Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Pertemuan Tidak Terduga




Guys... Novel Season 3 ini aku buat tanpa bayaran sepeser pun, karena tidak lulus rivew kontrak dengan Noveltoon. Intinya harus di revisi. Author minta dukungannya supaya bisa lanjyut. kalau nanti ada mood untuk revisi, mungkin akan coba lagi.


Next....


🍁


Melihat Zayn Keenan dan Axel Zayn melangkah bersama meninggalkan ruangan VVIP. Mikka pun menyembunyikan diri di balik dinding. Bersandar dengan sepasang telapak tangan yang mengepal kuat menatap mereka.


“Lihat saja.” Gumamnya lalu pergi seraya menyeka air matanya lagi.


Dalam perjalanan menuju parkiran mobil. Zayn Keenan terhenti ketika ia berpapasan dengan seorang Staff wanita yang memberi hormat padanya. Axel pun terhenti di sisinya, menatap Staff wanita yang sepertinya, ia tidak sengaja berpapasan dengannya.


“Selamat siang tuan besar Zayn Keenan.” Sapanya. Seperti yang ia ketahui jika tuan itu di panggil dengan sebutan itu. Maka Caramel pun memanggilnya demikian.


Caramel berdiri di sana dan entah apa yang membuat Zayn Keenan merasa tertarik padanya. Suami Violet itu mendekat, berdiri tepat di hadapannya lalu memutari dia yang tertunduk di sana dengan tatapan tidak biasa.


“Aku baru pertama kali melihat mu.” Ucap Zayn lalu sepasang kaki berbalut sepatu hitam mengkilapnya terhenti, tepat menghadap dirinya. “Siapa nama mu?” Tanyanya.


“Dia-” Ucap Axel terhenti ketika melihat Zayn Keenan mengangkat telapak tangan padanya lalu kembali menyelipkannya ke dalam saku celana seraya tatapan matanya begitu tajam melihat Caramel yang terdiam.


“Aku Caramel tuan, Staff Desain.” Sahutnya.


“Lihat mata ku.” Perintah Zayn Keenan.


Bukannya patuh. Caramel justru tertunduk semakin dalam di hadapannya. Axel pun mendekat lalu mengucap. “Lanjutkan pekerjaan mu.” Perintahnya.


Caramel mengangguk lalu pergi. Tapi, ia terhenti ketika Zayn Keenan memutar tubuh untuk menatap sosoknya dari belakang. “Tidak ada satu orang pun yang berani melangkahkan kakinya saat aku sedang berbicara.” Ucapnya.


Mendengar itu Caramel pun memutar tubuh di sana, kembali menghadapnya dengan sepasang tangan yang mulai meremas dokumen di genggaman tangan. Rasanya, ia tidak memiliki keberanian untuk berhadapan dengan Zayn Keenan.


“Aku merasa tidak asing saat melihat mu.” Ucap Zayn.


“Aku yang memintanya ayah-” Sahut Axel lalu terhenti lagi ketika ia melihat Zayn mengangkat telapak tangan untuk yang ke dua kalinya.


“Caramel, dari Divisi Desain.” Ucap Zayn lalu mendekat, meraih dagu gadis itu untuk menatapnya seksama. “Sekilas terlihat mirip. Cih!”


“Ayah!” Panggil Axel ketika ia melihat Zayn menghempaskan Caramel dengan kasar. Axel mendekat lalu berdiri di antara mereka. “Tolong jangan memperlakukannya seperti itu.” Pinta Axel.


Zayn Keenan menarik satu sudut bibirnya. Ia melihat, perlahan, gadis itu bersembunyi di balik tubuh kokoh putranya.


“Jeon akan mengurusnya.” Ucap Zayn lalu meninggalkan Axel.


Axel terdiam. Ia menundukkan kepala lalu meraih tangan Caramel yang saat ini meremas jasnya sangat kuat. Ya, tanpa sadar, Axel Zayn telah menariknya kedalam masalah.


Axel memutar tubuhnya. Ia terus menggenggam pergelangan tangan gadis itu dalam kebisuan. Caramel pun mulai mengangkat pandangan dan Axel melihat air mata mengambang di ke dua bola matanya.


“Jangan takut. Aku akan mengawasi mu.” Ucapnya lalu meraih dompet dari dalam saku celana. “Meski aku suka melihat diri mu saat ini. Tapi aku tidak akan membiarkan mu mendapatkan masalah karenanya. Pakailah kartu ku dan rubah kembali penampilan mu. Mulai sekarang, aku mengizinkan mu menjadi diri mu sendiri.”


Caramel hanya diam menatap mata Axel Zayn, ia lantas mengalihkan pandangan ketika pria itu meraih tangannya lalu meletakkan sebuah kartu berwarna hitamnya di sana.


“Apa anda takut pada ayah anda Presdir?” Tanya Caramel.


“Aku sangat mengenalnya. Sekecil apa pun ucapannya, itu berarti besar. Di bandingkan merasa takut. Aku lebih tidak ingin dia bertindak pada mu.” Sahut Axel.


Caramel mengerti maksudnya. Di bandingkan rasa takut. Melindungi dirinya adalah yang terutama baginya saat ini.


“Tidak ada limit, kamu bisa memakainya seberapa pun kamu membutuhkannya.” Ucap Axel, ia tersenyum lalu pergi.


Caramel tatap punggung itu, ia genggam kartu berwarna hitam pemberian darinya sangat kuat. “Anda bilang, anda suka melihat ku saat ini. Entah sejak kapan? Aku pun mulai menyukai diri ku saat ini dan tidak ingin merubahnya kembali. Aku mulai suka melakukannya untuk anda… Presdir.”


Masuk ke dalam mobil. Axel pun mulai meninggalkan One Zayn Group bersama Zayn Keenan. Axel melihat pria itu duduk bersandar di kursinya dengan satu kaki yang menumpang di atas paha menatap keluar jendela.


“Ayah akan-”


“Menyingkirkan gadis itu segera.”


“Aku tidak mengizinkan ayah menyentuhnya.”


“Aku yang memintanya.”


“Jika begitu kamu harus siap untuk tidak melihatnya lagi. Jeon akan segera menyingkirkannya.”


“Aku yang memegang kendali One Zayn Group Seoul. Keputusan ada di tangan ku.”


“Jika CEO sudah memutuskan. Apa yang bisa Presdir lakukan?” Tanya Zayn Keenan.


“Aku sudah memintanya untuk merubah penampilannya kembali. Nanti malam, aku akan membawanya kerumah untuk bertemu ayah. Saat itu, baru ayah putuskan.”


“Kau menginginkan kesempatan?”


“Iya.”


“Baik. Bawa dia kerumah nanti malam dan setelah itu, apa pun keputusan ayah. Kamu tidak bisa membantahnya.”


“Aku mengerti.”


🍁


King Property. Sebagai perusahaan yang berkembang pesat. Joe Nathan tersenyum ketika ia menerima sebuah undangan pertemuan para pengusaha yang di selenggarakan oleh petinggi kota Seoul.


“Apa anda akan menghadirinya tuan?” Tanya Sekertaris Bian.


“Tidak.” Sahutnya lalu meletakkan undangan itu di atas meja, di hadapannya.


“Para pengusaha sukses akan berkumpul di sana, itu akan baik untuk anda.”


“Iya, memang. Jika begitu kan aku putuskan nanti.”


“Dan, sebentar lagi nona Selly berulang tahun. Apa anda akan menyiapkan pesta untuknya tuan?”


“Kau tanyakan saja padanya. Aku tidak keberatan jika dia menginginkannya.”


“Baik.”


“Dan sekalian, tanyakan padanya, dia menginginkan hadiah apa dari ku.”


“Baik.”


Joe Nathan bangkit dari kursinya. Ia kenakan tuxedonya lalu meninggalkan ruangan di ikuti Sekertaris Bian.


“Siapkan mobil. Aku ingin minum.” Perintahnya.


“Baik.”


Joe Nathan menuju lobby utama. Ia menunggu di sana, duduk sejenak sampai Sekertaris Bian datang menjemputnya lalu meninggalkan King.


Di sepanjang jalan Joe menatap keluar jendela. “Bagaimana kondisi Sky J Property sekarang?” Tanyanya.


“Sudah kembali berjalan normal berkat bantuan anda tuan.”


“Apa kau tahu asal muasal perusahaan itu?” Tanya Joe seraya ia menatap sekertarisnya dari kaca spion tengah dan melihatnya nampak gugup. “Lupakan, tidak penting.” Ucap Joe lalu menarik satu sudut bibirnya. Ia kembali menatap keluar jendela. “Sekertaris Bian. Menepi!”


Tiba-tiba Joe meminta sekertarisnya untuk menepikan mobil mereka. Sekertaris bian lantas patuh dan menghentikan mobilnya.


“Zayn Keenan?”


Tanpa sengaja Joe melihat mobil mewah milik Axel Zayn sedang terparkir di tepi jalan. Tapi, dia justru di kejutkan dengan kehadiran Zayn Keenan yang baru saja keluar dari toko bunga dengan membawa sebuah buket bunga mawar merah berukuran besar di tangannya.


“Buket bunga mawar merah? Itu artinya…”


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......