Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Manja




Semenjak hamil Violet selalu ingin menempel pada Zayn suaminya, ia sangat manja dan haus akan perhatian meski sesungguhnya Zayn Keenan sudah sangat memperhatikan semua tentangnya.


“Sayang jangan lakukan hal bodoh lagi.” Pinta Zayn Keenan karena belakang ini Violet sangat sering mempermainkannya hanya untuk mendapatkan perhatian dan lebih banyak waktu darinya.


“Mmm~” Sahut Violet yang saat ini terus memeluk Zayn meski tahu jika suaminya itu sedang buru-buru.


Melangkah ke sana kemari dengan istri yang tidak mau melepaskan pelukannya. Zayn pun terhenti ketika ia hendak mengambil dasi namun tidak bisa bergerak karena Violet menahannya.


“Sayang lepas sebentar, aku mau mengambil dasi.” Pinta Zayn lembut padanya seraya ia melepaskan lingkaran tangan Violet dari perutnya.


Tapi, Violet sangat sensitive. Maka wanita cantik itu pun hanya diam menatap Zayn yang masuk ke dalam ruang ganti untuk mengambil dasi seperti yang ia ucapkan padanya.


Merasa tidak di perduliakan karena Zayn Keenan melapaskan lingkaran tangan Violet dari tubuhnya. Wanita itu lantas menghampiri temat tidur dan dia duduk di sana. Diam tanpa kata.


Zayn Keenan pun keluar dari ruang ganti seraya ia memasang dasi di lehernya. Pria itu terhenti ketika ia melihat istrinya hanya diam menundukkan kepala duduk di atas tempat tidur terlihat tidak baik-baik saja.


“Sayang.” Panggil Zayn seraya ia menghampiri Violet.


Menekuk lutut di hadapan istrinya. Zayn lantas meraih sepasang telapak tangan wanita itu seraya tatapan matanya begitu dalam menatap dia yang mengalihkan pandangan ke sisi lain.


“Kamu marah?” Tanya Zayn.


“Tidak.” Sahutnya tandas.


Melihat wanitanya tidak mau memandang dirinya. Zayn Keenan pun tersenyum lalu bangkit.


“Kemarilah.” Ucapnya lalu menarik Violet penuh kelembutan. “Dengan begini, apa kamu bahagia?” Tanya Zayn ketika ia melingkarkan kembali sepasang tangan Violet di perutnya hingga membuat senyuman wanita itu kembali terlukis di wajahnya.


“Aku mau ikut.” Pintanya.


“Tidak boleh, kamu di rumah saja istirahat.” Sahut Zayn.


“Aku bosan di rumah terus.”


Merengek layaknya anak kecil. Zayn Keenan pun tidak berdaya untuk menolaknya, Maka ia mengabulkan permintaanya dan membawanya pergi ke One Zayn Group bersama.


Benar-benar tidak mau melepaskan pelukan. Sepanjang jalan Zayn menuju ruangannya ia selalu merangkul istrinya. Sedangkan Violet sendiri seolah tidak lagi memiki urat malu di wajahnya. Ia terus memeluk suaminya meski para karyawan melihat dan menyapanya. Violet tidak perduli.


“Selamat pagi tuan besar Zayn Keenan.”


Seperti itu yang terdengar di telinga Violet berulang kali. Wanita itu malah tersenyum manis seraya ia melingkarkan tangannya semakin kencang dengan langkah lamban mengikuti kemana gerak tubuh Zayn Keenan.


Kini Violet dan Zayn sudah sampai di ruang VVIP One Zayn Group. Maka pria itu memutar tubuh untuk memandangnya.


“Kamu tunggu di sini sebentar, aku tidak akan lama.” Ucap Zayn Keenan namun Violet masih tidak mau melepaskan pelukannya. “Sayang…”


Tok… tok…


Mengetuk pintu lalu masuk. Jeon pun terkejut dan salah tingkah ketika ia melihat tuannya sedang bermesraan di sana.


“Maaf tuan Zayn. Ak.. aku akan kembali sebenatar lagi.” Ucapnya tertunduk lalu hendak pergi.


“Jeon.” Panggil Zayn. “Tunggu sebentar.” Perintahnya lalu Jeon pun patuh dan ia menunggunya.


“Sayang…” Ucap Zayn pada Violet yang tidak patuh.


“Aku ikut.” Pintanya.


“Sayang tapi ini rapat penting.” Sahut Zayn.


“Tidak mau.”


Melihat Zayn Keenan kualahan menghadapi istri kecilnya. Jeon pun ingin tertawa namun ia takut. Maka pria itu hanya diam berusaha menahan untuk tidak tersenyum apa lagi tertawa ketika ia melihat Zayn berusaha melepaskan pelukan Violet namun wanita itu dengan kerasnya tidak mau melepaskannya.


“15 menit. Setelah itu aku akan mengabulkan apa pun keinginan mu, bagaimana?” Tanya Zayn. “Sayang…”


“Apa pun?” Tanya Violet.


“Apa pun.” Sahutnya.


“Okay. Silahkan pergi rapat tuan Zayn.” Ucapnya lalu melepaskan pelukan dan mendorong punggung Zayn untuk menghampiri Jeon hingga ke dua pria itu keluar dari ruangan bersama.


“15 menit dari sekarang.”


Brakk!


“Nona Violet sangat manis.” Ucap Jeon seraya langkahnya kian lebar mengikuti tuannya.


“Dia istriku.” Sahut Zayn lalu tersenyum diam-diam.


🍁


Puncak. Menghentikan laju kendaraan tepat di halaman depan rumah mewah yang ia bangun untuk tuan Harry dan Violet dulu. Rumah tersembunyi yang di kelilingi pepohonan besar dan tembok beton itu kini sudah tidak terurus lagi semenjak Joe Nathan kecelakaan dan menetap di Seoul.


Keluar dari dalam mobil lalu melepaskan kaca mata hitamnya. Joe hanya diam memandang rumah mewah yang semula akan ia tinggali bersama mereka yang telah pergi dari sisinya.


Dalam diam kini ia mendekat, menapaki satu per satu anak tangga lalu masuk ke dalamnya.


Klakk…


Rumah dengan hak kepemilikan atas nama Violet Grizelle. Rumah dengan banyak kenangan manis dengannya. Joe Nathan lantas menuju lantai dua lalu masuk ke dalam kamar Violet dulu.


Klakk…


Terbuka kian lebar. Joe pun hanya diam di pintu Ketika ia kembali mengingat masa itu.



"Geli~"


"Geli? hanya begitu saja geli? bagaimana jika seperti ini?"


"Iiiihh tanganmu mau aku potong?"


"Cih... Sayaaang."


"Heemm"


"Kamu harus percaya, aku akan melakukan apapun untuk membebaskanmu dari Zayn Keenan. aku mau kamu jangan khawatir dan jangan memikirkanya lagi. aku bicara seperti ini karena aku sering melihatmu melamun."


"Iya, aku percaya kamu… Joe, Kamu hangat."


"Sayang, pelukanmu membuatku merasakan hal lain."


"Mau kemana?"


"Hahaha~"


"Diam atau aku akan membantumu mandi. Sayang."


"Hmm?"


"Aku sangat mencintaimu."


"Joe! iiiihh geli! hahahaa~ diam! Joe Nathan!"


"Cium aku dulu baru aku lepaskan."


"Hahahahaha..... I Love You Joe!"


"I Love You too sayang!"


"Hahahaha...."


Duduk lemas di atas tempat tidur Violet. Joe lantas mengelus sprai dan selimut tebalnya di sana lalu ia tarik selimut itu untuk memeluk dan menciumnya. memejamkan mata untuk mengingat senyuman manis wanita yang sangat di gilainya sampai saat ini.


“Aku merindukan mu sayang.” Ucap Joe lalu tertunduk di kegelapan. Menangis di antara keheningan.


Merindukannya, lalu pergi untuk melihatnya secara diam-diam. rasanya semua itu jauh lebih baik meski Joe melihat wanita itu tersenyum lebar di sisi suaminya. karena itu lah yang selama ini ia lakukan.


Tapi sekarang? dia merindukannya namun tidak bisa bertemu dengannya meski hanya sedetik saja. Joe tidak dapat melihat dia yang tersenyum di sisi suaminya.


🍁


Jarang pulang ke rumah. Selly sungguh tidak dapat mengerti bagaimana cara memenangkan hati prianya.


“Bagaimana aku bisa membuat mu menyukai ku jika kamu bahkan jarang berada di rumah untuk menghabiskan waktu bersama ku Joe Nathan? Kamu tidak memberi ku kesempatan.”


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......