
Di hari yang sama. Mobil Maybach berwarna hitam keluar dari dalam kediaman mewah Zayn Keenan ketika pria itu kembali ke One Zayn Group. Violet lantas melangkah cepat keluar dari gerbang lalu terhenti tepat di hadapan gerbang mewah yang ada di kekat dediamannya.
Ia tatap sangat tajam rumah mewah itu untuk menemukan sesuatu yang mampu menjawab tanyanya. Tapi, rumah mewah itu sangat sepi dan Violet tidak dapat melihat adanya seseorang di sana.
Satu per satu jendela ia tatap. Mulai dari lantai satu, dua, bahkan kini ia mendekat untuk menatap tiap jendela di lantai tiga.
“Sepi sekali?”
“Nona.” Sapa Security.
Mendengarnya Violet pun menoleh.
“Tuan. Siapa pemilik rumah ini?” Tanya Violet.
“Rumah ini?” Sahut security lalu ia tatap kediaman mewah yang Violet maksud. “Satu minggu yang lalu pemiliknya pindah ke Jepang karena katanya seorang tuan dari Korea Selatan tertarik untuk membeli rumahnya dengan harga yang sangat fantastis. Jadi mereka sudah pindah dan rumah ini di kosongkan untuk sementara waktu sampai tuan itu datang.”
“Tuan dari Korea Selatan? Siapa namanya? Apa dia dari Seoul? Busan? Incheon? Daejeon? Gunsan? Gangnam...”
“Maaf nona, aku tidak tahu namanya dan tepatnya dari kota apa karena aku tidak sempat bertanya lebih banyak pada pemilik rumah sebelumnya.”
Hanya diam seorang Violet. Wanita itu lantas menoleh untuk menatap ke arah kamar di rumah itu yang tepat menghadap kamarnya. Ia yakin, bahkan sangat yakin jika baru saja dia melihat Leon Park di sana.
“Saya pergi melanjutkan berjaga nona.” Ucap Security lalu pergi setelah Violet menoleh padanya dan menganggukan kepala tanpa kata.
Penasaran. Violet pun hendak membuka pintu gerbang rumah itu. Namun…
“Terkunci?” Gumamnya.
🍁
Dalam kondisi mabuk Joe melakukan panggilan pada seseorang.
“Kau di mana?” Tanyanya.
“Jalan.”
“Aku tunggu kau di depan Robin’s Square.” Ucap Joe lalu ia akhiri panggilannya.
Hanya diam Axel Zayn lantas melemparkan ponselnya di kursi kosong yang ada di dekatnya. Dengan kecepatan sedang ia mengendarai mobil mewahnya karena sungguh! Axel tidak tertarik untuk bertemu Joe Nathan setelah sekian kali pria itu selalu memaksanya untuk memberikan alamat rumah Violet di Los Angeles.
“Kau sangat keras kepala Joe Nathan.” Ucap Axel.
Telah lama menunggu. Joe Nathan pun mulai sadar jika Axel Zayn tidak akan datang menemunya di sana. Pria itu lantas datang ke rumahnya namun…
“Tuan Axel Zayn belum kembali.” Ucap petugas keamanan di rumah mewah itu.
Merasa sangat frustasi. Joe pun kembali masuk ke dalam mobil lalu ia pukul kemudi mobilnya dan menenggelamkan wajahnya di sana.
"Aku tahu jika tidak sepatutnya aku seperti ini terhadap mu sayang." Ucap Joe Nathan.
Kembali mengangkat pandangan. Joe Nathan lantas meninggalkan kediaman Axel Zayn dengan tangan kosong. lagi.
"Seiring berjalannya waktu. kau pasti bisa melupakan adik ku Joe Nathan." Ucap Axel ketika ia melihat mobil Joe Nathan meninggalkan kediamannya.
🍁
Tak terasa waktu terus berlalu. Di pagi hari saat langit Los Angeles semakin terang Violet melepaskan dekapan hangat tubuh suaminya lalu ia bangkit dari tempat tidur.
Entah kenapa? wanita itu berwajah pucat di pagi hari. sangat-sangat pucat hingga membuatnya merasa pusing karena pandangannya berputar hebat.
Menyadari jika istrinya terbangun. Zayn Keenan pun bangkit dan duduk di sisinya. ia raih pergelangan tangan Violet yang saat ini terus memegangi kepalanya sendiri.
"Sayang.. kenapa?" Tanya Zayn.
"Tidak apa tuan. aku hanya sedikit pusing." Sahutnya.
"Aku akan panggilkan dokter." Ucap Zayn.
"Tidak perlu, aku sepertinya kurang istirahat. setelah mandi mungkin aku akan tidur lagi, hari ini aku akan absen ke tempat kursus." Sahutnya lalu bangkit dan melangkah sempoyongan menuju kamar mandi.
Melihat dengan mata kepalanya sendiri jika saat ini kondisi tubuh istrinya sedang tidak baik. Zayn Keenan lantas meraih ponsel milik wanitanya untuk ia meminta izin jika saat ini istrinya tidak bisa hadir di tempat kursus memasak.
Selesai dengan itu semua. Zayn Keenan lantas meletakkan kembali ponselnya di atas meja seraya ia menoleh ke arah kamar mandi.
Hanya diam seorang Violet berdiri di hadapan cermin wastafel di kediaman mewah itu. "Pusiiing." Gumamnya seraya ia masih memegangi kepala lalu memejamkan mata hingga pada akhirnya ia mulai teringat akan sesuatu yang mampu membuat sepasang bola matanya membulat sempurna.
"Aku? kapan terakhir kali aku haid?" Gumamnya seraya ia kembali ke kamar.
Melihat kamarnya telah kosong. Violet lantas menghampiri ponselnya ia meraihnya lalu melihat kalender di dalamnya.
"Apa? aku... aku telat dua minggu? bagaimana mungkin aku lupa waktu haid ku?" Gumamnya seraya ia meletakkan ponselnya di atas tempat tidur.
Mengalihkan pandangan. Violet pun menghampiri dan meraih tas nya untuk ia mengambil test pack yang telah ia beli satu bulan yang lalu. iya, pada akhirnya wanita itu harus menggunakan alat itu untuk mengetahui sesuatu yang sangat ingin ia ketahui.
Kembali masuk ke dalam kamar mandi setelah ia meminum air mineral yang ada di atas meja. Violet pun membawa gelas kosong bekas pakai nya untuk ia menggunakannya.
"Sayaang" Panggil Zayn seraya ia meletakkan gelas berisi teh jahe nya di atas meja lalu ia kembali melangkah dan seketika itu pula terhenti saat ia melihat ponsel istrinya berpindah.
Zayn Keenan pun lantas menghampiri posel itu seraya di dalam hatinya mengucap.
"Aku ingat jika aku meletakkannya di atas meja. lalu kenapa sekarang ada di atas tempat tidur?"
Meraih posel yang masih menyala itu. Zayn pun terdiam saat ia melihat kalender yang memenuhi layar ponsel istrinya.
Selesai menunggu beberapa saat untuk ia mengetahui hasilnya. Violet lantas meraih test pack nya.
Klakk!!!
Begitu terkejut wanita muda itu saat ia mendengar suara pintu yang terbuka hingga membuatnya salah tingkah dan langsung meraih gelas nya, menuang isi dari dalamnya ke dalam closet dan menyiram nya, tidak lupa Violet juga membuang gelas nya ke dalam tong sampah.
Menyaksikan semua gerakan cepat bagaikan kilat istrinya. Zayn Keenan pun kembali mendekat seraya sepasang bola matanya menatap Violet yang tertunduk dengan tatapan penuh selidik.
Sadar betul jika saat ini istrinya menyembunyikan sesuatu darinya. Zayn Keenan lantas menghentikan langkah kaki tepat di hadapan Violet Grizelle.
"Apa yang kamu sembunyikan di balik tubuh mu sayang?" Tanya Zayn.
Mendengar pertanyaan itu. Violet pun mulai mendongak untuk menatap matanya. iya, apa yang harus wanita itu lakukan sekarang? dia enggan untuk memperlihatkan test pack nya mengingat dirinya juga belum melihatnya.
"Bagaimana jika hasilnya negatif? aku takut tuan Zayn akan tersinggung."
Hanya diam seraya ia menundukkan kepala semakin dalam. Zayn Keenan lantas meraih lengan wanita itu lalu ia menariknya masuk ke dalam dekapan tubuhnya.
"Jangan tuan Zayn." Ucap Violet saat Zayn merampas sebuah benda dari genggaman tangannya.
"Tidak ada yang perlu kamu sembunyikan dari ku." Sahutnya seraya ia mulai melihat benda apa yang saat ini ada di genggaman tangannya.
"Test Pack?" Batin Zayn Keenan.
Melihat Test Peck yang baru saja di gunakan istrinya. Zayn Keenan pun membeku di tempatnya berduri seraya sepasang bola matanya masih sangat fokus menatap alat yang penditeksi kehamilan itu.
Sedangkan Violet sendiri terdiam ketika ia melihat wajah suaminya. wanita itu lantas semakin meringsek ke sisi dinding seraya menundukkan kepala.
"Maafkan aku tuan Zayn. sampai saat ini aku belum bisa memberikan anda keturunan. aku... aku tidak bermaksud menyinggung perasaan anda karena telah melakukan test ini. aku..."
Ucapan wanita itu pun terhenti saat tiba-tiba Zayn Kenan menyambarnya. ia mendekap tubuh mungilnya sangat-sangat kuat seraya ia mengucap. "Teriamaksih sayang!"
Iya. kata "Terimakasih sayang!" itu terdengar sangat emosional yang keluar dari mulut seorang Zayn Keenan!
"Terimakasih? untuk apa tuan Zayn?" Tanya Violet tidak mengerti akan apa yang di maksud suaminya.
"Termakasih!" Sahutnya lagi.
Sungguh! jawab itu sangat ambigu dan tidak mampu menjawab pertanyaan Violet padanya!
"Terimakasih sayang!" Ucapnya lagi.
Kata itu terucap dari mulut Zayn berulang-ulang kali hingga Violet pun hanya diam di dalam dekapan tubuh kekar suaminya. iya, dia tidak mengerti.
"Apa? ada apa? kenapa berterimakasih atas hal yang tidak aku ketahui?"
Karena rasa bahagia yang menguasai dirinya. Zayn Keenan lantas meraih sepasang kaki jenjang istrinya untuk ia membawanya ke tempat tidur lagi.
"Tuan Zayn. apa yang sedang anda lakukan? aku mau mandi." Ucap Violet.
Merebahkan tubuh wanitanya di atas tempat tidur. Zayn lantas mengucap. "Tidurlah sayang! kamu harus banyak istirahat! mulai sekarang kamu tidak perlu datang ke tempat kursus! kamu juga tidak boleh memasak dan kamu tidak boleh melakukan pekerjaan rumah apa pun! semua harus pelayan yang melakukannya. kamu mengerti kan? ak..."
"Tuan Zayn. pelan-pelan bicaranya." Pinta Violet saat ia melihat suaminya begitu cepat berbicara yang mana semua isinya adalah peraturan.
"Pokoknya kamu harus makan banyak! kamu harus jaga kesehatan! aku juga akan selalu ada di rumah untuk menemani mu. aku akan memenuhi semua keinginan mu. keinginan anak kita yang saat ini ada di dalam rahim mu sayang." Ucap Zayn Keenan.
"Anak? Anak kita?" Tanya Violet.
"Iya! anak kita!" Sahutnya seraya ia memperlihatkan hasil test pack istrinya.
Melihat test pack yang saat ini suaminya perlihatkan padanya. Violet pun terdiam seraya sepasang bola matanya memerah dan berkaca hingga pada akhirnya air matanya pun mengalir.
"Sayang... ada apa? apa kamu tidak bahagia? kita akan memiliki keturunan." Ucap Zayn seraya ia menggunakan sepasang ibu jarinya untuk menghapus air mata yang membasahi pipi istrinya.
Mendengar pertanyaan suaminya. Violet lantas menyambarnya. ia memeluknya sangat kuat seraya ia mengucap sangat tandas. "Aku sangat bahagia tuan Zayn! aku akan memiliki bayi dari anda! aku menangis karena bahagia!"
Mendengarnya. Zayn pun kembali bangkit seraya ia menggendong wanitanya lalu ia mencium bibirnya sangat lembut penuh cinta.
🍁
Zayn Keenan
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......