Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Kesepian




Terik mentari kian meredup. Waktu menunjukkan pukul 01:02. Sellya hanya diam duduk di atas tempat tidurnya. Ia menatap ke luar jendela yang terbuka untuk memandang rembulan di tengah hamparan bintang-bintang.


Joe Nathan belum juga kembali dan ia tidak tahu di mana keberadaan suaminya saat ini?


Selly rebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dingin, membuatnya memeluk tubuhnya sendiri sambil termenung.


Setiap malam ia tidur sendirian, merasa sangat kesepian. Sampai saat ini, Joe Nathan masih tidak berminat untuk menidurinya.


"Sampai kapan kita akan terus seperti ini Joe? Sampai kapan kamu akan terus mengabaikan aku?" Batin Selly.


Selly menjatuhkan air mata tanpa suara. Ia sungguh menginginkan suaminya.


"Setiap kali, aku hanya bisa melihat tubuh mengagumkan milik mu tanpa bisa menyentuhnya. Sejujurnya, sebagai wanita dewasa yang telah menikah. Aku sangat menantikan kamu agar melakukan itu pada ku Joe Nathan."


Tapi sayang, Status pernikahan kontrak kembali terlintas di pikiran Sellya. Membuatnya tidur menyamping mengerucutkan tubuh penuh kecewa.


"Apa kamu sungguh tidak pernah berfikir untuk melakukannya Joe? Apa kamu tidak kesepian sama seperti ku?" Batin Selly.


Suara langkah kaki berbalut sepatu membuat Sellya terperanjak dari atas tempat tidurnya. Ia berlari ke arah pintu seperti orang gila ketika suara itu mulai menjauh.


Klakk!


"Joe?" Panggil Selly. Dia berdiri di pintu kamar menanti jawaban dari suaminya.


Gelap, sepi dan tidak ada siapa pun. Membuat Selly terdiam sejenak sambil melangkah lamban menuju pintu kamar Joe Nathan. Ia lantas mengulurkan tangan untuk meraih gagang pintu kamar itu. Tapi, Sellya terhenti ketika sekilas ia mendengar suara dari dalam.


"Joe sudah kembali?" Batin Selly.


Sellya lantas mendekatkan telinganya ke daun pintu agar bisa mendengar lebih jelas.


"Joe bicara dengan siapa malam-malam begini?" Batin Selly.


"Sudah sampai mana progres pemindahan kepemilikan Asset yang aku perintahkan pada mu?" Tanya Joe kepada seseorang di sebrang telponnya, dia adalah sekertaris Bian.


Sekilas Selly mendengarnya. "Pemindahan kepemilikan Asset?" Gumam Selly, dahinya berkerut lalu semakin fokus mendengarkan pembicaraan Joe Nathan.


"Segera bereskan! Aku mau Violet menandatanganinya sebelum dia kembali ke Los Angeles!"


"Segera bereskan? Sebelum Violet kembali ke Los Angeles? Apa? Itu artinya, wanita itu sedang berada di kota Seoul? Lantas? Apa yang harus ja*lang itu tanda tangani?" Batin Selly.


"Aku sudah sangat banyak mengeluarkan uang untuk Selly dan keluarganya. Itu sudah lebih dari cukup sebagai kompensasi saat aku menceraikannya nanti." Ucap Joe.


"Apa? Cerai?" Batin Selly.


"Kenapa kau banyak bicara?! Segera bereskan semuanya! Aku mau seluruh harta ku menjadi milik Violet! Mengerti?! Satu minggu! Bereskan atau kau angkat kaki dari King!" Tandas Joe Nathan.


Degup jantung Sellya tidak lagi mampu ia kontrol, membuat sepasang lututnya lemas dan gemetar.


"Jadi? Kamu akan benar-benar membuang ku pada akhirnya? Joe Nathan... Terbuat dari apa isi kepala dan hati mu itu? Kenapa? Semua yang kamu lakukan untuk dia? Kesuksesan mu? Bahkan seluruh Asset yang kamu milikki? Kamu akan memberikan semua itu padanya? Lalu... Menyingkirkan aku..." Batin Selly, pandangannya kosong. Namun air mata begitu deras membanjiri pipinya.


"Ukh" Selly terhuyung memegangi dadanya. Mendengar ucapan Joe Nathan sungguh membuat dadanya sakit dan sesak. Rasanya, ia tidak lagi mampu bertahan dalam keadaan ini.


Klakk!


Suara pintu terbuka mengembalikan Selly ke dunia nyata! Ia terkejut saat Joe Nathan memergokinya.


"Kau mendengar semuanya?" Tanya Joe Nathan. Ia mengerutkan dahi seraya menyipitkan mata. Menatap istrinya dengan tatapan penuh selidik.


"Ak-aku..." Selly menjadi gagap menatapnya. Dari pertanyaan Joe, ia tahu jika Joe sudah bisa menebaknya. "Aku tidak sengaja." Sahut Sellya. Ia tatap sepasang bola mata tajam milik suaminya.


"Baguslah jika kau sudah tahu. Aku tidak perlu repot-repot menagatakannya pada mu nanti." Ucap Joe Nathan lalu pergi.


"Kamu mau kemana lagi?" Tanya Selly, ia mengejar lalu meraih pergelangan tangan suaminya.


Joe Menoleh sambil menghempaskan tangan Selly dari tangan kokohnya. "Aku sudah katakan pada mu berapa kali?! Jangan asal menyentuh ku!" Tandas Joe Nathan. Dia sangat marah hingga sepasang bola matanya membelalak.


"Aku istri mu! Aku bahkan tidak boleh menyentuh mu! Lantas siapa yang boleh menyentuh mu Joe Nathan?!" Tanya Selly, nada suaranya kian tinggi.


"Kau memang tidak pernah menganggap ucapan ku? Hemm?" Sahut Joe. Ia mendekat lalu meraih dagu Sellya untuk menatapnya. "Akan aku katakan sekali lagi pada mu. Pernikahan ini terjadi atas dasar kontrak! Kau ada di hadapan ku hanya untuk status ku! Kau ada di hadapan ku hanya sebagai boneka pelengkap yang sangat bermanfaat bagi papa mu itu." Ucap Joe kian mendekat dan berbisik di tenga Sellya. Membuatnya semakin sakit hingga tak kuasa menahan tangis.


"Jahat... Kau pria yang sangat jahat Joe." Ucap Selly.


"Cih! Hahaha..." Joe Nathan tertawa mendengarnya. "Perlu kau tahu. Aku tidak sebodoh mantan kekasih mu itu, Seon. Jangan samakan aku dengan pria malang itu. Karena kau, sedang berhadapan dengan seorang Joe Nathan." Bisik Joe.


"Se-Seon...? Dari mana kamu tahu tentang Seon?" Tanya Selly. Ia sangat terkejut hingga tidak mampu berdiri dengan ke dua kakinya sendiri.


"Sudah aku katakan. Aku bukan pria bodoh." Bisik Joe lalu menghempaskan Selly hingga membuatnya terhuyung dan tertahan oleh dinding.


Selly hanya diam saja saat mendengar Joe Nathan mengucap nama Seon di hadapannya.


"Kenapa hanya diam? Kau takut aku menendang mu dari rumah ku saat ini juga?" Tanya Joe. Ia tersenyum jijik menatap istrinya sendiri. "Tenang lah Sellya, kau masih berguna, jadi, aku tidak akan membuang mu sekarang."


Sellya mengangkat pandangan. Membuat ke duanya kini saling menatap sangat dalam.


"Jadilah boneka yang manis dan penurut." Ucap Joe lalu menarik satu sudut bibirnya.


Selly kembali menunduk memejamkan mata hingga tetes air matanya terjatuh ke lantai. Sungguh! Ia sakit dan tidak ada obat yang mampu menghilangkan rasa sakit ini dari dalam hatinya. Kini, Joe Nathan kembali meninggalkannya.


"Joe..." Panggil Selly, ia raih pergelangan tangan Joe Nathan lalu menjinjit untuk mencium bibirnya.


"Sellya!" Tandas Joe marah. Ia menghempaskan Selly yang telah lancang mencium bibirnya tanpa izin.


"Aku rela kau anggap sebagai boneka atau sekedar pelengkap di dalam kehidupan mu. Tapi perlu kamu tahu, kita berdua sama-sama kesepian Joe Nathan." Ucap Selly, ia mendekat lagi. "Aku boneka mu dan boneka ini memiliki nafsu birahi terhadap pemiliknya. Tolong aku..."


Melihat Selly mendekat dengan binar sepasang bola mata yang memikat. Joe lantas meraihnya lalu ia tahan wanita itu di sisi dinding.


"Cih! Ja*lang, kau masih menginginkan aku?" Bisik Joe lalu tangan nakalnya menyelinap masuk ke dalam pakaian Sellya untuk ia menyentuh apa yang tidak seharusnya ia sentuh.


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......