu sangat pengecut sayang? Melarikan diri bukan lah pilihan." Ucap Axel meski sejujurnya ia pun pernah melakukannya.
"Aku tahu. Aku memang pengecut. Tapi, aku tidak mau sifat menjijikan tuan Zayn yang dulu kembali lagi. Semua akan menjadi semakin rumit setiap kali aku berada di kota ini."
"Aku tidak mau mengurus kepulangan mu."
"Kenapa? Kakak..."
"Jika ayah mengatakan satu bulan. Maka kamu akan tinggal di kota ini selama satu bulan."
"Tapi!"
"Sayang... Aku akan membujuk ayah. Tinggal lah di Seoul sedikit lebih lama. Okay?"
"Kak! Kak Axel!" Panggil Violet tetika Axel Zayn menolak menyiapkan tiket pesawat lalu segera mengakhiri panggilan darinya.
Saat itu Zayn Keenan hanya diam di depan pintu kamar lalu Violet menoleh ketika pintu itu terbuka kian lebar. Zayn pandang wanitanya lalu mendekat.
Melihat kehadiran Zayn Keenan. Violet segera mengalihkan pandangan lalu merebahkan kepala di atas bantal membelakanginya. Ya! Sejak tadi kepalanya sakit dan sekarang semakin sakit!
Deeerrt...
Ponsel di dalam sakunya bergetar. Zayn lantas menghentikan langkahnya lalu meraihnya.
"Axel?" Batin Zayn Keenan.
"Keluarga Mikka mencabut seluruh sahamnya dan itu akan berdampak besar bagi One Zayn Group. Aku membutuhkan bantuan ayah. Jadi tolong, menetaplah sedikit lebih lama. Tentang Violet, aku akan membujuknya." Pinta Axel Zayn.
"Baiklah." Sahut Zayn Keenan lalu Axel mengakhiri panggilannya.
Violet memejamkan mata ketika langkah kaki kian terdengar. Kini Zayn Keenan merebahkan tubuh di sisinya lalu melingkarkan tangan kokohnya di perut Violet. Ia juga mengelus perut besar itu sangat lembut hingga membuat Violet kembali membuka mata.
"Lupakan apa yang kamu lihat barusan. Anggap aku tidak melakukan apa-apa sayang." Pinta Zayn Keenan.
Zayn Keenan bangkit lalu membuka pakaian di bagian perut Violet untuk ia menciumnya di sana. Mencium calon bayi laki-lakinya yang sebentar lagi akan hadir di tengah-tengah mereka.
Violet hanya diam memperhatikan laki-laki itu. Apa yang ia lakukan saat ini, lantas menggerakkan tangan Violet hingga membuat tangan itu mendarat di puncak kepala Zayn Keenan untuk Violet menyisirnya dengan jemari.
"Belajarlah menguasai diri anda tuan Zayn. Aku di sini mendampingi anda untuk berubah." Ucap Violet.
"Aku kesulitan." Sahutnya lalu mendekat. Menatap mata Violet dengan tatapan setajam mata elang yang ia milikki. "Aku tahu kamu menemuinya." Ucap Zayn dan Violet hanya diam. Ia tidak berniat untuk menyangkalnya.
"Itu terjadi tanpa di sengaja." Sahut Violet.
"Tetap saja aku takut." Ucap Zayn lalu mencium bibir wanita itu.
"Aku masih di sini, bersama anda, untuk anda tuan Zayn." Sahut Violet.
"Kamu harus ingat sayang. Kamu adalah milik Zayn Keenan dan Zayn Keenan akan menyingkirkan siapa pun yang berani merebut-"
"Satu kali lagi pria muda itu menyentuh mu. Aku akan mematahkan tulangnya." Ancam Zayn Keenan.
"Kenapa bicara dengan anda sulit sekali?" Tanya Violet saat Zayn Keenan masih saja berfikir untuk melakukan hal-hal yang sangat menjijikan di matanya.
"Kamu takut aku mematahkan tulangnya?" Tanya Zayn. Ia tidak suka melihat Violet terlihat khawatir.
"Apa aku harus keluar dari dalam kamar lagi?" Sahut Violet.
"Jadi kamu mau meninggalkan aku lagi? Lalu kembali dengan aroma harum tubuh pria lain yang melekat di tubuh mu?" Tanya Zayn Keenan.
Violet bangkit sambil menghela nafas dalam. Bicara dengan pria yang sedang terbakar api cemburu ternyata lebih sulit di bandingkan dengan apa yang ia pikirkan.
"Kamu sungguh mau meninggalkan aku lagi?" Tanya Zayn Keenan dan Violet hanya bungkam sambil memakai alas kakinya.
Melihat wanita itu nampak serius akan pergi meninggalkannya lagi. Buru-buru Zayn membuka laci lalu meraih borgol dari dalamnya.
Klakk!
Terkunci. Violet terkejut hingga membuatnya lantas menatap mata tajam milik suaminya, Zayn Keenan sungguh membuatnya kehabisan kata.
"Jiwa dan raga mu adalah milik ku seorang, dan aku tidak main-main dengan ucapan ku pada mu." Ucap Zayn Keenan.
"Tentang Joe Nathan?" Tanya Violet.
"Tentang segalanya. Semua tentang mu." Sahutnya lalu bangkit.
Sraaakkk!
Zayn Keenan merobek pakaian Violet. Membuat Violet tidak lagi mampu mengucap atas apa yang di lakukannya. Ia hanya diam meski pria itu telah melucutinya.
"Harum tubuh pria itu melekat di pakaian ini dan aku tidak mengizinkan kamu menghirup harum tubuhnya lebih lama lagi." Ucapnya lalu melemparkan pakaian Violet ke lantai. Zayn Keenan lantas meraih jubah tidur miliknya lalu memakaikannya di tubuh Violet. "Pakailah pakaian ku agar kamu selalu menghirup harum tubuh ku, dan aku lah yang akan selalu kamu ingat di dalam pikiran mu. Bukan dia." Ucapnya.
Zayn Keenan lantas menyisir rambut panjang Violet dengan jemari tangan kanannya. Ia lantas mencium bibir Violet yang hanya diam seperti boneka.
"Kamu sangat cantik sayang." Bisik Zayn Keenan seraya tangan tangguhnya mulai menyelinap masuk ke dalam jubah tidur Violet untuk memainkan bagian paling sensitifnya.
Kembali Zayn mencium bibir Violet dan kali ini ia melu*matnya, menye*sapnya sangat kuat hingga membuat Violet mengerutkan dahi.
"Emmh~" Suara desahnya mulai terdengar sangat indah dan menggairahkan. Membuat Zayn Keenan tersenyum menginginkan Violet mengulangi desahannya lagi.
"Aku suka mendengar suara mu." Bisik Zayn Keenan seraya ia memasukkan jemarinya ke dalam diri wanita itu.
"Emmh~ Ah~ Tuan Zayn..."
"Panggil aku sayang." Bisik Zayn Keenan seraya memasukkannya semakin dalam.
"Aah~ Sayang~" Desah Violet di telinga suaminya. Gerak lincah jemari tangan pria itu selalu saja membuatnya gila dan mendesah kenikmatan.
Violet lingkarkan sepasang tanganya di leher pria itu lalu ia mencium bibirnya sangat lembut. "Anda selalu membuat ku menginginkannya tuan~" Bisik Violet lalu ia peluk tubuh kekar milik pria itu.
"Jika begitu pejamkan mata mu." Bisik Zayn Keenan lalu ia membasahi sekujur tubuh Violet hingga meninggalkan banyak noda merah di sana.
Zayn Keenan menggendongnya lalu Ia rebahkan tubuh wanita cantik itu di atas tempat tidur.
Klakk!!
Suara itu terdengar kembali ketika borgol yang membelenggu satu tangan Violet kini terkunci, mengait kuat di sisi kepala tempat tidurnya. Membuat Violet tidak akan bisa pergi kemana pun untuk meninggalkannya. Ia tidak dapat menghindar darinya.
"Ah~ Sayang~" Desah Violet saat Zayn Keenan mulai melu*mat hingga memasukkan lidahnya ke dalam diri wanita yang sangat di gilainya. Wanita yang katanya adalah "Milik Zayn Keenan." Ia terus melu*mat bagian itu sangat lembut penuh gairah.
"Ah! Zayn~"
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......