
Braakk!!
Menutup pintu kamar lalu mendorong Violet ke sisi pintu itu. Violet terdiam memperhatikan Zayn Keenan yang saat ini tengah menghembuskan nafas hangat di lehernya.
“Tuan Zayn~”
“Aku mencintai mu.” Bisik Zayn Keenan. Ia lantas mengecup dan menyesap leher Violet hingga membuatnya berdebar lalu memejamkan mata merasakannya.
Pria itu mabuk. Ia bahkan tidak bisa mengendalikan diri hingga membuat sepasang telapak tangan Violet kini berada di ke dua sisi pipinya, membelai lembut dirinya hingga membuat Zayn Keenan memejamkan mata lalu menggenggam sepasang pergelangan tangan wanitanya.
“Aku minta maaf.” Ucap Zayn.
“Maaf? Untuk apa tuan Zayn?” Sahut Violet kembali bertanya padanya. Pada dia yang tertunduk lalu menjatuhkan air mata di hadapannya.
“Maaf untuk semua kesulitan yang telah aku ciptakan untuk mu selama ini.” Sahutnya lalu ia rebahkan kepalanya di atas pundak Violet. Ia telah rapuh dan tidak berdaya karena semua kesalahannya sendiri.
“Tidak ada lagi yang perlu di sesali tuan Zayn. Aku memaafkan anda dan menerima segala yang anda miliki saat ini. Baik itu sifat atau pun sikap anda pada ku. Aku telah menerima semuanya.” Sahut Violet lalu ia rebahkan kepala di pundak Zayn sebagai tanda jika ia baik-baik saja dan tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan olehnya.
Saling mendekap erat tanpa celah. Sungguh! Violet sangat menyayanginya. Atas segala yang terjadi di antara dirinya dan Zayn Keenan selama ini. Semua itu sudah terjadi.
Menarik diri. Zayn lantas menggendong Violet lagi lalu ia rebahkan wanita itu di atas tempat tidur.
“Aku pun mencintai anda tuan Zayn.” Bisik Violet di telinganya ketika ia hendak bangkit setelah merebahkannya di atas tempat tidur.
Mendengar itu Zayn Keenan pun tersenyum sendu menatap istrinya lalu mengalihkan pandangan seraya ia menyeka air mata yang tiba-tiba terjatuh dari ke dua sudut matanya.
“Tatap mata ku tuan Zayn.” Pinta Violet seraya ia meraih ke dua sisi pipi Zayn Keenan lagi untuk membuatnya menoleh dan menatap matanya.
Hanya diam dan patuh. Zayn Keenan lantas mematap mata wanita yang saat ini berbaring di bawah tubuhnya.
Melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana seorang psikopat gila tengah berada di titik terendahnya. Violet lantas memberikan senyum terbaiknya ketika ia melihat sepasang bola mata merah dengan kilap air mata di sana. Ia lantas membelai lembut rambut Zayn yang sedikit berantakan untuk ia merapihkannya, menyisirnya dengan jemari cantik yang ia miliki.
“Dengarkan aku tuan Zayn. Aku suka anda saat ini. Anda telah banyak berubah dan aku sangat menghargai setiap prosesnya. Tapi, yang aku tahu adalah anda pria kuat dan aku hampir tidak pernah melihat anda menangis seperti ini. Mungkin, ini sedikit aneh, tapi sungguh! Terkadang aku merindukan sosok anda yang dulu. Sosok psikopat gila anda.” Ucap Violet lalu terkekeh dengan wajah sendu menatapnya.
Hanya diam Zayn Keenan memperhatikannya. Ia lantas membelai lembut pipi dan sedikit helaian rambut yang menutupi wajah istrinya lalu ia condongkan tubuhnya untuk semakin dekat hingga kini wajah mereka bertemu dalam jarak 1 cm saja.
“Aku mencintai anda tuan Zayn.” Bisik Violet hingga harum nafas wanita itu mampu membuat Zayn Keenan terpejam merasakan kedamaian. Ini kali pertama wanitanya mengucap kata cinta terlebih dahulu padanya.
Kembali membuka mata lalu menatap mata istinya. Zayn Keenan lantas kembali menjadi sosoknya seraya ia menjawab. “Aku pun sangat mencintai mu Violet Grizelle.”
Sraakkk!!
Di cabiknya pakaian Violet lalu ia mulai melumuri tubuh itu hingga membuat noda merah di sekujur tubuhnya. Violet pun hanya diam membiarkannya, karena ia telah menyerahkan segalanya pada Zayn Keenan.
🍁
Menghabiskan hari demi hari di dalam rumah tenpa kehadiran Joe Nathan. Selly yang saat ini hanya diam termenung di dekat jendela kamarnya lantas menoleh ketika ponsel yang ia letakkan di atas nakas bergetar.
“Joe?” Gumamnya lalu segera menyambar ponsel itu untuk menerima panggilan.
“Seon?”
“Ada apa?” Gumam Selly. Ia ragu untuk menerimanya.
Bergetar untuk yang ke dua kalinya. Selly hanya diam menatap ponselnya lalu ia terima panggilan itu.
“Halo.” Sapa Selly.
“Temui aku di Egg Drop café sekarang.” Ucap Seon.
“Seon. Mmm… Aku tidak bisa.”
“Jika begitu aku akan datang ke rumah mu.”
“Sekarang. Aku tunggu.”
“Baiklah.”
Kembali terdiam ketika Seon mengakhiri panggilan. Selly lantas segera pergi sebelum langit Seoul telah petang dan Joe Nathan kembali.
Memarkirkan mobil mewah di area parkir café. Gadis itu lantas keluar dari sana lalu masuk ke dalam dan di sambut tepuk tangan dari seseorang hingga membuat langkah kakinya terhenti di dekat pintu utama.
Selly pun menoleh lalu memutar tubuhnya ketika ia melihat Seon sedang berdiri, bersandar di dinding dekat pintu itu.
“Mobil mu sangat mewah.” Ucap Seon lalu ia mendekati Selly yang hanya diam menatapnya. “Kau sangat beruntung bisa mendapatkan pria kaya raya.” Lanjutnya berbicara di dekat telinga Sellya Nara.
Tersenyum picik. Selly lantas menoleh padanya. “Tentu saja. Suami ku jauh lebih baik daripada kamu. Seon.”
Prok… prok…prok…
Kembali Seon bertepuk tangan seraya ia memutari tubuh gadis yang saat ini kembali membisu di dekatnya.
“Iya, bagaimana bisa aku dapat di bandingkan dengan Joe Nathan?” Ucap Seon seraya ia mencondongkan wajahnya ke wajah Selly yang begitu tajam menatap matanya. “Kau hanya perduli uang bukan?” Lanjut Seon lalu tersenyum meledek.
“Hentikan omong kosong mu Seon.” Sahut Selly seraya ia menggertakkan giginya.
“Hahahaha… Sellya Nara. Pecundang cantik yang tidak tahu diri.” Ucap Seon lalu dengan sigap ia menggenggam pergelangan tangan Selly yang hendak memukul wajahnya. “Kau pikir? Tangan cantik mu ini bisa memukul wajah ku lagi?”
Cuih!
Tersenyum memejamkan mata ketika kotoran mendarat di wajahnya. Seon lantas menggenggam ke dua lengan Selly lalu ia usapkan wajahnya di dada gadis itu.
“Apa yang kau lakukan! Seon!” Teriak Selly.
Mengangkat pandangan pada Selly. Seon lantas tersenyum lagi. “Sayang… Kenapa kau begitu kasar pada calon suami mu ini?” Tanya Seon.
“Lepas!”
Menghempaskan ke dua tangan Seon dari lengannya. Selly lantas merapihkan pakaiannya lalu ia tersenyum pada Seon yang terdiam menatapnya.
“Dengarkan aku Kim Seon Ho. Jika kau memanggil ku hanya untuk ku hina. Cih! Lebaih baik kau enyah saja!” Ucapnya.
“Sellya, terkadang aku berpikir. Kesalahan apa yang telah aku perbuat hingga kau dengan mudahnya membatalkan pernikahan kita? Kau tahu? Semua telah siap Sellya. Tapi, dengan mudahnya kamu malah menikah dengan Joe Nathan?”
“Kau bertanya? Biar aku jelaskan sekarang Seon Ho. Kau! Tidak jauh lebih kaya dari Joe Nathan. Hanya itu. Apa jawaban itu bisa membuat mu puas dan berhenti menemui ku?”
“Tidak jauh lebih kaya? Cih! Hehehe…”
Melihat Seon nampak seperti orang ling lung. Selly lantas tersenyum. “Lebih baik kau ke rumah sakit jiwa karena kau butuh obat!” Tandas Selly lalu pergi setelah ia menerjang lengan Seon yang tertunduk dengan sepasang bola mata merah dan berkaca.
Braakkk!!
Meraih pergelangan tangan Selly. Seon lantas menghempaskannya hingga tubuh gadis itu menghantam dinding dan Seon segera menutup jalannya dengan sepasang tangan yang mengepal kuat di dinding.
“Hehehe… Seon, kau terlihat sangat frustasi.” Ucap Selly lalu ia raih dasi Seon untuk ia merapihkannya.
“Bagaimana bisa kau melakukan semua ini pada ku Sellya?” Tanya Seon.
Mendengarnya, Selly lantas kembali menatap mata Seon lalu tersenyum seraya ia melepaskan dasi pria itu.
“Jika aku tidak kaya? Lalu bagaimana mungkin aku memberikan hadiah ulang tahun pada ayah mu sebuah perusahaan?” Tanya Seon lalu air mata pun menetes.
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......